Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bingung


__ADS_3

Suasana Mension yang tampak sepi, membuat Gavino dan king Black waspada. Karena mereka berdua justru curiga, apakah orang-orang suruh hanya tadi berhasil, melakukan apa yang sudah mereka perintahkan. atau justru gagal dan tertangkap oleh musuh.


Saat ini, mereka berdua masih ada di dalam mobil. Dengan dua pengawal, yang menjadi supir dan rekannya.


Mobil juga ada dalam posisi jarak aman, sehingga keberadaan mereka tidak diperhatikan oleh orang lain yang sedang lewat, atau berada di tempat itu.


Tapi sebelum mereka larut dalam kebingungan, tiba-tiba ada sebuah bayangan yang datang mendekat ke arah mereka. Dan orang itu adalah salah satu anak buahnya, yang akan memberikan laporan.


Setelah berbisik-bisik sebentar, orang tersebut kembali berlari dengan cepat ke arah Mension yang jadi target mereka.


"Tuan Muda ayok!"


King Black yang sedari tadi memang sudah tidak sabar, segera mengajak Gavino untuk turun. Dan melakukan penyergapan pada target mereka.


Gavino, masih awas untuk memperhatikan keadaan di sekitarnya. Dia tidak mau jika, keberadaannya diketahui oleh musuh.


Dan setelah dirasa aman, Gavino mengikuti langkah king Black. Menuju ke bangunan Mension.


Kleukkk!


Salah satu anak buahnya, mematahkan tiang lampu, yang ada di dekat tembok yang mengelilingi Mension. Supaya keberadaan mereka tidak diketahui oleh orang lain.


Beberapa kamera cctv yang ada di sekitar situ juga sudah di retas, agar tidak bisa menampilkan gambar mereka.


Dan untuk dua 4nj!Ng yang berjaga, sudah di bius dengan makanan yang telah campur dengan obat.


Kerja keras anak buahnya, membuat mereka lebih mudah masuk melalui tembok samping bangunan Mension ini. Sesuai dengan arahan dari sistem.


Tapi Gavino lupa, jika mengaitkan sesuatu atau informasi yang didapatkan dari sistem, itu bisa mengurangi satu hari dari jumlah poin. Dan jika iya menggunakan perasaan untuk sistem, dia akan merasakan kesakitan.


Sama seperti yang saat ini sedang terjadi.


Gavino awalnya tidak memperhatikan bahwa, sedari tadi dia sudah merasakan sesak nafas.


Tadinya, dia hanya berpikir bahwa apa yang dirasakan adalah pengaruh dari cuaca dan iklim, yang sedang memasuki panca roba.


Namun sekarang, dia semakin merasa sesak napas. Apalagi di saat dia mau memasuki Mension, yang sudah ada di depan matanya.


"Hahhh...hahhh..."


"Tuan Muda!"


King Black kaget, saat melihat Gavino yang sedang memegang dadanya dengan nafas yang memburu.


Dia meminta pada anak buahnya, untuk melanjutkan penyergapan. Sedangkan dia yang akan mengurus Gavino sendiri.


Tapi ternyata Gavino meminta padanya, king Black, untuk memimpin penyergapan. Supaya anak buahnya tidak terpecah belah, dan ada yang bisa dijadikan panutan atas semua pekerjaan dan tugas yang harus dilaksanakan.


"Ak_ku tid_dak apa-apa. Tuannn Besar, per_gilah. Ja_ngannn samp_pai yang lainnya bing_gung."


Mendengar permintaan dari Gavino, akhirnya king Black terpaksa meninggalkannya sendirian di samping tembok bagian luar.


Begitu juga dengan semua anak buahnya yang mengikuti king Black.


Tapi king Black tidak mungkin membiarkan Gavino dalam keadaan seperti itu sendirian tanpa memikirkan nasib dari kekasih anaknya.


Dia meminta kepada salah satu anak buahnya untuk menghubungi tim medis. Agar cepat datang dan membawakan beberapa obat, supaya segera mengobati Gavino.

__ADS_1


Sekarang, king Black masuk ke dalam Mension bersama dengan anak buahnya yang lain. Untuk melakukan penyelamatan terhadap Gress. Anaknya sendiri.


Di luar tembok, Gavino masih menahan rasa sakit, akibat sesak nafas yang dia alami.


"Apa ini karena Aku terlalu memikirkan Gress, dan operasi ini Aku kaitkan juga dengan sistem. Padahal Aku tahu, jika Aku tidak boleh bermain perasaan dengan sistem."


Gavino akhirnya menyadari kesalahannya sendiri, yang mengakibatkan kondisi tubuhnya yang tidak bisa diajak kompromi dengan baik.


Tapi Gavino segera melakukan relaksasi, dengan mencoba menenangkan diri dan juga perasaannya. Supaya bisa melepaskan pikirannya dari Gress.


Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya usaha yang dilakukan oleh Gavino membuahkan hasil. Sebelum tim medis yang diminta untuk datang sampai ke tempat ini.


Sekarang, dia bisa bernafas dan bisa bergerak dengan bebas. Tidak merasakan rasa sakit seperti tadi.


"Huhfff... akhirnya Aku bisa terbebas dari siksaan sistem."


Di saat Gavino baru saja bergerak untuk masuk ke dalam bangunan Mession, tim medis yang dipanggil datang.


"Tuan Muda!"


Satu pengawal yang diminta untuk tetap menjaga Gavino memanggilnya, dan memintanya untuk tetap diam. Karena anak buahnya itu tidak tahu jika, saat ini dia sudah tidak merasakan sakit lagi sama seperti yang tadi dia rasakan.


"Aku baik-baik saja. Ayo kita masuk ke dalam dan membantu yang lain!"


Anak buah tersebut, sebenarnya bingung dengan keadaan Tuan Muda nya itu. Tapi dia juga tidak mau jika Gavino pergi sendiri, sehingga dia segera menyusul.


Tim medis yang baru saja datang, akhirnya mengikuti mereka masuk ke dalam juga.


Di dalam Mension.


Sekarang, mereka mulai menggeledah bagian depan Mension. Yang pada kenyataannya tidak ada siapa-siapa. Karena yang ada hanya dua pelayan, yang sedang membereskan pantry ruang tamu.


Tapi mereka diminta untuk tetap diam dan berada di tempat, jika tidak mau dilukai king Black dan juga tidak buahnya.


Dengan perasaan yang sangat takut, dua pelayan tadi menganggukkan kepalanya. Dengan tubuh yang gemetar, saat menyadari jika Mension ini sedang tidak aman.


Sekarang, beberapa anak banyak king Black, maju untuk melakukan penggeledahan ke lantai atas.


Tapi di saat king Black tanya pada dua pelayan tadi, akhirnya mereka tahu bahwa, tuan dan Nona yang tadi datang pada siang hari sedang berada di taman.


"Di mana tuan muda dan Nona yang tadi datang ke Mension ini?"


"Ad_da di taman," jawab salah satu dari mereka dengan gugup.


Sekarang, king Black meminta pada anak buahnya untuk segera mengecek ke taman. Yang ada tak jauh dari kolam renang.


King Black juga mengikuti anak buahnya itu dari belakang.


Dia ingin tahu, apa benar saat ini Gress bersama dengan Gavino gadungan.


Dan ternyata, dia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa, anaknya itu sedang bercumbu dengan seorang pemuda, yang memang sangat mirip dengan Gavino.


King Black mengatakan mirip karena, dia tadi bersama dengan Gavino yang asli. Sedangkan yang ada di depannya saat ini, yang bersama dengan Gress, adalah Gavino yang palsu.


"Nona Gress!"


Gavino dan Gress, terkejut dengan datangnya suara yang tidak pernah mereka sangka.

__ADS_1


Apalagi, mereka berdua juga tidak mengenal laki-laki paruh baya tersebut.


Hal ini membuat tapi no merasa kram dan marah, karena kegiatannya diganggu oleh orang yang tidak dikenal.


Akhirnya, dia mengundang semua anak buahnya. Untuk segera menghabisi tamu yang tidak pernah dia undang.


"Habisi dia!"


Anak buah orang tersebut, datang dari berbagai arah. Terutama dari arah samping dan dalam rumah, mengepung king Black dan anak buahnya.


Ternyata, anak buah orang tersebut berjumlah banyak. Dan tidak sama seperti prediksi dari king Black sendiri.


Bagh bugh bagh bugh!


Krakk!


"Awww..."


Tak klek!


Pertarungan dari kedua belah pihak, tidak bisa dielakkan. Mereka saling adu jotos, pukul dan tendang.


Hal yang biasa terjadi jika ada pertemuan dua geng dengan dua kepentingan juga.


Kepentingan untuk saling menang dan unggul dari salah satunya. Padahal hal itu adalah keinginan dari kedua kubu juga.


Akhirnya, senjata api juga digunakan dalam pertempuran kali ini.


"Dor!"


Gavino mengarahkan senjata api nya pada king Black langsung.


"Tunggu!"


Gress memekik keras, mendengar tembakan senjata api yang tidak pernah dia sangka-sangka. Di saat moment makan malam romantis yang baru dia rasakan, berakhir dengan sebuah kehancuran karena keributan yang tidak diketahui awal mulanya.


"Ada apa ini?" tanya Gress meminta penjelasan, tentang keadaan saat ini.


"Gavin, coba jelaskan! Bukan kejutan yang lainnya bukan?"


Gress berpikir bahwa, apa yang terjadi ini adalah sebuah kejutan untuknya. Bukan karena sesuatu yang serius.


"Tapi ini bukan Aku Sayang!"


"Lalu siapa mereka?" tanya Gress lagi, meminta penjelasan kepada kekasihnya itu.


"Aku tidak tahu siapa mereka. Jadi, biarkan Aku hukumnya. Karena telah menghancurkan kebahagiaan kita malam ini."


Gavino berusaha untuk meminta pada Gress, supaya membiarkan dia bertindak semaunya. Untuk menghukum orang-orang yang datang ke Mension nya tanpa ijin.


"Dia bukan Gavino Gress!"


Dari arah lain, king Black mencoba untuk memperingatkan anaknya, Gress. Supaya menyadari tentang penglihatannya yang salah. Karena telah menganggap orang lain sebagai Gavino.


"Jika Kamu tidak pergi, Aku bisa melakukan apa saja. Jadi pergilah Kamu dari sini Gress!"


Gress yang masih dalam keadaan bingung tidak tahu, dia harus memutuskan apa. Sehingga membuat Gavino segera melakukan tindakan, yaitu memukul tengkuk Gress. sehingga gadis tersebut tidak bisa berkutik lagi. Dan Gavino gadungan bisa lakukan apa saja tanpa dilihat oleh Gress. Sebab dia masih berharap, supaya di saat nanti Gress tersadar, gadis tersebut masih tetap percaya dengannya sebagai Gavino.

__ADS_1


__ADS_2