
Gavino keluar dari dalam kamar, karena biasanya jam segini George ataupun Robert sudah pulang. Jadi dia mencari mereka di ruang tengah ruang, ruang makan dan kamar-kamar mereka.
Tapi ternyata tidak satupun dari mereka yang terlihat. Akhirnya Gavino bertanya kepada kepala maid, yang kebetulan ada di ruang makan, memberikan instruksi kepada para koki yang sedang menata makanan.
"Apakah George atau Robert belum pulang?" tanya Gavino pada kepala maid.
"Belum Tuan Muda. Mereka belum ada yang pulang satu pun.
"Baiklah, terima kasih."
Gavin berjalan keluar rumah. Dia duduk di teras depan sambil mengeluarkan handphonenya, mencoba menghubungi George atau Robert.
Tapi ternyata handphone George tidak aktif sehingga dia menelpon Robert.
Tut tut tut...
..."Ya halo Gavin, ada apa?"...
..."Kamu ada di mana Robert?"...
..."Aku sedang berada di jalan, sekitar 10 menit sampai rumah."...
..."Apakah George bersamamu, atau dia bawa mobil sendiri?"...
..."Dia ada urusan. Tadi sudah pulang sendiri sore. Ada apa?" ...
..."Urusan apa? pekerjaan atau pribadi" ...
..."Wahhh... Aku kurang tahu. Biasanya sih kalau sudah pulang di jam kerja, itu urusan pribadi. Dan dia tidak berbicara denganku, kecuali kalau urusan pekerjaan, dia pasti akan memberikan kabar padaku." ...
..."Baiklah, terima kasih Robert."...
..."Apakah handphone-nya tidak aktif juga, sama seperti biasanya? sehingga Kamu tidak bisa menghubunginya." ...
..."Ya. Kamu sudah tahu kebiasaan temanmu itu, jadi tidak perlu bertanya juga bukan." ...
..."Ya begitulah. Oh ya, jika Kamu belum makan, makanlah dulu. Aku belakangan tidak apa, yang penting Kamu jangan kelaparan, hanya menungguku Gavin."...
..."Cerewet sekali Kamu, cepat pulang!"...
..."Hahaha... siap Tuan muda!"...
Klik!
Gavino menghela nafas panjang, karena ternyata George tidak bersama dengan Robert. Sedangkan Robert juga tidak tahu kemana George pergi.
"Apa ini urusan pribadi yang merupakan teka-teki dari misi? Tapi apa ya?"
Gavino bertanya-tanya dalam hati, tapi tentu saja tidak ada yang bisa menjawab yang termasuk dirinya sendiri. Apa lagi sistem tidak mungkin mau membantunya, karena ini adalah misi yang diberikan setelah identitas diri George diketahui oleh Gavino. Jadi dia harus bisa mencari tahu sendiri.
__ADS_1
"Apa sebenarnya pekerjaan pribadi George ya? yang penting tidak merugikan orang lain Aku tidak apa-apa. Tapi jika dia sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar yang tidak pernah Aku ketahui, dan itu merugikan orang lain, Aku tidak akan melepaskannya. Aku tidak mau jika George melakukan itu lagi. Yaitu melakukan sesuatu yang merugikan orang banyak."
"Hhh..."
Gavino berdiri dari tempat duduknya. Tapi sebelum dia melangkah masuk ke dalam rumah, handphonenya bergetar. Dan ternyata George sedang menghubunginya.
..."Halo George di mana?"...
..."Ada apa mencariku?" ...
..."Tentu saja mencarimu. Kamu belum sampai rumah, dan Kamu juga tidak menghubungi Robert untuk memberi tahu, ada di mana? ponsel mu mati. Dan sekarang juga sudah malam. Jika Kamu sedang bersenang-senang, itu tidak masalah." ...
..."Sudah cukup ceramahnya? Aku bukan anak kecil. Aku adalah orang dewasa yang bebas. Jadi, biarkan Aku melakukan apa saja yang Aku inginkan tanpa Kamu urusi."...
..."Ada apa Kamu? kenapa Kamu bicara seperti itu? apa ini membuatmu marah?" ...
..."Sudahlah. Kamu lakukan saja terserah apa yang ingin Kamu lakukan. Aku tidak peduli! Aku ingin mengurus diriku sendiri. Aku sedang pusing jangan ganggu Aku!" ...
Klik!
Gavino menggaruk-garuk alisnya sendiri, karena bingung dengan perkataan George barusan.
Tadi George menghubunginya, karena ponselnya yang baru diaktifkan, dan ada notifikasi pesan dari operator, jika dia tadi baru saja menghubunginya.
"Apa yang sebenarnya dilakukan oleh George? kenapa dia berkata seperti itu? dia marah padaku. Apa dia sudah tahu, kalau aku sedang menyelidikinya? nggak mungkin. Aku tidak pernah mengatakannya pada siapapun. Aku juga tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan.
Gavino bergumam seorang diri, tentang apa yang tadi dikatakan oleh George padanya tadi.
Tintin!
Gavino baru tersadar pada saat Robert membunyikan klakson mobil.
Karena melihat mobil Robert yang sudah datang, Gavino melihat pergelangan tangannya. Ternyata dia memang sudah melamun selama hampir sepuluh menit dengan waktu menerima panggilan telpon dari Georgia.
Dan perhitungan waktu Robert ternyata tempat. Dia sepuluh menit yang lalu masih ada di jalan dan bilang akan tiba di rumah dalam jangka waktu sepuluh menit.
"Bukannya tadi Aku sudah bilang, makanlah dulu. Kenapa masih di sini?"
Robert bertanya pada Gavino, karena Gavino masih ada di teras depan. Sama seperti tadi saat dia menelponnya
"Tidak apa-apa. Aku hanya menunggumu. Aku bosan berada di dalam rumah sendiri."
"Ya sudah, ayo masuk! apa Kamu sudah makan?" tanya Robert melihat Gavino yang seperti orang bingung.
Di saat Gavino beranjak dari tempat duduknya, ponsel Robert berdering.
Tring... tring...
Pada saat melihat layar handphonenya, Robert melihat ke arah Gavino, yang ternyata sedang melihatnya juga.
__ADS_1
"Ini George. Apa tadi Kamu berhasil menelponnya?" tanya Robert pada Gavino.
"Sudah. Dia sudah menelponku tadi. Jadi angkat saja."
"Baiklah, Aku terima telponnya dulu."
Gavino hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Robert.
..."Ya halo, ada apa George?" ...
..."Apa Kamu sudah sampai rumah?" ...
..."Iya. Aku baru saja sampai. Kenapa Kamu belum pulang, ada di mana?" ...
..."Jangan menungguku untuk makan malam. Makan saja bersama dengan Gavino." ...
..."Iya. Tentu saja aku akan makan. Aku lapar, dan siapa juga yang mau menunggumu, yang sedang bersenang-senang di dalam kamar hotel bersama gadis-gadis cantik!" ...
..."Kamu bicara apa! Aku tidak sedang bersama seorang wanita atau gadis manapun." ...
..."Apa? Kamu tidak sedang bersama gadis atau wanita cantik, tapi sama nenek-nenek ya? Hahaha..."...
..."Sial_lan Kamu! sudah senang mengejekku! puas! pergilah makan, Aku mau melanjutkan pekerjaanku." ...
..."Kios sudah tutup, apa yang Kamu kerjakan di kios sana?"...
..."Tidak usah cerewet Robert! Kamu lama-lama seperti nenek-nenek saja cerewetnya." ...
..."Haduhhh... sudahlah awas aja kalau Kamu nanti repot dan meminta bantuanku."...
..."Tidak akan!" ...
..."Ya sudah, terserah kamulah!" ...
Klik!
Robert menutup panggilan teleponnya, kemudian kembali melihat ke arah Gavino.
"Aku sudah bilang, paling dia sedang bersenang-senang di dalam sebuah hotel bersama beberapa wanita. Jadi tenang saja, dia sepertinya sedang bahagia tadi."
Gavino hanya mengangguk saja mendengar perkataan Robert.
Tapi dia justru merasa, jika George memang sedang melakukan sesuatu, tanpa sepengetahuannya dan juga Robert.
****
Sedangkan George sendiri, di luar sana, sedang melakukan kegiatannya yang memang tidak pernah diketahui oleh orang lain. Termasuk Robert maupun Gavino.
Dia ada misi sendiri untuk membuat kakaknya, Thomas Bryan, untuk menyerahkan warisan ibunya kepada dirinya. Yang selama ini sudah dikuasai kakak tirinya itu sendiri.
__ADS_1
George ingin meminta hak nya sebagai adik dari Thomas Bryan satu ibu beda ayah. Karena usaha garmen itu adalah milik ibunya. Jadi dia punya hak untuk mendapatkannya.