
Dua minggu sudah berlalu. Gavino dan Gress sudah kembali masuk kelas untuk kuliahnya dari seminggu yang lalu. Dan untuk urusan pekerjaan di kios dan warabala, tetap dipegang oleh Robert.
Untuk kesatuan kerajaan mafia yang dipegang Gavino, dia tidak mau terlihat mencolok.
Jadi, semua tetap dipegang oleh Thomas Bryan alias king Black.
Dia hanya bekerja di balik layar, tanpa harus diketahui identitasnya. Sebab memang tidak banyak yang tahu, siapa Gavino yang telah diberi julukan King Mafia.
Gress juga tidak tahu. Tapi Robert sudah mengetahuinya. Karena Gavino mengajaknya untuk bertemu dengan king Black, dua hari setelah dia keluar dari rumah sakit.
Hari itulah, dia resmi dinobatkan. Dan anak buahnya yang sebelumnya hanya bergerak sendiri di bawah naungannya, juga dijadikan satu dengan anak buahnya king Black. Agar bisa dibina dan diarahkan lagi. Juga pelatihan-pelatihan yang seharusnya.
Untuk keselamatan Gavino sendiri, king Black sebenarnya merasa khawatir. Apalagi ada anaknya juga yang bersama Gavino.
Tapi Gavino menolak, dengan alasan tidak nyaman dengan adanya bodyguard.
Hal yang wajar saja, karena Gavino dan Gress hanya seorang mahasiswa, bukan pejabat atau CEO yang membutuhkan pengawalan ketat. Sehingga king Black juga tidak lagi memaksakan kehendaknya.
Apalagi, dia juga sangat percaya jika, Gavino bisa menjaga dirinya sendiri dan juga Gress.
Namun ternyata, king Black tetap memberikan pengamanan bagi kedua anak muda itu. Dengan caranya sendiri.
Yaitu dengan adanya pengawal-pengawal bayangan, sehingga Gavino dan Gress tidak menyadarinya.
Mungkin untuk Gress memang tidak pernah menyadarinya. Tapi Gavino tentu saja tahu, jika ada orang-orang tertentu yang mengikuti. Baik untuk dirinya maupun untuk gadisnya.
"Aku sudah bilang. Tidak perlu pengawal bayangan. Kenapa Kamu tetap menempatkan mereka Tuan besar?"
Pertanyaan tersebut pernah dilontarkan oleh Gavino pada king Black. Dan king Black hanya tersenyum saja, menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh kekasih anak gadisnya itu.
"Aku menyayangi kalian berdua. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu pada kalian."
Akhirnya Gavino hanya bisa menghela nafas panjang, dan tidak mau membantahnya lagi. Setelahnya, dia tidak lagi membicarakan tentang pengawal tersebut.
Saat ini, Gavino juga mulai mengerahkan beberapa orang yang ahlinya, atas rekomendasi dari king Black, untuk mencari keberadaan bos pemilik laboratorium yang dulu kabur. Sebab, Pamannya Verdi, yang merupakan pengelolaan laboratorium tersebut telah tewas bunuh diri di tahanan.
Jadi pihak kepolisian tidak lagi bisa mencari informasi lagi. Karena yang lainnya hanyalah para pesuruh saja.
Sedangkan king Black sendiri tidak tahu keberadaan markas laboratorium tersebut.
"Mungkin itu adalah kelompok lain, yang sedang melakukan percobaan untuk kepentingan mereka sendiri. Dan Kamu harus tahu Tuan Muda, hal semacam ini bisa sering terjadi pada dunia Mafia."
__ADS_1
"Orang-orang yang ada di dekatmu, bisa jadi sedang membangun kekuatannya sendiri. Sehingga suatu hari nanti siap untuk lepas dan bersaing denganmu di dunia luar."
Gavino hanya mengangguk-angguk mengerti, dengan apa yang dikatakan oleh king Black.
"Ya. Tentu saja semua itu bisa terjadi. Ibaratnya, kesatuan kita ini adalah sebuah kerajaan. Dan orang yang ingin mendirikan sebuah kerajaan sendiri, pasti akan menyusun kekuatannya sendiri. Tanpa sepengetahuan kita juga."
King Black menepuk pundak Gavino beberapa kali, karena membenarkan perkataan Tuan Muda nya itu.
"Sekarang, fokuslah untuk belajar dan belajar. Karena suatu hari nanti, Aku akan menyerahkan semuanya padamu," kata king Black menerangkan.
"Tapi Aku tidak mau. Kamu yang akan tetap memegang peranan ini," ujar Gavino mengelengkan kepalanya.
King Black mengeleng cepat.
"Tidak. Aku juga ingin beristirahat Tuan Muda. Aku ingin mengistirahatkan tubuhku, otakku, dan juga tangan serta mataku dari tempat itu." Terang king Black dengan tersenyum tipis.
Ada perasaan aneh dan menyeruak masuk ke dalam hatinya, sehingga dia berkata dengan nada melow seperti itu.
Terdengar sedikit miris di telinga Gavino sendiri. Tapi dia tidak mendesak ayah dari gadisnya itu untuk bercerita. Karena itu adalah urusan pribadi dari king Black sendiri.
*****
Di tempat yang lain.
..."Jika di rasa aman, Aku pasti cepat kembali. Lalu bagaimana keadaan di sana?"...
..."Hemmm... seperti biasa."...
..."Apa ahli laborat itu sudah di singkirkan? Aku tidak mau jika dia berkoar-koar pada polisi. Bisa tertangkap Aku."...
..."Tenang. Dia sudah pergi bersama malaikat maut yang ada di dalam tahanan."...
..."Benarkah?"...
..."Aku akan kirimkan foto dan informasi lain yang berhasil dihimpun oleh anak buahku yang ada di sana."...
..."Baiklah. Jika seperti itu, Aku akan bisa secepatnya pulang juga kan. Hahaha..."...
..."Hahaha... tenang saja. Semuanya bisa diatur. Jadi cepatlah pulang!"...
..."Oke-oke!"...
__ADS_1
Klik!
Seseorang telah selesai menghubungi, seseorang lainnya yang ada di luar negeri.
Orang tersebut memberikan penjelasan kepada rekannya, yang ada di luar negeri tadi, jika keadaan di dalam negeri sudah kondusif.
Dengan tersenyum penuh arti. Orang tersebut mengirimkan beberapa data yang diperlukan oleh rekannya tadi.
"Semoga saja tidak ada yang tahu."
Setelahnya, dia kembali bekerja. Mengerjakan pekerjaan yang memang sudah menjadi profesinya selama ini.
*****
Lorenzo datang mencari keberadaan Gavino di kampus.
Dia sudah menghubungi temannya itu, untuk datang siang ini ke kampusnya. Dan Gavino tidak merasa keberatan. Sebab dia ada dua jam kosong, sebelum mengikuti kelas lagi.
"Hai Gavin!"
"Oh, Kamu sudah datang," sambut Gavino dengan ber TOS ria.
Kini keduanya sama-sama berjalan menuju ke sebuah bangku panjang yang ada dipinggir jalan kampus.
Jadi sekarang mereka berdua masih ada di area kampus karena memang gak punya tidak bisa meninggalkan kampusnya ini.
Selain masih Mada kelas lagi, Gress juga ada kegiatan yang harus diikuti. Sehingga dia tidak mau meninggalkan gadisnya itu sendirian di kampusnya.
"Apa Kamu sudah mencari tempat yang strategis untuk buka bengkelnya?" tanya Gavino pada Lorenzo.
"Ya. Aku sudah dapat dua tempat yang strategis. Jadi Aku meminta pendapatmu, kira-kira mana yang lebih strategis untuk buka usaha bengkelnya nanti."
Gavino hanya mengangguk saja, kemudian dia meminta waktu pada Lorenzo. Untuk melihatnya nanti sore atau malam sepulang dari kampus. Seba, dia akan memastikan kira-kira tempat mana yang cocok untuk usahanya lorenzo ini.
Jadi, Gavino memberikan modal usaha pada Lorenzo, untuk membuka bengkel mobil. Sesuai dengan basic dan hobi Lorenzo selama ini.
"Baiklah. Jika Kamu sudah siap, segera hubungi Aku. Aku akan mengumpulkan temen-temen ku dulu, yang bisa Aku ajak bekerja di bengkel itu nanti."
"Ok."
Sekarang, Lorenzo pamit lebih dulu. Untuk menghubungi beberapa temannya, yang kemungkinan mau diajak bekerja di bengkel mobilnya nanti.
__ADS_1
"Jika Aku sudah selesai kelas, Aku akan segera menghubungi dirimu nanti."
"Ok sippp!"