Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Masih Rahasia


__ADS_3

Mata Gavino tak lepas dari layar transparan sistem mafia yang dia miliki. Karena di layar tersebut, tampak sangat jelas, ada salah satu gambar wajah seseorang. Yang sangat dikenali oleh Gavino.


'Bagaimana mungkin Gress adalah salah satu dari sekian banyak orang yang termasuk dalam kategori dekat dengan king Black?'


'Apa hubungan antara mereka berdua?'


Gavino membatin pertanyaan yang berhubungan dengan gadisnya. Yang menurut sistem adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dekat dengan king Black, atau Thomas Bryan.


Tapi sistem hanya memberikan informasi sebatas itu saja. Tidak ada keterangan yang bisa membuat pertanyaan yang ada di dalam hatinya Gavino terjawab.


"Apa Aku harus bertanya pada Gress langsung? Tapi... apa yang nanti dia pikirkan jika Aku bertanya-tanya tentang king Black padanya?"


"Apa dia mengenal king Black atau Thomas Bryan?"


Gavino kembali berdialog dengan dirinya sendiri, dengan berbagai macam pertanyaan yang tidak bisa dia jawab juga.


Sebenarnya seharian ini, Gavino hanya ingin berada di rumah saja. Dua sangat capek dan ingin beristirahat, sebelum keberangkatannya nanti malam.


Tepatnya dini hari, sebab jadwal penerbangan ke Paris ada pada jam dua pagi.


"Aku ke sana tidak ya? Apa Aku telpon, kirim pesan... atau..."


"Agrhhh... siapa sebenarnya Kamu Gress? Yang Kamu ceritakan hanya sebatas keluarga yang sudah merawat mu saja. Tidak dengan keluarga yang lainnya."


"Tapi jika benar Kamu ada hubungannya dengan Thomas Bryan, kenapa Kamu hidup sangat sederhana seperti itu di sebuah flat?"


"Bahkan ini adalah kota Roma. Di mana Thomas Bryan berkuasa sebagai seorang ketua mafia dengan julukan king Black."


Memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan Gress darinya, membuat Gavino tidak bisa memejamkan mata.


Padahal, rencananya masuk ke dalam kamar adalah ingin tidur. Sebab dia tidak bisa tidur dengan baik semalam. Karena bergumul dengan Gress sepanjang malam hingga pagi.


"Huhfff..."


"Sebaiknya Aku datangi flat Gress hari ini. Bukankah dia tahu, jika Aku tidak akan pergi ke mana-mana hari ini? Jadi, Aku ingin memberinya kejutan. Sekaligus mencari tahu tentang semua pertanyaan yang saat ini belum bisa Aku ketahui jawabannya."


Akhirnya Gavino memutuskan untuk pergi mandi terlebih dahulu, sebelum dia pergi ke flat Gress lagi.


Tak lama kemudian, Gavino sudah keluar dari dalam kamar. Dengan berpakaian rapi, meskipun hanya mengenakan pakaian kasual saja. Sebab dia tidak akan pergi ke kampus.


Tapi nyatanya, penampilannya ini justru menjadikan pertanyaan untuk George, yang kebetulan ada di meja makan.


George memang tidak ikut ke kantor bersama dengan Robert. Sebab dia juga ingin beristirahat, sebelum ikut pergi bersama dengan Gavino ke Paris nanti malam.

__ADS_1


"Mau ke mana Kamu Gavin?"


"Tidak ke mana-mana," jawab Gavino acuh.


"Bukannya Kamu tidak ada kegiatan lagi di kampus? Jangan bilang jika kegiatan Kamu semalam masih kurang!" tebak George yang tidak sepenuhnya salah.


"Apa sih!" elak Gavino mengelengkan kepalanya beberapa kali, karena dia tidak mau jika George curiga dengan apa yang akan dia lakukan saat ini.


Dia ingin menyelidiki siapa sebenarnya Gress. Dia tidak mau, jika ada orang lain yang tahu apa yang sedang dia lakukan saat ini. Untuk mengungkap misteri yang memang belum dia ketahui kebenarannya.


Pada saat Gavino ada di meja, di mana biasanya kontak mobil dan motor berada, Gavino justru memilih motor untuk kendaraannya kali ini.


Jadi dia tidak mengunakan mobil untuk pergi ke flat Gress.


Dan George, tetap memperhatikan setiap gerak-gerik Gavino. Dari tempatnya duduk.


'Napain itu anak bawa motor? Gak biasanya dia pergi mengunakan motor?'


'Apa dia akan menemui gadisnya lagi? Bukannya dia juga baru pulang pagi ini, sebelum Aku tiba?'


George justru mencurigai Gavino yang baru saja pergi, jika Tuan mudanya itu akan pergi ke tempat gadisnya, di mana dia juga sudah tahu tempatnya.


'Aku harus ikuti gak ya?'


'Ah sudahlah. Mungkin ada sesuatu yang harus dia kerjakan saat ini juga.'


Akhirnya George mengurungkan niatnya, untuk mengikuti ke mana Gavino pergi. Meskipun sebenarnya dia tetap saja merasa curiga dengan kelakuan tuan mudanya yang masih bekuk bisa dikatakan dewasa.


*****


Tiba di depan gedung flat Gress, Gavino menghentikan sepeda motornya. Dia mencoba untuk menghubungi gadisnya itu, sebelum dia memutuskan untuk naik ke atas.


Tut tut tut!


..."Hai! Halo Sayang."...


..."Hai juga Sayang. Sedang apa Kamu sekarang Yang?"...


..."Aku... sedang tiduran saja di kamar. Aku juga mau beristirahat. Sama seperti yang sedang Yayang lakukan sekarang?"...


..."Aku sedang tidak di rumah."...


..."Hah, benarkah? Aku pikir Sayang sedang tidur dan beristirahat saat ini."...

__ADS_1


..."Aku ada di bawah."...


..."Di bawah? Maksudnya Sayang sedang ada di rumah, di lantai bawah gitu?"...


Gress yang tidak paham, justru berpikir bahwa Gavino tinggal di sebuah rumah dengan beberapa lantai. Dan saat ini, kekasihnya itu ada di lantai bawah.


..."Aku di bawah. Di depan gedung flat."...


..."Yang benar Yang?"...


..."Keluar dan lihat saja sendiri Yang."...


Suara Gress terdengar jika sedang kaget dan tidak percaya begitu saja. Apalagi Gress juga yakin bahwa, Gavino memang tidak mungkin datang ke flat nya lagi.


Tapi nyatanya, apa yang dia benar-benar keluar, untuk membuktikan kebenaran tentang perkataan Gavino.


Dia benar-benar di bawah sana, setelah Gress keluar dan melongok ke arah bawah. Gavino memang benar-benar ada di sana. Dengan melihat ke arah atas, di mana kamarnya berada. Dan melambaikan tangan ke arah Gress yang ada di atas.


Panggilan telpon masih tersambung, saat Gavino berada di depan gress saat ini. Dan baru diputuskan oleh Gavino, di saat tubuh Gress memeluknya dengan erat.


Grep!


Gress menubruk tubuh Gavino dan memeluknya erat seperti tidak mau melepaskannya lagi.


"Apa yang terjadi?" tanyanya masih dalam pelukannya Gavino.


Dia merasa khawatir, dengan kedatangan Gavino yang tanpa kabar terlebih dahulu. Apalagi datangnya juga menggunakan sepeda motor.


"Aku tidak apa-apa.


Gavino menjawab pertanyaan dari Gress, sambil menciumi rambut kelapa Gress yang menenggelamkan wajahnya di dada bidang Gavino saat ini.


"Aku hanya tidak bisa tidur saja, dan kepikiran terus dengan Sayang." Gavino berkata lagi, sambil mengelus-elus rambut Gress, dengan sesekali masih menciumi rambut tersebut.


"Apa kepergian mu ke Paris dibatalkan? Kenapa Yayang tidak bisa tidur?" tanya Gress bertubi-tubi. Dia ingin mendapatkan kejelasan tentang kedatangan Gavino sekarang.


"Tidak. Aku hanya ingin tidur dengan memelukmu saja. Apa Kamu keberatan Sayang?"


Dengan cepat, Gress mengelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian mendongak menatap ke atas. Supaya bisa melihat bagaimana dengan wajah kekasihnya.


Cup!


Gavino justru mencium bibir Gress cepat, di saat Gress menatapnya, masih dalam keadaan memeluknya.

__ADS_1


"Apa yang sedang Kamu pikirkan saat ini?"


__ADS_2