
Setelah melakukan pengamatan beberapa saat lamanya, akhirnya mereka baru melihat sosok Verdi, yang baru saja keluar dari salah satu pintu menuju ke lapangan. Dia bersama dua orang laki-laki, berjalan beriringan menuju ke sebuah kursi panjang, yang ada di pinggir lapangan. Dan mereka seperti sedang berbincang-bincang.
"Itu bukannya Verdi?" tanya sang Kapten, sambil menunjuk ke arah depan sana, dengan jari telunjuknya.
"Iya, itu memang Verdi. Tapi dua orang itu siapa?" sahut Gavino, dengan mengajukan pertanyaan juga. Karena dua orang yang sedang bersama Verdi tidak dia ketahui.
"Mungkin teman satu kamar sel, atau teman sesama napi selama dia ada di sini."
Gavino mengangguk paham, dengan jawaban yang diberikan oleh sang Kapten. Karena itu memang bisa saja terjadi. Karena sesama napi, tentunya ada interaksi sosial antara satu dengan yang lainnya.
"Apakah sekarang Kamu yakni, jika Verdi masih ada di sini?" tanya sang Kapten, dengan informasi yang dibawa oleh Gavino, dengan Verdi yang pernah dijumpai di mall oleh temannya Gavino.
"Tapi Saya juga ada informasi terkait Verdi, bahwa dia ada markas baru yang digunakan untuk keperluan mereka. Apa Kapten mau tahu di mana itu?"
"Kamu yakin dengan informasi yang Kamu dapatkan?" tanya sang Kapten dengan menatap penuh ke arah Gavino.
Dia tidak lagi mengarahkan teropongnya ke arah lapangan, untuk melihat aktivitas apa yang dilakukan Verdi di sana.
"Jika ada dua orang yang punya wajah sama, berarti ada banyak hal yang bisa dilakukan juga bukan?" Gavino justru memberikan sebuah pertanyaan yang penuh teka-teki tentang Verdi.
"Maksudmu, Verdi mengunakan seseorang sebagai pemeran penggantinya?"
Tapi Gavino tidak mau menjawab pertanyaan dari sang Kapten. Dia justru menaikkan kedua bahunya, karena dia belum bisa memastikan juga, dengan dugaannya kali ini.
"Kita bisa melihat rekaman cctv yang ada di mall, dengan bantuan kapten sebagai aparat keamanan negara. juga beberapa rekaman cctv lain, yang ada di dekat mall, jika ingin semua ini terkuak hingga selesai."
Sang Kapten mengangguk mengiyakan perkataan Gavino, karena dunia hitam seperti mafia, bisa melakukan apa saja yang bisa membuat mereka berbuat semaunya.
"Baiklah kalau begitu. Aku siap untuk bekerjasama denganmu, dalam menguak rahasia Verdi ini. Jadi, kapan bisa kita mulai?"
Mendengar persetujuan dari sang Kapten, Gavino tersenyum senang. "Terima kasih Kapten," ucap Gavino selajutnya.
"Sebenarnya Kapten tidak perlu repot-repot untuk ikut bergerak sendiri. Tinggal kasih surat ijin dan Saya akan bergerak sendiri bersama teman Saya," terang Gavino memberitahu sang Kapten.
"Tidak-tidak. Aku sangat senang bisa membantu dan bekerja sama denganmu."
Akhirnya disepakati bersama, mere akan bergerak sekarang juga. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak mereka sangka-sangka nantinya. Karena ada rasa was-was juga, seandainya saja, Verdi mengunakan seseorang untuk mengantikan dirinya di dalam lapas. Sebab, hal itu tentu saja sangat mudah untuk seseorang, jika punya kawanan yang bergerak dalam dunia hitam.
__ADS_1
"Aku akan menghubungi temanku terlebih dahulu, agar bisa memastikan, di mana pada saat itu dia melihat keberadaan Verdi. Agar kita tidak terlalu sulit mencari keberadaan cctv nya juga."
Sang Kapten hanya mengangguk setuju, dengan rencana Gavino. Yang ingin mengajak Lorenzo ikut bersama dengannya.
Sekarang ini, mereka berdua sudah berada di luar lapas.
Sang Kapten berdiri dengan bersandar pada mobilnya, sedangkan Gavino duduk di atas jok motornya.
Tut tut tut!
Tut tut tut!
Gavino menghubungi Lorenzo, supaya menunggunya di suatu tempat.
..."Ya halo Gavin. Ada apa?" ...
..."Apa Kamu bisa ikut denganku?" ...
..."Ke mana?" ...
..."Ok lah! Aku ke rumah atau Kamu mau jemput Aku di mana?" ...
..."Tunggu Aku di jalan depan gang rumahmu. Aku akan ke sana dalam waktu dua puluh menit dari sekarang." ...
..."Ok Aku tunggu!" ...
Klik!
Sekarang Gavino beralih pada sang kapten. Dia meminta pada sang Kapten, untuk menuju ke mall ZXX.
"Kapten ke sana, Saya akan menjemput Lorenzo terlebih dahulu. Kita bertemu di ruang IT nya Saja nanti."
"Baiklah. Aku tunggu kalian di sana."
Tak lama kemudian, mobil sang Kapten melesat pergi dari area parkir lapas. Begitu juga dengan motor yang dikendarai Gavino, ikut pergi meninggalkan lapas, di mana ada Verdi di dalam sana. Yang sedang menjalani hukumannya.
*****
__ADS_1
Ternyata Lorenzo sudah siap berada di tempat yang sudah ditentukan bersama dengan Gavino. Dan dia juga sudah siap dengan helm miliknya. Karena sebelumnya, Gavino sudah mengatakan bahwa, dia mengunakan sepeda motor, bukan mobil.
"Sudah siap?" tanya Gavino pada Lorenzo, di saat dia tiba di depannya Lorenzo.
"Siap dong!"
Tak lama kemudian, motor yang dikendarai Gavino bersama dengan Lorenzo kembali membelah jalanan kota. Menuju ke arah mall ZXX. Di mana sang Kapten sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
Dan ternyata, sang Kapten memang sudah berada di ruangan IT Mall, untuk melakukan penyidikan.
Dengan menunjukkan kartu identitasnya sebagai seorang keamanan negara, tentu saja petugas IT tidak punya alasan untuk menolak permintaannya. Yaitu ingin melihat rekaman cctv, untuk beberapa hari yang lalu.
Dari puluhan kamera cctv yang ada di Mall ini, Lorenzo memberitahu, di mana saat itu dia melihat sosok Verdi.
Setelah mengatakan apa yang diingat oleh Lorenzo, akhirnya petugas IT membuka beberapa layar di depannya, untuk mengecek rekaman cctv yang tadi disebutkan Lorenzo.
Tidak hanya Gavino saja yang terkejut, sang Kapten juga ikut terkejut, melihat ke layar rekaman cctv tersebut.
"Itu kan Verdi?"
"Iya, itu Verdi."
Gavino membenarkan pertanyaan sang Kapten, yang melihat sosok Verdi dalam tangkapan layar cctv yang diputar sekarang.
"Iya. Itu juga yang Aku lihat kemarin. Aku gak salah lihat kan!" Lorenzo ikut menimpali.
Sekarang, mereka mengikuti ke mana arah Verdi berjalan. Setelah itu, petugas IT memutar kamera cctv yang lain, yang ada tak jauh dari kamera cctv sebelumnya. Karena bisa dipastikan jika saling berhubungan.
"Bagaimana mungkin Verdi ada di sini, sedangkan dia masih ada di dalam penjara?" Pertanyaan yang diajukan oleh sang Kapten, tentu saja tidak bisa dijawab oleh Gavino dan yang lainnya.
"Berarti, apa yang tadi Kamu pikirkan bisa saja benar Gavino," ujar sang Kapten kemudian. Di saat dia ingat dengan perkataan Gavino tentang pemeran pengganti.
"Ini harus diselidiki lagi, baik pihak kepolisian dan lapas juga. Apakah yang ada di lapas itu benar-benar Verdi atau bukan."
Akhirnya sang Kapten menyimpulkan bahwa, dia harus segera bersiap-siap memberitahukan kejanggalan ini pada pihak terkait. Sebelum mereka benar-benar kecolongan.
Tak lupa, sang Kapten meminta copyan rekaman cctv yang tadi dia lihat pada petugas IT Mall ZXX.
__ADS_1