Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Sarapan Pagi


__ADS_3

Malam ini Gress akhirnya resmi tinggal di rumah Gavino. Karena akibat dari ulah dua perompak yang tadi datang ke kamarnya.


"Selamat tidur Sayang. Aku tidak akan menganggu. Supaya Kamu bisa istirahat dengan nyaman di rumahku ini."


Gress tersenyum tipis, mendengar perkataan kekasihnya itu. Yang sepertinya sangat pengertian keadaan dirinya, yang sedang dalam keadaan tidak stabil.


Gavino tahu, jika Gress tentunya sangat terkejut dengan kejadian yang tadi menimpa mereka di kamarnya. Dengan kedatangan dua perompak, yang tidak pernah di sangka-sangka. Jadi dia belum menerima kenyataan, jika saat ini harus meninggalkan tempat, di mana dia tinggal selama ini.


Untungnya, Gavino sangat mengerti keadaan gadisnya itu, sehingga dia tidak mau mengganggu Gress.


Dia juga akan pergi ke kamarnya sendiri, karena ada sesuatu yang ingin dilakukan.


"Aku tinggal dulu ya, selamat beristirahat Sayang," pamit Gavino.


Gress mengangguk mengiyakan, setelah Gavino selesai mencium kening dan juga kedua pipinya, kemudian bibirnya, meskipun hanya sekilas saja.


Setelah keluar dari kamarnya Gress, Gavino pergi masuk ke kamarnya sendiri.Dia segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang lebih santai untuk tidur.


Begitu selesai, dia mengaktifkan sistemnya. Karena ingin mencari informasi tentang Verdi, yang bisa memberikan keterangan tentang markas Verdi yang sekarang, karena Lorenzo sudah memberikan penjelasan yang dia perlukan.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Apakah Aku bisa mendapatkan informasi tentang markas Verdi?'


( Ting )


( Pencarian informasi terkait )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Informasi tidak di dapatkan )


'Kenapa bisa begitu?'


( Ting )


( Informasi terkait misi )

__ADS_1


( Good Father dipersilahkan selesaikan misi )


'Hahhh... seperti itu ya. Baiklah.'


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


Ternyata sistem tidak bisa memberikan informasi apa-apa, karena ini memang misi dari sistem sendiri. Jadi dia harus mencarinya sendiri juga. Untuk menyelidiki dan menyelesaikan tugas tersebut.


Sama seperti yang dilakukannya, pada waktu menyelesaikan misi tentang George.


"Oh iya, bagaimana kabarnya George?"


Karena merasa penasaran dengan kabarnya George, Gavino akhirnya menghubungi Thomas Bryan. Untuk mengetahui perselisihan kedua saudara tersebut.


Bukan karena ingin ikut campur. Gavino hanya ingin keduanya kembali akur sebagai seorang saudara.


Tut tut tut!


..."Halo Tuan Muda." ...


..."Hai, halo juga Tuan besar. Bagaimana kabar adikmu, George?" ...


..."Dia baik-baik saja. Dia datang menemuiku, dan Aku sudah memberikan penjelasan kepadanya. Bahwa garmen itu sudah atas namanya. Tapi dia harus mau mengikuti aturan yang Aku buat selama ini."...


..."Lalu, bagaimana tanggapannya?" ...


..."Awalnya menolak, tapi karena Aku bisa menunjukkan, bahwa surat kepemilikan garmen sudah atas namanya, akhirnya dia mau mengikuti, apa yang Aku buat sebagai aturan di garmen tersebut."...


..."Sama-sama Tuan Muda. Itu memang sudah seharusnya Saya lakukan sedari dulu. Oh ya, Aku mau bertanya, apakah benar Kamu kekasihnya Gress?" ...


..."Kenapa? apakah Kamu ingin bertemu dengan anakmu?" ...


..."Tidak Tuan Muda. Aku malu jika harus bertemu dengannya. Dia pasti akan malu, jika tahu ayahnya adalah orang yang tidak baik selama ini."...


..."Tapi, jika Kamu mau, Aku akan mengatakannya secara baik-baik."...


..."Tidak perlu Tuan Muda. Biarkan dia hidup sebagaimana mestinya, karena Aku tidak mau merusak mentalnya."...


..."Ya sudah terserah Kamu saja Tuan Besar. Aku hanya menyarankan. Tetapi keputusan tetao ada padamu."...


..."Terima kasih untuk keamanan yang Tuan Muda berikan untuknya." ...


..."Tentu saja aku akan menjaganya. Apalagi dia sekarang hidup dan tinggal bersamaku di rumah. Jadi dia akan lebih aman. Apakah orangmu memberitahumu, memberikan kabar tentang perampok itu?" ...


..."Dari mana Tuan Muda tahu, jika Aku menempatkan orang untuk menjaga anakku itu selama ini?" ...


..."Aku tahu. Tapi kalau hanya seperti itu tidak berguna. Nyatanya masih ada perampok yang datang ke kamar." ...


..."Iya maafkan Aku. Maafkan Aku yang justru lalai menempatkan orang terbaik di sana." ...


..."Ya sudah. Aku sudahi dulu ya. Terima kasih atas informasinya. Jika ada yang Aku butuhkan, Aku akan menghubungi Tuan Besar lagi nanti."...

__ADS_1


..."Sama-sama Tuan Muda. Terima kasih sudah menjaga anakku dengan baik."...


Klik!


Gavino menghela nafas panjang, karena ternyata Thomas Bryan sudah memberikan hak nya George yang selama ini ada padanya.


"Kenapa Aku bisa lupa, untuk bertanya tentang Verdi! bisa jadi, Verdi juga anak buahnya king Black bukan? Itu artinya, Thomas Bryan pasti juga tahu. Tapi, jumlah anggota king Black sangat banyak. Apa mungkin dia hafal satu persatu?"


Gavino melupakan semua Verdi, karena membicarakan tentang Gress.


"Sebaiknya Aku bertanya besok Aku tanyakan lagi, jika memang Aku tidak bisa menemukannya."


Akhirnya Gavino memutuskan untuk segera tidur. Agar besok pagi tidak terlambat bangun.


*****


Pagi harinya, Gavino bangun dengan tubuh yang lebih segar. Karena bisa tidur lebih nyaman, dengan tidak memikirkan Gress lagi, karena Gress sudah tidur di rumahnya. Jadi dia lebih merasa tenang, karena keamanan Gress yang ada di lingkungan rumahnya.


"Pagi Robert." Gavino menyapa Robert yang sudah ada di meja makan.


Ternyata Gress belum ikut turun ke meja makan. Atau mungkin baru mandi dan bersiap-siap.


"Siapa yang Kamu bawa semalam Gavin?" tanya Robert ingin tahu.


Semalam Robert memang tidak tahu jika, Gress sudah ada di sini. Jadi dia memang tidak tahu jika mantan karyawannya itu sudah berada di rumah ini semalam.


"Oh ya, Aku lupa memberitahumu semalam. Gress bermalam di rumah ini. Atau memang akan tinggal di rumah mulai semalam."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino, Robert memiringkan kepalanya, untuk mengingat-ingat kembali, apakah Gavino pernah membicarakan hal ini dengannya.


"Tiba-tiba? Memang ada apa?" tanya Robert, karena dia merasa telah terjadi sesuatu pada gadis Tuan Mudanya itu.


Akhirnya Gavino menceritakan tentang kejadian semalam, tentang kamar Gress kedatangan perampok.


"Jadi, gimana perampok tersebut? apakah sudah tertangkap?"


"Ya sudah. Mereka berdua sudah ditangani."


"Baguslah. Lalu di mana Gress?"


Pertanyaan yang diajukan oleh Robert, menyadarkan Gavino bahwa, dia belum melihat Gress di kamarnya.


"Aku lihat dia dulu di kamar. Mungkin dia tidak tahu, jika sudah pagi."


Robert hanya mengangguk saja, membiarkan Gavino pergi dari tempat duduknya, untuk menemui gadisnya di kamar.


"Oh ya Robert, teruskan makanmu. Tidak usah menungguku!"


Gavino teriak memberikan pesan kepada Robert, sebelum dia menghilang di balik tangga menuju ke arah kamar Gress.


Mendengar perkataan Gavino, Robert hanya tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya. Dia sudah paham, dengan kelakuan anak muda seperti Gavino itu.


"Dasar anak muda. Yang dipikirkan hanya enaknya saja. Tidak tahu bagaimana permasalahan hidup yang lebih kompleks."

__ADS_1


Robert mengerutu sendiri, dengan mengelengkan kepalanya beberapa kali.


__ADS_2