
"Aku tidak mengerti apa maksudmu anak muda," ujar king Black, yang masih penasaran tentang siapa sebenarnya ke Gavino.
"Kamu tidak perlu tahu king Black, yang pasti Aku adalah orang yang pernah ada di masa lalu mu dan juga kedudukan yang seharusnya tidak kamu miliki ini," sahut Gavino menjelaskan tentang siapa dirinya.
"Aku tidak mengerti apa yang Kamu bicarakan ini anak muda. Jadi lepaskan ikatan ini, kita bisa bicara baik-baik. Mungkin dengan begitu, Kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi dan aku juga bisa mengenalimu."
King Black berusaha untuk bernegosiasi dengan Gavino, supaya melepaskan ikatan yang ada pada kaki dan tangannya.
Dia merasa jika harus melunak untuk menghadapi anak muda yang ada didepannya kali ini. Karena jika keras, mungkin Gavino akan lebih nekat lagi untuk menyakitimu. Sama seperti yang biasa dia lakukan saat ingin mendapat kepuasannya selama ini.
"Tidak perlu. Semuanya sudah tidak perlu dibicarakan dengan baik-baik, karena semua telah tiada. Dan Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Semuanya king Black." tutur Gavino memberitahu.
"Apa maksudmu?" tanya king Black dengan raut wajah yang mulai merasakan rasa takut.
Aura Gavino telah berubah menyeramkan dan tampak dingin. Padahal biasanya tidak ada yang ditakutkan oleh king Black.
Meskipun king Black berusaha untuk menutupi ketakutannya, dengan mencoba lebih tenang. Tapi sebenarnya hatinya tidaklah tenang sama sekali. Dia berpikir bahwa inilah akhir dari hidupnya.
Sebenarnya king Black berusaha mencari cara, agar bisa memberikan isyarat pada anak buahnya yang ada di luar sana. Jika dia ada dalam keadaan bahaya. Sayangnya, anak buahnya tidak ada yang mendengar apapun yang terjadi di dalam kamar ini. Jadi tidak ada yang bisa dia lakukan, agar bisa memberikan peringatan kepada anak buahnya.
"Ayolah Gavino, lepaskan Aku. Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik. Aku tidak akan pernah menyakitimu, percayalah padaku. Yang penting, Kamu mau melepaskan Aku, maka Aku akan memberikan apapun yang Kamu inginkan."
"Kamu mau apa? uang, kedudukan atau Kamu mau keliling dunia dengan kartu kredit yang tidak ada limit nya? bagaimana, Kamu mau kan?" rayu king Black lagi, berusaha untuk menggoyahkan perasaan Gavino dengan iming-iming hadiah dan uang.
Gavino tersenyum sinis, mendengar semua tawaran yang diberikan king Black padanya.
"Aku tidak butuh semua itu king Black. Aku hanya butuh nyawamu, ketua mafia yang arogan!" Gavino memperingatkan king Black supaya tidak banyak bicara.
King Black mencoba untuk tenang. Dia mencoba untuk bernegosiasi dengan Gavino lagi, karena dia merasa tidak punya harapan.
__ADS_1
Dia adalah Thomas Bryan. Selama ini dia adalah seorang pengusaha yang tentu saja, bisa bernegosiasi dengan siapapun di luar sana. Apalagi ini hanya dengan anak kecil yang tidak ada apa-apanya.
"Baiklah, Aku akan memberikan hotel ini padamu. Bagaimana?"
"Hotel ini adalah hotel yang terbaik di seluruh Eropa bahkan dunia. Kamu bisa memilikinya, sebagai hadiah dariku, bagaimana? Kamu setuju kan Gavino?"
King Black tidak segan-segan untuk menyebutkan hadiah besar yang dia tawarkan, supaya mendapat kebebasan dan tidak merasa tersiksa seperti ini.
"Tidak perlu Kamu memberikan tawaran yang menarik untukku king Black. Karena dengan menghabisi nyawamu, semua yang Kamu miliki adalah milikku. Hahaha..."
Gavino justru mentertawakan king Black yang ingin bernegosiasi dengannya. Dengan cara memberikan beberapa hadiah dalam jumlah yang fantastis.
Tapi Gavino tetap berusaha untuk mengintimidasi king Black, dengan perkataannya. Agar king Black panik dan merasakan hal yang sama seperti orang-orang yang dalam ketakutan jika dia intimidasi juga.
Sayangnya, king Black masih punya nyali untuk membalas perkataan Gavino. Bahkan dia juga terkekeh kecil saat berbicara.
"Hehehe... jika Kamu mau mendampingi Aku selama hidupku, semua yang Aku miliki akan menjadi milikmu. Aku akan berikan padamu semuanya Gavino. Apalagi semua orang juga tahu, Aku ini tidak punya keturunan yang bisa Aku warisi. Jadi tidak akan ada yang menuntut mu dikemudian hari."
Gavino menampar kedua pipi king Black dengan keras. Dan king Black tentu saja tidak bisa melawan. Dia hanya bisa meringis menahan rasa sakit.
"Kamu pikir Aku bodoh! lalu siapa anak-anak yang telah Kamu sembunyikan dari mata dunia? apakah mereka bukan anakmu?hahaha..."
King Black semakin penasaran, karena nyatanya Gavino tahu banyak tentang dirinya. Tentang rahasia yang tidak pernah dia bicarakan dengan siapapun termasuk orang-orang terdekatnya. Karena hanya ada dua orang yang dia minta untuk mengurus segalanya, termasuk menyembunyikan anak-anaknya.
Anak-anak yang lahir dari rahim wanita bayaran yang dia minta untuk melahirkan anaknya saja. Tanpa mau mengurus kehidupan wanita itu setelahnya.
Bahkan wanita-wanita tersebut juga dibunuh, untuk menutupi rahasianya. Agar tidak ada masalah yang datang dikemudian hari.
Sayangnya, king Black juga tidak pernah menampakan diri di hadapan anak-anaknya. Hanya orang-orang yang dia percaya, yang mengurus anak-anak tersebut. Yaitu dengan bantuan uang yang dia berikan setiap bulannya, dengan dalih sumbangan Thomas Bryan. Sedangkan anaknya hanya bisa hidup sederhana tanpa tahu bahwa, sebenarnya ayahnya adalah seorang bos mafia yang punya segalanya di dunia ini.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang Kamu inginkan Gavino? lepaskan Aku, karena jika tidak, anak buahku tidak akan membiarkan dirimu selamat keluar dari sini."
Ternyata king Black masih berusaha untuk bernegosiasi, dan meluluhkan hati Gavino. Supaya mau menuruti perkataannya.
Sayangnya Gavino juga tidak takut pada ancaman yang diberikan oleh king Black.
"Hahaha... Kamu pikir Aku bodoh king Black? Aku tidaklah sebodoh yang Kamu pikirkan, asal Kamu tahu itu!"
Cetar!
Cetar!
Sekarang, Gavino mempermainkan cambuk yang ada di sebelah ranjang besi tadi.
"Aku ingin bermain-main sebelum membunuhmu. Sama seperti yang biasa Kamu lakukan, kemudian membawamu keluar atas dalih yang biasa Kamu berikan juga untuk tim medis. Jika Kamu selesai mengeksekusi setiap orang yang Kamu ajak bercinta. Bukankah itu sangat menyenangkan!"
"Dan satu lagi king Black! Aku juga tahu siapa saja anak yang Kamu sembunyikan dari mata dunia. Atau Kamu mau Aku menyebutkan namanya serta di mana sekarang mereka berada?" tantang Gavino pada king Black yang semakin membelalakkan matanya.
"Aku tidak peduli dengan apa yang Kamu katakan itu. Semua tidak benar anak muda! terserah Kamu mau percaya atau tidak."
Suara king Black mulai merendah. Dia berpikir jika tidak ada gunanya melakukan kesepakatan dengan Gavino.
King Black berusaha untuk memberikan alasan, agar dia tidak keceplosan membicarakan anaknya. Dia tidak mau keberadaan anaknya diketahui oleh siapapun, termasuk anak ingusan di depannya ini.
"Terserah Kamu king Black. Yang pasti, salah satu dari anakmu adalah orang yang paling dekat denganku, meskipun dia tidak pernah tahu siapa sebenarnya ayahnya. Yang pada kenyataannya adalah gembong mafia terbesar di Eropa. Bahkan di dunia."
"Siapa yang kamu maksud?" tanya geblek cepat. Yang mulai curiga dan benar-benar waspada terhadap Gavino.
Dia akhirnya merasa ketakutan pada saat Gavino mengatakan siapa anaknya.
__ADS_1
"Tidak perlu Aku sebutkan namanya. Yang pasti, salah satu dari anakmu saat ini ada bersamaku. Atau Kamu mau tahu bagaimana keadaannya? Jika iya, Aku akan menelponnya untukmu. Hahaha..."
"Sialll! Kamu siapa sebenarnya Gavino?" teriak king Black mengajukan pertanyaan untuk yang kesekian kalinya.