
Dua puluh menit kemudian, Gavino sudah sampai di rumahnya. Kemudian segera masuk ke dalam rumah. Dan ternyata, baik Robert maupun George, sudah pergi tidur di dalam kamar mereka masing-masing.
Gavino juga langsung masuk ke dalam kamarnya, tanpa bertanya kepada kepala maid atau pada pekerja yang masih terjaga.
Dia segera masuk ke dalam kamar mandi, kemudian membersikan dirinya, sebelum tidur. Karena badannya terasa sangat lengket dan capek, setelah semua kegiatannya yang tadi bersama dengan gadisnya.
Dia baru saja pulang dari Paris, belum sempat beristirahat, tapi justru pergi ke tempat kekasihnya. Bahkan dia sempat melakukan adegan percintaan dengan Gress juga.
Tentu saja badannya sangat capek.
Selesai mandi, Gavino bersiap untuk tidur. Tapi dia tidak langsung pergi tidur, sebab mengaktifkan dulu sistemnya. Untuk mengetahui misi berikutnya yang bisa dia dikerjakan besok pagi. Mumpung liburan semester masih ada dua minggu lagi.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Aku ingin melihat misi yang tersedia untuk besok pagi.'
( Ting )
( Good Father mau ambil misi )
'Iya. Tapi Aku tidak mau jika terlalu banyak mengeluarkan keringat. Aku sedang capek.'
( Ting )
( Misi disesuaikan kondisi Good Father )
'Baiklah. Aku siap.'
( Ting )
( Pencarian misi di mulai )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Hingga selesai menjadi 100%.
__ADS_1
( Ting )
( Misi untuk Good Father )
Tantangan : misteri tentang orang terdekat
Nama : George
Waktu : dua hari
Hadiah : 100k
Bonus : selesai kurang dari dua hari, mendapat bonus 2000k
( Ting )
( Selamat bertugas Good Father )
'Orang terdekat, maksudnya?'
( Ting )
Layar sistem tiba-tiba menghilang, tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci pada Gavino yang terkejut.
Dia tidak mengerti, jika mendapat misi yang meminta untuk menyelidiki George.
"Apa yang dilakukan George di luar sepengetahuan ku? Aku tidak pernah tahu," gumam Gavino bertanya pada diri sendiri.
Mungkin karena George juga mantan dari ketua mafia, jadi dia bisa melakukan apa saja tanpa sepengetahuan orang lain.
Dia bisa menyembunyikan segala sesuatu, dari Gavino, yang mungkin saja, dianggap masih terlalu muda untuk permasalahan yang terjadi di dunia gelap.
Tapi Gavino juga tidak mungkin minta bantuan pada Robert, untuk penyelidikannya kali ini. Dia harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri, karena dia tidak mau membuat kedua orang yang saat ini dia percaya justru saling curiga satu sama lain.
"Aku harus bisa mencari sendiri. Apalagi Aku jadi merasa penasaran, apa yang sebenarnya disembunyikan George dariku."
"Apakah ini karena dendamnya pada king Black, yang tidak Aku selesaikan secara langsung. Dengan membunuh king Black, sehingga dia punya dendam tersendiri?"
Gavino kembali berpikir, tapi dia segera mengelengkan kepalanya beberapa kali, karena tidak ingin berpikir lebih jauh lagi.
Akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat saja, karena dia sedang benar-benar merasa capek saat ini.
Setelah selesai dengan sistem dan teka-teki tentang misi misterius tadi, dia segera berbaring di tempat tidur. Mencoba untuk memejamkan matanya, agar besok bisa beraktivitas kembali.
*****
Pagi harinya, Gavino sudah bangun terlebih dahulu dibandingkan dengan yang lain. Meskipun tidurnya lebih larut daripada yang lain juga.
__ADS_1
Dia bahkan sudah berada di meja makan, sebelum koki menyiapkan sarapan untuk mereka semua, sehingga para maid merasa bingung. Karena tumben-tumbenan tuan mudanya sudah siap sebelum sarapan dihidangkan.
Beberapa menit kemudian koki dan para maid selesai menyediakan sarapan untuk mereka. Dan beberapa menit kemudian, datanglah George dan Robert secara bersamaan menuju meja makan.
Mereka berdua kaget, karena melihat Gavino sudah berada di sana dalam keadaan rapi.
"Pagi Gavino," sapa mereka berdua setelah dekat dengan tempat duduknya Gavino.
"Selamat pagi George, selamat pagi Robert. Bagaimana tidur kalian, nyenyak?"
"Seperti yang Kamu lihat, Kami justru lebih siang bangunnya daripada Kamu. Padahal kami tidak tahu, kapan Kamu pulang. Atau Kamu baru pulang pagi ini?" tebak George dengan mata menyipit.
"Enak saja! Aku pulang semalem. Dan aku sangat nyenyak tidurnya. Sehingga Aku bisa bangun lebih pagi daripada kalian."
"Oh ya, apakah kalian siap untuk berangkat ke kios sekarang?" sambung Gavino bertanya.
"Tentu saja kami siap. Apakah kamu mau ikut?" tanya Robert, yang melihat tampilan Gavino yang rapi. Karena tidak mungkin dia pergi ke kampus, sebab liburan semester masih ada dua minggu. Sama seperti Gress yang masih bekerja di kios untuk dua minggu ke depannya.
"Iya, Aku mau ke kios. Kenapa, apa kalian keberatan jika Aku ikut ke sana?" tanya Gavino kepada dua orang yang saat ini ada didepannya.
"Tentu saja tidak. bukankah itu memang usahamu. Kami berdua hanyalah pekerja yang menjalankannya." George justru kesal dan seperti sedang tersinggung.
"Hai, jangan seperti itu. Aku bukannya ingin mengawasi. Aku hanya ingin menemani Gress di sana."
"Apa maksudmu dengan menemaninya Gavino? Para pekerja akan kasak-kusuk membicarakan tentangmu, dan Gress akan curiga jika kamu berada di sana terus."
Sekarang Robert yang mengatakan alasannya, kenapa George sedikit tidak setuju dengan keinginan gavino pagi ini.
"Kalau begitu, berikan Aku pekerjaan. Biar Aku bisa ada di dekatnya."
Tapi George maupun Robert, bingung mau memberikan pekerjaan apa kepada Gavino.
"Kamu ini bagaimana? banyak karyawan yang tahu bahwa, Kamu adalah pemilik kios tersebut. Bagaimana jika mereka membicarakan kamu dan akhirnya Gress tahu?" George kembali mengingatkan Gavino.
"Tidak masalah. Aku pasti bisa mengaturnya. Apakah Kamu keberatan memberiku pekerjaan?"
George dan Robert saling pandang. Mereka tahu bahwa Gavino akan tetap berusaha untuk bisa ada di kios, bagaimanapun caranya.
"Apa Kamu ingin bekerja seharian ini atau dua minggu ke depannya, sama seperti Gress juga?" akhirnya Robert bertanya tentang keinginan Gavino ini. Karena dia tidak ingin perdebatan ini berlangsung lama.
"Aku tidak tahu. Yang penting jika Aku ingin kerja, harus ada pekerjaan yang bisa aku lakukan di sana." Gavino memberikan penjelasan kepada Robert. Agar memikirkan apa yang kira-kira bisa dikerjakan oleh Gavino, tanpa membuat Gavino terikat sepanjang hari di kios.
"Kenapa?" tanya George ingin tahu.
"Aku juga ada beberapa pekerjaan di luar kios George. Dan Aku pikir Kamu pasti tahu, apa yang Aku kerjakan di luar sana."
George hanya menganggukkan kepalanya, tanpa memberikan jawaban. Yang membuat Robert memandang mereka secara bergantian. Karena dia memang tidak tahu, apa yang sedang dilakukan oleh tuan mudanya itu.
__ADS_1
Akhirnya mereka mulai sarapan tanpa bicara lagi, karena menganggap permasalahan pagi ini selesai.
Di dalam hatinya Gavino, dia merasa senang. Karena selain bisa dekat dengan Gress seharian ini. Dia juga bisa menyelidiki misteri apa yang sebenarnya disembunyikan oleh George padanya selama ini.