Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Pengejaran


__ADS_3

Ternyata apa yang menjadi ketakutan Gavino, terjadi juga pada Robert.


Di waktu tengah malam, memang ada jam piket bagi perawat yang berkeliling ke semua kamar pasien, untuk memeriksa keadaan pasien yang ada di kamar-kamar tugasnya.


Dan ini bukanlah sesuatu yang menjadi rahasia lagi untuk keluarga pasien.


Jadi, di saat ada perawat yang datang pada malam hari, untuk memeriksa keadaan Robert, kedua penjaga yang ditugaskan oleh Gavino juga tidak merasa curiga dengan kedatangan seorang perawat malam ini.


Gerak-gerik perawat tersebut, juga tidak membuat kedua penjaga curiga. Sebab apa yang dilakukan oleh perawat tersebut juga tidak mencurigakan, di saat melakukan pengecekan kondisi Robert malam ini.


Bahkan, di saat tiba-tiba Robert terbangun dari tidurnya, perawat tersebut menegur dan bertanya dengan lembut, apa yang ada sesuatu yang dikeluhkan oleh Robert padanya.


Tapi Robert hanya menggelengkan kepalanya seberapa kali, tanpa mengeluarkan suara.


Hal ini tentu saja tidak bisa membuat dua penjaga merasakan suatu kejanggalan. Sebab, hal ini masih dalam keadaan yang wajar. Jika ada perbincangan antara perawat dengan pasiennya.


Dan perawat tersebut juga tampak sopan, dengan berpamitan pada kedua penjaga Robert. Setelah selesai melakukan tugasnya, dengan mengganggukan kepalanya, sambil tersenyum. Kemudian baru keluar dari kamar Robert dengan berucap, "selamat malam Tuan-tuan. Selamat beristirahat."


Tapi setelah dua menit perawat tersebut pergi, Robert mengalami kejang-kejang.


Hal ini membuat kedua penjaga panik. Kemudian salah satu dari mereka menekan tombol merah, yang ada di atas meja samping ranjang pasien. Untuk memanggil tim medis, agar segera datang memeriksa.


Tak butuh waktu lama, Seorang dokter datang bersama dengan seorang perawat. Untuk memenuhi panggilan alarm, yang tadi di tekan salah satu dari kedua penjaga. Yang memberikan tanda bahwa, di kamar ini butuh bantuan dengan segera.


Setelah selesai melakukan beberapa penangganan, dokter meminta pada perawat untuk mengambil peralatan infus yang baru.


Di saat perawat pergi dokter bertanya pada kedua penjaga, "apa ada seseorang yang datang tadi?"


Pertanyaan yang diajukan oleh dokter, membuat kedua penjaga tersebut saling pandang. Karena beberapa menit yang lalu, memang ada seorang perawat yang masuk, dan melakukan pengecekan pada Robert.


"Tadi ada seorang perawat piket yang masuk, kemudian melakukan pengecekan pada kondisi tuan Robert."


"Tapi dia memberikan obat yang salah. Apa kalian tahu, bagaimana perawat itu memberikannya?" tanya dokter itu lagi.


Akhirnya salah satu dari penjaga memberikan penjelasan bahwa, perawat tersebut memberikan suntikan pada tabung infus. Karena menurutnya, yang dua suntikkan adalah obat yang diperlukan oleh robert saat ini. Apalagi mereka juga melihat bahwa, perawat tersebut melakukan interaksi dengan Robert dengan sewajarnya.


Dokter mengganggukan kepalanya, dan di saat perawat yang tadi diminta untuk mengambil peralatan infus baru datang, dia segera membantu memasangnya pada pergelangan tangan Robert yang satunya lagi.


"Kami memasangkan pada pergelangan tangan yang lain, karena tangan yang sebelumnya, sudah terinfeksi dengan racun. Jadi harus segera dilakukan penanganan."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh dokter, kedua penjaga tersebut tampak pucat.


"Jadi, jadi perawat yang tadi..."


"Iya, tadi perawat yang menyusup untuk melakukan tindakan pembunuhan. Jadi, kalian harus berhati-hati dan teliti mengenali kami sebagai tim medis yang merawat di rumah sakit ini. Mana yang asli dan tidak."

__ADS_1


"Terima kasih Dok," ucap kedua menjaga dengan cepat.


Mereka berdua tidak pernah menyangka, jika penyusup tersebut berani datang pada saat mereka masih terjaga. Dan melakukan tindakan yang tidak pernah dibayangkan mereka juga.


Untungnya, Robert segera tertolong. Karena jika tidak, mereka juga tidak tahu, bagaimana nasibnya menghadapi kemarahan dari Tuan Muda Gavino.


"Kami akan melakukan tindakan pada tangan Tuan Robert, yang sudah terlanjur terkena racun tadi. Mungkin, hal ini akan sedikit lama. Tapi mudah-mudahan secepatnya bisa pulih dan tidak menyebar ke seluruh tubuhnya."


Akhirnya dokter kembali memberikan instruksi pada perawat, untuk memanggil rekan kerjanya yang lain. Supaya membawa alat-alat yang mereka butuhkan, untuk melakukan tindakan seperti yang tadi dikatakannya.


Kedua penjaga hanya bisa mengawasi, apa yang dikerjakan oleh tim medis pada Robert.


Mereka berdua baru saja was-was, seandainya Robert tidak bisa tertolong. Karena mereka berdua juga tidak akan selamat, dengan hukuman yang akan diberikan kepada mereka. Karena telah lalai dengan tugasnya, di saat menjaga Robert malam ini.


*****


Di rumah, Gavino sebenernya sudah merasakan firasat yang tidak baik. Sehingga dia mencari informasi pada sistem.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Selamat malam juga.'


( Ting )


'Aku, aku ingin tahu bagaimana keadaan yang akan Aku hadapi kedepannya. Aku seperti merasa tidak enak dan tidak nyaman malam ini. Entah apa yang kurasakan saat ini, karena dari tadi aku tidak bisa tidur. Tapi Aku juga tidak mungkin ke rumah sakit, karena Aku sudah sangat lelah dengan semua kesibukanku tadi siang.'


( Ting )


( Infomasi ini terkait Robert atau yang lain )


'Hemmm... sebenarnya Aku pingin tahu semuanya. Tapi,tapi baiklah. Aku ingin tahu Robert terlebih dahulu.'


( Ting )


( Good Father harus ingat konsekwensinya )


'Iya. Aku ingat, jika Aku akan kehilangan semua poin, dan jika udah tidak mencukupi akan mengambil dari bisa umurku.'


( Ting )


( Apakah Good Father mau meneruskan )


'Iya. Aku ingin melanjutkannya.'

__ADS_1


( Ting )


( Pencarian informasi dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%..


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Layar sistem memberikan gambaran pada Gavino, tentang keadaan kamar Robert saat ini. Karena Gavino ingin tahu bagaimana keadaan Pamannya itu.


Tapi ternyata, di layar sistem memperlihatkan bahwa, Robert dalam keadaan baik-baik saja.


Hal ini membuat Gavino membuang nafas lega, "Huhfff... Aku pikir telah terjadi sesuatu pada Robert."


Apa yang dilihat Gavino pada layar sistem memang tidak salah. Karena saat ini, Robert memang sudah baik-baik saja. Setelah dilakukan tindakan medis, karena tangannya yang tadi terkena racun dari perawat yang tidak bertanggung jawab.


Dan saat ini, pihak keamanan rumah sakit, sedang melakukan pengejaran terhadap perawat tersebut.


Karena tidak menemukan suatu kejanggalan, akhirnya Gavino bersiap-siap untuk tidur. Karena dia sudah merasa lebih tenang.


*****


Di luar rumah sakit.


Pihak keamanan rumah sakit, dibantu anak buahnya king Black, yang sudah dihubungi oleh penjaga yang tadi menjaga Robert, melakukan pengejaran pada perawat. Yang sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Robert dengan memberikan cairan racun, yang disuntikkan pada infus.


Mereka mendapatkan jejak dari perawat tersebut, dengan adanya sarung tangan yang tercecer di pintu darurat.


Hal ini membuat tim keamanan rumah sakit mencurigai bahwa, perawat gadungan tersebut melewati pintu darurat. Sehingga tidak diketahui oleh mereka.


"Kita cari sampai ketemu. Sepertinya dia belum jauh dari rumah sakit ini. Atau setidaknya dia sudah menjadi orang lain saat ini. Jadi, tetap teliti dan waspada pada orang yang ada di sekitar kita."


Begitulah anak buahnya king Black memberikan pengertian pada tim keamanan rumah sakit, karena sebenarnya, rumah sakit ini adalah rumah sakit yang ada di bawah naungan rumah sakit milik Thomas Bryan juga. Tapi tidak sama dengan rumah sakit, yang dipergunakan oleh Thomas Bryan pada saat dia dirawat kemarin.

__ADS_1


__ADS_2