
"Sayang, siapa laki-laki tua ini?" tanya Gavino pada Gress, yang tampak kebingungan.
"Aku..."
"Aku ayahnya jika Kamu ingin tahu!"
Gress tidak melanjutkan kalimatnya, karena dipotong oleh King Black. Dan apa yang dikatakan oleh king Black barusan, tentu saja membuat Gress sangat terkejut.
Dia tidak pernah mengenal siapa king Black, tapi tiba-tiba laki-laki paruh baya itu, yang datang tanpa diundang, mengaku-ngaku sebagai ayahnya.
Sedangkan king Black sendiri, juga terkejut atas pengakuannya tadi, yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
"Apa, Ayah?"
"Setahuku, Gress kekasihku ini, tidak punya orang tua. Lagipula, dia bukanlah orang Italia sini, tapi dia adalah orang Amerika. Jadi jangan pernah mengaku-ngaku sebagai ayahnya. Tidak usah membuat pengakuan yang tidak-tidak. Jika Kamu ingin menipu, pergilah ke orang lain, sebab kami bukanlah orang yang bodoh!"
Gavino mengusir king Black dan mengatainya dengan kasar.
Sedangkan Gress sendiri, hanya bisa diam dengan perasaan bingung. Dia juga tidak percaya, dengan apa yang tadi dia dengar.
"Itu tidak mungkin. Jika Aku anaknya, kenapa dia tidak pernah menemuiku?" gumam Gress dengan kebingungan.
Anak buah Gavino dan anak buahnya king Black, masih saling berantem. Meskipun para pemimpin mereka sedang berdebat.
"Pergilah sebelum Aku melakukan kekerasan!"
"Anak Muda. Semua sudah terbongkar, dan Kamu bukanlah Gavino yang asli. Jadi Gress, jangan pernah percaya dengannya!" Terang king Black, memberikan peringatan pada Gress. Yang tidak mempercayai apa yang dia katakan.
"Hahaha... Kamu pikir, Kami ini orang-orang yang mudah Kamu per_daya? percaya sekali Kamu. Tapi sepertinya Kamu cocok sekali menjadi seseorang aktor. Tapi sayangnya, di sini bukan tempat syuting untuk pembuatan film dan opera. Jadi, pergilah sebelum Aku melakukan kekerasan terhadap mu!"
Gavino masih memperingatkan king Black, supaya pergi dari tempatnya ini.
Tapi king Black tidak peduli. Dia hanya ingin mengajak anaknya untuk pergi dari tempat ini. Di mana yang dianggap oleh anaknya sebagai Gavino adalah orang lain.
"Sia_llan Kamu Pak tua!"
Bugh bagh bugh bagh!
Dugh bugh bagh bugh!
Perkelahian antara Gavino dengan king Black, tidak jadi hindari lagi. Keduanya sama-sama saling adu jotos, saling meninju dan menendang.
Sedangkan Gress sendiri, hanya bisa melihat antara king Black dan Gavino bergantian, sambil menahan rasa khawatir dan ngeri. Karena melihat keduanya yang sedang berantem, dan sama-sama mengeluarkan kemampuan mereka dalam bela diri.
Dari arah samping bangunan Mension, tampak Gavino yang berlari-lari ke tempat mereka yang ada di taman.
"Gavino?"
Semua orang menoleh ke arah datangnya Gavino yang asli. Dan ini membuat Gress sangat kebingungan. Sehingga dia melihat ke arah Gavino yang baru datang, dengan yang ada bersamanya tadi secara bergantian.
__ADS_1
"Sayang!"
Gress menoleh ke arah Gavino, yang tadi bersamanya dan sedang berkelahi dengan king Black. Laki-laki paruh baya yang tadi mengaku-ngaku sebagai ayahnya. Karena memanggilnya dengan memberikan isyarat, supaya dia diam di tempat.
Kini, Gavino yang baru saja datang melihat ke arah Gavino palsu dengan tatapan geram.
"Tunjukkan dan bukalah topeng mu, siapa Kamu yang sebenarnya!"
Mendengar perintah dari Gavino yang baru saja datang, Gress menoleh ke arah Gavino, yang sudah menghabiskan waktu bersama dengan dirinya sedari siang.
Kini, semua orang berhenti berkelahi, dan melihat ke arah Gress. Menantikan gadis tersebut memberikan keputusannya.
Gress terlihat jelas jika sedang kebingungan, dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.
Ada dua Gavino, yang mengaku-ngaku sebagai kekasihnya. Yang tentu saja sangat tahu tentang dirinya juga.
"Gress. Percayalah, Aku ayahmu. Dan Gavino yang asli adalah yang baru saja datang, karena dia datang bersamaku tadi. Dan yang bersamamu sedari siang, itu adalah Gavino yang palsu."
"Tidak. Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa ada dua Gavino yang sama persis! Aku sedang bermimpi ya ini?" tanya Gress, sambil memegangi kepalanya, dengan kedua tangannya sendiri.
Dia benar-benar bingung dan tidak tahu, mana yang sebenarnya Gavino asli.
"Kalian bukan tamu yang ke undang ke sini. Kenapa kalian menganggu acara ku bersama dengan gadisku ini? Apa ini hanya sebuah gurauan saja? tapi siapa kalian ini, ya sudah membuat Opera menarik secara live di tempatku ini?"
Gavino mendekat ke tempat Gress berada. Dia langsung memeluk tubuh Gress, supaya tetap percaya bahwa dia adalah Gavino yang asl. Dan yang baru saja datang, hanyalah orang lain yang sudah mengaku-ngaku sebagai dirinya saja. Dan pastinya, orang tersebut adalah Gavino yang palsu.
Tapi Gress mulai waspada.
Srekkk!
Gaun yang dikenakan oleh Gress, ditarik Gavino hingga sobek. Membuat Gress membelalakkan matanya, karena sikap kasar dari Gavino yang dia percaya.
Sekarang, dia mulai meragukan bahwa, apa yang dia rasakan tadi salah besar. Karena pada kenyataannya Gavino yang tadi bersamanya sedari siang, bukanlah yang asli. Tapi hanya orang lain, yang sedang menyamar sebagai kekasihnya.
Tapi kesadarannya yang terlambat, membuatnya saat ini telah menjadi sandra dari Gavino itu.
"Kalian pikir akan mudah menangkap ku? Tentu saja tidak! Aku bukankah orang yang bodoh sehingga bisa kalian per_daya. Jika kalian memang pintar, ambillah dia dari tanganku saat ini!"
Sekarang, Gavino yang palsu menodongkan senjata apinya ke arah kepalanya Gress. Menjadikan gadis tersebut sebagai jaminan, supaya king Black dan Gavino yang asli menyerah kalah.
Dan ini membuatnya merasa senang, hingga tersenyum miring, dengan mengejek ke arah Gavino dan juga king Black.
Tapi ini tidak membuat Gavino gentar.
Dengan tangan terkepal, dan kaki yang sudah dia kaitan pada sistem, Gavino berlari dan melayangkan tangannya untuk menyerang Gavino palsu.
Tapi hal ini tidak membuat Gavino palsu gentar. Dia justru tersenyum mengejek dengan tertawa terbahak-bahak
"Hahaha... tidak semudah itu Gavin! Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku dengan mudah, hahaha..."
__ADS_1
Dor!
Tiba-tiba, satu tembakan diarahkan Gavino palsu pada Gavino asli, yang datang menyerangnya.
Ini membuat Gress menjerit keras.
Dan king Black, berlari ke arah anaknya, untuk merebutnya dari tangan Gavino palsu.
"Hiaattt..."
Bugh dagh bugh bagh!
Perkelahian mereka berdua tidak bisa dielakkan lagi. Begitu juga dengan anak buahnya yang lain, yang akhirnya sama-sama ikut melakukan pukulan dan tendangan pada lawannya yang tadi.
Gavino yang asli, melihat pergerakan Gavino yang palsu dengan seksama. Dia seperti mengenali siapa orang yang ada di balik wajahnya itu.
"Dia... dia seperti... Cardi! Apa benar dia adalah Cardi?" gumam Gavino, disaat dia sudah mengenali, siapa sebenarnya orang yang ada di balik topeng wajahnya.
Jadi, orang tersebut bukanlah Verdi maupun Dante. Apalagi Lorenzo.
Dan dia tidak pernah menyangka jika, temannya itu justru ada di balik semua ini.
Gavino tidak pernah percaya, jika temannya yang dia anggap baik itu, ternyata adalah musuhnya selama ini.
"Cardi!"
Akhirnya Gavino mencoba untuk memanggil Cardi, yang saat ini sedang menggunakan topengnya.
Gavino palsu menoleh sekilas ke arahnya, kemudian beralih lagi pada king Black.
"Siapa Cardi?" tanya king Black bingung.
"Tidak perlu kamu tahu. Hahaha... dor!"
Gavino palsu, menyahuti pertanyaan yang diajukan oleh king Black dengan cepat. Sebab, dia juga tidak mau jika identitasnya terbongkar sekarang ini juga.
Dia berusaha untuk pergi dari tempat ini, dengan membawa Gress sebagai sandra, supaya dia bisa pergi dari sini dengan aman.
Bahkan, Gavino palsu juga masih menodongkan senjata api ke arah kepalanya Gress, yang akhirnya merasa ketakutan.
Tapi pergerakan dari king Black yang cepat saat dia melintas, membuat Gavino palsu gugup dan menembakkan senjata apinya secara sembarangan.
Dor dor dor!
Brukkk!
"Tidak..."
Semua orang terkejut dengan teriakan Gress yang sangat kencang, sehingga membuat mereka semua menghentikan kegiatan mereka untuk bertarung.
__ADS_1
Dan tidak ada yang pernah mengetahui secara pasti, bagaimana cara king Black yang secara tiba-tiba terjatuh di atas lantai, dengan bersimbah darah. Akibat dari tembakan yang dilakukan oleh Gavino palsu. Yang sebenarnya ditujukan untuk Gavino yang asli.