Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Beda Cara Memimpin


__ADS_3

"Baiklah. Aku akan tetap tinggal, tapi dengan satu syarat..."


Gavino sengaja mengantungkan kalimatnya, agar orang-orang dewasa di depannya ini berpikir ulang. Jika ingin dirinya tetap bersama dengan mereka.


"Apa syaratnya?"


Mereka bertanya dengan tidak sabar. Karena merasa penasaran, dengan persyaratan yang diinginkan oleh Gavino.


"Aku yang menjadi pemimpin kalian semua."


Akhirnya Gavino mengatakan syarat yang harus mereka patuhi. Dan dia tidak akan pergi dan tetap bersama dengan mereka semua.


"Baiklah. Aku setuju."


"Aku juga setuju!"


"Setuju!"


"Ya setuju!"


"A..."


"Pokoknya kami semua setuju!"


Gavino tidak pernah menyangka, jika mereka semua, bukan hanya George dan Robert saja. Yang menyetujui permintaan syarat yang dia inginkan tadi.


Dan mulai detik ini, Gavino pun diangkat menjadi pemimpin mereka semua.


Pemimpin dari ke enam laki-laki dewasa yang belum lama dia kenal.


"Hum... kenapa kalian semua setuju dengan syarat yang Aku ajukan? Bukankah Aku masih sangat muda. Tidak punya pengalaman apa-apa seperti kalian. Dan kita ini, belum lama kenal."


Akhirnya Gavino bertanya tentang alasan mereka. Karena sebenarnya, dia tadi mengatakan persyaratan tersebut, agar mereka tidak setuju dan pergi dari rumahnya. Sehingga dia tidak lagi kesulitan untuk bergerak sendiri dengan rencananya.


"Kita punya tujuan sama. Buat apa bergerak sendiri, jika ada orang yang bisa ikut membantu?" terang George, yang diangguki juga oleh Robert dan teman-temannya.


"Apalagi, Kamu adalah cucu dari William Henry, si king Goldblack. Pemimpin yang Aku hormati dan patuhi sejak awal terjun ke dunia ku dulu."


George kembali berkata, memberikan penjelasan pada Gavino. Tentang pertimbangan yang dia pikirkan sesaat tadi.


"Aku juga setuju. Itu karena kakakku adalah asisten dari king Goldblack di masa kepemimpinannya. Dia celaka dari pengkhianatan king Black, yang waktu itu menyuruh kakakku pergi. Padahal seharusnya tetap di tempat tugasnya."

__ADS_1


"Dan ternyata itu adalah jebakan, supaya kakakku bisa dicelakai orang-orang suruhannya."


"Orang-orang yang sudah dia pengaruhi supaya berkhianat kepada king Goldblack."


Menurut Robert, yang dituturkan oleh kakaknya, kakaknya itu diserang oleh orang-orang yang mengunakan topeng.


Tapi kakaknya Robert sangat yakin, jika itu bukan orang-orang suruhan dari king Goldblack. Meskipun mereka mengatakan bahwa, mereka adalah utusan dari ketua mereka.


Kakaknya Robert sangat mengenal, siapa William Henry, secara pribadi dan loyalitasnya sebagai seorang pemimpin besar mafia pada saat itu.


King Goldblack, tidak akan mencederai anak buahnya sendiri, di saat sedang bertugas. Apalagi dengan jebakan seperti itu.


King Goldblack akan menghukum anak buahnya, jika melakukan kesalahan yang fatal. Dalam melakukan tugas. Itupun dilakukan olehnya sendiri, atau orang suruhan. tapi Di depan matanya sendiri. Karena king Goldblack ingin memastikan, jika semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada kesalahan lagi di kemudian hari.


Itulah sebabnya, kakak dari Robert percaya, jika semua yang dia alami bukan kesalahan dari king Goldblack. Tapi kaki tangannya, yang memang sedang kasak kusuk menghimpun kekuatan, untuk bisa mengkudeta pemimpin mereka semua. Yaitu king Goldblack.


Apalagi, di saat kakaknya Robert terkapar di jalanan kemudian diselamatkan oleh orang yang sedang lewat, secara kebetulan orang tersebut menemukan identitas diri dari orang-orang yang menyerangnya di jalan.


Identitas tersebut bukan dari kelompok king Goldblack. Tapi kelompok baru, dengan logo yang berbeda.


Dan setelah kakaknya Robert sembuh, tapi dalam keadaan cacat, kemudian menyatakan untuk pensiun, king Goldblack tampak sangat sedih.


Berbeda dengan orang yang ada di sampingnya, yang tersenyum samar. Jika tidak diperhatikan dengan seksama.


Begitulah Robert mengakhiri cerita sang kakak, yang sekarang sudah meninggal dunia.


Dan sebelum kakaknya itu pergi, dia meminta pada Robert untuk melakukan perhitungan dengan king Black. Yang sudah berkhianat kepada king Goldblack. Dan juga membuatnya cacat seumur hidup.


*****


Tiga mobil beriringan menuju ke luar kota Monte Isola.


Mereka bersama-sama menuju ke jalan utama, yang akan membawa mereka ke kota Roma.


Ibu kota negara Italia. Di mana semua kegiatan berpusat di sana.


Baik pemerintah, perkantoran, perusahaan produksi, maupun kejahatan.


Sangat kompleks untuk sebuah kehidupan kota besar pada umumnya.


"Apa Kamu tidak ingin merekrut orang-orang yang mungkin mau bergabung denganmu?" tanya George, yang sekarang sedang menegang kemudi.

__ADS_1


Sedangkan di samping George, ada Gavino yang sedang duduk dengan tenang menatap ke depan.


"Orang-orang? Bukannya Kamu punya anak buah sendiri!" Gavino balik bertanya pada George, yang bertanya tentang anak buah.


George memang punya beberapa orang yang setia ikut bersama dengannya, tapi tentu saja tidak seperti dulu. Karena kepemimpinan king Black tidak sama seperti king Goldblack.


Apalagi, dirinya lama bertugas di Norwegia.


Satu persatu orang-orang king Goldblack mengundurkan diri dari kelompoknya. Tapi itu dengan persetujuan dari king Black sendiri.


Jika king Black tidak setuju, orang tersebut justru akan menjadi buronannya. Sama seperti yang dia alami saat ini.


Karena king Black tidak mau jika, orang yang ingin mengundurkan diri atau pensiun, akan membocorkan rahasia mereka suatu hari nanti. Yang bisa menghancurkan mereka.


"Oh, kemarin itu Kamu kabur karena tidak diperbolehkan untuk pensiun?" tanya Gavino, yang baru paham dengan alasan George menjadi buronan mereka.


"Iya. Mereka tidak akan membiarkan anggota yang pensiun hidup dengan tenang."


"Meskipun diperbolehkan pensiun, anggota yang pensiun itu tak lama lagi juga akan di buru. Entah dengan cara apapun. Yang pasti, orang tersebut tak lama setelah itu mati."


Gavino menoleh cepat, mendengar perkataan yang diucapkan oleh George.


Dia tidak pernah menyangka jika, king Black akan sekejam itu pada mantan anak buahnya.


"Apa mereka juga mengkoordinir anak-anak jalanan atau sekolah. Yang mau ikut dalam kegiatan mereka?"


Pertanyaan yang diajukan oleh Gavino ini, memang sedang dia pikirkan. Mengingat semua kejadian yang terjadi pada teman-temannya. Seperti Alano, Verdi dan kawan-kawannya. Yang mendapat bantuan dari kelompok-kelompok tertentu, jika sedang dalam masalah.


Mereka, Alano atau Verdi, juga melakukan kegiatan yang melanggar hukum. Dengan ikut bertransaksi hal-hal yang ilegal.


"Ya. Ada kelompok kecil yang mengurus semua itu dalam tubuh kami."


"Maksudku pada saat di pimpin oleh king Black."


"Dulu, pada masa kepemimpinan king Goldblack, tidak akan menerima anggota yang masih di bawah umur 17 tahun. Itupun harus dengan seleksi yang ketat. Tidak asal terima dalam perekrutan."


Gavino menganggukkan kepalanya, paham dengan penjelasan yang diberikan oleh George barusan.


'Tapi Alano dan Verdi juga sudah berumur 18 tahun. Pantas saja dia bisa ikut.'


'Tapi... menurut Cardi dan Dante, yang dulu ikut menjadi anggota Alano, Alano itu bergabung dalam geng di usia 12 tahun.'

__ADS_1


'Apa ini ada kaitannya dengan ekploitasi anak-anak?'


Gavino terdiam memikirkan apa baru saja dia dengar tadi.


__ADS_2