
Ponsel Gavino berdering, saat baru saja masuk ke dalam mobil. Ada anak buahnya yang mau memberikan laporan.
..."Ya ada apa?"...
..."Ada kecelakaan, dan berita yang beredar serta gambar dari media sosial itu wajahnya adalah Tuan Muda. Jadi Saya memastikan terlebih dahulu."...
..."Maksudmu kecelakaan tersebut adalah Aku? siapa lagi korbannya?"...
..."Ada tiga orang yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Kami sedang menuju ke lokasi Tuan Muda."...
..."Baiklah. Aku akan segera menyusul. Katakan saja dimana tempatnya!"...
..."Jalan Rugh Brith Tuan Muda."...
..."Baiklah. Terima kasih."...
Klik!
"Kita ke jalan Rugh Brith!" Gavino meminta kepada dante untuk pergi ke jalan tersebut.
Dante yang mengerti, langsung mengangguk dan melajukan mobilnya ke arah sana. Di mana katanya terjadi kecelakaan, dengan korban Gavino dan dirinya.
"Ini pasti adalah orang-orang yang menggunakan topeng."
"Bi, Kamu kenapa tidak patuh dengan apa yang Aku katakan? Dan malah pergi bersama dengan mereka."
Mendengar keluh kesah Gavino, Dante hanya diam saja. Meskipun dia juga menyalahkan sepupunya tersebut. Meskipun semua ini juga bukan murni kesalahan Bianca.
"Apa Kamu tidak memberikan pesan, supaya dia tidak pergi kemana-mana?" tanya Gavino memastikan. Jika pesannya disampaikan pada Bianca, dengan benar.
"Gavin. Ini semua tidak murni kesalahannya Bianca. Dia tidak tahu, jika orang tersebut bukanlah Kamu dan Aku. Mana mungkin dia tidak mau ikut, seandainya yang mengajak itu Kamu dan Aku. Apa Kamu tidak paham dengan hal itu?" Dante membalikan pertanyaan tersebut kepada Gavino sendiri.
Gavino hanya bisa menghela nafas panjang, disaat mendengar pertanyaan tersebut. Sebab apa yang ditanyakan oleh Dante, kemungkinan besar iya.
Dan Gavino juga bisa dipastikan akan marah, seandainya Bianca tidak menurut padanya.
Apalagi, tadi di dalam kamarnya Bianca, juga terlihat terjadinya kekerasan. Sehingga tidak mungkin Bianca ikut dengan sadar. Karena bodyguard tadi juga sudah mengatakan bahwa Bianca dalam keadaan pingsan.
"Jadi ini adalah kesalahan pada bodyguard tersebut." Gavino kembali bergumam, menyalahkan bodyguard-nya. Yang tidak bisa bertugas dengan benar melindungi Bianca.
"Ck! Ini juga bukan kesalahan mereka. Bagaimana mungkin mereka akan menghalangi Tuan Muda-nya sendiri, yang juga sedang membawa Bianca yang dalam keadaan pingsan? Mereka tidak mungkin mencegahnya kan?" gerutu Dante, yang merasa kesal karena Gavino seperti kehilangan akal.
"Hhh..."
Akhirnya Gavino terdiam, dengan membuang nafas panjang.
Dan di saat Dante sudah terdiam, dengan berkonsentrasi pada setir. Gavino mengaktifkan sistem miliknya.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Aku ingin tahu bagaimana keadaan Bianca sekarang juga!'
( Ting )
( Pencarian informasi dengan amarah menghabiskan poin 1000 dengan umur 10 hari Good Father )
'Aku tidak peduli! cari sekarang juga!'
( Ting )
( Tampilan brangkas sistem )
# Tampilan on
# Hadiah utama 739. 837 poin
# Hadiah bonus 978.444 poin
# Kemampuan 90%
__ADS_1
# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati
# Sisa umur \= 2.550 hari
# Kecepatan sesuai dengan permintaan
( Ting )
( Pencarian informasi dilakukan )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
Di layar sistem, evakuasi korban kecelakaan sudah dilakukan dan sepertinya sudah hampir selesai juga. Karena posisi supir yang terjepit, membuatnya kesusahan untuk dikeluarkan dari dalam mobil.
Tapi Gavino tidak bisa melihat keberadaan Bianca, dan hanya orang yang menyerupai dirinya bersama dengan Dante. Yang baru saja dimasukkan ke dalam ambulans, dengan masing-masing satu orang.
'Di mana Bianca?'
( Ting )
( Kecelakaan terjadi 10 menit yang lalu )
'Apa mungkin korban satunya sudah dibawa ke rumah sakit? maksudku Bianca yang sudah dibawa ke rumah sakit?'
( Ting )
'Bagaimana bisa, sistem tidak mencarinya dengan akurat?'
( Ting )
( Pencarian terkait hati bisa menghabiskan umur 20 hari )
'Ya, terserah!'
( Ting )
( Pencarian informasi dilakukan )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
Layar sistem memberikan informasi terkait keberadaan Bianca sekarang. Dan dia berada di dalam sebuah mobil ambulans, tapi di dalamnya bukanlah peralatan medis dan tim kesehatan dari rumah sakit. Tapi orang-orang yang mirip dengan para body care atau pada buahnya Verdi.
'Apa kecelakaan ini rekayasa? sehingga orang yang mengenakan topeng wajahku dan Dante, anggap sudah mati sehingga tidak bisa dimintai keterangan apapun.'
'Dan Bianca justru mereka culik ke tempat yang lain.'
__ADS_1
( Ting )
( Analisa yang baik Good Father )
'Baiklah. Aku akan mengejar mobil itu saja, dan tidak usah pergi ke lokasi kecelakaan.'
( Ting )
( Keputusan yang tepat Good Father )
( Tampilan brangkas sistem )
# Tampilan on
# Hadiah utama 736.837 poin
# Hadiah bonus 975.444 poin
# Kemampuan 90%
# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati
# Sisa umur \= 2.520 hari
# Kecepatan sesuai dengan permintaan
( Ting )
"Huhfff..."
"Dante, kita tidak perlu ke lokasi kecelakaan. Kita langsung menuju ke ke arah pinggir kota. Sebab bianca dibawa ke sana."
Dante menambah kecepatan mobilnya, setelah mendengar instruksi dari Gavino. Mengenai keberadaan Bianca, yang sudah dibawa oleh orang-orang yang tidak dikenal.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Dante, tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.
"Emhhh... dia masih dalam keadaan pingsan. Atau mungkin saja mereka telah menyuntikkan obat, supaya Bianca tidak sadarkan diri."
"Br3ngs3k mereka! Awas saja kalau sampai ketemu!" Dante merasa geram, karena mereka memperlakukan sepupunya tidak baik.
"Aku akan memberimu kesempatan untukmu menghajar mereka, yang penting sekarang ini ketemu dulu." Gavino memberikan semangat kepada Dante. Supaya cepat menemukan mobil ambulans, yang sudah membawa pergi Bianca dari lokasi kejadian kecelakaan tadi.
*****
Di rumah sakit.
Thomas Bryan sedang menunggui anaknya, yang berada di dalam ruangan IGD. Untuk mendapatkan penanganan tim medis.
Dia sudah memberikan perintah kepada anak buahnya, untuk mencari keberadaan orang-orang Verdi dan Cardi. Yang saat ini masih berkeliaran di luar, untuk melakukan rencana kedua Verdi.
Meskipun sebenarnya Verdi dan Cardi sudah berada di tangan mereka. Dan diamankan di markas besar, tapi orang-orang mereka adalah orang-orang yang loyal. Dan sudah terlatih. Sehingga tanpa adanya Verdi maupun Cardi, mereka akan tetap melakukan rencana yang sudah disusun dengan baik. Tanpa harus menunggu perintah dari komando lagi.
"Ternyata mereka adalah bibit-bibit mafia baru, yang sangat terorganisir. Aku salut dengan cara mereka melakukan kegiatan yang sangat rapi."
Thomas Bryan tidak lupa, jika Verdi juga salah satu anak buahnya di masa lalu. Yang sudah dilatih oleh anak buahnya juga, dalam keanggotaan mafia klan king Black.
Dulu king Goldblack, kakeknya Gavino, juga menerapkan kedisiplinan dan kepatuhan akan semua instruksi dari atasan.
Begitu juga dengan dirinya sendiri, pada kepemimpinan king Black.
"Sebaiknya Aku mengundurkan diri dan menyerahkan semuanya ini kepada Gavino. Karena dia dalam bunda sayang lebih baik. Aku akan pergi menjauh untuk pensiun dan menikmati hari tuaku."
Begitulah kira-kira angan-angan yang ingin dilakukan oleh Thomas Bryan. Yang ingin berhenti dalam kepemimpinannya sebagai seorang king Black.
Dia ingin menghabiskan masa tuanya di sebuah panggilan kota dengan tenang sama seperti yang dulu dilakukan oleh atasannya sendiri, yaitu king Goldblack. Atau William Henry, kakek dari Gavino.
Setiap kepemimpinan ada masanya, kejayaan dan pamor, juga ada waktunya. Sehingga sesuatu yang ada itu tak kekal.
Thomas Bryan akan hampir merupakan semua itu, disaat dia berjaya beberapa tahun yang lalu.
Tapi kini semua anggapan dan pikirannya itu telah berubah. Setelah dia sendiri melihat, bagaimana seorang Gavino yang berhasil memimpin, pada usianya yang masih sangat muda. Dan belum pernah berpengalaman dalam dunia Mafia.
__ADS_1
"Dia memang patut untuk mendapatkannya. Apalagi klan King ini juga dibangun oleh kakeknya sendiri."
Gumamam Thomas Bryan buyar, di saat seorang dokter keluar dari ruangan IGD.