Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Sebuah Teka-teki


__ADS_3

Kesepakatan yang dibuat oleh Gavino dengan Lorenzo, akhirnya berhasil. Yaitu, Lorenzo akan membantu Gavino dalam menghadapi Verdi, atau musuhnya yang lain.


"Oh ya, bukannya Aku mau menghubungi Sang Kapten ya, kenapa Aku sampai lupa!" gumam Gavino, dengan menepuk keningnya sendiri. Tapi gumamam itu sempat di dengar juga oleh Lorenzo.


"Ada apa Gavin?" tanya Lorenzo, yang tidak jelas mendengar suara Gavino yang sedang bergumam tadi.


"Tidak. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin pulang dulu," sahut Gavino cepat.


Akhirnya Gavino pamit untuk pulang, karena dia ingin menghubungi Sang Kapten, nanti di rumah saja.


Lorenzo membiarkan Gavino untuk pulang, karena hari memang sudah siang. Jadi dia berpikir bahwa, Gavino pasti punya urusan dan pekerjaan yang lebih penting lainnya.


"Aku pulang dulu ya," pamit Gavino dengan berdiri dari tempat duduknya.


"Ok. Hati-hati ya di jalan!"


"Apa perlu Aku antar?" tanya Lorenzo, menyambung perkataannya yang tadi.


"Oh tidak usah. Taksi masih menunggu kok," jawab Gavino, yang sempat lupa. Jika taksi yang mengantarnya masih ada di depan sana.


Tak lama kemudian, Gavino tiba di rumah. Dia langsung menghubungi Sang Kapten, dengan duduk terlebih dahulu ruang tamu, tanpa tanpa masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Halo Kapten, apa kabar?" ...


..."Hahaha... Aku baik anak Muda. Aku pikir, Kamu sudah tidak ingat lagi denganku. Kamu sendiri bagaimana kabarnya?" ...


..."Kabarku baik-baik saja Kapten. Terima kasih. Oh ya, maaf tidak menghubungi Kapten dalam waktu yang lama."...


..."Hahaha... tidak perlu sungkan. Apakah ada yang bisa Aku bantu? Apakah Kamu perlu bantuanku?" ...


..."Hehehe... Jangan buat Saya malu kapten. Anda terlalu jujur sehingga bertanya secara langsung tanpa basa-basi terlebih dahulu."...


..."Hahaha... maaf, maaf. Aku hanya berpikir bahwa, jika Kamu menghubungi Aku, itu tandanya Kamu perlu bantuan. Lalu, apa yang bisa Aku bantu untukmu?" ...


..."Baiklah. Anda selalu bisa menebak dengan cara yang tepat. Hehehe..."...


..."Apa? Sepertinya ada yang penting." ...


..."Apakah Kapten masih ingat dengan kasus Verdi, yang berkaitan dengan mesin pencetak uang palsu dulu?" ...

__ADS_1


..."Emhhh... ya Aku ingat. Orang yang menjadi penyebab kedua orang tuamu juga kan?" ...


..."Ya, dia Verdi." ...


..."Ada apa dengan dia?"...


..."Apa benar dia sudah keluar dari tahanan? karena seharusnya, dia masih ada dua tahun lagi di dalam penjara." ...


..."Sebentar ya! Aku lihat dulu laporannya."...


Gavino menunggu, karena sang Kapten harus mencari data dari tahanan yang ada di lapas. Dia tidak mengurusi bagian lapas, jadi dia hanya bisa mencari informasi dari laporan yang ada pada data.


Setelah beberapa saat kemudian, Gavino menerima laporan dari sang Kapten tentang Verdi. Yang katanya masih berada di dalam tahanan hingga saat ini.


..."Dia masih ada dalam tahanan Gavino. Belum bebas. Dari mana Kamu mendapatkan informasi, bahwa Verdi sudah bebas?" ...


..."Masih ada di dalam tahanan? tapi temanku itu bilang, jika dia pernah bertemu dengan Verdi di sebuah mall, pusat perbelanjaan yang ada di kota ini. Apakah Verdi punya kembaran atau saudara yang mirip dengannya?" ...


..."Aku tidak tahu. Tapi menurut laporan ini, Verdi masih ada di dalam tahanan dan belum keluar. Dia baru bebas sekitar kurang dari dua tahun lagi." ...


..."Lalu, siapa yang ada di temui temanku itu di mall kemarin itu?" ...


..."Apakah Kamu ingin melihatnya ke lapas! Jika iya, Aku bisa menemanimu ke sana."...


..."Tentu saja boleh. Kita hanya melihatnya dari jauh, dengan kegiatan para napi di sana. Bagaimana?"...


..."Sepertinya itu ide yang tidak buruk. Baiklah, kita bertemu di mana?"...


..."Kita bertemu di depan lapas saja bagaimana? Aku ada di kantor sekarang ini." ...


..."Baiklah. Aku akan segera ke sana!"...


..."Aku tunggu Gavin."...


Klik!


Akhirnya Gavino masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu, untuk mengambil jaket dan sarung tangannya.


Dia akan pergi menemui Sang Kapten di depan lapas, untuk mengamati Verdi, dengan menggunakan sepeda motor saja. Dia tidak membawa mobil, karena itu akan membuatnya lebih lama sampai.


Gavino pamit kepada kepala maid, dan memintanya untuk tetap mengerjakan sesuatu seperti biasanya.


"Aku ada urusan di luar. Kerjakan saja pekerjaan yang ada sebagaimana biasanya."

__ADS_1


"Baik Tuan Muda."


Tak lama kemudian, motor yang dikendarai oleh Gavino, tampak berjalan dengan kecepatan sedang. Karena dia berpikir bahwa, siang ini lalu lintas lumayan ramai. Dia tidak tidak mau melanggar aturan lalu lintas, dengan berkendara dalam kecepatan tinggi.


Setelah beberapa saat kemudian, dia sampai juga di depan bangunan lapas. Dan ternyata, mobil sang Kapten sudah ada di depan sana.


Sang Kapten sudah keluar dari dalam mobil, dan bersandar di pintu menunggunya.


Setelah Gavino memarkirkan sepeda motornya, justru sang Kapten yang berjalan mendekatinya.


"Bagaimana kabarmu Gavino?" tanya sang Kapten dengan menyalami tangan Gavino.


"Kabarku sangat baik Kapten. Terima kasih."


"Apakah kita langsung masuk?" tanya sang Kapten dengan menunjuk ke arah pintu lapas.


"Kenapa tidak? ayolah kita masuk!"


Gavino juga tidak mau membuang waktu lagi, sehingga mereka berdua segera masuk ke pintu gerbang rumah tahanan negara yang ada di pinggiran kota.


Akhirnya sang kapten mengatur segala sesuatunya, dengan mendaftarkan diri sebagai tamu, yang ingin bertemu dengan salah satu napi. Tapi dia juga mengatakan kepada petugas bahwa, dia hanya akan melihat dari jarak jauh. Tidak menemui napi tersebut secara langsung, di suatu ruangan. Yang khusus digunakan untuk bertemu dengan para napi.


"Kita pergi ke pos penjagaan. Di sana kita bisa mengunakan teropong, untuk mengamati suasana di dalam lapas."


Gavino hanya mengangguk saja, kemudian mengikuti sang Kapten yang berjalan dibelakang petugas lapas.


Tiba di suatu pos penjagaan, yang mirip dengan sebuah menara pengintai, sang Kapten dan Gavino diserahi satu orang dengan satu teropong. Agar mereka berdua bisa melakukan pengamatan secara bersama-sama.


"Bagaimana Gavin?" tanya sang Kapten, masih dengan teropong yang ada di depan matanya.


Dia belum menemukan sosok Verdi, di antara sekian banyaknya para napi.


"Belum tampak Kapten. Apa Verdi benar masih ada di sini?" Gavino justru mengajukan pertanyaan, karena keraguan yang ada di dalam hatinya.


"Kita tunggu sebentar lagi. Mungkin karena sekarang adalah siang hari, jadi banyak napi yang malas pergi ke lapangan."


Gavino hanya mengangguk saja, mendengar penjelasan yang diberikan oleh sang Kapten. Meskipun sebenarnya dia juga sedikit penasaran, dengan sosok Verdi yang ada di Mall, dan yang ada di lapas.


"Apakah tadi Kapten tidak bertanya juga, apakah napi Verdi masih ada atau sudah keluar?"


Akhirnya Gavino bertanya juga, dengan pertanyaan yang mengganjal di hatinya.


"Aku sudah bertanya. Dan petugas mengatakan bahwa, Verdi masih ada di dalam penjara sini."

__ADS_1


__ADS_2