
Hari ini Gavino pergi ke markas. Dia ingin mempersiapkan segala sesuatunya, untuk mengantisipasi Verdi, jika akan segera melaksanakan rencana yang dimilikinya.
Dia ingin memantau kegiatan anak buahnya dalam berlatih olah fisik. Sebab anak buahnya ini datang dari berbagai golongan. Karena para mafia melakukan tindak kriminal dengan cara-cara yang tidak biasa dan sulit dideteksi oleh masyarakat biasa. Jika tidak cermat dan teliti, maka akan sulit untuk memastikan orang yang berada dalam golongan mafia. Hal ini karena aktivitas yang mereka lakukan seolah normal-normal saja.
Sama halnya dengan anak buahnya, Gavino juga sama seperti itu. Jadi mereka tetap memiliki kegiatan atau pekerjaan lain, di luar kegiatan mereka sebagai mafia.
Sebenarnya Gavino lebih sering memberikan peringatan pada anak buahnya,supaya mencari kemenangan tanpa harus melakukan tindak kekerasan atau berkelahi.
Definisi kemenangan adalah keluar dari perkelahian tanpa cedera, apa pun yang terjadi pada lawan. Cara paling mudah untuk menghindari cedera adalah menghindari perkelahian.
Akan tetapi, jika diserang dan tersudut, tindakan terbaik adalah mengakhiri perkelahian secepat mungkin.
Beberapa teknik berkelahi diajarkan Gavino, supaya dapat melumpuhkan penyerang dengan sangat cepat. Meskipun teknik ini tidak ada jaminan selalu berhasil, terutama jika tidak pernah berlatih sebelumnya.
Jadi sebelum melakukan perlawanan, perlu evaluasi yang cepat, agar bisa mendapatkan kemenangan. Dengan berpikir rasional, meskipun hanya beberapa detik, akan membantu untuk tetap tenang. Sehingga dapat berkelahi dengan pikiran selain dengan tenaga.
Tentukan apakah lawan tampak marah, hanya ingin berkelahi, sakit mental, atau mabuk. Informasi tersebut dapat membantu memutuskan cara terbaik mengakhiri perkelahian.
Sebelum memutuskan cara berkelahi, atau harus pergi menghindar, nilailah ukuran dan kekuatan lawan. Ingat ungkapan lama, "Orang kecil dihajar orang besar".
Hal ini bukan berarti tidak bisa menang melawan orang yang lebih besar atau kuat, tetapi harus mempertimbangkan faktor di atas tadi.
Jika lawan berteriak, mengancam, atau melempar barang, tetapi belum menyerang secara fisik, mungkin dapat menenangkan situasi dan menghindari perkelahian.
Dengan tetap pada keadaan tenang, menanggapi kemarahan dengan kemarahan hanya akan memperburuk situasi.
Jika perlu, dengarkan apa yang ingin dikatakan oleh lawan atau musuh. Dengarkan dengan baik. Jika lawan sakit hati atau marah, mendengarkan dengan sabar dapat membuat dia tenang.
Jika lawan bersikap tidak rasional dan tidak bisa ditebak, seperti orang mabuk atau sakit mental, tentu ia akan lebih sulit ditenangkan, tetapi tetap dapat dilakukan.
__ADS_1
Lawan yang mengalami gangguan, mungkin tidak benar-benar ingin berkelahi begitu ditenangkan. Pertimbangan ini dapat memengaruhi keputusan untuk berkelahi atau mencoba menenangkan situasi.
Mencoba untuk membantunya agar tenang, dengarkan, sepakati apa pun yang dia ucapkan, dan tanyakan, apa yang diinginkannya. Misalnya, duduk atau pergi.
Kuncinya adalah mengulang sesering yang diperlukan, bahkan mungkin sepuluh kali. Teknik ini akan gagal jika terlalu cepat menyerah.
Jika lawan mendesak atau memukul, bergeserlah ke samping, kemudian dorong lawan dari belakang ketika sudah melewati.
Teknik ini menggunakan momentum lawan untuk melawan dirinya sendiri. Jadi menata diri sendiri untuk tetap tenang dan bergerak cepat untuk lolos.
Insting untuk menghindari pukulan atau tendangan akan membantu, tetapi sadari bahwa, mungkin akan “membeku" ketika mendorong lawan. Jadi coba mengerahkan tenaga dari bawah dengan kaki dan ikuti dengan lengan, untuk mengerahkan kekuatan sebesar mungkin.
Kebanyakan orang cenderung menggunakan satu tipe berkelahi, yaitu meninju, bergumul, menendang, dan pergerakan umum. Jika memungkinkan, jangan gunakan teknik yang sama.
Jika lawan meninju, cobalah menyeretnya ke tanah. Jika lawan sepertinya ingin menjatuhkan Anda, usahakan untuk tetap berdiri.
Teknik berkelahi seperti ini menganjurkan serangan eksplosif pada titik kelemahan lawan. Serang bagian tubuhnya yang lunak dan lemah, jari kaki, ************, perut, wajah, sisi leher, dengan bagian tubuh yang keras dan kuat. Misalnya dengan tumit kaki, tumit tangan, lutut, siku, dan puncak kepala, atau bisa juga injak jari kaki lawan.
Tusuk matanya, atau tinju hidung, dagu, atau rahangnya sekeras mungkin.
Jika diserang dan memiliki akses pada apa pun yang dapat digunakan sebagai senjata, gunakan sebagai pelindung. Bisa dengan cara melempar barang-barang tersebut. Misalnya saja kunci, pasir, kerikil, atau tanah.
"Lagi kita berhak membela diri dengan cara apa pun yang tersedia. Namun, ingat bahwa prinsip ini tidak berlaku untuk menyerang lebih dahulu."
Gavino memperhatikan semua anak buahnya, sebelum dia melanjutkan kembali penjelasan yang akan diberikan. Supaya anak buahnya tahu dengan situasi dan kondisi, jika sedang berada pada posisi bertarung dengan lawan.
Akhirnya, dia kembali berkata untuk memberikan penjelasan yang lebih lanjut. mengenai banyak hal yang perlu diperhatikan pada saat bertarung dengan lawan.
"Jika kita bisa menggertak atau berakting, gunakan trik tersebut untuk mengelabui lawan agar perkelahian lebih mudah untuk dilakukan."
__ADS_1
"Gunakan kuda-kuda seni bela diri dan tempatkan tinju di depan wajah, untuk mendorong lawan melakukan hal yang sama. Jika ia bukan petarung terlatih, ia akan meniru cara Anda, dan itu memungkinkan Anda mengontrol perkelahian."
"Gertak lawan dengan pura-pura akan menendang dari samping. Atur agar kita terkesan akan menendangnya di tulang kering. Sebaliknya, layangkan tinju yang keras di wajah, pleksus solar, atau diafragma."
"Hindari dorongan untuk melihat kaki kita sendiri, karena itu dapat membocorkan rencana untuk sebuah penyerangan."
"Jika lawan tidak meniru cara kita, itu mungkin tanda bahwa ia pernah berlatih sebagai petarung. Dan kebanyakan lawan kita pasti adalah orang-orang yang sudah sering berlatih sama seperti kita ini."
"Dalam sejarah Ultimate Fighting Championship (UFC), 8 pertarungan berakhir dalam 10 detik atau kurang. Mungkin kalian memang tidak terlatih seperti petarung tersebut, bukan berarti kalian tidak bisa meniru atau meminjam tekniknya."
"Petarung Mixed Martial Arts (MMA) profesional berlatih menggunakan berbagai teknik perkelahian, termasuk tinju, gulat, dan beberapa jenis bela diri. Petarung profesional berlatih sepanjang tahun, supaya bisa tetap dapat bertarung dengan efektif."
"Pendekatan yang populer di antara petarung UFC ini dapat melumpuhkan dan menjatuhkan lawan. Apabila mengetahui cara yang benar untuk meninju, lawan yang akan merasakan sakitnya, bukan tangan yang melakukan tinju. Pastikan ibu jari ada di luar genggaman tangan."
"Tinjulah dengan buku-buku jari, khususnya telunjuk dan jari manis, dan luruskan pergelangan tangan. Teknik ini menghasilkan tinju yang lebih efektif dan juga mengecilkan kemungkinan kalian mematahkan tulang sendiri."
"Meskipun petarung UFC seperti Gray Maynard, James Irvin, dan Todd Duffee mengalahkan lawan dengan meninju kepala, petarung yang kurang terlatih mungkin lebih beruntung dengan mengarahkan tinju yang kuat ke tenggorokan, sisi leher, atau rusuk."
"Walaupun beberapa petarung seperti Ryan Jimmo pernah menjatuhkan lawan dengan satu pukulan, ingat bahwa kemungkinan itu sangat jarang, bahkan dalam pertarungan MMA dan tinju profesional sekalipun."
"Petarung kickboxing Mark Weir mengalahkan lawannya, Eugene Jackson, dengan menendang diikuti tinju di mulut dalam pengaturan waktu yang sempurna. Jackson jatuh, dan pertarungan berakhir dalam 10 detik."
"Jangan meniru Jackie Chan. Tendangan rendah dan kuat di lutut atau tulang kering jauh lebih cepat dan efektif, daripada tendangan tinggi di kepala. Arahkan sisi kaki kalian ke sisi lutut lawan. Cara ini membantu menjaga keseimbangan dan menimbulkan kerusakan maksimal."
"Salah satu kelebihan tendangan adalah, memastikan posisi kalian jauh dari lawan, sehingga lebih sulit baginya memukul balik."
Semua anak buah Gavino, mendengarkan dengan seksama apa yang diajarkan oleh Tuan Muda-nya itu. Karena teknik-teknik dalam sebuah pertarungan, memang harus mereka kuasai. Karena mereka akan lebih sering mengalami waktu ini, untuk kedepannya nanti. Sesuai dengan peringatan yang diberikan oleh Gavino, jika mereka akan menghadapi sebuah pertempuran yang cukup besar, dalam waktu yang tidak lama lagi.
"Lalu, kapan lawan akan memberitahukan waktu mereka untuk melakukan rencana penyerangan?" tanya salah satu dari mereka.
__ADS_1
Gavino terdiam, karena dia sendiri tidak tahu pasti, kapan waktu yang akan digunakan oleh Verdi untuk menyerangnya.