
Beberapa hari kemudian, keadaan king Black sudah membaik. Pasca operasi pengeluaran peluru yang bersarang di dadanya, sebanyak tiga peluru. Akibat tembakan yang dilakukan oleh Cardi malam ini.
Untuk Cardi sendiri, dia sempat terkena tembakan anak buahnya king Black juga, pada saat pengejaran.
Sayangnya, ada sebuah mobil yang tiba-tiba menyerang anak banyaknya king Black, dari arah belakang mereka, kemudian menolong Cardi. Yang sedang dalam pengejaran mereka malam itu.
Mungkin saja, mobil tersebut memang sengaja melakukannya. Karena ada kepentingan dengan Cardi. Sebab tidak mungkin orang yang mengendarai mobil tersebut akan melakukannya, jika tidak ada kepentingan yang mereka miliki.
Akhirnya, Cardi lolos malam itu.
Tapi setidaknya anak buahnya king Black sudah bisa memberi tanda pada mobil tersebut, dan juga melacak nya. Hingga diketahui bahwa, mobil tersebut adalah mobil ilegal yang tidak terdaftar pada badan yang berwenang.
Hal ini menguatkan bahwa, apa yang dilakukan pihak Cardi dan komplotannya memang melawan hukum.
Meskipun belum bisa dibuktikan, sehingga tidak bisa dilaporkan juga pada pihak yang berwajib.
Tapi king Black dan Gavino sendiri, sudah memiliki rencana untuk mereka. Supaya bisa keluar dengan sendirinya. Tapi tentunya dengan pancingan yang sudah mereka siapkan. Dan itu juga dengan resiko yang cukup tinggi, dan harus tetap waspada.
"Gress. Maafkan Papa ya," ucap king Black, yang sudah dalam keadaan membaik.
Gress memang menemaninya sepanjang waktu di rumah sakit ini, meskipun tidak ada perbincangan diantara mereka berdua.
Gavino juga merasa heran dengan sikap Gress kali ini.
Gadisnya itu, ngotot untuk tetap menemani king Black di rumah sakit. Tapi dia sendiri tidak mau bicara dengan seorang tua itu.
Tapi hal itu sudah membuat king Black merasa senang, karena anaknya masih mau menemaninya. Meskipun tidak mau bicara dengannya, meskipun dia sering mengajaknya bicara tentang banyak hal.
Dan kali ini, king Black kembali mengucapkan permintaan maafnya. Untuk yang kesekian kalinya. Meskipun dia juga sudah tahu jika, anaknya itu tidak akan pernah meresponnya.
"Tidak usah memikirkan banyak hal. Yang penting Tuan sehat lagi."
King Black merasa surprise, di saat mendengar perkataan Gress yang ditujukan padanya. Sebab dia sudah lelah, untuk bisa mengharapkan anaknya itu mau berbicara dengannya.
Tapi kali ini nyatanya anaknya yang sudah gadis itu, mau menanggapi ucapan permintaan maaf yang dia ucapkan.
Hanya saja, respon tersebut bukanlah yang dia inginkan. Tapi itu udah membuatnya merasa lega, karena penantiannya tidak sia-sia. Dalam keadaan yang memang tidak pernah dia bayangkan juga. Karena pengakuannya sebagai ayah dari gadis tersebut, dalam keadaan yang sangat sulit.
Yaitu di saat malam penembakan, yang membuatnya akhirnya berada di rumah sakit, seperti sekarang ini.
"Aku, Aku benar-benar minta maaf Gress. Meskipun Kamu, Kamu tidak akan pernah mau memanggilku sebagai papa atau ayah, tapi Aku, Aku sudah merasa lega. Karena akhirnya Aku bisa mengungkapkan, apa yang sudah menjadi rahasiaku selama ini."
"Dan ini juga karena Gavin. Gavino, yang sebenarnya juga ingin memberitahumu sejak dulu. Dengan meminta kepadaku, supaya... Aku, Aku mengakuinya. Tapi, Aku yang belum siap. Dan Aku, Aku juga tidak ingin, Kamu mengetahui. Siapa sebenarnya Aku ini."
King Black mengatakan semua yang dia rasakan sebagai pengakuannya. Dengan kalimat dan kata-kata yang pelan serta terbata-bata.
__ADS_1
Meskipun diam saja, sebenarnya Gress mendengarkan dengan baik. Apa saja yang dikatakan oleh king Black padanya.
"Aku, Aku memang bukan orang baik. Aku ada di dunia hitam, sebagai king Black. Tapi Aku, Aku adalah Thomas Bryan. Aku tidak mungkin menyia-yiakan darah dagingku sendiri. Meskipun Aku tidak pernah menyentuhnya, sebagaimana mestinya seorang Ayah terhadap anaknya."
"Tapi Aku hanya bisa menitipkan mu pada seseorang, yang bisa Aku percaya untuk merawat mu. Yang bisa memberikan kasih sayang dan kehidupan yang lebih baik. Aku hanya mengalirkan dana untuknya."
Mendengar pengakuan dari king Black, membuat ingatan Gress kembali ke masa lalu, di mana dia berada di rumah nya yang ada di Amerika sana.
Dulu, orang tua asuhnya memang sering mendapatkan bantuan dana dari luar negeri, yang katanya berasal dari Eropa. Khususnya kota Roma, Italia.
Tapi, sebagai seorang anak asuh, dia tidak pernah mempertanyakan, siapa penyandang dana yang telah memberikan banyak bantuan pada rumah pantinya.
Begitu juga dengan semua kemudahan yang diberikan pada anak-anak di panti, untuk bisa mendapatkan beasiswa. Baik itu untuk tingkat nasional maupun internasional. Sama seperti yang dilakukan oleh Gress selama ini.
Gress dan yang lainnya tidak pernah tahu, jika yang memberikan biaya beasiswa tersebut adalah yayasan yang ada di bawah naungan TB group, atau Thomas Bryan group.
Itu artinya, selama ini dia hidup juga atas sokongan dan biaya yang dikeluarkan oleh ayahnya itu.
Tapi Gress masih tetap diam saja, meskipun dia sudah mengetahui segalanya. Dari semua rahasia yang selama ini tidak pernah dia ketahui kebenarannya. Karena selama ini dia berpikir bahwa, yayasan panti asuhan yang dia tempati, memang murni panti asuhan yang mendapat bantuan atau sokongan dana, murni dari orang-orang yang berjiwa sosial.
"Maafkan Aku Gress."
Sekali lagi, Gress mendengar permintaan maaf dari seorang ketua mafia, yang ditakuti seantero negeri. Bahkan juga kuat negeri.
Di tempat Gavino berada.
Dia memang tidak ikut menjaga king Black terus-menerus, bersama dengan Gress.
Apalagi saat king Black sudah mulai membaik, dia kembali ke markas untuk melakukan semua hal yang perlu dilakukan.
"Aku harus mencari tahu, siapa sebenarnya orang yang ada di belakang Cardi. Karena selama ini, Cardi tidak pernah menunjukkan bahwa dia ada persekongkolan dan kerjasama dengan orang lain. Untuk menjatuhkan dan mencelakai diriku."
Gavino bergumam seorang diri, di ruangan yang ada di lantai atas. Di markas besarnya.
Sekarang, dia mencoba mencari tahu dari sistem. Siapa yang saat ini sedang bersama dengan Cardi. Karena bisa dipastikan jika, sekarang ini Cardi pasti bersama dengan orang yang sudah menolongnya dan memberikannya pekerjaan seperti yang kemarin itu.
( Ting )
( Selamat siang Good Father )
'Siang juga. Apakah Aku bisa mendapatkan informasi, tentang siapa yang saat ini sedang bersama dengan Cardi!'
( Ting )
( Bisa Good Father )
__ADS_1
'Baikklah, segera lakukan sekarang juga!'
( Ting )
( Pencarian informasi dilakukan )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
Layar sistem memberikan informasi, tentang pencarian yang ditemukan. Dan apa yang dilihat Gavino saat ini, benar-benar diluar dugaannya. Sebab dia mengenal sosok yang sedang bersama dengan Cardi saat ini.
Tapi dia bukanlah laki-laki atau wanita, bagaimana mestinya.
"Apa dia ada kelainan? Sama seperti yang sedang tren dilakukan oleh anak-anak muda saat ini."
Gavino justru bertanya-tanya, dengan apa yang saat ini berlaku oleh Cardi. Karena dari layar sistem, dia melihat bagaimana Cardi yang sedang bergumul dengan seseorang. Tapi itu bukan hal yang biasa.
Ini membuat Gavino mempunyai kesimpulan bahwa, temannya itu punya kelainan. Yang sering terjadi pada para pemuda saat ini. Hal yang akhir-akhir ini sering viral di berita, tapi digandrungi oleh sebagian orang yang menyukai trend berbeda.
"Apa ini karena mereka berdua pernah patah hati dengan satu orang? tapi apa gunanya ini mereka lakukan?"
Gavino ingat, jika dua orang yang saat ini terlihat di sistem, pernah memiliki perasaan yang sama pada seorang gadis. Tapi sayangnya, gadis tersebut justru memiliki perasaan pada temannya yang lain, dan tidak memilih keduanya.
"Tapi ini tidak mungkin. Jika keduanya memang patah hati, seharusnya mereka memilih mencari gadis lain. Dan bukannya malah melakukan hal ini. Dan seandainya mereka berdua memang memiliki hubungan yang khusus, lalu apa hubungannya dengan orang yang melakukan uji coba topeng lagi."
"Aku tidak percaya, jika mereka berdua adalah orang-orang yang mengembangkan topeng tersebut. Sebab, mereka berdua tidak menyukai apa saja yang berbau laboratorium."
Gavino justru memberikan penilaian-penilaian tersendiri. Dengan semua pikiran-pikiran yang dia miliki juga, tentang kedua orang yang dia kenal itu.
Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba untuk mengusir pikiran yang aneh-aneh pada temannya itu. Karena apa yang baru saja dia lihat dan ketahui barusan.
"Aku tetap tidak mempercayai ini."
__ADS_1