
Robert sedang melihat-lihat situs web penjualan rumah atau apartemen, sesuai dengan permintaan dari Gavino.
Awalnya Robert berpikir bahwa, Tuan Mudanya itu ingin membeli apartemen atau rumah lagi untuk ditinggali sendiri. Tapi ternyata untuk Bianca.
Salah satu dari Gadis dari Tuan Muda-nya itu, memang termasuk gadis yang istimewa. Sebab, sudah mencuri perhatian dari Gavino sejak masih sekolah dulu. Meskipun mereka berdua sempat berpisah, beberapa saat kemudian setelah lulus sekolah.
Tapi takdir yang didukung oleh sang waktu, seakan-akan memberikan dukungan terhadap kedua insan tersebut. Sehingga mereka berdua kembali bertemu dan bersatu lagi, meskipun harus melewati segala rintangan dan halangan yang ada.
Bahkan di saat Gavino telah memiliki gadis lain, tapi nyatanya, mereka tetap bisa menerima kenyataan tersebut. Tanpa harus ada pertengkaran yang cukup berarti, sehingga membuat hubungan mereka retak atau bahkan hancur. Dan semua itu tidak pernah terjadi.
Gavino tidak sempat mencari tempat tinggal yang nyaman untuk Bianca. Itulah sebabnya, dia meminta bantuan Robert. Karena pamannya itu belum mulai berangkat kerja, dan masih berada di rumah.
Untuk kasus kecelakaan Robert yang kemarin, sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian. Yang dibantu oleh beberapa anak buahnya Gavino juga.
Dan Robert bersama dengan Gavino, menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib. Karena pada intinya, Gavino sudah tahu. Apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
"Sepertinya ini cocok untuk hunian anak muda," gumam Robert seorang diri. Saat menemukan kriteria apartemen yang layak, dan dirasa cocok hunian anak-anak muda.
Robert lebih memilih untuk mencari apartemen bagi Bianca, daripada sebuah rumah karena, salah satu keunggulan apartemen, jika dibandingkan rumah pada umumnya adalah keamanan yang maksimal. Bahkan keamanan ini akan ada penuh selama 24 jam dalam seminggu
Selain itu biasanya di apartemen akan dilengkapi dengan CCTV juga, untuk bisa memantau siapa saja tamu yang berkunjung.
Dibandingkan rumah secara umum, apartemen juga terdapat berbagai fasilitas penunjang yang lain. Seperti kolam renang, tempat fitnes, dan pusat belanja.
Sekarang Robert mencari apartemen dengan tipe studio. Apartemen ini merupakan tipe ruang apartemen yang memiliki luas paling kecil. Selain ruangannya yang tidak begitu luas yaitu antara 20m2, sampai 35m2. Apartemen ini identik dengan tidak memiliki ruang penyekat di dalamnya kecuali pada kamar mandi. Jadi, mirip dengan kost-kostan.
Satu lagi yang di cari Robert adalah tipe 1BR. Seperti namanya, desain apartemen 1 kamar atau 1 bedroom (1BR) memiliki satu kamar tidur, ruang tengah, dapur dan kamar mandi. Meskipun sekilas mirip dengan apartemen studio, apartemen minimalis ini memiliki luas yang lebih memadai.
Jadi, nanti Robert akan memberikan gambaran ini pada Gavino. Apakah dia mau menerima salah satu tipe ini atau justru menolaknya, dengan mencarikan Bianca apartemen lainnya yang lebih besar.
Tapi seperti yang diinginkan Bianca sendiri, apartemen dengan tipe 1BR lebih cocok untuk Bianca tinggali. Sebab dia tidak mau terlalu ribet, dalam mengurus semua hal di dalam ruangan apartemennya.
"Baiklah. Aku akan mengirimkan 2 profil apartemen ini Gavino, supaya dia bisa bertanya pada Bianca juga. Dengan demikian, urusan ini akan cepat selesai."
Dengan cepat, Robert mengirimkan pesan pada Gavino, dengan dua gambar apartemen yang bisa dipilih. Dia juga memberikan kebebasan pada Tuan Muda-nya itu, jika tidak menginginkan apartemen tersebut, dan mau yang lebih luas dan mewah. Bisa dicarikan lagi secepatnya.
"Hahhh... selesai. Semoga saja, Gavin dan Bianca suka. Jadi, Aku tidak perlu repot-repot mencari-cari dan juga banyak bertanya-tanya pada pihak pengelola apartemen tersebut."
Setelah semuanya selesai, Robert meminum air putihnya terlebih dahulu, kemudian segera beristirahat untuk tidur siang.
*****
Di markas.
Gavino sedang berada di dalam kamarnya, setelah selesai membicarakan sesuatu, dengan beberapa anak buahnya yang dipercaya.
Dia membahas penelpon yang kemarin pernah menjanjikan untuk bertemu dengannya, tapi nyatanya tidak bisa. Karena tadi pagi, orang itu baru saja memberikan pesan lagi. Supaya dia bisa menemui orang tersebut.
Dia meminta pada anak buahnya, untuk tetap berjaga-jaga. Pada saat dia akan bertemu orang yang tidak dikenalnya itu.
Gavino berencana supaya anak buahnya itu mengikutinya dari jarak jauh, atau setidaknya sudah berjaga-jaga di tempat yang akan dia tuju nanti, sebelum dia datang di tempat itu.
Dia tidak yakin, jika orang misteri itu akan datang sendirian. Karena bisa dipastikan bahwa, orang itu akan datang dengan membawa anak buahnya juga. Jadi, Gavino juga harus mengantisipasi segala hal, seandainya saja nanti akan terjadi keributan atau bentrokan.
Dan sekarang, dia mengaktifkan sistem. Untuk bisa mendapatkan bantuan kekuatan. Meskipun harus membayar dengan poinnya.
( Ting )
( Selamat siang Good Father )
'Aku ingin mendapatkan tambahan kekuatan, untuk menghadapi orang yang akan Aku temui nanti.'
__ADS_1
( Ting )
( Good Father bisa mendapatkan kekuatan tersebut dengan membayar, dengan poin. Karena sistem belum memberikan kekuatan pada Good Father lagi )
'Iya Aku tahu. Aku akan bayar.'
( Ting )
( Good Father mau berapa kekuatan )
'Berapa poin untuk 50% kekuatan?'
( Ting )
( 25.000 poin dari poin utama Good Father )
'Emhhh, baiklah. Aku mau!'
( Ting )
( Penampakan brangkas sistem )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
# Tampilan on
# Hadiah utama 765. 000 poin
# Hadiah bonus 978.500 poin
# Kemampuan 90%
# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati
# Sisa umur \= 2.570 hari
# Kecepatan sesuai dengan permintaan
( Ting )
( Proses penukaran poin dengan kekuatan )
1%
10%
20%
__ADS_1
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
# Tampilan on
# Hadiah utama 740. 000 poin
# Hadiah bonus 978.500 poin
# Kemampuan 90%
# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati
# Sisa umur \= 2.570 hari
# Kecepatan sesuai dengan permintaan
( Ting )
( Pertukaran poin dengan kekuatan selesai )
"Arghhh..."
Gavino tiba-tiba terjatuh dari tempat duduknya, dengan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
Bahkan ada beberapa anak buahnya yang sedang berada lantai bawah, mendengar teriakannya Gavino, yang sedang merasakan kesakitan. Akibat penyatuan kekuatan, yang dia inginkan dari sistem pada tubuhnya.
Meskipun sebenarnya dia sudah memiliki kekuatan tersebut, tapi sudah lama sistem tidak memberikan tambahan. Sehingga dia merasa kekuatannya itu semakin berkurang.
Tok tok tok!
Tok tok tok!
Dor dor dor!
"Tuan! Tuan Muda!"
Anak buahnya, mengetuk pintu beberapa kali. Bahkan mereka menggedor-gedor pintu kamar, dengan memanggil namanya juga. Tapi tetap saja tidak membuat Gavino terbangun dan membukakan pintu kamarnya, sehingga dengan terpaksa, anak buahnya mencari cara, untuk bisa masuk ke dalam kamar Tuan Muda-nya itu.
"Lewat balkon kamar!"
"Iya-iya, lewat balkon!"
Akhirnya mereka menemukan cara supaya bisa masuk ke dalam kamar Gavino. Yaitu dengan cara masuk melalui balkon kamar, yang ada di depan.
Tapi mereka harus memanjat ke balkon tersebut, sebab tidak ada akses tangga ataupun lift yang bisa sampai ke balkon.
Dengan demikian, anak buah Gavino akhirnya sibuk mencari tangga, dan beberapa tali. Yang bisa mereka gunakan untuk alat bantu, agar bisa masuk ke dalam kamar. Dan mengetahui, apa yang sebenarnya dialami oleh Tuan Muda-nya.
Tak lama kemudian, semua alat yang mereka butuhkan telah dipasang sedemikian rupa, agar bisa dinaiki.
"Kamu naik, dan cepet tolong Tuan Muda! Tapi jangan lupa, buka pintu kamarnya. Supaya kami juga bisa masuk dari pintu sana, dan ikut membantu."
Dengan demikian, hanya ada satu orang yang naik dan masuk melalui balkon kamar. Kemudian orang yang tadi naik, di minta untuk membuka pintu kamar. Agar bisa digunakan teman-temannya yang lain masuk ke dalam kamar tersebut.
__ADS_1