Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Brangkas Sistem


__ADS_3

Sistem aktif.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku ingin mencari informasi tentang siapa yang meminta atau menyuruh Cardi, untuk melakukan semua ini. Karena Aku tidak percaya, jika Cardi ada hubungan yang dekat dengan para Bos, yang sudah melakukan uji coba tentang topeng-topeng tersebut. Dan Aku juga ingin tahu, sekarang ini siapa yang sudah kembali mengembangkan uji coba tersebut. Karena jika hal itu terjadi lagi, akan sangat banyak kejahatan yang terjadi, dan dilakukan oleh orang-orang, dengan menggunakan wajah orang lain. Untuk terbebas dari sorotan polisi secara langsung, karena identitasnya tetap tersembunyi dan aman dengan topeng tersebut.'


( Ting )


( Pencarian informasi dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Di layar sistem, Gavino melihat sebuah gambar, yang memberikan gambaran tentang keadaan sebuah laboratorium yang cukup simpel. Tapi keadaan di dalamnya sungguh sangat sangat mencengangkan.


Di setiap dinding yang di sorot, ada foto-foto dari seseorang. Yang kemungkinan besar dijadikan sebagai target untuk pembuatan topeng. Dengan tujuan tertentu, yang tentunya bukan hal yang baik juga.


Dan Gavino semakin terkejut, pada saat melihat fotonya ada pada urutan pertama dinding tersebut.


'Itu topeng yang sama, yang digunakan oleh Cardi tadi, yaitu wajahku!'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Lalu di mana laboratorium ini berada? bukankah laboratoriumnya sudah dihancurkan dan sekarang sudah diratakan dengan tanah? Bahkan, semua dokumen-dokumen dan juga formula-formula yang menjadi rahasia, sudah dihancurkan juga. Di depan semua instansi yang terkait. Lalu bagaimana mungkin ini bisa dikembangkan lagi?'


( Ting )


( Ada rahasia pembuatan formula, yang sudah disiapkan untuk diberikan pada generasi penerusnya untuk dilanjutkan )


'Apa ini semacam penelitian warisan?'


( Ting )


( Mungkin untuk dijadikan bahan percobaan )


'Tapi jika percobaan tersebut justru mengakibatkan suatu kejahatan, hal itu justru merugikan. Dan untuk yang melakukan uji coba, juga akan dikenai hukuman jika tertangkap.'


( Ting )


( Pasti ada maksud tertentu dari uji coba ini. Dan bisa dipastikan bahwa, Good Father adalah target utama yang harus mereka kerjakan lebih dulu )


'Dan mereka menggunakan Cardi untuk memancingku?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Jika Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang laboratorium mini tersebut, dan juga orang yang melakukan uji coba, apa yang akan Aku terima? atau dampak apa yang ada pada diriku?'


( Ting )


( Bisa menurunkan poin, karena harus dipotong untuk setiap informasi. Jika tidak cukup, akan mengurangi jumlah umur Good Father. Karena aturan yang berlaku untuk hidup sudah berakhir 5 tahun yang lalu )


'Jadi, Aku akan tetap mati, seandainya tidak mencari tahu?'


( Ting )


( Tentu saja tidak Good Father )


'Baiklah. Aku ingin melihat rincian dari brangkas yang ada pada sistem.'

__ADS_1


( Ting )


( Penampilan rincian brangkas dari sistem )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


(Ting )


( Tampilkan brangkas sistem ditemukan )


# Tampilan on


# Hadiah utama 765.123


# Hadiah bonus 987.123


# Kemampuan 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran


# Sisa umur \= 2.555


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


Gavino melihat semua yang dia miliki. Dan sekarang, dia fokus pada sisa umur yang dimiliki.


( Ting )


( Benar Good Father )


'Apakah selama itu, Aku bisa melakukan apa saja? Yang penting Aku masih punya poin, jika Aku ingin informasi. Dan itu umurku hanya berkurang, seandainya poin punyaku habis. Begitu kan aturannya?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Baiklah. Aku akan menggunakan sisa dari kekayaan poin dan hadiah, juga sisa umurku untuk kepentingan yang Aku miliki.'


( Ting )


( Sistem akan membantu Good Father )


'Siappp! Baiklah. Aku sudah mengerti sekarang. Bagaimana keadaan brangkas sistem yang Aku miliki.'


( Ting )


Layar sistem menghilang, dan Gavino memejamkan matanya, untuk menenangkan pikirannya saat ini.


Sebenarnya, saat ini Gavino sedang berada di rumah sakit. Menunggu king Black yang sedang dioperasi, untuk mengangkat peluru yang bersarang di dadanya. Sebab, bukan hanya ada satu peluru yang mengenai dadanya, tapi ada tiga peluru sekaligus.


Gress, juga sedang mendapat perawatan. Karena dalam keadaan pingsan.


Mungkin dia sendiri merasa shock, karena tidak pernah menyangka dengan apa yang dilihat dan didengar tadi.


Gavino yang belum pulang dan memberikan kabar untuk Robert, hanya bisa berdiam diri di depan pintu ruang operasi, sambil mengaktifkan sistem miliknya tadi.


Sekarang, dia berdiri sambil meregangkan otot-ototnya. Kemudian mengirimkan pesan pada Robert, jika dia dan Gress tidak akan pulang untuk malam ini.


Setelah selesai mengirimkan pesan, Gavino berjalan meninggalkan ruang tunggu operasi. Dia ingin melihat keadaan gadisnya, yang tadi sudah dalam keadaan tertidur. Karena pengaruh obat yang tadi diberikan untuknya.


Gavino melihat wajah Gress yang tampak tenang, dalam keadaan tidur. Dia mengusap rambut gadisnya itu, kemudian mengecup kening Gress dengan lembut.


Tapi Gress tidak merasakan apapun, dan masih dalam keadaan terpejam.

__ADS_1


Gavino berharap agar Gress tidak kaget lagi, disaat bangun dari tidurnya. Sebab, dia ada di ruang perawatan pasien yang paling utama. Yang bersebelahan dengan ruangan yang akan ditempati oleh king Black, seandainya sudah selesai di operasi.


Rumah sakit ini, adalah milik dari Thomas Bryan alias king Black sendiri. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Rumah sakit ini, dikelola oleh dokter-dokter, yang sebenarnya anggotanya juga. Sehingga king Black dan yang lainnya, tidak akan kebingungan. Seandainya menghadapi keadaan seperti tadi.


Begitu juga dengan anak buahnya yang lain. Jika ada dari mereka yang mengalami luka tembak, atau penyakit yang lainnya, mereka juga akan dibawa di sini. Tapi dengan menggunakan kartu khusus, yang hanya dikenali oleh orang-orang yang berhubungan dengan rumah sakit ini juga.


Jadi, tidak sembarangan orang bisa masuk dan dirawat di rumah sakit ini juga, jika hanya mengaku sebagai anggota mereka tanpa adanya kartu khusus tersebut.


Kartu tersebut sama seperti sebuah kartu identitas, yang menyatakan bahwa mereka memang benar-benar anggota dan keluarga dari king Black sendiri.


"Eghhh..."


Gress tampak mulai sadarkan diri.


Dia membuka matanya perlahan lahan dengan mendesis, seakan-akan sedang rasakan sakit pada bagian tertentu tubuhnya.


Mungkin karena dia juga merasa tidak nyaman, dengan kondisinya yang sedang diinfus dan tidur di tempat tidur yang kecil.


"Kamu sudah bangun Sayang," Gavino, dengan menggenggam tangan Gress.


Dia merasa senang karena akhirnya, Gress bisa terbangun dari tidurnya dalam keadaan baik. Dan tidak kebingungan dengan keadaannya sendiri.


Tapi ternyata apa yang dianggap Gavino salah. Nyatanya, Gress menatapnya tajam. Seakan-akan gadisnya itu sedang dalam keadaan marah padanya, atau justru tidak mengenalinya yang sedang mengengam tangannya juga.


"Sayang. Kamu tidak apa-apa kan? apa ada yang Kamu rasa sakit?"


Pertanyaan yang diajukan oleh Gavino, justru membuat Gress menatapnya lebih tajam lagi. Hal ini membuat Gavino memicingkan matanya, karena melihat sikap Gress yang tampak berbeda dari biasanya.


"Kenapa Kamu bohong? Selama ini, aku percaya padamu. Tapi pada kenyataannya, Kamu telah mengkhianati ku. Kenapa Kamu tidak bicara jujur?"


Mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh gadisnya, Gavino benar-benar tidak mengerti, kemana sebenarnya arah pertanyaannya diajukan oleh Gress.


"Apa maksudnya Sayang?" tanya Gavino dengan cepat.


Kini, dia mulai menggunakan kemampuan dari sistem, untuk bisa mengontrol pikiran orang lain. Dan sekarang, dia mencoba untuk menggunakannya pada Gress.


"Aku ingin tahu, apakah Kamu juga mengetahui, bahwa Tuan yang tadi, memang benar-benar ayahku?"


Ternyata, Gress merasa dibohongi oleh Gavino. Karena tidak memberitahukan kebenaran tersebut padannya. Dia merasa dibohongi oleh kekasihnya sendiri. Terkait hal yang sangat penting dalam hidupnya.


Dengan mengetahui siapa jadi dirinya yang sebenarnya, Gress bisa membuat keputusan untuk masa depannya sendiri.


"Aku tidak mau bersama dengan orang, yang tidak memberikan kepercayaannya padaku. Itu sama artinya dengan dia sudah mengkhianati ku juga."


Ternyata Gress mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.


Tapi Gavino justru tersenyum, menanggapi pernyataan yang diucapkan oleh gadisnya itu. Karena dia melihat sisi tegas dari seorang Gress, yang tidak pernah dia ketahui.


"Kenapa Kamu tersenyum?" tanya Gress, yang melihat dengan aneh karena Gavino. Karena hanya menanggapi pernyataannya dengan sebuah senyuman. Tanpa memberikan tanggapan atau komentar apa-apa.


"Aku mau, Kamu tetap ada di sampingku. Menjadi kekasihku, tanpa harus banyak menuntut."


Gavino mulai memberikan sugesti, atau pengaruh sistem untuk pikirannya Gress. Sehingga Gress tidak mungkin bisa melawan, dan hanya bisa mengangguk saja.


Keberhasilan ini membuat Gavino merasa senang, kemudahan mencium kening Gress dengan lembut.


Gress memejamkan matanya, merasakan kebahagiaan yang sebenarnya ingin dia rasakan jika sedang bersama dengan Gavino.


Dan sekarang, kecupan di kening sudah beralih ke bibir Gress.


Mereka berdua, akhirnya bisa saling berciuman lagi, tanpa ada banyak protes dari Gress sendiri.


Tapi sayangnya, keadaan Gress belum bisa dikatakan stabil. Sehingga Gavino tidak memaksakan diri, untuk bisa melakukan hal yang lebih pada gadisnya itu.


"Tuan besar sedang ada di ruang operasi. Apakah Kamu mau ikut menunggui di sana?" tanya Gavino, yang berniat untuk mengetahui, bagaimana perasaan Gress pada king Black. Yang merupakan ayahnya sendiri.


"Apakah ini karena tembakan itu?" Gress mengajukan pertanyaan yang dia ingat sebelum dia juga akhirnya pingsan.


"Iya, dan ada tiga peluru yang bersarang di dadanya."


Akhirnya, Gress setuju untuk menemani Gavino. Yang akan menunggu di ruang tunggu operasi.


Dia juga ingin tahu, bagaimana keadaan orang yang sudah mengaku-ngaku sebagai ayahnya secara biologis. Sebab, dia memang tidak pernah mengetahui seluk beluk tentang dirinya sejak dulu.


Akhirnya, Gavino membantu Gress untuk duduk di kursi roda. Dan membawa gadisnya itu menuju ke ruangan operasi. Menunggu king Black yang sedang berjuang di meja operasi, bersama dengan tim dokter.

__ADS_1


__ADS_2