Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Semua Berhubungan


__ADS_3

"Maksudmu, king Black yang dulu juga. Sewaktu masih ada Alano?"


Verdi tidak percaya, apa yang dikatakan oleh Cardi, tentang siapa sebenarnya Gress. Yang ternyata adalah anaknya king Black.


Tapi anggukan kepala Cardi, membuatnya harus percaya. Jika apa yang dikatakan oleh temannya itu memang benar adanya, bukan hanya sekedar berita bohong.


"Kamu tahu dari mana berita itu?" tanya Verdi lagi, meminta penjelasan yang lebih.


Akhirnya, Cardi menceritakan tentang kejadian malam itu, di saat tiba-tiba king Black datang, dan mengaku-ngaku sebagai ayahnya Gress.


"Meskipun Gress sendiri tidak percaya dengan pengakuan king Black, karena dia memang tidak pernah mengetahui, siapa sebenarnya kedua orang tuanya. Tapi tidak lama kemudian, Gavino datang dan membenarkan apa yang dijelaskan oleh King Black pada Gress."


"Aku juga tidak percaya, dan cukup terkejut juga. Pada saat mendengar berita tersebut. Tapi Aku tidak bisa melakukan apa-apa, sehingga Aku harus segera kabur dari tempat itu. Karena keadaan tidak memungkinkan Aku untuk terus mempertahankan diri, dan mengaku-ngaku sebagai Gavino yang asli."


Verdi, masih mendengarkan cerita dari Cardi, tentang kejadian malam itu yang memang saya tidak ketahui secara pasti. Karena setelah cardi kabur dan mendapatkan beberapa luka tembakan, mereka memang tidak pernah bertemu untuk sementara waktu. Semua itu demi keamanan dan keselamatan mereka juga. Supaya tidak ada yang curiga, jika mereka memiliki kerjasama.


"Jadi, sebenarnya Gavino sudah tahu kalau Gress adalah anaknya king Black?" Verdi kembali bertanya. Sebab yang dia tahu, Gavino tidak ada hubungan dengan king Black sedari dulu.


Jadi, apa yang dikatakan oleh Cardi tentang Gavino yang mengetahui tentang rahasia king Black, cukup membuatnya terkejut.


Apalagi dia juga tidak pernah tahu, jika Gavino dan king Black sudah memiliki kerjasama dan hubungan yang lebih baik, daripada dengan yang lainnya.


"Lalu, kapan Gavino itu punya hubungan dengan king Black? setahuku, king Black sendiri adalah ketua geng mafia yang dulu diikuti oleh Alano, dan juga beberapa temanku. Tapi Aku sudah tidak pernah mengikuti kegiatannya dan juga beritanya, setelah aku masuk penjara."


Verdi benar-benar tidak tahu, jika selama ini Gavino punya hubungan yang dekat dengan king Black.


Itulah sebabnya, dia justru mempunyai rencana. Untuk menghubungi ketua mafia tersebut, supaya mau mendukung rencannya melawan Gavino.


Tapi hal itu belum sempat dilakukan, karena mengiyakan rencana Cardi terlebih dahulu. Dan berita ini, cukup membuatnya sedikit down. Sebab, iya kehilangan kesempatan untuk bekerjasama dengan sebuah keanggotaan mafia terbesar di Eropa.


"Aku juga mendengar jika, Alano sudah tiada karena dihabisi oleh anak buahnya king Black. Apa ini ada hubungannya dengan Gavino juga? Tapi soal apa?"


Sekarang, Verdi jadi memutar-mutar segala sesuatu yang bisa dia kaitan, antara Gavino, king Black, Alano dan Gress.


Tapi dia belum juga menemukan titik terang. Jadi, dia coba menggantinya dengan urutan yang lain. Sama seperti yang dilakukan oleh Cardi dan Dante. Karena berkaitan dengan Magdalene.


"Apa ini soal Bianca?"


Tiba-tiba, Verdi mengingat nama seorang gadis, yang bisa saja berkaitan tentang tewasnya Alano. Sahabat dan rekannya selama ini.


"Maksudmu Bianca menjadi penyebab king Black membunuh Alano, atas permintaan Gavino?" tanya Cardi memperjelas maksud dari pertanyaannya Verdi.

__ADS_1


Verdi mengangguk cepat, mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh Cardi padanya.


"Bisa jadi. Karena berita terakhir yang Aku dengar, Bianca ada di paris dan mempunyai hubungan dengan Alano. Bukankah begitu?"


Verdi kembali menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan dari Cardi lagi. Karena berita itu juga, yang dia dengar. Pada saat masih berada di dalam tahanan.


Sekarang, mereka kembali mengurutkan teka-teki tentang Gavino, yang mempunyai hubungan dengan king Black. Dengan tewasnya Alano.


"Jadi kira-kira seperti ini. Gavino punya hubungan dengan Bianca, Bianca punya hubungan dengan Alano, dan akhirnya mereka bertikai, kemudian Gavino minta bantuan pada king Black untuk mengatasi Alano. Apakah ini urutannya?"


Cardi menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang menjadi pemikiran Verdi barusan. Sebab seperti itu juga yang sedang dia pikirkan.


"Baiklah. Sekarang kita tahu, siapa musuh kita, teman kita, dan target kita. Supaya bisa memegang kendali."


Cardi mengacungkan jari jempolnya, mendengar perkataan Verdi yang bisa dia terima untuk rencana selanjutnya.


"Apa Dante tahu sesuatu?" tanya Verdi lagi, mengenai temannya yang belum memberikan keputusan. Apakah mau bergabung, atau hanya sekedar teman kencan dari Cardi.


Sebab antara Cardi dengan Dante, memang ada hubungan. Mereka berdua lebih dekat satu sama lain, pada saat merasa terpukul dengan apa yang dikatakan Magdalena. Jika gadis tersebut ternyata lebih memilih Lorenzo, dibandingkan dengan mereka berdua. Yang mereka sendiri pikir bahwa, mereka lebih daripada Lorenzo.


"Kita tanya Dante saja."


Cardi mengusulkan untuk bertanya terlebih dahulu, kepada teman kencannya itu.


*****


Gavino sudah selesai dengan kelasnya, begitu juga dengan Gress.


Sekarang, mereka menuju ke perpustakaan untuk mencari beberapa bahan. Untuk referensi kelas berikutnya.


Tapi Gress meminta pada Gavino untuk pergi ke cafetaria terlebih dahulu. "Kita cari minum dulu yuk! Aku sudah kehausan."


Gavino hanya mengangguk saja, mengikuti ajakan dari Gress. Untuk mencari minum terlebih dahulu, sebelum mereka pergi ke perpustakaan.


Di saat mereka belum sampai di kafetaria kampus, handphone milik Gavino berdering. Ada panggilan telpon masuk, yang sepertinya sangat penting. Karena setelah didiamkan beberapa saat, ponsel tersebut kembali berdering.


Akhirnya, Gavino mengambil ponselnya. Yang ada di saku celana, kemudian melihat, siapa yang sudah melakukan panggilan untuknya.


Ternyata itu dari salah satu anak buahnya yang ada di kios. Sehingga Gavino dengan cepat menekan tombol hijau, untuk menyambungkan panggilan telpon tersebut.


..."Ya, ada apa?" ...

__ADS_1


..."Tuan Muda. Tuan Robert kecelakaan!" ...


..."Apa? Kecelakaan! Di mana?" ...


..."Ada di jalan Suite Getregh Str."...


..."Baiklah, Aku akan segera ke sana!"...


..."Tidak perlu Tuan. Sekarang Tuan Robert sudah di bawa ke rumah sakit terdekat jalan tersebut." ...


..."Baiklah kalau begitu. Aku akan langsung ke rumah sakit sekarang. Lakukan yang terbaik untuknya ya!" ...


..."Baik Tuan Muda!" ...


Klik!


Gavino menutup panggilan telpon tersebut, kemudian pamit dengan tergesa pada Gress. Dengan memberitahu pada pengawal, untuk segera datang ke kampus menjaga Gress.


"Aku akan mengurus paman Robert terlebih dahulu. Kamu lanjutkan ke perpustakaan dan kelas nanti. Aku juga sudah menghubungi pengawal, untuk menjagamu. Jadi Kamu yang tenang ya!"


Gress belum sempat mengiyakan, tapi Gavino sudah berlari terlebih dahulu. Untuk pergi ke rumah sakit, menemui Robert. Yang katanya baru saja mengalami kecelakaan di jalan Suite Getregh Str.


Meskipun sebenarnya Gress tidak tahu apa-apa, tapi dia merasa cemas juga dengan keadaan paman Robert. Yang dulu sudah sangat baik padanya. Di saat Gavino harus pergi ke luar negeri atau keluar kota. Di saat dia berada di rumah Gavino dulu.


Tapi dia juga tidak mau memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sendiri, karena rasa takut akan penculikan yang terjadi padanya. Meskipun di awal-awal, dia tidak tahu. Jika dia sedang berada dalam situasi diculik.


"Semoga saja paman Robert tidak kenapa-kenapa. Aku akan menjenguknya nanti, sepulang dari kampus. Atau jika diijinkan oleh Gavino dan juga papa. Aku tidak mau membuat mereka khawatir, jika harus pergi sendiri ke rumah sakit."


Akhirnya setelah membuat pertimbangan, Gress mengikuti apa yang dikatakan oleh Gavino tadi.


Dia masuk ke kafetaria kampus, untuk membeli minuman. Kemudian setelah itu dia pergi ke perpustakaan kampus. Untuk mencari bahan-bahan referensi yang diperlukan.


*****


Di jalan, Gavino mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Supaya dia bisa cepat sampai di rumah sakit. Tempat di mana Robert di rawat.


Dia harus segera memastikan bahwa, Robert mendapatkan penanganan perawatan yang terbaik. Karena dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada pamannya itu.


Meskipun Robert bukan Pamannya sendiri, dan tidak ada ikatan pertalian darah diantara mereka berdua. Tapi Gavino sudah menganggap Robert sebagai seorang paman.


Orang yang harus dia jaga dan hormati, karena dia merasa sudah hidup sendiri di dunia ini. Setelah kepergian kedua orang tuanya pada malam setelah terjadi kecelakaan.

__ADS_1


Dan dia tidak mau jika, kejadian itu sampai terulang lagi pada Robert.


__ADS_2