Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bertiga


__ADS_3

Pukul 10.00 malam, Gavino tiba di rumahnya. Bersama dengan Gress dan juga Bianca.


Mereka bertiga turun dari mobil, kemudian Gavino mengajak keduanya langsung masuk ke dalam kamar. Yang dulunya digunakan sebagai kamarnya Gress.


Dia tidak mau jika Robert melihat kelakuannya ini. Yang membawa kedua gadisnya itu pulang secara bersamaan.


Dan untungnya, Robert masih harus banyak beristirahat di kamarnya. Sehingga dia tidak tahu jika, Gavino pulang ke rumah bersama dengan Gress dan juga Bianca.


"Kalian bersih-bersih dulu. Aku mau ganti baju terlebih dahulu di kamar."


Keduanya mengangguk mengiyakan, karena mereka juga merasa tidak nyaman. Jika belum bersih-bersih dulu sebelum tidur.


Setibanya di kamarnya sendiri, Gavino bukannya langsung bersih-bersih. Karena secara tiba-tiba, sistem aktif tanpa harus diaktifkan oleh Gavino sendiri.


(Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Eh, malam. Ada apa?'


( Ting )


( Misi tantangan untuk Good Father )


'Misi tantangan? Tapi ini sudah malam, dan tentunya sudah waktunya untuk beristirahat.'


( Ting )


( Misi ini mudah Good Father )


'Apa memangnya misi tantangan itu?'


( Ting )


( Misi dua gadis dalam satu tempat )


'Misi apa itu?'


( Ting )


( Good Father mengajak dua gadis )


( Ajak mereka berdua bercinta bersamaan )


'Hahhh! Aku mengajak mereka ke sini untuk beristirahat saja. Karena waktu dan jaraknya yang sebenarnya tidak efisien. Karena jauh juga jika harus mengantarkan Gress terlebih dahulu, baru kemudian Bianca. atau Bianca terlebih dahulu, baru kemudian Gress. Karena itulah mereka Aku ajak mereka pulang ke sini.'


( Ting )


( Terima atau tidak )


'Hahhh... Jika Aku menerima dan bisa menyelesaikan misi tantangan ini bagaimana? Apa yang akan Aku dapatkan?'


( Ting )


( Good Father bisa mendapatkan poin bonus )


( Good Father bisa mendapatkan keahlian khusus dan tambahan usia )


'Jika Aku tidak mau terima bagaimana?'

__ADS_1


( Ting )


( Good Father harus kehilangan 3 ribu poin )


( Good Father kehilangan 60 hari umur )


'Bagaimana mungkin hadiah yang Aku terima, dengan yang akan Aku keluarkan 2 kali lihat? Ini tidak adil banget!'


( Ting )


( Begitulah kira-kira Good Father )


'Tapi hadiahnya juga ukup menarik. Emhhh... baiklah, Aku terima!'


( Ting )


( Tampilkan brangkas sistem sementara ini )


# Tampilan on


# Hadiah utama 765. 000 poin


# Hadiah bonus 977.000 poin


# Kemampuan 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran


# Sisa umur \= 2.540 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


# Hadiah utama \= 0 poin


# Hadiah bonus \= 1.500 poin


# Keahlian Khusus \= Menaklukkan hati


# Tambahan usia \= 30 hari


( Ting )


( Terima atau tidak )


'Emhhh... baiklah. Aku akan terima misi ini.'


( Ting )


Akhirnya layar sistem menghilang dari pandangan mata Gavino. Baru setelahnya, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, yang sudah tertunda. Karena sistem yang tiba-tiba aktif dengan sendirinya, memberikan sebuah misi tantangan.


Sekarang, Gavino sudah rapi.


Dia keluar dari dalam kamarnya sendiri, menuju ke kamarnya Gress. Yang saat ini, ada Bianca juga di dalam sana.


Tok tok tok!


Gavino mengetuk pintu kamar Gress, supaya gadisnya itu membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Dan benar saja, tak lama kemudian. Pintu kamar tersebut benar-benar terbuka dari arah dalam kamar.


Muncul Gress yang sudah tampak lebih segar. Karena dia juga baca selesai bersih-bersih tubuhnya. Sebab musim dingin seperti ini mereka juga butuh sering-sering mandi dengan air hangat.


Clek!


"Hai," sapa Bianca, karena ternyata yang membukakan pintu kamar adalah Bianca, dan bukannya Gress.


"Hai!"


Gavino segera masuk ke dalam kamar tersebut, meskipun Bianca menghadangnya di depan pintu. Sehingga dia tidak bisa masuk dengan leluasa.


Akhirnya Gavino segera memeluk dan menciumi gadisnya itu. Supaya memberinya jalan. Dan Bianca juga tidak akan banyak protes padanya.


Di saat Gavino memeluk dan menciumi gadisnya itu, satu kakinya menendang daun pintu. Supaya tertutup dengan sempurna.


Setelah itu, dia membimbing tubuh Bianca yang masih dipeluk dan juga diciuminya, ke tempat tidur.


Gavino masih bergumul dengan Bianca, di saat pintu kamar mandi terbuka.


Clek!


Otomatis, Gavino dan Bianca, melepaskan ciuman mereka. Karena kedatangan Gress, yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Melihat Gavino sudah berada di dalam kamarnya, Gress akhirnya merasa canggung. Karena ada gadis lain di antara dirinya dan Gavino. Yang tentunya membuat Gress tidak nyaman, meskipun Gress juga tidak mungkin menyalahkan Bianca. Yang pada akhirnya ikut pulang ke rumah ini.


"Hai Sayang!"


Sekarang Gavino ganti berjalan mendekat ke arah Gress, yang juga sudah tampak lebih segar daripada tadi.


Dia mencium aroma rambut dan tubuh gadisnya itu, yang membuat Gavino tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium Gress.


Gress sebenarnya merasa risih, dengan adanya Bianca yang ada di kamarnya ini juga. Karena perlakuan Gavino pada dirinya saat ini, tentu saja membuat Bianca merasa cemburu.


Tapi karena Gavino tidak mau melepasnya, lama-lama Gress juga ikut terpengaruh. Dengan semua pergerakan yang dilakukan oleh Gavino padanya sekarang ini.


"Apa, apa Kamu bisa, jika kita bermain bertiga?" tanya Gavino ragu, di saat dia melepaskan ciumannya.


Gress cukup terkejut, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh kekasihnya itu. Sebab dia tidak pernah menyangka jika, Gavino punya pikiran untuk bermain bersama-sama dengan bianca juga.


"Dia, maksudnya Bianca... apa dia tidak apa-apa?" tanya Gress ragu.


Selama hidupnya, dia hanya bercinta dengan Gavino saja. Dan tidak ada laki-laki lainnya selama ini. Apalagi dengan cewek, Gress tidak pernah memikirkan hal tersebut.


"Dia, dia yang mengusulkan Kamu untuk pulang ke sini. Jadi, menurutku dia tidak akan ada masalah, jika Aku bertanya padanya, tentang pertanyaan yang tadi Aku ajukan padamu. Aku rasa dia akan setuju juga."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino, dan pengaruh dari sistem yang bisa mengendalikan pikiran orang atau menghipnotis, tentu saja Bianca juga tidak mungkin bisa menolak permintaannya.


Apalagi Bianca, yang dulunya pernah menjadi kekasih Alano. Juga punya fantasi permainan yang berbeda, dengan gadis-gadis biasa.


Tapi tentunya Bianca tidak mau bicara dan membicarakan hal tersebut. Karena itu juga, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya, tanda jika dia juga mau mengikuti keinginan mereka.


Akhirnya mereka bertiga, Gavino, Bianca dan Gress, sama-sama mengikuti gerak tubuh Gavino. Dan ikut dalam kegiatan yang dilakukan oleh Gavino secara bersama-sama dengan Gress juga. Mereka bertiga, dengan telaten memberikan kepuasan pada Gavino. Dan begitu juga dengan Gavino. Yang bisa memberikan kepuasan kepada mereka berdua.


Mereka bahkan nampak tidak ada lelahnya, sehingga bermain sampai pagi. Karena terlalu asyik, sehingga melupakan waktu.


Setelah hampir pukul 05.00 pagi, akhirnya mereka bertiga baru selesai dengan semua kegiatan mereka. Yang sepertinya tidak ada akhirannya.


Kini, Bianca dan Gress sama-sama memeluk tubuh Gavino. Yang tidur terlentang, berada di tengah, antara kedua gadisnya itu. Dengan senyum penuh rasa puas.

__ADS_1


__ADS_2