Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Mudah


__ADS_3

..."Halo Gress, Kamu ada di mana Sayang?"...


..."Halo! Halo Gress?"...


Gavino menghubungi Gress, tapi telepon yang tersambung tidak juga di jawab oleh gadisnya itu. Padahal dia sudah berada di rumah Thomas Bryan, di mana Gress tinggal sekarang ini.


"Ke mana dia? Kenapa bisa tidak menjawab pertanyaan ku?" gumam Gavino sendiri. Karena Gress tidak mau bicara dengannya.


Sedangkan para penjaga dan maid di rumah Thomas Bryan, juga tidak ada yang mau memberi tahu. Di mana Tuan dan Nona mereka berada saat ini.


"Apa mungkin Gress ikut ke kantor?"


Sekarang Gavino justru berpikir bahwa, gadisnya itu mengikuti papanya, yang bisa dipastikan, jika saat ini sedang berada di kantor. Sebab hari ini memang bukan hari libur, dan jam kerja juga belum berakhir.


Akhirnya Gavino pergi dari rumah Thomas Bryan, menuju ke kantor Thomas Bryan. Yang tentu saja sudah dia ketahui, di mana tempat dan keberadaannya.


Dia melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, sebab berburu dengan waktu. Gavino takut, jika gadisnya itu keburu pergi dan tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.


"Jangan pergi dulu Gress! Aku akan segera datang." Gavino bergumam seorang diri, dengan berkonsentrasi di jalan.


Tak butuh waktu lama, motor Gavino sudah memasuki area parkir kantor. Di mana kantor tersebut adalah kantor pusat, menjadi center dari semua perusahaan yang dimiliki oleh Thomas Bryan. Yang tentunya sangat banyak, dengan berbagai jenis usahanya.


Apalagi papanya Gress itu juga memiliki usaha keluarga, yang dulunya sempat dipegang oleh George. Adiknya Thomas Bryan, yang sekarang ini sudah tiada.


"Berhenti!"


Seorang security menahan langkah Gavino, yang baru saja masuk ke ruangan lobby.


"Saya?" tanya Gavino, dengan menuju dirinya sendiri. Karena dia tidak tahu alasannya, kenapa security tersebut menahannya.


Padahal dia sudah pernah ikut ke kantor Thomas Bryan ini beberapa kali.


"Iya Anda. Ada keperluan apa Anda datang ke sini? Jika ada keperluan, silahkan isi daftar tamu lebih dahulu. Kemudian menunggu antrian, di ruang tunggu lobby!"


Security tersebut memberikan penjelasan kepada Gavino, dengan menuju ke arah meja resepsionis. Dan kursi tunggu yang tidak jauh dari meja resepsionis juga.


"Apa Kamu lupa denganku?" tanya Gavino bingung.


Dia yakin, jika security tersebut masih mengenalinya. Karena pada saat dia ikut ke kantor ini bersama dengan Thomas Bryan, security tersebut juga sedang bertugas.


"Apa maksud Anda? Ini adalah sesuai prosedur yang berlaku di kantor ini!"


Pernyataan security tersebut tegas, membuat Gavino merasa bahwa semua ini ada kaitannya dengan Thomas Bryan.


Mungkin saja papanya Gress itu sudah mewanti-wanti pada semua pegawainya, terutama security yang bertanggung jawab dengan keamanan, untuk menahannya jika sampai datang ke kantornya ini.


"Maaf."


Akhirnya Gavino mengalah, dan pergi dari ruangan lobby. Dia keluar, kemudian menuju ke area parkir. Di mana tadi sepeda motornya diparkirkan.


Tapi ternyata itu hanya tipuan, karena pada kenyataannya Gavino justru berjalan ke arah belakang. Di mana ada tangga darurat, yang pastinya akan menuju ke dalam ruangan kantor. Yang bisa membawanya ke ruangan direktur, di mana Thomas Bryan berada.


Tangga darurat ini tidak semua orang tahu.


Sambil berjalan cepat menaiki anak tangga, Gavino mengaktifkan sistem. Untuk mengetahui, waktu yang tersisa untuknya menyelesaikan tantangan yang harus dia kerjakan. Yaitu mempengaruhi Thomas Bryan, yang sedang menjalani peran sebagai seorang papa bagi Gress. Bukan lagi sebagai orang yang sudah dia kendalikan untuk beberapa waktu yang lalu, dengan menggunakan sistem juga.


( Ting )

__ADS_1


( Selamat siang Good Father )


'Berapa waktu yang tersisa untukku?'


( Ting )


( Untuk sementara ini, waktu Good Father masih ada 12 jam lagi )


'Lalu, seberapa besar brangkas sistem yang Aku miliki saat ini?'


( Ting )


( Menampilkan brangkas sistem )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )


# Hadiah utama : 739. 725 poin


# Hadiah bonus : 0 poin


# Kemampuan : 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati


# Sisa umur \= 2.520 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


'Masih bisa Aku pertahankan,jika Aku berhasil. Tapi jika gagal, bisa dipastikan aku akan kehilangan banyak.'


( Ting )


( Selamat berjuang Good Father )


Layar sistem menghilang, tepat di saat Gavino sampai di depan pintu. Yang akan membawanya ke ruangannya Thomas Bryan.


Clek!


Gavino membuka pintu, yang ada di tangga darurat. Tapi ternyata tidak bisa dibuka, sehingga dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Supaya dia bisa bertemu dengan Thomas Bryan dan juga Gress.

__ADS_1


"Bagaimana ini?"


Keringat dingin mulai mengalir dari pelipis dan dan dahi. Gavino mengelapnya, dengan mengatupkan bibirnya. Mencoba untuk tetap tenang dan berpikir lebih jauh lagi.


"Masa iya Aku harus turun dan kembali lagi ke lobby?" tanya Gavino, yang ragu untuk pergi dari tangga darurat ini.


Tapi jika tidak pergi dan kembali lagi ke lobby, dia juga tidak tahu, di mana jalan yang benar. Untuk bisa membawanya ke ruangan Thomas Bryan. Sebab dia ingin bertemu dengan Gress juga, karena Gavino juga ingin meluruskan permasalahan yang menjadi penyebab kesalahpahaman mereka.


Karena dalam keadaan bingung, Gavino mencoba untuk menghubungi Gress lagi.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Tapi panggilannya tidak direspon oleh Gress. Bahkan di saat Gavino mengulang kembali panggilan telponnya, Gress tetap saja tidak mau menerima panggilan teleponnya.


"Hhh... sepertinya dia benar-benar marah. Dan pasti ini ada kaitannya dengan papanya, yang tidak setuju dia ikut denganku."


Gavino tidak menyalahkan gadisnya itu, karena keputusan yang dibuat oleh Thomas Bryan. Karena papanya Gress, tentu menginginkan hal yang terbaik.


"Hai! Apa yang Kamu lakukan di sini?"


Bentakan seseorang, membuat Gavino terkejut. Sehingga ponsel yang dia pegang hampir saja jatuh.


"Ahhh sial! bikin kaget saja," gerutu Gavino, dengan memelototi security. Yang tiba-tiba datang menegurnya.


"Mau apa Kamu di sini? Kamu mau making ya? pigro bastardo!" bentak security tersebut.


"Dasar pemalas! Ayo pergi! Atau Aku akan menangkap mu?" gertak security, dengan memberikan ancaman.


"Sei pazzo? Non riesci a riconoscere chi sono?" Gavino menantang security tersebut.


"Apa Kamu gila? Kamu tidak bisa mengenali siapa Aku?"


Security tersebut tersenyum sinis, mengejek Gavino. Yang dilihatnya sedang menyombongkan diri, di perusahaan yang bukan miliknya. Karena perusahaan ini memang milik Thomas Bryan.


"Aku tidak perlu mengenalmu. Jadi siapapun Kamu, pergilah dari sini! Non sei altro che spazzatura per me!"


Gavino menatap tajam ke arah security tersebut, yang sudah memakinya. Dengan memandang rendah dirinya, padahal dia bisa saja menendang security yang arogan di depannya ini.


"Aku bisa saja menghancurkan mu. Tapi aku tidak ingin berurusan dengan orang lemah sepertimu. Jadi, pergilah sebelum Aku bertindak!" usir Gavino, dengan membuat gerakan pada tangannya. untuk mengusir security tersebut.


Bugh!


Tapi secara tiba-tiba, Security tersebut justru memukulnya dengan cepat. Sehingga sudut bibir Gavino berdarah.


"Sial! Kamu ingin macam-macam denganku!"


Gavino sudah tidak bisa menahan diri lagi, sehingga memukul security tersebut tepat di dagunya.


Bagh!


"Awww!"


Security tersebut berteriak keras, karena merasakan kesakitan pada rahangnya. Bahkan itu terasa sangat sakit, seakan-akan lepas dari tempatnya berada.


"Arghhh..."

__ADS_1


Erangan kesakitan terdengar dari mulut security tersebut, dengan matanya yang tajam. Melihat ke arah Gavino, yang sudah bersiap-siap, seandainya mendapat serangan balik.


"Kamu pantas untuk mati?" maki security, dengan kepalan tangannya yang maju. Untuk memukul Gavino.


__ADS_2