
"Sayang, kamu di sini juga?" Gress terkejut melihat keberadaan Gavino yang ada di kios.
"Iya. Aku ada pekerjaan yang harus Aku lakukan. Paman George memintaku untuk membantunya, jadi ya... Aku ke sini juga," ujar Gavino memberikan penjelasan kepada Gress. Supaya gadisnya itu tidak curiga dan bertanya-tanya lagi.
Gress menganggukkan kepalanya, setelah mendapatkan penjelasan dari kekasihnya itu.
Dia justru merasa senang, karena bisa bersama dengan Gavino seharian penuh. Meskipun mereka berdua tidak bisa melakukan apa-apa, karena dalam posisi kerja dan ada di kios.
Untungnya, Robert dan George tidak mempermasalahkan pekerjaan apa yang dipilih oleh Gavino di kios ini.
Karena memang apapun pekerjaan yang dipilih Gavino, tidak menjadi persoalan bagi mereka. Karena sebenarnya, kios ini memang miliknya Gavino sendiri.
Robert maupun George, masuk ke dalam ruangan kerja mereka masing-masing. Karena memang mereka memiliki ruangan kerja yang berbeda.
Gavino memperhatikan mereka berdua, meskipun masih berada di tempatnya sendiri sedari tadi. Yang tidak jauh dari tempat Gress melakukan pekerjaannya.
Dia mencoba melihat layar dari sistem, untuk mencari keberadaan George, yang berada di dalam ruangannya sendiri.
Untungnya, layar sistem itu transparan. Dan orang lain tidak bisa ikut melihatnya, karena memang hanya dirinya sendiri, yang bisa melihat layar transparan sistem tersebut.
Dalam hati Gavino berbicara dengan sistem.
( Ting )
( Selamat pagi Good Father )
'Aku ingin melihat kegiatan Paman George, yang ada di dalam san. Tanpa harus masuk ke dalam ruangan.'
( Ting )
( Pencarian dilakukan )
1%
10%
20%
30%
40%
__ADS_1
50%...
Dan seterusnya hingga selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Pencarian selesai )
Di layar transparansi sistem, memperlihatkan bagaimana situasi ruangan George saat ini. Mirip seperti layar cctv.
Menurut Gavino, apa yang dia lihat saat tidak ada yang perlu dicurigai. Karena George nyatanya bekerja bekerja seperti biasanya di ruangan tersebut.
George kelihatan sedang memeriksa berkas-berkas yang ada di depannya, dan juga mengkoreksinya. Dengan menyesuaikan apa-apa yang ada layar laptop yang berada di depannya juga.
Sesekali George tampak sibuk menelpon seseorang, dan mengirim atau membalas pesan yang dia kirimkan kepada seseorang juga. Tapi tentunya Gavino tidak tahu siapa.
Sepertinya George tidak melakukan apapun, yang patut untuk dicurigai Gavino. Sehingga dia menonaktifkan layar sistem yang menampilkan kegiatan George di ruangannya.
Kini Gavino beralih ke ruangan Robert, dan ternyata Robert juga melakukan pekerjaan yang sama seperti biasanya. Tidak ada hal yang mencurigakan.
Dalam hati Gavino bertanya-tanya, 'lalu apa maksud dari misi yang diberikan oleh sistem padaku, untuk menyelidiki rahasia yang dimiliki oleh George?'
Karena sedari tadi Gavino hanya diam sambil berpikir, dia jadi seperti orang yang sedang melamun. Sehingga Gress menyadarkannya dengan menepuk bahu kekasihnya itu.
"Eh, emhhh... ada apa Gress?"
"Kamu melamun?" tanya Gress.
"Tidak. Aku hanya sedang berpikir bahwa, pekerjaan apa yang sebenarnya diberikan oleh Paman padaku. Kenapa dia sedari tadi ada di ruangannya, dan tidak keluar untuk menemaniku, memberikan pekerjaan sesuai yang dia katakan sewaktu masih ada di rumah tadi."
"Oh iya! Kenapa Kamu masuk ke dalam ruangannya saja Sayang? bertanya pada paman George. Siapa tahu dia lupa, jika sudah mengajakmu ke sini untuk diberikan pekerjaan yang dia inginkan." Gress memberikan pendapatnya.
"Ok lah kalau begitu. Aku ke ruangan paman George dulu ya!" pamit Gavino, yang diangguki oleh Gress sambil tersenyum lebar.
"Iya pergilah Sayang. Dan tanyakan pada paman, pekerjaan apa yang ingin diberikan kepadamu."
Setelah mendapat ijin dari Gress, Gavino beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke ruangannya George yang ada di lantai atas.
Tapi dia tidak mengetuk pintu, setibanya di ruangan George. Dia hanya berada di depan pintu, tanpa melakukan apa-apa.
Cukup lama juga Gavino berada di depan pintu ruangan George tanpa melakukan apapun. Dan tiba-tiba, pintu ruangan sebelah terbuka. Yaitu ruangannya Robert.
__ADS_1
"Gavin, Kamu ngapain?" tanya Robert pada saat melihat Gavino berada di depan ruangan George, tanpa berniat untuk masuk ke dalam.
"Aku baik-baik saja. Aku mau mengetuk pintu saja kok Robert. Kamu sendiri mau kemana?" tanya Gavino mengalihkan perhatian Robert.
"Ini Aku juga mau ke ruangannya George. Ada beberapa berkas yang harus dia tanda tangani, karena kemarin dia tidak ada. Jadi ini berkasnya menumpuk dan belum sempat aku berikan tadi."
"Ya sudah ayo masuk!" ajak Robert, setelah memberikan penjelasan.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam ruangan George, setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan untuk masuk.
"Gavino, Robert, kok bisa barengan?" tanya George bingung. Karena yang masuk ke dalam ruangannya bukan hanya Robert saja, tapi ada Gavino juga.
"Iya. Aku baru mau mengetuk pintu, dan ternyata Robert juga mau datang. Makanya kita bareng masuknya." Terang Gavino.
"Oh... apa ada yang perlu Aku bantu?" tanya George pada keduanya.
"Kamu dulu robert, Aku bisa menunggu kok." Gavino mempersilahkan Robert untuk menyelesaikan urusannya dengan George terlebih dahulu, karena sebenarnya dia datang bukan untuk masuk ke dalam ruangan George, tapi hanya ingin memeriksanya saja.
Sambil menunggu George dan Robert menyelesaikan pekerjaan, Gavino melihat sekeliling. Bahkan dia beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan mengitari ruangan dan memperhatikan satu super satu sudut, dan pernak-pernik yang ada di dalam ruangan kerja George ini.
Tapi Gavino melihat keadaan ruangan ini seperti ruangan kerja yang lain. Tidak ada yang berbeda dan tidak ada yang mencurigakan juga.
Gavino jadi bingung, sebenernya misi itu terkait dengan identitas George, atau kegiatan yang dilakukan George saat ini.
Tapi pada dia berpikir, secara tidak sengaja Gavino melihat ke pintu. Yang dia pikir itu adalah kamar mandi. Namun, di saat Gavino hampir membuka pintu tersebut dilarang oleh George.
"Itu bukan kamar mandi Gavin!"
George berpikir jika Gavino ingin ke kamar mandi, sehingga dia memperingatkan Gavino agar tidak pintu tersebut. Karena kamar mandi bukan berada di sana.
"Bukan kamar mandi ya, Aku pikir kamar mandi, lalu pintu apa?" tanya Gavino ingin tahu. Karena sebelumnya, pada saat ruangan ini menjadi ruang kerja papanya dulu. Dia tidak menemukan pintu ini.
"Tidak apa-apa. Itu hanya dokumen-dokumen lama, yang sudah tidak berlaku saat ini," jawab George memberitahukan keberadaan berkas-berkas lama yang katanya tidak berlaku sekarang.
"Berkas lama? maksudnya kerjasama yang sudah selesai?" tanya Gavino bingung, sehingga ingin penjelasan yang lebih.
Tapi ternyata George tidak memberikan jawaban yang lebih jelas.
Dan pada saatnya Gavino kembali ke tempat duduknya, Robert berkata. "Itu adalah berkas-berkas yang Kamu sembunyikan dari orang luar Gavin."
Gavino memiringkan kepalanya, saat mendengar perkataan Robert.
__ADS_1
'Jadi Robert juga tahu tentang pintu itu.' Batin Gavino melihat keduanya.
"Maksudmu berkas apa yang Aku sembunyikan dari orang luar?" tanya Gavino lagi, ingin penjelasan yang lebih.