
Persiapan untuk pergi ke Paris sudah diurus oleh George dan Robert.
Untuk paspor dan visa, George tidak menggunakan identitas dirinya sendiri, atau identitas diri yang biasa dia gunakan pada saat masih bergabung dengan king Black.
Sekarang, dia justru mengunakan identitas dirinya pada saat masih kecil dulu. Dengan nama Halcon.
Alamat juga menggunakan alamatnya sewaktu masih kecil dulu, meskipun sekarang rumah masa kecilnya itu sudah tidak ada lagi.
Apalagi kedua orang tua dan semua saudara George juga sudah tidak ada.
Hanya tinggal dirinya seorang yang masih tersisa, pada saat ada kekacauan di daerahnya waktu itu.
George kecil diselamatkan oleh king Goldblack. Itulah sebabnya, dia begitu setia pada king Goldblack. Bahkan mencari keberadaan keturunan dari penyelamatnya di masa lalu.
Untungnya, takdir mempertemukan George dengan Gavino. Meskipun di awal pertemuan mereka tidak ada kesan yang baik.
"Paspor dan visa sudah selesai. Tinggal menunggu waktu keberangkatan saja," lapor George, pada saat Gavino baru saja pulang dari kampusnya.
"Siapa saja yang berangkat?"
Gavino bertanya demikian karena, tidak mungkin dia dan George akan bekerja sendirian di Paris. Secara, yang mereka hadapi ini bukanlah mafia sejelas Alano ataupun Verdi.
Tapi raja dari kerajaan mafia terbesar di kota Roma ini.
Tentunya king Black juga tidak sendirian. Ada banyak pengawalnya yang siap untuk mengamankan Bos mereka. Yang sedang traveling ke Paris, untuk peragaan busana.
Di peragaan busana tersebut, king Black yang dikenal sebagai seorang pengusaha besar, yang dekat dengan beberapa pejabat negara.
King Black pasti punya kepentingan khusus dalam kegiatan peragaan busana tersebut. Karena selain peragawati dan peragawan yang rupawan bisa di sewa king Black, untuk kepentingan dan kepuasannya. Para desainer juga banyak yang dekat dengan king Black, untuk memasarkan produk mereka.
"King Black itu bukan hanya suka dengan wanita cantik. Tapi juga pemuda yang tampan Gavin. Jadi Kamu harus berhati-hati." George memberikan penjelasan dan pesan kepada Gavino, di saat George mengekornya masuk ke dalam kamar.
Tapi ternyata Gavino tidak menoleh ataupun terkejut dengan perkataan George. Nyatanya, dia tetap berjalan dengan santainya.
"Gavin. Kamu mendengarkan kata-kata ku kan?" jelas George bertanya.
Clek!
Pintu kamar terbuka. Gavino masuk, kemudian George juga ikut masuk ke dalam kamar Gavino.
"Aku tahu George. Itulah sebabnya Kamu mengajakku ke sana, untuk Kamu jadikan tumbal kan!" desis Gavino menatap wajah George dengan tajam.
"Heh! Dari mana Kamu tahu Gavin?"
Tentu saja George terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Gavino barusan.
Dia belum menceritakan tentang kebiasaan king Black pada Gavino. Tapi ternyata Bos Muda nya itu sudah tahu lebih dulu, sebelum dia memberikan penjelasan.
"Apa Kamu meragukan kemampuan ku George?" tantang Gavino menyipitkan matanya, melihat ke arah George yang terkejut dengan jawabannya tadi.
"Ah, insting mu sebagai pemburu sangat kuat. Semoga saja, king Goldblack menurunkan bakatnya itu padamu Bos Muda."
George tidak tahu, jika Gavino mencari informasi tentang king Black pada sistem mafia yang dia miliki.
Jadi, dia sudah tahu, bagaimana keadaan king Black, kebiasaan dan kesenangan raja mafia tersebut.
"Aku akan berusaha untuk akting sesuai dengan keinginanmu George. Dan semoga saja, dia berhasil masuk ke dalam perangkap kita nantinya."
George mengacungkan jari jempolnya, mendengar perkataan Gavino tentang harapan yang ada pada rencana mereka.
__ADS_1
"Siapkan orang-orang mu di Paris, sebelum kita datang. Pastikan keberadaan kita tidak diendus oleh anak buahnya king Black!"
"Siap Bos Muda!"
*****
Sebelum George memberikan penjelasan dan informasi tentang king Black, Gavino memang mencari tahu tentang kebiasaan bos mafia tersebut.
Ini dilakukan oleh Gavino karena, menghadapi mereka bukanlah perkara yang mudah.
Di sekeliling king Black, ada orang-orang yang berpengaruh. Dan itu bukan hanya pada satu sisi faktor yang ada di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
King Black ini bisa diibaratkan sebagai air, yang sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat pada umumnya.
Tapi air yang itu juga yang bisa menenggelamkan dan membuat bencana untuk masyarakat juga.
Begitulah gambaran umum tentang king Black, yang bisa dilihat Gavino saat ini. Karena pada kenyataannya, selain sebagai ketua atau raja mafia. King Black juga seorang pengusaha yang sukses, dalam berbagai macam jenis usaha yang dia jalani.
Kedekatannya dengan beberapa pejabat negara dan orang-orang penting, juga tidak bisa diragukan lagi oleh semua orang.
Itulah sebabnya, dia bisa dengan mudahnya mendapatkan apa yang dia inginkan di berbagai macam kehidupan sehari-hari. Termasuk dengan para wanita cantik, atau laki-laki tampan, yang bisa membuat dirinya puas di tempat tidur.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Aku ingin mencari tahu tentang kesenangan king Black di tempat tidur.'
( Ting )
( Pencarian dilakukan )
1%
10%
20%
40%
50%...
Dan seterusnya hingga selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Informasi tentang kesenangan king Black di tempat tidur, di temukan )
Tampak pada layar, seperti sebuah gambar video. Yang diputar dengan tokoh utamanya adalah king Black.
Layar transparan sistem mafia tersebut, memperlihatkan bagaimana keadaan king Black yang sedang bercinta dengan para wanita cantik. Karena ternyata, bukan hanya sekedar satu orang wanita saja yang dalam polis dan siap untuk bercinta dengan king Black. Tapi ada tiga wanita!
'Apa king Black ada kelainan?'
( Ting )
( Benar Good Father )
'Apa kelainan king Black, selain kebiasaannya yang bercinta dengan lebih dari satu wanita?'
__ADS_1
( Ting )
( Dengan pemuda-pemuda tampan )
'Maksudanya dia penyuka sejenis juga?'
( Ting )
( Benar Good Father )
'Coba cari king Black yang sedang bercinta dengan pemuda tampan.'
( Ting )
( Pencarian dilakukan )
1%
10%
20%
40%
50%...
Dan seterusnya hingga selesai menjadi 100%
( Ting )
( Pencarian selesai dilakukan )
Kini, layar transparan sistem berubah pada situasi king Black yang sedang bercinta dengan pemuda tampan yang dia inginkan.
'Gila! Pantas saja George ingin menjadikan Aku sebagai umpan king Black!'
( Ting )
( Harap Good Father berhati-hati )
( Ting )
Layar transparan sistem menghilang dari pandangan mata Gavino.
"Huhfff... ternyata selain seorang raja mafia, dia juga rajanya kelainan."
Gavino membuang nafas panjang berkali-kali, agar bisa mendapatkan ketenangan pikiran dan hatinya.
Tapi Gavino tidak langsung mencari George untuk konfirmasi hasil pencariannya tersebut. Karena tidak ingin George mencurigai dirinya.
Dia akan membuat George merasa penasaran, saat akan memberikan penjelasan, justru dia sendiri yang akan mengatakannya.
*****
Dan begitulah pada akhirnya.
George benar-benar merasa terkejut, karena Gavino justru sudah mengetahui kelainan pada king Black, sebelum dirinya memberikan penjelasan pada Gavino.
Untungnya, Gavino masih bisa menahan diri, untuk tidak membuat perhitungan dengan George. Yang sudah berani ambil keputusan untuk menjadikan dirinya umpan, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tentang apa yang akan dihadapi kedepannya.
__ADS_1
"Maaf Bos Muda. Aku tidak punya pilihan lain. Tapi Aku percaya, Kamu pasti bisa cepat belajar dari pengalaman ini nantinya."
George bergumam seorang diri, di kamarnya sendiri. Saat selesai berbicara dengan Gavino tadi, mengenai semua persiapan untuk menghadapi king Black di Paris.