Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Membelok


__ADS_3

Gavino berusaha untuk menggunakan cara halus, untuk bisa mempengaruhi Verdi. Supaya dia mau bekerja sama dengan Gavino, tanpa harus melakukan kekerasan seperti yang biasa dilakukan oleh para Mafia terhadap musuhnya.


Tapi setelah beberapa kali mencoba, ternyata usaha Gavino ini tidak membuahkan hasil.


Verdi memiliki pertahanan terhadap dirinya, dengan prinsip yang sangat keras. Sehingga tidak dapat dipengaruhi dengan sistem apapun. Padahal untuk king Black sendiri, Gavino bisa dengan mudah mempengaruhinya. Sama seperti sedang menghipnotis seseorang.


Gavino akhirnya mengalihkan cara, untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk mempengaruhi Verdi. Yaitu lewat Cardi terlebih dahulu.


"Baiklah. Jika Kamu tidak mau bekerja sama dengan ku, Aku akan meminta pada Cardi. Aku akan menjadikan dia sebagai orang penting di dalam keanggotaan ku. Yang Aku pimpin sendiri, terserah dia mau apa.


Verdi justru tertawa terbahak-bahak, mendengar perkataan Gavino soal Cardi. "Hahaha... Kamu pikir Aku akan merasa kecewa? tentu saja tidak Gavin! Aku tidak akan mempermasalahkan apapun, meskipun Kamu berhasil mempengaruhi semua anak buah ku sekalipun."


Dan ternyata benar, jika Verdi tidak mencegah usaha Gavino. Di saat usaha yang dilakukan oleh Gavino terhadap Cardi.


Verdi tetap tenang, dan tidak berusaha untuk mengingatkan rekan kerjanya itu, yaitu Cardi. Supaya tidak terpengaruh, dengan apa yang dilakukan oleh Gavino.


"Apa Kamu tidak mau memperingatkan Cardi terlebih dahulu, untuk tidak mengikuti apapun yang akan Aku katakan untuknya nanti?" tanya Gavino, mencoba untuk mempengaruhi Verdi. Supaya meluapkan emosinya, dengan membantu memperingatkan temannya itu.


"Tidak. Aku tidak akan pernah mau memperingatkan siapapun. Karena hal itu justru membuat perasaan dan hatiku bimbang, sehingga mudah untuk goyang dan Kamu kendalikan."


Ternyata Verdi sudah tahu bagaimana cara kerja, pengaruh dari kemampuan istimewa Gavino ini. Itulah sebabnya, dia berusaha untuk tetap bisa tenang. Agar bisa mengendalikan perasaan dan hatinya sendiri, supaya tidak mudah terpengaruh, apapun yang dikatakan oleh Gavino.


Hal ini membuat Gavino merasa kagum, dengan keteguhan hati Verdi.


Bahkan king Black sendiri tidak bisa mengelak dari semua pengaruh sistem, dengan semua kemampuan yang dia miliki.


Begitu juga dengan Alano, yang dengan mudah dikendalikan dan ditangkap.


Verdi ternyata jauh lebih tenang dalam menghadapi segala permasalahannya, termasuk menghadapi Gavino. Sebab itu juga, dia merencanakan segala sesuatunya dengan matang dan tidak terburu-buru. Sehingga dia hampir saja berhasil, membuat Gavino harus kalang kabut. Dengan hilangnya Gress dan juga Bianca.

__ADS_1


Begitu juga semua trategi yang dilakukan oleh Verdi. Dia menggunakan kelemahan Gavino, dengan dua gadisnya. Karena melalui Robert, tidak berhasil. Begitu juga pada saat menggunakan cara, dengan menghancurkan temannya yaitu Lorenzo.


Tapi pada kenyataannya, Gavino tidak lemah sama sekali. Bahkan seakan-akan Gavino justru semakin kuat, dan tidak terkalahkan.


"Aku tahu, jika kelemahan mu itu bukanlah orang-orang yang Kamu anggap penting, dalam sebuah kekuatan kesatuan mafia yang Kamu pegang. Tapi semua menyangkut perasaan hatimu."


Dan ternyata apa yang disampaikan oleh Verdi itu benar adanya.


Gavino akan menjadi lemah, jika sudah berhadapan dengan perasaan dan hati. Sebab kekuatan sistemnya bisa melemah. Dan dia akan bertambah kuat, dengan berkurangnya sejumlah poin yang dia miliki. Bersama dengan beberapa jumlah hari dari umurnya, yang akan terus berkurang. Jika dia menginginkan sebuah informasi untuk yang bersangkutan dengan perasaan hatinya.


Meskipun sebenarnya Verdi tidak tahu secara pasti, apa kelemahan dan akibat yang harus ditanggung oleh Gavino. Tapi dia meyakini, jika itulah kelemahan yang dimiliki oleh musuhnya itu.


"Aku tidak akan menyerah. Aku hanya ingin membuatmu ada dan takluk, dengan semua yang Aku katakan. Aku tidak ingin melakukan kekerasan meskipun Kamu adalah musuhku."


Mendengar pernyataan dari Gavino, Verdi kembali mencibir, "cihhh! bilang saja jika Kamu itu seorang pengecut, yang ada di bawah ketiaknya king Black!"


Cetarrr!


"Arghhh..."


Cardi mengaduh kesakitan, karena cambukan yang dilakukan oleh Gavino untuknya. Dan pecutan dari cambuk tersebut mengenai tubuh Cardi, yang sudah memiliki banyak luka. Sehingga rasanya tentu akan lebih sakit lagi, karena akibat dari pecutan cambuk tersebut.


Cardi mengadu dengan meminta ampun, supaya Gavino melepaskannya. Atau setidaknya memberikan ampun.


"Ampun Gavin, lepaskan Aku!"


"Aku, Aku berjanji untuk tidak lagi mengusik kehidupan mu dikemudian hari!" Cardi bahkan berteriak-teriak, supaya Gavino memberikan dia keringanan dan ampunan.


Verdi yang ikut mendengar teriakan temannya itu, tersenyum sinis. Karena dia tidak pernah menyangka, jika Cardi yang sudah mengikutinya untuk beberapa bulan terakhir ini, ternyata tidak bisa memegang teguh pendiriannya. Dengan tetap melawan seorang Gavino, yang sudah dianggapnya sebagai musuh bebuyutan.

__ADS_1


"Apa Kamu bisa dipercaya? dan tidak akan pernah mau membantu Verdi lagi?" tanya Gavino, meyakinkan keputusan yang akan diambil oleh Cardi.


"Iya-iya! Aku tidak akan pernah mau membantu Verdi lagi! Kamu juga tahu Gavin, jika Aku juga pernah berada di sampingmu waktu dulu. Jika sekarang Aku mengikutinya, itu karena Aku merasa iri, dengan semua yang sudah Kamu lakukan untuk Lorenzo. Sedangkan Magdalena, cewek yang Aku sukai, justru memilihnya juga."


"Aku merasa cemburu dan terabaikan. Sehingga menganggap mu pilih kasih, dengan tidak memperhatikanku. Apalagi saat Lorenzo Kamu beri kepercayaan, untuk memegang bengkel mobil. Bersama dengan teman-temannya yang lain, sedangkan Aku tidak. Kamu udah melupakanku!"


Cardi akhirnya mengutarakan isi hatinya, yang merasa kecewa. Dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Gavino padanya selama ini. Yang dia anggap pilih kasih terhadap teman-temannya. Termasuk dengan dirinya juga, sebagai temannya yang dulu juga begitu dekat. Sama seperti Lorenzo sejak masih sekolah dulu.


Bahkan Cardi juga merasa iri, karena pada waktu itu Lorenzo juga diberikan hadiah sebuah mobil dari Gavino.


Meskipun dia bisa saja membeli mobil sendiri, tapi yang namanya sebuah hadiah, tentu saja akan menimbulkan sebuah kecemburuan sosial terhadap sesama teman.


Mungkin hal ini tidak pernah disadari oleh Gavino, karena dia tidak berpikir sejauh itu.


Gavino hanya berpikir bahwa, pada saat itu Lorenzo memang cukup layak untuk mendapatkan hadiah yang besar darinya.


Apalagi Lorenzo juga menerima dirinya sedari awal, sebagai seorang teman yang baik. Tanpa harus membedakan hal-hal yang tidak perlu dinilai dari segi materi.


Karena pada saat itu, di waktu sekolah, orang yang pertama kali menerima Gavino secara apa adanya hanya ada dua orang saja. Yaitu Lorenzo dan Bianca.


Dari kejadian itu juga, Gavino akhirnya tahu, menilai seseorang yang bisa dianggap sebagai teman adalah, di saat Kamu tidak memiliki apa-apa.


Karena pada saat Kamu memiliki segalanya, tidak hanya ada satu atau dua teman saja yang akan mendekat. Tapi banyak sekali orang-orang yang akan datang dengan sendirinya. Mengingat kedudukan mu, yang tidak akan pernah kekurangan secara materi.


"Apa Kamu tidak takut Cardi? Jika Verdi akan membunuhmu suatu saat nanti. Karena Kamu akan lebih memilihku, dan tidak lagi berada di sampingnya, mendukungnya, dan menjadi teman baiknya?"


Cardi menggelengkan kepalanya beberapa kali, memastikan jika dia tidak akan pernah menyesali semua keputusan yang dia ambil. Apalagi merasa takut, untuk meninggalkan temannya, Verdi.


"Cihhh! Dasar kalian berdua, sama-sama pengecut dan pecundang sejati!"

__ADS_1


__ADS_2