Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Putus Asa


__ADS_3

"Bi."


"Vin"


Grep


Keduanya, Gavino dengan Bianca, berjalan dengan cepat saling mendekat, kemudian berpelukan erat. Melampiaskan rasa rindu yang mereka miliki.


Cup cup cup


Bianca menciumi Gavino merata dari kening, pipi dan bibir. Tapi begitu selesai di bagian bibir, Gavino justru memegang leher bagian belakang Bianca dan menekannya sedikit ke belakang, supaya dia bisa memperdalam ciumannya.


Gavino tidak mau melepaskan tautan bibir mereka secepatnya, padahal saat ini mereka berdua sedang berada di rumah sakit.


Robert menyaksikan tingkah mereka berdua, hanya geleng-geleng kepala, kemudian duduk dengan tenang di tempatnya yang tadi. Sedangkan tim medis lainnya, yang betulan berada di tempat yang sama, hanya tersenyum tipis menyaksikan kedua anak muda yang sedang melepas rindu.


Mereka semua memaklumi situasi dan kondisi keduanya yang sedang sama-sama melepas rindu.


"Emhhh... ehhh..."


Bianca berusaha melepaskan bibirnya saat sadar jika sedang berada di tempat umum, sehingga apa yang mereka lakukan ini di lihat orang banyak, apalagi dia juga sudah kehabisan nafas.


Gavino terpaksa melepaskan tautan bibirnya dengan Bianca, saat menyadari tidak aslinya itu sudah kewalahan juga.


"Maaf, Mi manchi troppo tesoro! Voglio mangiarti subito!" ujar Gavino memberikan penjelasan, dengan senyumannya yang mengandung gula-gula. Membuat Bianca tersenyum penuh arti.


Tapi karena keadaan dan kondisi yang ada, mereka berdua tahu diri, sehingga harus bisa menyesuaikan dengan situasi, kemudian keduanya saling bergandengan tangan, mendekat ke tempat duduknya Robert.


"Hai Paman!" sapa Gavino santai.


"Hai juga anak Muda! Come va?"


Robert menyahuti sapaan Gavino, kemudian bertanya tentang keadaannya sekarang.


"Sto bene zio, non mi manca niente. Guarda!"


"Aku baik-baik saja Paman. Lihatlah!" Robert tersenyum lebar mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino padanya.


"Ya. Aku tahu jika Kamu pasti baik-baik saja, kurang suatu apapun." Robert mengatakan keyakinannya akan keadaan dan kesehatan Gavino.


Laki-laki setengah baya tersebut, paham dan tahu betul bagaimana keadaan Gavino selama ini. Tidak pernah ada sesuatu yang membahayakan dirinya, sebab Tuan Muda-nya itu selalu bisa lolos dari maut.


"Aku tidak tahu, apa dan seperti apa ilmu yang Kamu miliki. Tapi Aku yakin jika Kamu dilindungi oleh kekuatan yang sangat besar, tetaplah kuat Gavin!" ucap Robert memberikan semangat kepada pemuda yang sebenarnya adalah Bos-nya.


"Terima kasih Paman. Grazie zio, Posso prendermi cura di me stesso." Gavino menanggapi ucapan Robert tadi dengan tenang dan tidak bermaksud untuk sombong.


"Ya-ya, Aku tahu."


Puk puk puk...


Robert menganggukkan kepalanya, paham dengan perkataan Gavino. Dia juga menepuk tepuk pundak Gavino beberapa kali.


"Sebaiknya kita melihat keadaan Lorenzo! karena Dante masih harus dipantau di ruang observasi."


Akhirnya mereka bertiga meninggalkan ruang tunggu observasi, menuju ke ruang rawat inap VIP nomor 25. Di mana lorenzo dirawat, setelah tadi sempat berada di ruang IGD bersama dengan Dante juga.


Sambil jalan ke ruangan Lorenzo, Gavino menceritakan tentang kejadian yang menimpa mereka bertiga secara bergantian. Dari cerita tentang dirinya yang tidak mampu melakukan apa-apa, Gavino beralih menceritakan tentang kejadian yang dialami oleh Lorenzo bersama Dante, saat berada di markas king Black yang lainnya. Tempat yang digunakan untuk menahan mereka berdua, sampai ditemukan oleh Gavino sendiri.


"Br3ngs3k sekali king Black! Dia tidak pantas mendapatkan ampunan." Robert merasa geram sendiri, setelah mendengar penuturan dari Gavino.


"Sebenarnya semua hukuman dari para mafia itu kejam Paman. Sama halnya seperti yang Aku lakukan pada Cardi dan Verdi, juga pada Alano, yang sebenarnya sama-sama kejamnya. Kami tidak memiliki rasa belas kasih, karena tiga kami menggunakan rasa kasihan tidak akan pernah ada hukuman untuk semua lawan, dan kami justru yang akan diremehkan."


Bianca dan Robert sama-sama mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Gavino pada mereka berdua.


Robert sebenernya sudah mengetahui dari kakaknya, dulu, jika hukuman para mafia kadangkala jauh lebih berat dan kejam, sehingga benar-benar mengenaskan. Sebab itu juga, kadang-kadang orang yang diberi hukuman itu meminta untuk segera dibunuh saja, daripada mengalami siksaan yang berkepanjangan sepanjang waktu.


Bianca sendiri hanya meringis ngilu, mendengarkan beberapa contoh hukuman yang diberikan kepada tawanan para mafia.

__ADS_1


"Aku ngilu membayangkannya," cicit Bianca dengan bergidik ngeri.


"Sudah. Tidak perlu Kamu membayangkan penyiksaan itu. Kamu hanya boleh membayangkan bagaimana cara bercinta denganku sama," bisik Gavino di dekat telinga Bianca, yang jalan terus bersisian dengannya.


"Ciao! Sei stato un pervertito Vin! non puoi più parlare di niente? Apa tidak ada yang bisa Kamu bicarakan lagi selain hal itu Vin?" cepat Bianca memprotes Gavino, yang tadi berbisik-bisik di telinganya.


"Hahaha..."


"Hush!"


Robert memperingatkan Gavino, supaya tidak tertawa terbahak-bahak, sebab saat ini mereka sedang berada di lorong ruang rawat inap VIP, yang tentu saja butuh ketenangan.


"Tuh," sungut Bianca dengan bibir mengerucut.


Tapi hal ini justru membuat Gavino gemas dan merangkulnya erat, sehingga Bianca tidak bisa bergerak dengan bebas. Tapi dia hanya bisa diam, supaya kekasihnya itu tidak lagi berbuat ulah.


*****


Di rumah Thomas Bryan.


Gress berusaha mencari jalan untuk bisa kabur dari rumah papanya ini. Dia sudah merasa tidak nyaman dengan segera peraturan dan pantauan bodyguard yang menjaganya.


"Aku merasa sebagai seorang tawanan, bukan lagi anaknya," keluh Gress kesal.


Tapi semua yang dilakukannya di kamar maupun di tempat lain tetap mendapatkan pantauan dari Thomas Bryan. Bahkan kamar mandi dan juga ruang ganti, ada cctv khusus, yang bisa dipantau oleh papanya.


Sayangnya Gress tidak tahu, karena cctv itu tidak berubah sebuah kamera, dan hanya bisa diakses dari ponsel Thomas Bryan sendiri, karena privasi anak gadisnya itu.


Selama ini Thomas Bryan tahu, bagaimana cara anaknya itu berhubungan dengan Gavino sebagai sepasang kekasih. Tapi dia tidak ingin anaknya itu terus terlibat dalam hubungan tersebut, karena dia sudah tidak respect terhadap Gavino, yang dulunya pernah dipuji-puji sebagai pemuda garis keturunan William Henry alias king Goldblack.


Tapi kini semuanya berubah saat keegoisan dirinya sebagai seorang papa untuk anak gadisnya, yang dulunya tak pernah diperhatikan perasaannya.


"Bagaimana caranya Aku bisa keluar dari rumah ini?" tanya Gress pada dirinya sendiri, karena saat ini dia memang berada di dalam kamarnya sendirian.


"Apa Aku harus merayu para bodyguard itu?"


"Agrhhh..."


Gress benar-benar merasa frustasi dalam keadaan seperti ini. Tidak bisa bebas melakukan apa-apa, meskipun ada banyak sekali fasilitas yang mengelilinginya.


*****


Di ruang VIP no 25.


Gavino pamit pergi ke ruangan observasi, untuk melihat keadaan dante. Tapi dia tidak mengatakan secara langsung jika dia mau ke sana, karena dia dan ingin sendirian dan tidak diikuti oleh siapapun.


"Aku tinggal sebentar ya!" pamitnya pada Bianca dan Robert, yang sedang berbincang dengan Lorenzo.


"Kemana Vin?" tanya Bianca, yang sebenarnya ingin ikut.


"Sebentar kok, mau ke bagian obat dan administrasi. Tunggu di sini saja ya!"


Bianca ingin mengucapkan keinginannya untuk ikut akhirnya diam. Dia tidak mau membuat kekasihnya itu akan akan dipantau.


"Ya sudah hati-hati!"


Gavino menganggukkan kepalanya, kemudian panji tadi tempat duduknya melangkah keluar dari kamar rawat inap Lorenzo. Di tengah perjalanan, dia ingin melihat berangkat sistem miliknya.


( Ting )


( Selamat siang Good Father )


( Ada yang diperlukan atau butuh bantuan )


'Aku ingin melihat brangkas sistem terakhir kalinya, karena ingin mencairkan poin, yang bisa digunakan untuk biaya pengobatan di rumah sakit ini.'


( Ting )

__ADS_1


( Menampilkan brangkas sistem terakhir kali )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )


# Tampilan on


# Hadiah utama : 739. 000 poin


# Hadiah bonus cek : 15 poin


# Kemampuan :


# Keahlian Khusus : Kekuatan bertambah sesuai jumlah lawan yang kalah


# Sisa umur \= 2.396 hari


# Tidak ada aktivitas yang berlangsung.


( Ting )


( Masih ada yang perlu dilakukan )


'Aku mau mencairkan semua poin.'


( Ting )


( Pencairan poin dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Proses pencairan selesai )


( Good Father bisa melihatnya di rek bank )


'Terima kasih sistem!'


( Ting )

__ADS_1


__ADS_2