Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Sulit


__ADS_3

Di tempat Gress berada.


Gress sedang berbincang-bincang dengan Gavino dan papanya, dengan menikmati makan siang yang disediakan oleh pelayan.


Saat ini, mereka ada di restoran. Yang ada di sebuah hotel, dengan private room. Jadi, keberadaan mereka tidak akan terganggu oleh pengunjung yang lain. Begitu juga dengan apa yang akan mereka bicarakan, tidak akan bisa didengarkan oleh orang lain.


Hal ini karena permintaan dari Thomas Bryan, yang mengatakan bahwa, dia ingin membicarakan tentang hubungan mereka berdua, yaitu Gavino dengan anaknya, Gress.


Thomas Bryan, yang merupakan papanya Gress, ingin meminta pada Gavino untuk segera meresmikan hubungan mereka. Kemudian dia akan memberikan semua warisan usaha yang dia miliki selama ini.


Hal ini membuat Gress mengerutkan keningnya heran, mendengar pernyataan papanya. Karena Papanya itu,tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya. Di rumah maupun di luar rumah, jika sedang bersama dengannya. Yang merupakan anak tunggal dari seorang Thomas Bryan.


"Pa. Papa ini bicara apa? Gress tidak pernah memikirkan harta ataupun usaha papa. Gress sudah cukup senang diakui sebagai anak. Karena selama ini, Gress tidak pernah menemukan sosok seorang papa dalam hidup Gress."


"Tidak apa Sayang. Papa merasa sangat bersalah selama ini. Semua harta milik bapak ini, sebenarnya tidak sebanding dengan penderitaan yang Kamu rasakan sejak lahir. Tapi, Papa tidak bisa melakukan apa-apa selain memberikan semuanya itu padamu. Papa ingin segera pensiun Gress."


Thomas Bryan, menyatakan rencananya. Dengan apa yang ingin dia kerjakan tidak lama lagi. Yaitu mundur dari dunia usaha, dan menyerahkan semua miliknya pada anak tunggalnya itu.


Tapi, sepertinya Gress tidak menyetujui apa yang direncakan oleh papanya. Yaitu Thomas Bryan.


Dia juga merasa belum siap, jika harus ditinggalkan oleh papanya dengan semua usaha, yang tidak pernah dia ketahui. Seberapa banyak, di mana saja, dan apa saja yang ada serta menjadi usaha papanya selama ini.


"Bagaimana Gavin. Apa Kamu bisa membantu Gress? Karena kedepannya nanti, kalian juga akan hidup bersama bukan?"


Thomas Bryan, beralih pada Gavino. Dengan memberinya pertanyaan. Dan ini membuat Gress merasa ada yang tidak biasa. Dengan panggilan papanya, pada kekasihnya itu.


Yang Gress tahu, papanya itu selalu memanggil Gavino dengan sebutan Tuan Muda. Bukan hanya sekedar nama saja.


Tapi baru kali ini, dia mendengar papanya itu menyebut atau memanggil kekasihnya, dengan sebutan nama. Dan tidak memakai panggilan depan seperti biasanya, yaitu dengan menyebutkan Tuan Muda terlebih dahulu, di depan nama Gavino.


Tapi sepertinya hal itu tidak disadari oleh papanya sendiri, dan juga Gavino. Karena mereka berdua kembali berbincang, tanpa mempermasalahkan panggilan tersebut.

__ADS_1


Melihat keadaan yang tetap stabil, Gress akhirnya tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Karena dia berpikir bahwa, hal itu masih dalam taraf wajar. Apalagi papanya jauh lebih tua, dibandingkan dengan Gavino. Jadi tentunya tidak berpengaruh atas kesopanan papanya sendiri, dan kekasihnya juga tidak mempermasalahkan hal itu. Karena dia merasa memang lebih muda, dibandingkan dengan papanya Gress.


Akhirnya mereka bertiga kembali menikmati hidangan, tanpa membahas permasalahan yang tadi terlebih dahulu. Karena Gress yang memintanya, untuk menunda pembicaraan mereka untuk sementara waktu.


"Lebih baik kita makan terlebih dahulu, baru setelah itu bicara tentang rencana papa itu."


Thomas Bryan juga menyetujui apa yang dikatakan oleh anaknya. Karena selain makanan sudah tersedia, sekarang ini memang sudah waktunya sudah makan siang. Sehingga mereka tidak mau membicarakan hal-hal yang bisa dibicarakan nanti, di saat menikmati makanan.


*****


Di lain tempat.


Sebuah ruangan yang gelap dan berantakan, mirip dengan sebuah gudang, tampak seorang gadis yang diikat dengan tali di kedua tangan dan kakinya.


Dia sedang tidak sadarkan diri, sehingga tidak tahu di mana saat ini berada.


Di luar ruangan tersebut, balik pintu, ada tiga orang penjaga. Dengan badan tinggi kekar, menunggui ruangan tersebut.


Di sebelah ruangan tersebut, ada dua orang yang sedang memperhatikan layar monitor, sambil tersenyum puas.


"Sepertinya, rencana kita kali ini berhasil. Karena kita bisa mengecoh lawan, dengan semua yang tampak di depan mata. Hahaha..."


Satu dari dua orang tersebut, berkata sambil tertawa terbahak-bahak. Dan disahuti yang lainnya, "tapi harus tetap diingat! mereka yang menjadi pemeran pengganti, harus tetap berkonsentrasi dan tidak mudah terkecoh. Dengan keadaan apapun, yang menyangkut peran mereka."


"Hohoho... tentu saja! Aku sudah meminta mereka dan mewanti-wanti, dengan segala aturan-aturan. Karena mereka termasuk para pemain pengganti terbaik, yang di industri perfilman Nasional. Jadi, Kamu tidak perlu merasa khawatir Verdi!"


Dua orang tersebut adalah Verdi dan Cardi, yang sedang melihat layar monitor. Untuk memantau dan memberikan arahan, pada pemeran-pemeran pengganti, yang sudah menggunakan topeng target mereka.


Jadi tidak akan ada yang mengetahui, siapakah yang sedang berbicara, dengan mereka-mereka. Yang termasuk musuh, bersama dengan orang-orang yang sudah mereka targetkan.


Hal ini karena ada dua topeng wajah gadis, dan tiga topeng wajah laki-laki.

__ADS_1


Dan hanya mereka berdua, Verdi dan Cardi, yang mengetahui keasliannya. Sedangkan untuk anak buah mereka, mengetahui dari satu tanda rahasia. Yang sudah diberitahu oleh Verdi sendiri, sebagai seorang yang sudah mendesain topeng tersebut.


Akhirnya, mereka berdua kembali melihat ke layar monitor. Dengan sesekali memberikan instruksi pada mereka, satu dari orang yang memakai topeng. Untuk bisa melakukan, apa-apa yang mereka perintahkan.


Ternyata tidak semua orang mengetahui, jika saat ini, baik Gress, Thomas Bryan dan Gavino, yang saat ini sedang bersama. Paham betul, siapa lawan bicara mereka.


Begitu juga dengan Dante, yang tadi sedang berbicara dengan Bianca.


Apakah salah satu dari mereka adalah pemeran pengganti atau asli. Atau bisa juga, kedua-duanya hanyalah pemeran pengganti. atau memang kedua-duanya tetap asli.


*****


Hal itu terjadi pada Gavino dan Thomas Bryan, yang sedang mencari keberadaan Gress. Karena anak buah mereka, memberikan laporan yang simpang siur. Sehingga membuat mereka kebingungan.


"Bagaimana ini? Kenapa mereka bisa melihat keberadaan Gress di dua tempat? Dan, siapa sebenarnya Tuan Besar ini?" Gavino membuat pertanyaan untuk Thomas Bryan, karena saat ini dia menjadi curiga. Jika Thomas Bryan yang ada di depannya kali ini bukanlah yang asli. Tapi pemeran pembantu, yang sedang menggunakan topeng juga.


"Bagaimana mungkin Tuan Muda menuduhku seperti itu? Apa perlu kulit wajah ini dikelupas?" tanya Thomas Bryan dengan marah. Dia tersinggung, karena merasa diragukan oleh kekasih anaknya.


"Bukan begitu juga Tuan Besar. Kita tidak pernah tahu, mana yang asli dan mana yang palsu. Sehingga ini sangat membingungkan tentunya. Apa yang bisa aku lakukan untuk menentukan pilihan, bagaimana caranya Aku bisa menyelamatkan Gress dengan cepat!"


Thomas Bryan memejamkan matanya, dengan menghela nafas panjang. Karena dia sendiri sebenarnya juga sangat bingung dan cemas, memikirkan bagaimana nasib anaknya. Yang baru saja mau mengakui dirinya sebagai seorang papa.


"Tuan besar carilah koneksi dari para Intel, atau apa saja, yang bisa menyelamatkan Gress! karena temuan apa aku juga sudah aku kerahkan ke lapangan. Guna mencari keberadaan Gress yang sebenarnya."


*****


Hai gaesss 🤚


Ada novel keren nih dari othor Nirwana Asri, yang bisa dijadikan bahan bacaan.


Cusss yuk 🏃🏃

__ADS_1



__ADS_2