
Dalam ketidakberdayaannya, Gavino menyadari sesuatu. Jika ini adalah sebuah hukuman atau efek dari sistem, karena dia sudah gagal. Meskipun tidak di ambil semua yang kemarin disepakati.
Tapi dia sadar, jika Gress masih ada di sampingnya dan mempertahankan dirinya. Meskipun harus menentang papanya sendiri.
Namun sayang, tidak bisa melakukan sesuatu pada tubuhnya. Yang tiba-tiba seperti mati, sehingga tidak bisa digerakkan. Semua itu karena kesadaran dirinya yang sepenuhnya berada di tempat lain, sebuah tawanan waktu dari sistem.
"Come faccio a liberarmi?"
"Bagaimana caranya Aku bisa membebaskan diri? Semua ini dipengaruhi oleh sistem, sehingga tubuhku juga tidak bisa Aku kontrol sendiri. Atau Aku makan mati saat ini juga?"
Gavino membatin, dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang dia miliki. Sebab dia masih bisa sadar jika dia dalam keadaan tidak tidur. Sedangkan dia akan terbawa oleh sistem, kemanapun yang dia sendiri tidak ketahui secara pasti. Sebab sistem yang menguasai kesadarannya.
Dia sudah tidak bisa mengaktifkan sistem secara langsung, sama seperti dulu dia menginginkannya. Seakan-akan sistem sudah tidak bisa dikendalikan oleh Gavino, sebagai Good Father yang dipatuhi oleh sistem mafia.
Dan efek sistem ini belum diketahui secara pasti apa dan bagaimana alasannya. Sebab Gavino sendiri belum bisa memecahkan misteri ini. Kenapa sistem yang tiba-tiba tidak bisa digunakan, bahkan menentang keinginannya sebagai Good Father.
Gavino sudah mencoba untuk mengaktifkannya sistem, bahkan beberapa kali dia harus merasakan kesakitan karena gagal dalam usahanya itu.
Apalagi pada saat dia sedang jatuh untuk pertama kalinya, kemudian kembali ke masa lalunya. Yang masih bertempat tinggal di kota Monte Isola, di mana masak kecilnya dihabiskan dengan banyaknya bully-an dan cemooh serta sindiran dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Tapi ternyata kali ini, sistem tiba-tiba aktif dengan sendirinya. Di saat Gavino dalam keadaan tertidur, sendirian di dalam kamar.
( Ting )
(Selamat malam Good Father )
( Sistem akan mengupgrade operasional sistem yang telah tidak berfungsi )
( Ting )
( Menampilkan brangkas sistem )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )
# Tampilan on
# Hadiah utama : 739. 000 poin
# Hadiah bonus : 0 poin
# Kemampuan : 0
# Keahlian Khusus : 0
# Sisa umur \= 2.500 hari
# Tidak ada aktivitas yang berlangsung
( Ting )
__ADS_1
'Apa yang sebenarnya terjadi?'
( Ting )
( Sistem rusak, karena misi tantangan gagal )
'Katanya tidak ada pengaruh apapun?'
( Ting )
( Untuk poin dan umur memang tidak memiliki dampak apa-apa )
( Tapi untuk kemampuan dan keahlian khusus tidak ada )
( Semua kembali dalam keadaan kosong )
'Apakah Aku masih ada kesempatan untuk memperbaikinya? secara umurku masih ada tersisa dengan poin yang ada juga.'
( Ting )
( Tergantung kondisi tubuh Good Father )
( Jika kondisi tubuh tidak fit sistem tidak bisa diupgrade dan digunakan lagi )
'Jadi Aku harus bisa melawan ketidakberdayaan ini sendiri? Tanpa mendapatkan bantuan apapun dari sistem?'
( Ting )
( Benar Good Father )
'Apakah itu artinya aku juga akan kehilangan segalanya? termasuk kedua cinta gadisku?'
( Ting )
( Jika keduanya memang ada cinta sejati, mereka berdua tidak akan pernah meninggalkan Good Father, bagaimanapun keadaannya yang sekarang ini )
( Ting )
( Apa yang sebenarnya dirasakan oleh Good Father tanpa ada sistem )
'Aku tidak mau kembali hidup seperti pada masa kecil, yang semuanya serba kurang dan tidak ada yang bisa Aku lakukan.'
( Ting )
( Good Father sudah mempunyai usaha dan saham untuk menunjang kehidupan sehari-hari, yang tentunya menjadi lebih baik daripada yang dulu )
'Tapi, apakah Aku mampu?'
( Ting )
( Tingkatkan kepercayaan pada diri sendiri, supaya bisa melindungi diri sendiri sebelum melindungi orang di sekitar )
'Itu artinya Aku akan kehilangan segalanya?'
( Ting )
( Tergantung seberapa kuat Good Father menerima upgrade sistem )
'Baiklah. Apakah upgrade sistem terjadi dalam waktu dekat ini?'
( Ting )
( Bisa jadi )
( Good Father harus tetap berusaha untuk mengaktifkan setiap hari, meskipun gagal )
__ADS_1
'Baiklah. Aku akan mengingat pesan ini.'
( Ting )
( Persiapkan diri Anda Good Father )
( Ting )
Gavino membuka matanya, begitu sadar bahwa, tadi sistem miliknya tiba-tiba aktif. Dalam keadaannya yang sedang tertidur.
"Aku bisa merasakan, jika sistem masih berada di sekitarku. Itu artinya, aku tinggal mempersiapkan diri untuk menerimanya kembali dalam versi yang lebih baik."
Mengingat bahwa sistem kembali dan tetap mendukungnya, Gavino bersemangat. Dia mencoba menggerakkan kaki ataupun tangannya, untuk melatih kekuatan dirinya sendiri. seperti yang disarankan oleh sistem.
"Gavin!"
Dari arah pintu, Gress terkejut melihat pergerakan dari kekasihnya. Sebab sudah beberapa hari Gavino tidak bisa bergerak, meskipun matanya terbuka.
"Kamu, Kamu bisa mendengarku kan? Coba respon dengan gerakan mata atau tangan, atau bisa juga dengan kaki. Terserah Kamu Gavin! hiks hiks hiks... Aku sangat bahagia!"
"Questo è come un sogno. E puoi spostarti è una felicità che i soldi non possono pagare per me!"
Gress benar-benar merasa bahagia, dengan kemajuan yang dicapai oleh kekasihnya itu.
"Kita masih memiliki harapan!"
"So che puoi farcela Gavin! Sei ancora bravo!"
Cup cup cup!
Gress menciumi kening Gavino, merasakan kebahagiaan dan keharuan yang datang. Bersama dengan kemajuan yang ditunjukkan oleh kekasihnya. Sehingga dia masih memiliki harapan, untuk bisa membuat Gavino kembali normal.
"Sayangnya Aku tidak memegang ponsel. Sedangkan ponselmu juga tidak ada lagi. Entah siapa yang sudah membawanya."
Gress harus mengajak bicara Gavino, yang melihatnya tanpa berkedip. Meskipun tidak bisa menyahuti perkataannya. Tapi semua itu tentu sudah membuat Gress jauh lebih baik, karena punya harapan.
"Tidak apa-apa Aku hidup tanpa kecanggihan teknologi. Yang pasti Aku masih bisa bersama denganmu! Aku hanya bisa berharap, agar Papa menyadari semuanya. Sehingga dia juga bisa menerima kenyataan."
Setelah kejadian beberapa terakhir ini, dengan keadaannya yang menjadi seorang tawanan bersama dengan Gavino, membuat Gress akhirnya sadar. Jika sebenarnya papanya itu belum sepenuhnya menyadari semua kekeliruannya dan kesalahan yang sudah dilakukannya sejak dulu.
Dengan demikian, Gress hanya bisa berharap agar papanya benar-benar sadar dalam waktu yang tidak lama lagi.
Cup!
Sekali lagi Gress mengecup kening Gavino, sebelum dia menyelimuti tubuh kekasihnya itu. Supaya kembali beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya, yang tidak bisa merespon apapun dalam beberapa waktu terakhir ini.
*****
"Yesss! Akhirnya kita bisa menemukan keberadaan Gavino!"
Dante bersorak senang, pada saat mendapatkan karakter dari Robert. Mengenai beberapa tempat, yang dicurigai sebagai lokasi persembunyian. Yang digunakan oleh king Black, untuk menyembunyikan Gavino dan Gress.
"Kok bisa ya king Black menahan anaknya sendiri? Jika hanya Gavino saja Aku masih memakluminya. Tapi ini ada Gress lho! Masa iya dia ikut menahannya juga?"
Pertanyaan yang diajukan oleh Dante, tidak mendapatkan jawaban dari Lorenzo, sebenarnya juga memiliki pertanyaan yang sama seperti itu.
Tapi karena Lorenzo sedang tidak ingin berbicara, dia hanya bisa diem saja sejak tadi. Bahkan dia hampir meninggalkan Dante di pinggir jalan, hanya karena merasa pusing mendengar ocehan temannya itu.
Tapi kali ini dia tidak merasa terganggu, sebab sebenarnya pertanyaan dan perkataan yang diucapkan oleh Dante memang benar. Dan menjadi pertanyaannya juga.
"Cepat katakan di mana lokasinya!"
Lorenzo meminta kepada Dante, supaya memberitahu keberadaan tempat dan lokasi yang telah diinformasikan oleh Robert pada mereka.
Dia sudah tidak sabar untuk bisa menemukan Gavino. Teman, sahabat dan Bos nya juga, yang berperan sebagai pemilik modal dari bengkel mobil yang dikelolanya.
__ADS_1
Tapi Lorenzo memang menganggap Gavino lebih dari sekedar teman, meskipun tidak pernah terlontar kata-kata pujian atau sanjungan dari mulutnya untuk Gavino. Sejak dulu, sewaktu masih berada di bangku sekolah. Di saat Gavino masih tampak dekil dan lusuh, tidak sama seperti sekarang.
"Aspettaci Gavin! lo aiuteremo sicuramente presto. Jangan khawatir, kami pasti akan datang menolong mu Gavin. Bersabar dan bertahanlah!"