
Anak buah Gavino yang memaksa untuk masuk ke dalam kamar, melalui balkon kamar, menemukan keberadaan Tuan Muda-nya itu dalam keadaan tergeletak di lantai, dekat dengan tempat tidur.
"Tuan! Tuan Muda!"
Tapi dia harus segera membuka pintu kamar terlebih dahulu,supaya rekannya yang lain bisa ikut masuk dan membantunya.
Clek!
"Cepat panggil dokter! Tuan Muda tergeletak di lantai!" Perintah orang yang tadi masuk kamar lewat balkon.
Satu dari tiga temannya yang bermaksud untuk masuk ke dalam kamar, akhirnya bergegas keluar untuk mencari dokter, untuk memeriksa Tuan Muda-nya. Dia juga menelpon yang lain, agar bisa menjaga keamanan lebih baik lagi.
Tak lama kemudian, dokter yang diminta untuk datang telah tiba.
Dokter tersebut segera diarahkan untuk menuju ke kamarnya Gavino. Sebab Gavino memang masih berada di dalam kamarnya sendiri, dengan dijaga oleh beberapa orang.
Setelah melakukan prosedur pemeriksaan, dokter tersebut tidak menemukan kelainan apapun di tubuh pasiennya kali ini. Sehingga membuat dirinya juga kebingungan sendiri, sebab kondisi tubuh Gavino semuanya baik-baik saja.
"Bagaimana Dok?" tanya salah satu anak buahnya Gavino, yang menemani dokter tersebut memeriksanya.
"Saya tidak tahu, kenapa Tuan Muda Gavino seperti ini. Sebab dia tidak mengalami sesuatu, yang terdeteksi oleh pemeriksaan Saya. Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit? Di sana alat-alat medis lebih lengkap. Daripada Saya hanya menduga-duga hal yang belum tentu benar."
Dokter tersebut memberikan usulan, supaya Gavino segera di bawa ke rumah sakit. Untuk mendapatkan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Anak buahnya Gavino, menganggukkan kepala setuju, dengan usulan dokter. "Ya Dok, akan segera kami bawa sekarang juga!"
Tapi ternyata, di saat baru bersiap-siap untuk mengangkat tubuh Tuan Muda-nya, mata Gavino justru terbuka. Dan tampak seperti orang yang sedang bingung.
"Ada apa ini? Kalian ngapain di kamarku?"
Tentu saja pertanyaan yang diajukan oleh Gavino, membuat semua orang saling pandang. Karena bingung, atas apa yang dialami oleh Tuan Muda-nya tadi.
Akhirnya salah satu dari mereka menjawab pertanyaan tersebut. "Tadi Tuan Muda pingsan. Dan kami memanggil dokter, untuk memeriksa keadaan Tuan Muda. Tapi Dokter tidak menemukan penyakit atau gejala penyakit apapun pada tubuh Tuan Muda, sehingga meminta kami untuk membawa Tuan Muda ke rumah sakit. Supaya mendapat penanganan yang lebih lanjut ."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh anak buahnya itu, Gavino akhirnya tersadar, dengan apa yang dia alami tadi.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Aku tidak kenapa-napa. Jadi, pilihan tidak perlu membawaku ke rumah sakit," terang Gavino, memberikan penjelasan atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
__ADS_1
"Tuan Muda yakin, jika tidak terasa sakit atau pusing?" tanya mereka lagi.
Gavino menggeleng dengan cepat, atas pertanyaan yang diajukan untuknya kali ini.
"Aku tidak kenapa-kenapa. Aku juga tidak merasa pusing sama sekali. Jadi kalian tidak perlu merasa khawatir dengan keadaanku."
Akhirnya anak buahnya itu pamit untuk kembali ke tempat tugas masing-masing. Sedangkan dokter yang masih ada di dalam kamar tersebut, justru kebingungan sendiri. Melihat keadaan pasiennya yang tadi terlihat tidak berdaya, tapi sekarang seperti orang yang sehat dan tidak kekurangan suatu apapun.
"Apa, apa Anda benar-benar tidak merasa ada yang sakit atau tidak nyaman?" tanya dokter tersebut meyakinkan pada pasiennya.
"Tidak apa-apa Dokter. Terima kasih atas kepedulian Anda. Mari, Saya antar!"
Gavino justru menawarkan diri, untuk mengantarkan dokter tersebut pulang. Supaya kembali ke klinik atau rumah sakit.
"Tidak apa-apa Tuan Muda. Saya bisa pergi sendiri, dan Saya juga membawa mobil tadi," terang dokter, menolak tawaran yang diberikan oleh Gavino padanya.
"Baiklah. Terima kasih sekali lagi ya Dok!"
Setelah menganggukkan kepalanya, dokter segera pergi dari kamar Gavino. Dia akan kembali ke rumah sakit terdekat, karena rumah sakitnya itu memang milik king black sendiri. Jadi dia juga sudah mengenal, siapa Tuan Muda tersebut.
*****
"Semuanya sudah selesai, dan ini tinggal memberikan peran pada siapa-siapa yang akan ikut, dan membawa topeng untuk peran masing-masing. Tapi Aku juga harus mencari pemeran wanitanya, untuk bisa menggunakan topeng Bianca maupun Gress."
Sepertinya, rencananya Verdi kali ini, melibatkan semua orang yang dekat dengan keseharian Gavino.
"Emhhh... jika Aku meminta Magdalena bagaimana ya?"
"Tapi kata orang-orang, saat ini Magdalena menjalin hubungan dengan Lorenzo. Jika hal itu benar, bisa dipastikan jika magdalena tidak akan mau membantuku," gumam Verdi, saat membayangkan, kira-kira siapa yang bisa dia mintai bantuan.
Tapi dia tidak bisa menemukan gadis manapun, yang akan membantunya, untuk mengenakan topeng Bianca dan Gress. Karena kedua gadis tersebut, punya ciri khas sendiri. Yang tentunya dihafal oleh Gavino.
Verdi tidak mau jika, penyamaran mereka, untuk gadis-gadis nya Gavino, dilakukan oleh orang-orang amatiran. Karena itu akan lebih mudah untuk dikenali oleh orang lain. Apalagi seorang Gavino. Karena dipastikan jika Gavino adalah orang yang sangat cerdik, dan tidak mudah untuk ditipu.
"Hemmm... bagaimana jika Aku berusaha untuk bisa mempengaruhi kedua gadisnya Gavin, untuk ikut bergabung denganku. Jadi, Aku akan menggunakan pemeran asli, dan bukan hanya sekedar topeng. Bukankah itu akan lebih bagus? Hahaha..."
"Jika demikian, Aku harus mencari orang yang bisa magic, dan bisa memberikan perintah pada mereka berdua. Sehingga mereka tidak akan sadar, karena akan tetap patuh dengan perintah alam bawah sadarnya."
__ADS_1
Verdi justru menemukan ide lain, jika dia tidak bisa menemukan pemeran pengganti, yang akan menggunakan topeng Bianca serta Gress, maka dia akan menggunakan ilmu magic. Untuk mempengaruhi kedua gadisnya Gavino itu.
"Hahaha... sepertinya ini akan lebih menarik, jika Aku benar-benar bisa mempengaruhi keduanya nanti. Maka rasakan Gavin, Aku yang akan menghancurkan mu, melalui dua gadismu itu."
Setelah mendapatkan ide tersebut, Verdi segera menghubungi Cardi. Agar rekannya itu mencari ahli magic, untuk bisa menghipnotis Bianca dan juga Gress.
"Baiklah. Aku akan mencari ahli magic, untuk menghipnotis keduanya. Sehingga rencana ku ini akan lebih menyenangkan lagi nanti."
Tut tut tut!
Tut tut tut!
..."Ya Verdi, ada apa?"...
..."Kamu ada di mana sekarang?" ...
..."Aku sedang berada di kantor papa. Apa Kamu butuh bantuanku, atau Kamu butuh sesuatu yang Kamu perlukan?" ...
..."Emhhh... Aku, Aku mau minta tolong padamu. Tolong carikan Aku orang, yang bisa menghipnotis orang lain. Dengan arahan yang dia lakukan." ...
..."Ahli magic? Hipnotis? buat apa?" ...
Akhirnya Verdi menjelaskan kepada Cardi, dengan rencana yang baru saja dia dapatkan idenya tadi.
..."Kamu yakin?" ...
..."Ya Cardi. Aku yakin jika kedua gadis tersebut ada dalam pengaruh hipnotis, Gavino juga tidak akan bisa berebut apa-apa. Karena dia tidak mengetahui, apa yang sedang terjadi pada ke dua gadisnya itu. ...
..."Baiklah. Aku akan mencarinya segera."...
..."Jika Kamu sudah mendapatkannya, segera ajak ke rumah ya! Atau setidaknya Kamu cari tempat, agar kita bisa ketemu di luar." ...
..."Baiklah, Aku setuju."...
..."Ok. Aku putus dulu ya!" ...
..."Ok!"...
__ADS_1
Klik!
Verdi tersenyum miring, membayangkan keberhasilan yang akan diraihnya, dengan semua rencana yang sudah dibuat. Untuk bisa mengalahkan Gavino.