Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Rahasia Lagi


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Gress bertanya kepada Gavino, "memangnya tadi pergi ke mana Sayang? kok lumayan lama aku tidak melihatmu."


"Aku ada pekerjaan di beberapa tempat. Jadi memang lumayan lama." Gavino memberikan penjelasan kepada Gress.


"Oh iya, kita langsung pulang atau mau kemana?" tanya Gress lagi, pada Gavino yang sedang menyetir mobil.


"Kamu mau kemana dulu?" Gavino justru bertanya balik kepada Gress, karena dia memang belum berkeinginan untuk pulang.


"Aku terserah. Kamu yang ngajak lho Sayang," ujar Gress mengingatkan.


"Hahaha... kalau begitu, bagaimana kalau Aku antar Kamu belanja bulanan? Kamu pasti belum belanja kan?"


Gress menggeleng dengan malu-malu, karena dia tidak ingin merepotkan kekasihnya. Meskipun dia memang belum sempat belanja untuk kebutuhan bulanannya.


"Aku bisa belanja sendiri besok Sayang." Gress menolak tawaran Gavino.


"Tidak-tidak. Aku akan menemanimu sekarang. Dan Aku tahu, Kamu tidak akan berbelanja di kios. Karena Kamu merasa khawatir jika diperhatikan oleh ku atau paman George. Jadi ayo Aku antar kamu berbelanja!"


Sebenarnya Gress merasa tidak enak hati, apalagi dia memang tidak membawa uang lebih. Jadi dia tetap bersikukuh untuk menolaknya.


"Tidak Sayang. Besok saja," tolak Gress dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu. Ayok kita pulang, tapi biarkan Aku membeli makanan terlebih dahulu, untuk kita makan nanti."


Gress hanya mengangguk saja. Dia bersyukur karena Gavino tidak memaksanya lagi.


Dia tidak ingin merepotkan kekasihnya itu untuk urusan pribadinya, karena memang belum menjadi tanggung jawab Gavino. Apalagi dia terbiasa mandiri untuk semua kebutuhannya.


Ternyata tanpa sepengetahuan Gress, Gavino menelpon George untuk menyediakan semua kebutuhan Gress, dan dikirim ke alamat flat kamarnya Gress. Termasuk semua kebutuhan pribadi Gress sebagai seorang wanita.


Selesai menelpon George, Gavino segera memesan makanan untuk di bawa pulang.


Setelah beberapa menit kemudian, dia kembali ke dalam mobil. Di mana Gress yang menunggunya, karena Gress tidak ikut keluar.


"Kita pulang yuk! ini makanannya sudah dapat," ajak Gavino setelah masuk ke dalam mobil.


Gress hanya menganggukkan kepalanya, dengan nerima bungkusan makanan yang diberikan oleh Gavino padanya.


Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di di kamar flat Gress.


"Aku mandi dulu ya Sayang," pamit Gress pada Gavino, setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar.


"Aku juga mau membersihkan diri. Bolehkah Aku ikut bersamamu masuk ke dalam kamar mandi?" tanya Gavino meminta ijin pada Gress.

__ADS_1


"Ah, itu akan memperlambat waktuku untuk mandi." Gress menolak permintaan kekasihnya itu.


Dia berpikir jika mandi bersama dengan kekasihnya, tidak mungkin bisa cepat. Karena bisa dipastikan bahwa Gavino tidak akan tinggal diam selama mereka mandi nanti.


"Terserah apa pikiranmu, yang penting aku ikut mandi."


Tanpa berkata lagi, Gavino membopong tubuh Gress dan membawanya ke kamar mandi. Kemudian mereka akhirnya mandi bersama-sama dalam waktu lebih dari satu jam lamanya.


Setelah mereka keluar dari kamar mandi, wajah mereka tampak segar, meskipun tampak lelah juga.


"Ayo kita makan! Kamu pasti sudah lapar bukan, dengan kegiatan kita tadi, yang menguras tenaga," ujar Gavino mengajak Gress untuk makan terlebih dahulu.


"Apa besok Kamu juga ada di kios?" tanya Gress pada Gavino, tentang kegiatan kekasihnya itu besok hari.


"Sepertinya tidak. Karena paman tidak memintaku untuk ikut bekerja. Jadi Aku tidak akan ada di kios. Tapi jika Aku mendapat kabar tentang pekerjaan, Aku pasti akan datang ke kios dengan segera."


Gress mengangguk-anggukkan kepalanya, paham dengan apa yang dikerjakan oleh Gavino. Yang hanya membantu pekerjaan kedua pamannya.


Akhirnya mereka berdua makan tanpa berbicara lagi. Dan setelah itu, Gavino pamit untuk pulang, karena dia ada pekerjaan di rumah.


"Tidak apa-apa kan Aku tinggal pulang? kamu istirahat saja, karena besok harus bekerja lagi."


"Iya Sayang. Hati-hati ya! jangan lupa beristirahat yang cukup, dan jangan melakukan pekerjaan kita Kamu sudah mengantuk." Gress berpesan kepada Gavino.


*****


Gavino sampai di rumah, hari sudah malam, tapi George maupun Robert belum sampai di rumah. Sehingga Gavino langsung masuk ke dalam kamar.


Dia ingin membuka email dan juga chip yang diberikan Thomas Bryan padanya saat melakukan pertemuan siang tadi.


Tapi sebelumnya, dia membuka sistem untuk mengetahui waktu yang telah ditentukan misi, dalam pencarian informasi identitas diri dari George. Dan ternyata masih ada sisa waktu sampai besok hari.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku sudah mendapatkan informasi tentang identitas diri George.'


( Ting )


( Pencocokan dimulai )


1%

__ADS_1


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


Gavino mencocokkan hasil dari informasi yang dia terima, dengan sistem yang memberikan informasi tentang George.


Dan hasilnya tentu saja diluar dugaan Gavino selama ini.


"Indentitas rahasia begitu besar, sehingga dia menyembunyikan dariku. Dan Aku tidak pernah menyadarinya.


Gavino berdecak kagum, dengan hasil yang dia lihat saat ini.


Ternyata, seorang mantan ketua geng mafia dari negara Norwegia, meskipun sudah berubah, tetap saja mantan ketua mafia yang terbiasa hidup dengan segala tipu daya dan pemalsuan data.


Karena ternyata, George bukan hanya seorang mantan ketua mafia di Norwegia saja, tapi dia juga adalah saudara dari king Black, alias Thomas Bryan.


George adalah saudara tiri, sama-sama ibu beda ayah dengan king Black.


Mereka memang ada selisih paham secara pribadi, tentang warisan dari ibu mereka yang ternyata seorang yang kaya, dengan usahanya yang ada di bidang garmen.


Dan ini memang tidak pernah diketahui oleh siapapun, termasuk teman-teman mereka, sesama anggota mafia yang dulunya dipimpin oleh king Goldblack.


Untungnya, George ada di pihak king Goldblack, sehingga dia memang sering dijauhkan dari king Black sedari dulu. Karena king Goldblack black tahu jika mereka berdua adalah saudara tiri, dan sering cekcok dalam hal pribadi maupun pekerjaan.


Itulah sebabnya, kakek dari Gavino, William Henry, memisahkan mereka dengan memberikan pekerjaan yang berbeda juga.


Namun ternyata permusuhan mereka berujung dibuangnya George ke Norwegia, Dan itu adalah rencana dari Thomas Bryan sendiri, yang ingin menjauhi adik tirinya.


Yang tidak dipikirkan oleh Gavino adalah, kenapa George tidak mengakui atau merahasiakan ini darinya. Padahal George tahu bahwa, dia adalah cucu dari king Goldblack.


Entah apa yang sebenarnya direncanakan oleh George saat ini. Karena setelah tahu kebenarannya, Gavino harus mencari tahu.


Dia sudah mengetahui identitas asli dari George, tapi tentu saja dia tidak akan memberitahukan pada siapapun, dan juga bertanya pada siapapun. Sebab dia harus bisa mencari tahu sendiri.


"Sebenarnya, apa tujuan utama George?"

__ADS_1


__ADS_2