
Cetar cetar cetarrr!
"Aughhh!"
"Arghhh!
Dante dan Lorenzo kembali berteriak kesakitan, saat anak buahnya king Black misalnya dengan mencambuk mereka secara bergantian.
"Eghhh!
"Kalian semua pengecut!"
"Senza vergogna, codardo!"
Di tengah-tengah rasa sakit yang ada, Dante bersama dengan Lorenzo masih tempat memaki mereka. Mengeluarkan unek-unek dan kemarahan yang tidak bisa mereka salurkan, karena tangan dan kaki mereka dalam keadaan terikat.
Siksaan yang dilakukan oleh anak buahnya king Black benar-benar membuat mereka sadar dan tahu, jika dunia mafia memang kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Selama ini, mereka berdua memang kenal tetap dengan Gavino. Tapi mereka juga tidak pernah melihat Gavino sekejam itu, disaat memperlakukan tawanan, atau mungkin saja mereka yang tidak pernah mengetahuinya. Sebab mereka memang tidak pernah terlibat secara langsung dalam keanggotaan mafia, baik itu pihak Gavino maupun king Black.
Dante, ya notabene dulunya pernah ikut dalam kelompoknya Alano, sebenarnya juga tahu. Tapi dalam kelompoknya dulu tidak sekejam ini, atau bisa jadi karena dulunya kelompok yang ya ikuti masih bertingkat rendah, karena untuk anak-anak sekolah. Tidak sama seperti yang sudah dewasa seperti sekarang ini.
Di luar ruang bawah tanah, terjadi perkelahian yang tidak disadari oleh mereka yang berada di dalam ruang penyiksaan.
Perkelahian tersebut terjadi pada Gavino dengan anak buahnya king Black yang berjaga-jaga di luar. Dan tempat ini adalah markas lain, yang tidak pernah diketahui oleh Gavino.
Ternyata king Black memiliki banyak markas, sehingga tidak pernah menempatkan tawanannya dalam satu tempat. Mungkin saja hal ini dilakukan untuk mengecoh orang-orang, yang ingin melakukan penggerebekan untuk membebaskan tawanan. Sebab dengan di pisahnya beberapa markas, kemungkinan tawanan juga akan dipisah. Sehingga jika ada yang ingin menyelamatkan satu atau dua orang tawanan yang masih memiliki hubungan, mereka akan kesusahan.
Tapi untungnya Dante dengan Lorenzo ada dalam satu markas, sehingga Gavino tidak perlu membelah diri atau membuat bayangannya bisa sama seperti dirinya untuk membebaskan kedua sahabatnya itu.
Sekarang Gavino sudah mengalahkan dua orang anak buahnya king Black, sehingga kekuatannya juga semakin bertambah besar, dengan kelipatan dua kali kekuatan dua orang yang dia kalahkan tadi.
Bughhh bagh bugh!
Sekali dia melakukan pukulan, orang-orang yang terkena pukulannya terpental sejauh beberapa meter ke belakang.
Hal itu menjadi perhatian khusus untuk beberapa anak buahnya king Black yang lain, yang belum menjadi lawan pertengkaran tersebut, sehingga mereka harus lebih waspada lagi. Agar tidak mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh teman-temannya, yang kini tak berdaya dikalahkan oleh Gavino.
"Apa dia punya kekuatan sihir?"
"Ha poteri magici?
"Dia bukan manusia!"
"È un fantasma o un non morto?"
Mereka melihat bagaimana keadaan Gavino yang sedang berkelahi, dengan mengunakan kekuatan sistem.
Dengan kekuatan sistem yang bertambah besar, setelah mendapatkan kekuatan dari orang lain yang dikalahkan, Gavino menghajar mereka yang melawannya.
Krekkk!
"Awww!"
__ADS_1
Srakkk!
"Arghhh!"
Klegh
"Eghhh!"
Tangan, kaki dan leher lawan dipatahkan Gavino dengan mudahnya. Membuat mereka berteriak kesakitan, dengan luka dan patahan tulang yang terjadi pada mereka.
Kini sudah ada 5 orang yang dikalahkan oleh Gavino, sehingga kekuatannya juga semakin bertambah besar lagi.
"Kita maju bersamaan, biar dia kwalahan!"
Satu diantara mereka, mempunyai ide untuk membuat Gavino kwalahan. Dan sekarang mereka berlima maju bersamaan, mengepung Gavino. Supaya Gavino bisa mereka kalahkan.
"Serang... Attacco..."
"Maju... Procedere...!"
"Hiyattt..."
"Ciattt!"
Bugh bagh bugh!
Dugh bugh dagh bugh!
Slushhh!
Gavino melompat ke atas, di saat kelima orang tersebut maju bersama-sama, sehingga mereka justru saling bertubrukan.
Brukkk dugh!
Mereka saling bertubrukan, dengan pukulan yang mengenai satu sama lain, sesama temannya.
Brukkk!
Gavino mendarat di tempat yang tidak jauh dari mereka berada, yang sekarang ini bergelimpangan, karena saling bertubrukan.
"Apa kalian masih mau mencoba melawanku? Jika iya, kalian semua akan bernasib sama seperti kedua teman kalian itu!" tantang Gavino, pada ke lima orang yang sedang berusaha untuk bangkit dari tempat mereka.
"Andiamo se hai ancora il coraggio!"
"Ayo maju kalian semua, jika masih punya nyali!" tantang Gavino lagi, dengan mengibas-ngibaskan tangannya.
Mereka yang baru saja dikalahkan oleh Gavino, berusaha untuk berdiri, sebab mereka memang dilatih untuk tidak mudah menyerah dalam keadaan apapun.
Jiwa kesatria mereka sudah ditempa dan dilatih, pada saat mereka baru masuk menjadi anggota mafia. Jadi tidak akan ada yang melarikan diri dari medan pertempuran, sampai titik terakhir.
Para mafia rela mati demi tugas dan tanggung jawab mereka pada ketua.
*****
__ADS_1
Brakkk!
Pintu besi yang tentunya kuat, di dobrak Gavino dengan mudahnya.
Orang-orang yang sedang menyiksa Dante dan Lorenzo, menoleh dengan cepat ke arah pintu masuk. Dan mereka sangat terkejut dengan kedatangan Gavino ke ruang bawah tanah ini.
Keadaan Dante dengan Lorenzo, sudah sangat mengenaskan. Banyak sekali luka-luka yang mereka miliki, dengan darah yang mengalir dari luka-luka tersebut.
Mereka berdua, Dante dengan Lorenzo, sudah setengah tidak sadar, sehingga mereka tidak bisa dengan jelas mengetahui kedatangan Gavino yang berniat untuk membebaskan mereka dari tahanan ruang bawah tanah ini.
"Dannazione! Prendilo in fretta!"
"Hajar! Jangan biarkan dia lolos!"
Orang-orang itu bergerak dengan gerakan cepat menyerang Gavino, dan menginginkan secepatnya untuk bisa menang.
Brukkk!
Dugh bugh bagh!
Gavino dengan enteng menangkis semua serangan mereka, sehingga membuat mereka bertambah geram karena kalah dengan gerakan Gavino yang cepat.
"Awww!"
"Sial! Br3ngs3k Kamu!"
"Bastardo! tu muori e basta!"
"Kalian yang seharusnya mati!" bentak Gavino, menyahuti cacian mereka semua.
Suara makian dan cacian terdengar dari mulut mereka, karena marah dengan kekalahan mereka yang sudah tampak di depan mata.
"Dan... Dante. Ap_apakah itu Ga_gavin?" tanya Lorenzo pada Dante, dengan suaranya yang lirih.
Dia mendengar suara Gavino yang menyahuti perkataan dan cacian anak buahnya king Black.
"Semoga... semoga saja dia, dia memang datang," ujar Dante, yang juga sudah dalam keadaan lemah.
Dante dan Lorenzo sama-sama berharap, agar apa yang mereka dengar tadi memang suaranya Gavino, sehingga mereka berdua juga akan segera bebas dari siksaan ini.
Setelah perkelahian yang dilakukan oleh Gavino bersama dengan anak buahnya king Black, kini Gavino telah keluar menjadi pemenangnya.
Dia segera menuju ke tempat Dante dan Lorenzo diikat, "Kalian masih bisa mendengar ku?" tanya Gavino pada mereka berdua.
"Gav.. Vin?"
Dante bertanya untuk memastikan bahwa, telinganya masih bisa menebak kehadiran seseorang, melalui suara yang dia kenal.
Brukkk!
"Ehhh..."
Dante langsung terjatuh ke lantai, saat ikatan tali pada kaki dan tangannya di buka Gavino.
__ADS_1