Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Dua Pilihan


__ADS_3

Dor dor dor!


Brakkk!


"Arghhh!"


"Gavin!"


Ternyata kursi yang diangkat oleh anak buahnya Thomas Bryan, hanya pengalihan untuk sebuah tembakan yang juga ditujukan untuk Gavino.


Tapi Nyatanya kursi tersebut tetap saja dilempar ke arah Gavino, setelah terdengar suara tembakan yang bertubi-tubi dari arah tempat Thomas Bryan berdiri.


Sepertinya kali ini Thomas Bryan tidak lagi memandang Gavino sebagai Tuan Muda-nya, maupun anaknya Gress yang telah jadi kekasih Gavino selama ini.


Thomas Bryan benar-benar sudah kembali menjadi King Black, sang ketua mafia, yang dikenal sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan terhadap siapapun. Termasuk pada orang yang masih ada hubungan keluarga sekalipun. Sama seperti yang dilakukannya bersama dengan George waktu itu.


Sayangnya, semua tembakan senjata api yang dilepaskan oleh Thomas Bryan tidak ada yang mengenai tubuh Gavino sama sekali.


Bahkan kursi yang dilemparkan oleh anak buahnya juga tidak mengenai sasaran. Dan Gavino tetap baik-baik saja di tempatnya berdiri.


Waktu seakan-akan berhenti, begitu juga dengan peluru dan kursi yang melayang di depan Gavino, disaat tangannya menangkis ke depan. Membuat apa saja yang ada di depannya seakan-akan berhenti.


Kejadian ini tentu saja membuat semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Gavino ha la magia?"


"Apa Gavin punya sihir?"


"Bagaimana caranya dia menghentikan peluru dan kursi yang akan mengenai tubuhnya? Dia pasti mati!"


"Questo non deve essere vero! Questa è solo un'illusione e ingannare il pubblico!"


"Ini pasti tidak nyata, hanya sebuah trik untuk ilusi yang mengelabui penglihatan mata kita."


Akhirnya mereka semua memberikan komentar-komentar tentang apa yang mereka lihat sekarang.


Tidak hanya Thomas Bryan saja, tapi semua anak buahnya juga berpikir hal yang sama, jika Gavino mempunyai ilmu sihir atau sekedar ilusi. Membuat mereka berpikir herlin yang ada di depan matanya.


"Bisa saja sebenarnya Gavino sudah mati kan?" tanya salah satu dari mereka.


"Potrebbe, ma perché era ancora in grado di respingere tutto questo? qual è lo spirito?"


"Bisa saja ini terjadi, lalu kemana aja saatnya jika itu hanyalah sebuah roh?" tanya yang lainnya, bingung dengan kejadian ini.


Mendengar pertanyaan demi pertanyaan dan juga jawaban yang menjadi pemikiran anak buahnya, Thomas Bryan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Sebaiknya kita pergi dari sini, sekarang!" perintah Thomas Bryan, dengan narik tangan anaknya, yaitu Gress.


Gress dari tadi bengong dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, hanya menurut. Meskipun tatapan matanya masih terpaku di tempat Gavino berada.


Untuk Gavino sendiri, dia belum bisa menguasai kekuatannya. Sebab kini dia belum menambahkan nilai kekuatan uang dijanjikan oleh sistem. Tapi Thomas Bryan justru mengajak anak banyak untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Hal ini segera disadari Gavino, pada saat pintu kamar ditutup dengan kasar.


Blummm!


"Haii!"


Teriak Gavino tidak mereka hiraukan, tapi ketiga peluru dan kursi yang melayang di depannya tiba-tiba terjatuh ke lantai.


Klinting klinting klinting!

__ADS_1


Brukkk!


Gavino sendiri kaget, melihat apa yang terjadi di depannya. "Ini, apa ini artinya adalah kekuatannya diberikan oleh sistem? dan mereka mengira Aku sudah mati?" tanya Gavino ada dirinya sendiri.


( Ting )


( Selamat sore Good Father )


( Musuh menyangka jika Good Father memiliki ilmu ilusi atau sihir, dan mengira jika Good Father sebenarnya sudah mati )


'Apa! lalu bagaimana keadaan Gress? apakah dia juga mengira hal yang sama? maksudnya mengira bahwa Aku sudah mati?'


( Ting )


( Gress hanya mengikuti dengan terpaksa apa yang dikatakan papanya )


( Dia juga tidak percaya begitu saja, dengan apa yang dikatakan oleh King Black )


'Jadi Gress di bawa mereka?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Baiklah. Aku akan mengejar mereka.'


( Ting )


( Berlari secepatnya Good Father )


( Sistem akan memberikan kekuatan pada kaki Good Father supaya bisa cepat dalam berlari mengejar mereka )


( Ting )


( Sama-sama Good Father )


( Ting )


( Memberikan kekuatan pada kaki )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Benar saja, kaki Gavino seakan-akan bergetar. Terisi dengan sebuah kekuatan yang tidak terlihat mata.


"Hehhh..."


Gavino bahkan terkejut, saat merasakan getaran di kedua kakinya. Tapi tak lama kemudian, tubuhnya merasa enteng untuk digerakkan, sehingga dia mulai berlari mengejar rombongan Thomas Bryan, yang membawa Gress juga bersama dengan mereka.

__ADS_1


"Ok Gress! Aku akan mengejar dan menyelamatkan mu!"


Wusss...


Secepat mungkin Gavino berlari menuju keluar kamar dan pergi meninggalkan rumah. Sebab mobil Thomas Bryan, bersama dengan semua orang yang berada di rumah ini sudah tidak ada lagi.


Mereka semua pergi meninggalkan rumah ini, mengikuti Thomas Bryan yang membawa anaknya pulang ke rumah utama lagi.


Hal ini diketahui oleh Gavino, dari mata sistem yang menyatu dengan matanya. Tapi langkah kaki Gavino yang masih berlari, tiba-tiba saja berhenti.


Mata sistem memberitahukan keadaan kedua sahabatnya, Dante dengan Lorenzo, yang tertangkap dan berada di dalam tawanan king Black. Sebab kemarin mereka di hadang, pada saat mereka berdua dalam perjalanan mencari keberadaannya.


"Dante, Lorenzo?"


Gavino bingung harus pergi kemana terlebih dahulu, apakah mencari keberadaan kedua sahabatnya itu atau menyelamatkan Gress, yang notabene dibawa oleh papanya sendiri.


Akhirnya Gavino memutuskan untuk mencari keberadaan kedua sahabatnya terlebih dulu, sebelum menyelamatkan Gress.


Dia yakin jika Gress masih selamat dan dalam keadaan baik-baik saja, secara berada di tangan papanya sendiri bukan orang lain. Jadi tidak mungkin jika Thomas Bryan akan menyakiti anaknya, yang hanya semata wayang. Menjadi keturunan satu-satunya di silsilah keluarganya,😋 karena George, adiknya Thomas Bryan juga tidak memiliki anak yang bisa menyambung garis keturunan keluarga mereka.


"Tunggu Aku Dante, Lorenzo. Aku pastikan akan menghajar orang-orang yang menyakiti kalian berdua!"


Setelah memutuskan untuk menyelamatkan kedua sahabatnya terlebih dahulu, Gavino mencari keberadaan markas yang digunakan untuk menyekap mereka berdua.


*****


Di sebuah ruang bawah tanah.


Plakkk!


Bughhh!


"Erghhh..."


"Arghhh..."


Cetarrr!


"Awww..."


Suara-suara orang yang disiksa, terdengar memilukan dan menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.


"Berteriaklah semampu kalian! tidak akan ada orang yang mengetahui tempat ini. Jadi, seandainya nanti ditemukan pun, dan kalian hanyalah seonggok bangkai sudah membusuk. Atau bisa jadi tinggal tulang belulang saja."


"Cihhh! Dasar keset Gavino kalian berdua!"


"Voi due siete solo spazzatura inutile, nonostante difendiate e proteggiate Gavino!"


"Kalian berdua salah langkah, karena telah membela teman Kalian yang tidak berguna itu. Atau kalian emang sudah tidak punya nilai?"


Mereka yang menyiksa Dante dan Lorenzo, masih juga memaki-maki, mengeluarkan kata-kata kasar dan merendahkan untuk menilai Gavino dan juga mereka berdua.


Tapi hal itu tidak bisa membuat Dante dan juga Lorenzo menyerah. Mereka berdua justru tersenyum sinis, menanggapi semua penghinaan yang dilakukan oleh anak buahnya king Black itu.


"Hehhh! Kalianlah yang sedang menjadi 4nJin9! Karena hanya menjulurkan lidah dan menggonggong!"


"Voi siete i cani di King Black, perché vi nascondete sotto le sue ascelle!"


Dante dan Lorenzo membalas semua hinaan dan makian mereka, karena telah merendahkan harga diri mereka berdua bersama dengan sahabatnya, yaitu Gavino.


Mendengar perkataan Dante dan Lorenzo barusan, membuat amarah dan emosi anak buahnya king Black naik lagi. Dengan demikian, mereka juga kembali menyiksa kedua tawanan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2