Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Berbagai Rencana


__ADS_3

..."Halo Cardi, ada apa menghubungiku malam-malam seperti ini?" ...


..."Woiii... santai Dante, Me darling. I Miss you. You now darling?" ...


..."Cihhh! Aku sudah tidak mau menjadi kekasihmu. Apa Kamu lupa, jika Aku itu masih normal. Jadi Kamu jangan pernah bilang seperti itu lagi, dan Aku harap Kamu juga sekarang menjauh dariku. Aku tidak mau dekat-dekat dengan Kamu lagi, jadi jangan pernah menghubungiku! Kamu bisa ngerti dengan apa yang Aku katakan dengan sangat baik. Jadi, tidak usah menghubungiku lagi, untuk ke depannya nanti!" ...


..."Hai santai Sayang... Aku hanya ingin berbincang-bincang sebentar denganmu. Apakah Aku mengganggu waktumu?" ...


..."Tentu saja! Apa Kamu tidak ingat dengan waktu, bahwa ini sudah malam?" ...


..."Hahaha... bagiku malam dan siang itu sama saja. Jadi Aku tidak mempermasalahkan masih pagi ataupun malam, untuk bisa menghubungimu sayang." ...


Dante menghela nafas panjang, mendengar ocehan dari Cardi, yang sudah tidak punya rasa malu lagi. Apalagi, hubungan mereka berdua selama ini, yang terlihat tidak normal, sebenarnya adalah rekayasa dari cardi sendiri. Supaya Dante terjerat dengan apa yang direncanakannya, sehingga Dante memutuskan untuk mengikutinya juga.


Tapi ternyata rencana Cardi itu gagal. Sebab Dante nyatanya selalu menjauhinya, meskipun tidak secara terang-terangan.


Mungkin karena Dante merasa tidak enak hati, sebab Cardi adalah temanya Gavino. Yang juga teman baiknya, bahkan saat ini menjadi kekasih sepupunya. Yaitu Bianca.


Sebenarnya, Dante memiliki rahasia dan misi sendiri, kenapa dia masih mau dekat dengan Cardi. Itu karena Dante ingin mengorek keterangan dari Cardi, karena dia merasa curiga. Jika Cardi merencanakan sesuatu untuk Gavino, melalui dirinya, yang merupakan saudara sepupu Bianca. Gadis yang tetap dengan Gavino.


Jadi sebenarnya mereka semua memiliki satu tujuan yang sama. Yaitu sama-sama ingin mengetahui kejelasan dari apa saja yang sedang mereka kerjakan, bersama dengan yang lainnya.


Sama seperti halnya Bianca, yang tidak mau pindah dari rumah Dante, karena dia ingin mengetahui, apa saja yang dilakukan oleh sepupunya itu di luar sepengetahuannya. Jadi dia mau memata-matai Dante. Tapi ternyata, Dante juga memiliki tujuan yang sama, untuk memantau kegiatan Cardi. Yang kemungkinan besar juga memanfaatkan Dante, sama dengan rencana yang dilakukan oleh Verdi. Untuk menjadikan bianca sebagai umpan, untuk mengintimidasi Gavino.


Sayangnya, antara Cardi dan Dante, diwarnai dengan beberapa isu dan gosip tentang hubungan mereka berdua. Yang bisa dikatakan melenceng, untuk hubungan dua manusia pada umumnya.


Tapi itu tidak menjadi soal bagi Dante sendiri, karena dia tidak memikirkan hal tersebut.


Dia hanya ingin melindungi sepupunya, supaya tidak jatuh ke dalam targetnya Cardi, yang pada akhirnya dia ketahui bahwa, Cardi bekerja sama dengan Verdi. Musuh bebuyutan dari Gavino sendiri.


Jadi pada intinya, tujuannya Dante hanya menempatkan dirinya sebagai mata-mata, tanpa diketahui oleh Cardi sendiri. Bahkan Bianca dan Gavino ketidak mengetahuinya.


..."Hai Darling, Darling Dante?"...


..."Hemmm..." ...

__ADS_1


..."Hai! Ayolah... jangan kesel seperti itu. Aku akan jadi lebih suka dengan wajahmu yang menggemaskan itu nantinya."...


Sebenarnya Dante sudah merasa mual dan jijik, dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Cardi. Tapi dia juga tidak mau membuat cowok itu merasa tersinggung. Sehingga dia hanya bisa meminta maaf, karena sudah merasa sangat mengantuk.


..."Aku sudah di ya! Mataku hari ini sudah sangat lelah, jadi mau beristirahat. Aku juga sudah sangat mengantuk." ...


..."Ehhh..."...


Klik!


Dante memutuskan panggilan telpon, sebelum Cardi selesai mengucapkan kalimatnya. Karena dia memang benar-benar sudah merasa muak, dengan semua tingkah laku dari seorang Cardi. Yang merupakan temannya sendiri, di masa sekolah dulu.


"Huhfff... semoga saja, Cardi bisa menyadari kesalahannya sendiri dan menjadi normal lagi," gumam Dante, berharap supaya temennya itu bisa berubah.


*****


Di tempatkan Cardi.


Ternyata Cardi sedang tidak berada di rumahnya, tapi berada di rumahnya Verdi.


"Jadi dua hari ini, kita fokus pada Bianca dan Gress dulu. Jika keduanya sudah berhasil kita pengaruhi, baru kita maju untuk menyerang Gavino. Dengan rencana dan taktik, yang sudah kita persiapan sebelumnya."


Cardi mengangguk setuju, dengan apa yang dikatakan oleh Verdi padanya.


Sekarang, mereka berdua ganti membahas tentang jumlah anak buah mereka. Yang akan dibawa, pada saat menyerang Gavino.


"Aku sudah memiliki rencana yang cukup matang, untuk bisa mendapatkan Gavino, tanpa dia harus membawa anak buahnya." Verdi berkata demikian, seakan-akan dia sudah tahu. Jika rencananya untuk mempengaruhi Bianca dan Gress berhasil.


Sekarang Cardi mengerutkan keningnya, mendengar perkataan yang diucapkan oleh Verdi. Karena rekannya itu, mengucapkannya dengan sangat yakin.


"Memangnya, apa yang akan kamu rencanakan?" tanya Cardi pada akhirnya. Dia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, tentang apa yang direncanakan oleh Verdi pada Gavino.


"Begini..."


Verdi akhirnya memberitahu Cardi dengan berbisik-bisik, meskipun di ruangan tersebut tidak ada orang lain, selain mereka berdua.

__ADS_1


"Apa Kamu sudah paham?" tanya Verdi, setelah dia selesai memberikan penjelasan kepada Cardi.


Sedangkan Cardi sendiri tampak menganggukan kepalanya, paham dengan apa yang dikatakan oleh Verdi barusan.


"Tapi, jika tidak hasil bagaimana?" tanya Cardi, ya menginginkan rencana cadangan. Karena keberhasilannya rencana tersebut, belum diketahui secara pasti. Jadi dia memerlukan rencana cadangan, untuk bisa melakukan sesuatu. Seandainya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


"Emhhh... begini..."


Verdi pemberi berbisik-bisik dengan Cardi, memberikan bocoran tentang rencana keduanya. Seandainya rencana pertama itu gagal.


Dan akhirnya, Cardi tersenyum lebar. Setelah mengetahui rencana-rencana miliknya Verdi yang menurutnya cukup spektakuler.


Setelah perbincangan keduanya selesai, Cardi pamit untuk pulang ke rumah. Tapi bandung sempat dia membuka pintu ruangan, Verdi memanggilnya lagi.


"Cardi!"


Cardi terbalik, tapi tidak mendekat ke tempat Verdi berada.


"Kamu sudah gagal untuk meyakinkan Dante. Jadi sebaiknya Kamu berhati-hati, karena bisa saja dia akan balik melawan mu."


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Verdi, Cardi terdiam. Dia membenarkan, apa yang dikatakan oleh rekannya itu. Karena Dante memiliki kedekatan dengan sepupunya.


"Baiklah. Terima kasih atas perhatiannya dan juga nasehatnya. Aku akan berhati-hati dengan Dante setelah ini."


Setelah berkata demikian, Cardi membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan Verdi sendirian, karena ini memang di rumahnya Verdi.


Helaan nafas panjang, dilakukan oleh Verdi.


Dia merasa sedikit sesak, karena beberapa rencana yang sudah disusun untuk Gavino, beberapa kali gagal.


Kali ini, dia tidak ingin gagal lagi. Karena itulah, dia ingin merekrut orang-orang terdekat Gavino sendiri. Supaya tidak begitu kelihatan, karena bukan orang lain bagi Gavino sendiri.


Sayangnya, Dante yang dulunya pernah memusuhi Gavino, tidak mudah di bujuk. Sedangkan Cardi, yang dulunya membela Gavino sejak awal, justru mau bekerja sama dengannya.


Jadi, Verdi harus memutar otaknya beberapa kali. Agar bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa mencari dukungan dari orang-orang terdekatnya Gavino lagi. Meskipun dengan cara yang licik, dengan menghipnotis Bianca dan Gress. Sesuai dengan rencananya kali ini.

__ADS_1


__ADS_2