Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Sama


__ADS_3

Dari kejadian malam itulah, akhirnya Bianca resmi menjadi kekasihnya Alano. Tapi dia pernah menghubungi gavino, meskipun dia juga tidak mengatakan apa-apa. Yang justru membuat Gavino bingung sendiri waktu itu. Sehingga pada akhirnya, dia harus menonaktifkan nomor ponsel, dan juga email-nya.


Tapi dia memberikan alasan kepada teman-temannya, dan juga saudaranya bahwa, nomor ponsel dan email-nya itu sedang diteror oleh orang lain.


Padahal itu adalah rencananya Alano, agar Bianca tidak bisa menghubungi Gavino lagi.


Itulah sebabnya Gavino pernah merasa tidak tenang. Dia berpikir jika Bianca sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Dan berpikir telah terjadi sesuatu pada gadis tersebut.


Waktu itu, Gavino belum dekat dengan Gress seperti sekarang ini.


Sebenarnya Bianca tidak nyaman menjalani hubungan dengan Alano. Tapi dia tidak punya pilihan lain, karena sejatinya Alano itu juga lembut dan mencintainya. Meskipun kadang-kadang sifat posesifnya juga keluar jika sedang cemburu.


Sayangnya Alano justru punya pikiran lain. Dia menilai lain dengan sikap Bianca yang menuruti semua keinginannya


Dia berpikir bahwa, Bianca hanya takut kepadanya, tidak bisa bersikap seperti seorang gadis yang memang mencintai kekasihnya dari hatinya sendiri.


Itulah sebabnya, Alano kadang bersikap kasar, temperamen dan posesif. Karena sebenarnya dia takut jika bianca meninggalkannya.


*****


Malam hari, setelah selesai makan malam, Gavino berkata kepada George, bahwa dia akan pulang besok.


"Besok kita pulang ke Roma George."


"Hah... pulang, kenapa cepat sekali? katanya Aku boleh di sini bersenang-senang. Kenapa justru pulang besok!" George tidak terima dengan kabar kepulangan mereka besok.


"Oh, Kamu gak mau pulang? masih mau di sini bersenang-senang? ya sudah, silahkan. Biar Aku pulang sendiri. Tapi kartunya sini!"


Tangan Gavino menengadah, meminta kartu yang dipegang oleh George, yang diberikan oleh king Black kemarin malam.


"Gak-gak, gak bisa! ini punyaku, Kamu gak boleh ambil punyaku."


"Iya Kamu tidak menurut, Aku akan mengambilnya lagi kartu itu George!" Gavino mengancam George, yang tidak mau diajak pulang besok pagi.

__ADS_1


"Ahhh siall! Kamu sudah seperti Tuan Muda yang arogan saja!" George kesal dengan sikap Gavino yang dirasa arogan menurutnya.


"Itu salahmu. Kenapa tidak menurut denganku? bukankah Kamu mendapatkan kartu itu juga karena Aku?" terang Gavino mengingatkan pada George.


"Iya-iya! semua karena Kamu. Oke-oke, kita pulang besok. Aku ikut. Aku ikut!" George menekan semua kata yang dia ucapkan.


"Itu bagus. Daripada Kamu berada disini, sendiri tanpa pengawasan dariku. Kamu bisa lebih gila dari king Black nantinya!" Gavino menakut-nakuti George, dengan kelakuan king Black yang melenceng.


"Oh no? Tidak-tidak! Aku masih normal. Jadi jangan menyamakan Aku seperti king Black."


"Makanya pulang, jangan keterusan di sini. Masih banyak kerjaan di Roma." Gavino mengingatkan pada pekerjaan mereka yang masih banyak di kota asalnya.


George hanya bisa menghela nafas panjang, mendengar perkataan Gavino. Yang sekarang ini sudah menjadi atasannya king black. Karena seorang King Black, sudah menurut pada Gavino. Yang memang seharusnya memang demikian adanya. Karena jika diurutkan, yang seharusnya menjadi ahli waris yang menggantikan king Goldblack adalah Gavino.


Meskipun secara kepemimpinan, seorang mafia tidak didasarkan atas darah atau keturunan. Tapi setidaknya kebanyakan para mafia menghormati dari keturunan para ketuanya. Karena sistem dari keanggotaan sebuah kelompok mafia itu ibaratnya adalah sebuah kerajaan.


King Black sendiri tidak mempunyai anak secara resmi. Jadi misalkan dia bilang bahwa tugas itu nanti akan diwariskan pada Gavino, anggota yang lain tidak akan pernah bisa protes. Karena bisa jadi mereka beranggapan bahwa sejatinya Gavino adalah anaknya king Black sendiri, tapi tidak pernah diketahui oleh orang lain selama ini. Karena hal itu sering terjadi di dalam dunia gelap. Dunia hitam, seperti dunia Mafia mereka.


"Aku tidak perlu tiket?" jawab Gavino datar.


"Maksudnya?" tanya George cepat, karena merasa penasaran dengan cara kepulangan mereka yang direncanakan oleh Gavino besok.


"Aku sudah menghubungi pihak hotel, untuk memesankan tiket, dan meminta heli untuk menjemput kita menuju ke bandara. Sama seperti permintaan king Black kemarin. Tapi kita bukan naik pesawat pribadi milik Thomas Bryan. Ini pesawat komersil biasa."


"Oh iya, Kita kan diberikan kemudahan. Kenapa tidak kita manfaatkan!" Sahut George, setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino padanya.


"Ya-ya, Aku ingat, jika Kamu sekarang ini adalah Tuan muda, yang dihormati oleh king Black." George justru menyindir Gavino.


Gavino hanya tersenyum miring, saat George akhirnya ingat. Bahwa dia tidak bisa diremehkan sama seperti dulu. Karena dia juga tahu, jika George masih menghormatinya dirinya sebagai seorang keturunan king Goldblack.


"Baiklah, sekarang ini waktunya kita tidur." ajak Gavino, dengan berdiri dari tempat duduknya.


"Tapi beneran, Kamu sudah pesan sama pihak hotel untuk kepulangan kita besok?"

__ADS_1


Ternyata George masih takut, seandainya Gavino lupa memberi tahu kepada pihak hotel. Untuk memesankan tiket kepulauan mereka ke Roma.


"Kamu tenang saja George. Aku sudah merencanakan semuanya. Bukankah biasanya Kamu tidak sekhawatir ini?"


"Aku hanya tidak ingin merepotkan Kamu George. Lagipula seharian ini Kamu bersenang-senang sendiri!" tambah Gavino memberikan penjelasan.


"Hai! Kamu menyindirku lagi!"


"Tidak. Aku tidak menyindir Kamu. Buat apa? gak penting!" sahut Gavino mencibir.


Mereka berdua justru berdebat lagi, tentang apa yang terjadi seharian ini.


"Lamu sendiri dari mana seharian ini? Gak mungkin kan Kamu ada di dalam kamar saja seharian ini?" George menebak apa yang dilakukan oleh Gavino seharian tadi.


"Aku gak perlu membuat jadwal untuk melaporkan semua kegiatanku juga kan sama Kamu?" ujar Gavino protes, dengan bertanya balik pada George, tanpa menjawab pertanyaannya.


"Sikapmu sudah mirip dengan ketua mafia. Datar dan sombong. Awas aja jika besok Kamu seperti itu!"


"Mau Kamu?" tantang Gavino datar.


"Aku sih pengennya Kamu tetap seperti kemarin-kemarin."


Mereka berdua kembali berdebat mengenai perubahan yang dilihat George pada Gavino.


Tapi tak lama kemudian, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dalam kamar. Mereka ingin beristirahat, karena besok harus melakukan perjalanan untuk pulang ke Roma.


George tidak lagi protes, karena dia merasa sangat yakin, jika Gavino bisa melakukan semuanya dengan baik.


Dia tidak lagi meragukan kemampuan Gavino, yang tidak bisa dibayangkan oleh siapapun. Tidak pernah disangka-sangka oleh orang lain juga, karena memang Gavino itu misterius menurutnya.


Tapi George merasa yakin, jika Gavino mampu menjadi pengganti king Black suatu hari nanti. Sehingga keanggotaan mafia mereka akan lebih baik dari pada saat ini.


Ini bukan tanpa alasan, karena George sendiri merasakan. Sejak dipimpin oleh king Black, keanggotaan mereka banyak sekali yang disalahgunakan di luar tugas mereka sebagai anggota mafia yang terkoordinir.

__ADS_1


__ADS_2