
Robert sudah berada di rumah. Dia menunggu kedatangan Gavino, karena ingin membicarakan tentang pesanannya. Untuk bisa mendapatkan hunian yang sangat nyaman, untuk ditempati saat berada di Amerika nanti.
Dari beberapa contoh Mension yang ditawarkan, Robert memiliki dua pilihan yang akan direkomendasikannya kepada Gavino.
Dua Mension tersebut dinilai Robert sangat cocok, untuk dihuni Gavino bersama dengan dua gadisnya. Entah itu untuk sementara waktu, maupun untuk waktu jangka panjang.
Selain Mension tersebut sangat mewah, ternyata di dalamnya juga tidak ruangan yang membingungkan. Sehingga tetap simpel dan tampak sederhana, untuk ditempati pasangan muda yang tidak mau kesulitan. Karena adanya banyak ruangan di dalam bangunan Mension tersebut.
"Kenapa Gavino tidak pulang-pulang? Padahal ini sudah sangat malam." Robert bergumam sendiri, dengan bertanya-tanya. Karena Gavino tidak juga pulang ke rumah.
Akhirnya setelah lelah menunggu Robert mencoba untuk menghubungi Gavino, supaya Tuan Muda-nya itu cepat-cepat pulang ke rumah.
Tut tut tut!
Tut tut tut!
Tapi ternyata panggilan teleponnya tidak juga direspon oleh Gavino, sehingga Robert harus mengulanginya sekali lagi.
Tut tut tut!
Tut tut tut!
Dan benar saja, tak lama kemudian, panggilan teleponnya diterima oleh Gavino.
..."Ya Robert, ada apa?"...
..."Apakah Kamu masih lama? Maksudku, Kamu tidak pulang dalam waktu dekat ini?"...
..."Ini Aku sedang dalam perjalanan pulang Robert. Memangnya ada apa?"...
..."Ohhh, Aku ingin menunjukkan pesanan yang kamu inginkan kemarin. Aku sudah ada dua gambaran Mension yang kamu inginkan."...
..."Ya-ya, Aku akan mempercepat jalan kotorku. Biar Kamu tidak terlalu lama menunggu."...
..."Jangan lupa dengan keselamatan mu sendiri! Aku tidak mau jika mendengar berita kecelakaan tentang dirimu!"...
..."Hahaha... sudahlah Robert. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan Aku. Jadi tunggulah Aku sebentar lagi!"...
__ADS_1
..."Tentu saja Aku akan menunggumu! Tapi jika sampai tahun depan, dipastikan Kamu tidak akan pernah menemuiku lagi!"...
..."Hehhh, jangan sembarangan bicara! Baiklah, Aku akan tetap memperhatikan keselamatan dan rambu-rambu lalu lintas!"...
Klik!
Robert membuang nafas kasar, setelah selesai melakukan panggilan telpon pada Gavino. Yang ternyata sudah berada di jalan untuk pulang ke rumah.
Dia memang anak buahnya Gavino, tapi dia lebih tepatnya menjadi orang tua bagi Gavino.
Jadi, meskipun Robert mengomel, menasehati, dan bahkan kadang kala memakinya. Gavino adek mempermasalahkan hal itu. Sebab Gavino sendiri sudah menganggap Robert sebagai seorang paman, yang menjadi pengganti orang tuanya.
Orang lain yang tidak mengetahui seluk beluk kehidupan mereka berdua, juga akan mengira bahwa Gavino adalah keponakan dari Robert.
Dan begitu juga sebaliknya. Robert sangat bersyukur dan berterima kasih. Karena Gavino sudah mau menerimanya, menganggapnya sebagai paman. Dengan keadaan yang tidak memiliki apa-apa. Karena sebenarnya, Robert hanyalah salah satu dari anak buah Gavino. Yang dipercaya mengelola usaha mendiang orang tuanya dulu.
Apalagi Robert juga tinggal bersama dengan Gavino, sehingga lebih tahu banyak. Bagaimana kebiasaan dan sepak terjang Gavino di luar sana. Tapi tentunya Robert tetap diam, dan tidak mau banyak mengatur. Karena itulah, dia hanya memberikan masukan atau beberapa nasihat, yang diperlukan bagi Tuan Muda-nya itu.
Untungnya Gavino juga tidak pernah mempermasalahkan atau meributkan soal hubungan mereka, yang sebenarnya tidak memiliki ikatan darah.
Jadi mereka berdua, hidup dengan saling menguntungkan. Dan tidak banyak mengatur secara pribadi.
Gavino sendiri tidak pernah menceritakan secara detail, bagaimana hubungannya yang sebenarnya dengan Robert. Karena dia hanya mengatakan bahwa, Robert adalah pamannya.
*****
"Yang ini sepertinya lebih cocok Gavin. Coba lihat di sini! ini simpel dan sepertinya disukai oleh para wanita. Dari bentuknya yang unik dan eksotis."
Robert memperlihatkan salah satu mension mewah, yang menurutnya menarik. Karena terlihat berbeda dengan yang lainnya.
Gavino mencoba untuk melihatnya lebih teliti, dengan beberapa keterangan yang menyertai gambar, dari penawaran mension tersebut. Sebab dia juga ingin tahu, apa kelebihan dari mension itu, selain hanya ada pada bentuk bangunannya yang eksotis.
Ternyata penilaian Robert tidak salah. Sebab, beberapa kelebihan yang dibaca oleh Gavino, juga dia inginkan.
Tidak terlalu rumit, dan sepertinya juga tidak memerlukan banyak asisten, yang harus mengurus mension tersebut.
"Baiklah, Aku pilih yang ini. Tapi, Aku juga mau melihat yang satunya lagi. Yang katanya Kamu rekomendasikan. Siapa tahu, yang satunya lagi lebih menarik."
__ADS_1
Robert menganggukkan kepalanya, kemudian membuka laptopnya. Untuk membuka file, guna melihat dan mengetahui, kelebihan apa yang ada pada mension satunya lagi.
Gavino akhirnya melihat dan memperhatikan, bagaimana keadaan gambar dan keterangan yang ada di dalam mension tersebut.
Tapi menurut Gavino secara pribadi, sebenarnya yang kedua itu lebih menarik dari mension yang tadi pertama kali diperlihatkan oleh Robert. Meskipun untuk bangunannya sendiri, memang lebih cantik yang pertama.
Hal ini membuat Gavino bingung, karena dia sebenarnya menyukai keduanya.
Akhirnya Gavino memutuskan untuk meminta pendapat kepada kedua gadis yang akan dia ajak untuk menempati mension tersebut. Supaya keduanya juga bisa memilih sendiri, hunian mana yang mereka inginkan.
"Robert, tolong kirim file tersebut ke dalam 50 supaya Aku bisa memperlihatkan kepada Gress dan juga Bianca. Agar peringkat juga bisa membantuku menentukan pilihannya."
Robert mengangguk mengiyakan permintaan Tuan Muda-nya itu, kemudian segera memerintahkan file tersebut.
"Aku pikir Kamu akan mengambil keduanya nanti," ujar Robert, sambil tangannya bekerja. Untuk memindahkan file tersebut ke email-nya Gavino sendiri.
"Maksudmu?" tanya Gavino, belum paham dengan maksud perkataan Robert.
"Siapa tahu, kedua gadismu itu menyukai masing-masing mension. Jadi, apa Kamu juga akan membeli keduanya? untuk mereka berdua," tanya Robert, dengan mengemukakan alasannya.
"Hahaha... bisa saja Kamu Robert. Tapi, Aku juga tidak tahu, seandainya mereka berdua masing-masing menyukainya. Apakah Aku juga harus mengambil keduanya?"
Sekarang, Gavino yang justru kebingungan. Karena memikirkan hal yang sama seperti yang dipikirkan oleh Robert barusan.
Dia tidak mungkin memaksa keduanya, Gress dan Bianca, jika mereka berdua tidak ingin hidup bersama dalam satu atap. Meskipun keduanya juga tidak mempermasalahkan hubungan yang ada bersama Gavino.
Tapi untuk tempat tinggal, tentunya mereka juga memiliki pemikiran yang berbeda. Dan tidak mungkin ingin tinggal bersama, dalam jangka waktu yang lama.
"Aku akan mengambil keduanya, seandainya mereka memang benar-benar menyukai keduanya juga."
Akhirnya Gavino memutuskan untuk bertanya kepada kedua gadisnya terlebih dahulu, sebelum membuat keputusan. Mension mana yang seharusnya diambil.
Atau jika emang diperlukan, dia kan mengambil kedua-duanya. Untuk ditempati masing-masing satu orang. Sehingga dia harus bergilir antara Gress dan juga Bianca. Sama seperti saat ini.
Tapi Gavino memiliki pemikiran yang berbeda, karena mengingat kedua gadisnya bisa akur selama ini. Jadi, meskipun mereka memiliki tempat tinggal yang berbeda, mereka akan tetap kompak. Dan bisa menerimanya dengan baik, sehingga tidak terjadi keributan. Hanya berenang merasa tidak diperhatikan olehnya.
"Jika Kamu udah mendapatkan keputusan, segera hubungi Aku. Supaya Aku juga bisa mengurus surat-surat dan administrasi yang diperlukan."
__ADS_1
Robert mengingatkan pada Gavino, supaya secepatnya memberinya kabar. Karena dia merasa tidak enak hati, seandainya pihak penjual tidak mendapatkan kepastian secara cepat dan tepat.