Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Penyerangan


__ADS_3

Tengah malam, markas besar kepolisian kota, diserang oleh pasukan Gavino, yang sedang mencari keberadaan Nona Mudanya, Gress.


Awalnya, Gavino sudah berusaha untuk menghubungi sang Kapten, dengan baik-baik. Supaya mau mengembalikan Gress dalam keadaan baik juga.


Tapi permintaan Gavino tersebut, tidak diindahkan oleh sang Kapten. Bahkan sang Kapten, tidak mau menerima telepon darinya.


Hal ini tentu saja memancing kemarahan Gavino, yang tidak bisa membayangkan, bagaimana rasa takut yang sedang dirasakan oleh gadisnya. Karena harus berada di sebuah ruangan gelap, yang mirip dengan sebuah ruangan penyiksaan.


Apalagi, tak jauh dari tempat Gress berada. Terdapat mesin setrum atau kursi yang digunakan untuk pencucian otak. Bagi para penjahat kelas kakap, dengan cara di setrum pada bagian kepalanya.


Gavino tentu saja tahu, bagaimana keadaan di dalam sana. Melalui informasi yang dia dapatkan dari sistem.


Sebab itu juga ,dia segera mengerahkan anak buahnya. Untuk menyerang markas besar kepolisian, karena tidak ada tanggapan dari sang Kapten.


Kejadian ini, akhirnya diketahui oleh king Black. Sehingga dia juga tidak bisa tinggal diam, dan langsung menghubungi pihak jenderal-jenderal besar. Yang merupakan terekam bisnisnya di dunia bisnis.


King Black, alias Thomas Bryan, mengetahui penyerangan tersebut dari salah satu anak buahnya, yang juga diberi tahu oleh anak buahnya Gavino.


Akhirnya, dia meminta kepada sang jendral, untuk memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya, atau anggota polisi. Supaya tidak melakukan perlawanan, jika tidak ingin Gavino semakin marah.


King Black juga meminta pada Sang jendral, untuk memberikan perintah kepada pihak semua anggota polisi di sana, markas besar kepolisian kota, supaya melepaskan seorang gadis yang sudah di sekap di sana. Dan menindak tegas oknum polisi tersebut yang sudah membawa gadis tersebut.


Sang jendral, yang merupakan rekan kerja dari Thomas Bryan, dan sering mendapat bantuan dari king Black, yang sebenarnya sama saja antara keduanya, tentu saja tidak berdaya. Sang jendral juga tidak bisa menolak permintaan tersebut. Sehingga memberikan ke perintah kepada anak buahnya yang berada di markas untuk segera melakukan apa yang diinginkan oleh king Black.


Tapi ternyata, beberapa oknum polisi yang sudah masuk ke dalam keanggotaan sang Kapten, memilih untuk tetap setia kepada sang Kapten dari pada harus menaati perintah dari Sang jenderal.


Itulah sebabnya, penyerangan ke market besar kepolisian kota tidak bisa dihindari.


Dan semua anak buah Gavino bersama dengan king Black, bersatu untuk segera menyerang, untuk membebaskan Nona Muda mereka, yaitu Gress.


Gadisnya Gavino, dan juga anak dari Tuan Besar mereka, alias anaknya king Black sendiri. Yang juga satu-satunya ahli waris, pewaris tunggal, dari semua perusahaan dan usaha keluarga sang papa, Thomas Bryan.


Meskipun sebenarnya Gress sendiri tidak pernah tahu, dan tidak pernah menyadari bahwa, dia adalah Nona Muda di keluarga Thomas Bryan.


Kejadian ini, akhirnya disaksikan oleh seluruh warga bahkan dunia. Karena ada banyak wartawan yang datang untuk meliput.


Meskipun banyak orang yang berkomentar jelek tentang penyerangan tersebut, karena mereka semua juga tidak tahu kebenaran tentang penyerangan ini, membuat suasana menjadi ramai. Baik di lokasi kejadian maupun sosial media.


Ada yang memberikan apresiasi baik, tapi ada juga yang mengutuk perbuatan tersebut.


Mereka justru banyak yang berperang di dalam komentar-komentar di sosial media, terkait dengan kasus penyerangan ini.

__ADS_1


Perang antara geng mafia dan anggota kepolisian, akhirnya pecah.


Selain baku tembak, mereka juga berkelahi dengan senjata seadanya. Yang ada di sekitar mereka. Baik itu berupa batu, kursi, penggaris dan bahkan tangan kosong.


Semua menjadi kacau.


Dor dor dor!


Bagh bugh bagh bugh!


Trang trang trang!


Crack!


Werrr!


Brakkk!


Suara tembakan dan adu senjata, episode dilakukan lagi. Bahkan, perkelahian dengan tangan kosong juga dilakukan oleh banyak orang. Untuk bisa mempertahankan posisi mereka masing-masing.


Banyak dari mereka yang tumbang dan terluka parah, akibat perkelahian ini.


Tapi hal itu tidak membuat mereka berhenti.


Perkelahian terus berlanjut, sampai saat Gavino keluar dengan membopong tubuh seorang gadis, yang sudah dalam keadaan lemah. Akibat ketakutan, rasa was-was dan tekanan yang dirasakan.


Dengan gerakan cepat, Gavino membawa pergi Gress Dati markas besar kepolisian kota. Untuk di bawa pulang ke rumah.


Dia tidak mau membawanya ke rumah sakit, karena tidak mau ada banyak orang yang akan mengikutinya. Atau bisa jadi, para reporter sudah menghubungi teman-temannya yang lain, untuk menunggu di salah satu rumah sakit terdekat.


Gavino hanya menghubungi beberapa tim medis, yang biasa digunakan jasanya untuk keperluan mendesak. Supaya segera datang ke rumahnya saja.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dan membiarkan motornya untuk diurus oleh anak buahnya.


Begitu juga dengan membiarkan kekacauan yang terjadi di markas besar kepolisian kota, untuk diurus oleh king Black dan yang lainnya. Sebab, dia ingin fokus pada Gress.


Setibanya di rumah, tak lama kemudian disusul dengan tim medis, segera masuk ke pavilium sebelah rumahnya. Yang biasa digunakan untuk merawat orang-orang menjadi penghuni di rumah ini, yang sedang sakit. Atau mengalami luka-luka.


Di pavilium tersebut, memang sudah mirip seperti sebuah klinik karena alat-alat kesehatannya juga lumayan lengkap.


Yang tidak ada hanya tenaga medisnya, karena memang tidak stay sepanjang waktu. Sebab, kenapa medis yang dikerjakan juga memiliki pekerjaan di luar.

__ADS_1


Dan Gavino memang sengaja, supaya rumahnya ini tidak terlalu banyak orang yang mondar-mandir.


Apalagi jika hanya untuk kesehatan atau luka-luka yang ringan, semua anak buahnya, bisa mencari obat atau mengobatinya sendiri. Bisa juga saling bantu satu sama lainnya.


Padahal, Thomas Bryan juga mempunyai rumah sakit sendiri, yang termasuk paling besar dan terlengkap di kota Roma ini.


Tapi Gavino tidak mau menggunakan fasilitas tersebut. Selagi masih bisa dilakukan di rumah. Gavino akan mengobatinya di rumah saja. Supaya tidak diketahui oleh orang lain.


"Cepat periksa dia, dan lakukan yang terbaik. Aku tidak mau mendengar berita buruk tentang dia!"


Gavino memberikan perintah kepada tim medis, yang datang untuk memeriksa dan menangani Gress. Sedang Gress sendiri, sudah dibaringkan oleh Gavino di tempat tidur pasien.


Dia tidak mau ke luar ruangan, dan tetap memantau pekerjaan mereka. Yang sedang melakukan penanganan terhadap gadisnya.


Gavino berharap, agar Gress segera sadar dan tidak mengalami trauma, atas kejadian yang dialami tadi.


Ponsel Gavino tergetar.


Drettt drettt drettt!


Drettt drettt drettt!


..."Ya halo!" ...


..."Target sudah tertangkap semuanya, bagaimana Tuan Muda? apakah diserahkan kepada pihak kepolisian atau kita bawa ke markas?" ...


..."Kapten dan orang-orangnya, bawa saja ke markas. Untuk para polisi yang tidak tahu apa-apa tentang hal ini, serahkan pada pihak kepolisian. Atur saja bagaimana baiknya. Dan satu lagi, pihak penyiar berita atau informasi, segera bungkam. Yang tidak mau ikut dan membangkang, Kamu tahu sendiri, apa yang harus Kamu lakukan bukan?" ...


..."Baik Tuan Muda."...


Klik!


"Hahhh..."


Gavino membuang nafas kasar, setelah selesai memberikan penjelasan kepada anak buahnya.


Dia tidak mau jika, peristiwa penyerangan di markas besar kepolisian kota tadi, terus digoreng oleh pihak per_televisian. Untuk di konsumsi publik.


Hal ini bisa membuat negaranya ini, dianggap tidak becus, untuk menangani permasalahan yang sebenarnya hanya sepele.


Sebab, semua itu tadi adalah kesalahan salah satu oknum, yaitu sang Kapten. Yang telah menyalahgunakan kekuasaannya, jabatannya, untuk menekan seorang gadis yang tidak tahu apa-apa tentang apapun.

__ADS_1


__ADS_2