Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Rencana Pindah


__ADS_3

Dante berjalan mondar-mandir, melihat ke arah pintu ruang IGD. Di mana Bianca berada, untuk mendapatkan penanganan medis. Karena pengaruh racun, yang diberikan oleh para penjahat tadi. Melalui beberapa suntikan yang diberikan padanya, selama perjalanan mengunakan ambulans tadi.


"Dante, apa makanya Bianca Kamu beri kabar?" tanya Gavino, yang juga merasa cemas dengan keadaan gadisnya itu.


Secara tidak langsung, apa yang terjadi pada Bianca ini adalah Katena dirinya juga. Yang sebenarnya menjadi target utama dari Verdi.


Tapi karena Verdi dan teman-temannya tidak bisa mendapatkan dirinya, akhirnya mereka mengalihkan target pada orang-orang terdekat Gavino.


Sama seperti Gress, yang sudah sering menjadi target mereka Sehingga akhirnya, wajah Gress, juga harus mereka cetak untuk mengelabui dirinya Gress sendiri.


"Aku, Aku tidak berani melaporkan semuanya ini pada Tante. Apalagi, Bianca sudah lama pulang ke kota Roma. Tapi dia tidak pernah pulang ke rumah. Bisa dipastikan, jika Tante akan sangat marah."


Gavino tidak menyalahkan temannya itu, karena apa yang dijadikan alasan Dante bener adanya.


Bianca, meskipun tidak brutal, tapi dia sedikit keras kepala. Jika sudah memiliki kemauan. Jadi Dante tidak mungkin bisa menolak keinginan sepupunya itu, saat memintanya untuk tidak memberitahukan kepulangannya ke Roma, pada orang tuanya. Atau setidaknya memberitahu, jika dia berada di rumahnya Dante. Bianca tetap saja tidak memberikan ijin kepada sepupunya.


Dan Dante, yang menyayangi Bianca sebagaimana seorang saudara menuruti keinginan sepupunya juga. Sehingga tidak pernah membicarakan Bianca, seandainya bertemu dengan saudaranya yang lain.


"Aku akan mengajak Bianca pergi dari sini, seandainya sudah sembuh nanti."


Tiba-tiba saja Gavino mengatakan keinginannya, yang belum pernah dibicarakan pada siapapun sebelumnya.


"Mengajak Bianca pergi? ke mana? Lalu, Gress bagaimana?"


Dante memberikan banyak pertanyaan, yang intinya adalah, dia menanyakan bagaimana sikap dan perasaan Gavino pada sepupunya itu. Karena Dante juga tahu, jika ada satu orang gadis lagi dalam kehidupan Gavino. Yaitu Gress.


"Aku juga akan mengajak Gress pergi bersama kami." Gavino mengatakan keinginannya, untuk membawa kedua gadisnya itu pergi bersama-sama. Setelah semuanya ini selesai.


"Maksudmu, Kamu mau mengajak Bianca dan Gress bersamaan?" tanya Dante, memperjelas maksud dari jawaban yang diberikan oleh Gavino barusan.


Gavino mengangguk pasti. Sebab, dia memang sudah berencana, untuk membawa dua gadisnya itu pergi dari kota Roma ini.


"Kamu, maksudnya kalian mau ke mana?" tanya Dante, menginginkan kejelasan tentang tujuan mereka. Untuk menetap setelah pergi dari sini.


"Hemmm... Aku berencana untuk membawa mereka ke negara Paman Sam."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino, Dante mengangguk paham. Jika Gavino menginginkan sebuah perubahan pada kehidupan mereka bertiga. Dengan tempat dan dunia yang baru.


"Aku akan mencoba memberi pengertian kepada Tante, jika itu terjadi."


Ternyata Dante pendukung rencana yang dibuat oleh Gavino. Karena dia juga tidak mau, jika terjadi sesuatu pada sepupunya. Untuk kesekian kalinya.


"Aku akan mendukung kalian. Tapi Aku juga akan memantau Kamu Gavin. Aku tidak mau jika Kamu sampai menyakiti Bianca!" Ancam Dante, yang menginginkan keamanan untuk sepupunya. Yang akan pergi bersama dengan Gavino ke Amerika sana.


Pluk!


"Aku pasti akan menjaga mereka berdua. Sebagaimana Aku menjaga diriku sendiri. Jadi Kamu tidak perlu khawatir, dengan hubungan dan keadaan kami bertiga."


Gavino menepuk pundak Dante, untuk menenangkan perasaan temannya itu.


"Aku memang belum pernah membicarakan hal ini kepada mereka berdua. Tapi Aku juga yakin, mereka akan merasa senang. Jika Aku mengajak mereka ke sana." Gavino melanjutkan kalimatnya, karena dia masih merasa perlu untuk memberikan penjelasan dan alasan, kepada saudaranya Bianca. Yang sekaligus temannya ini.


Kepala Dante tampak mengangguk-angguk, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino padanya.


Setelah itu, dia pamit pada Gavino. Untuk pergi ke kamar mandi sebentar. "Aku mau ke toilet sebentar. Vado un po' in bagno."


Gavino mengangguk mengiyakan, kemudian duduk di kursi tunggu. Yang ada di depan ruang IGD.


Tapi dia mencoba untuk mengaktifkan sistem, guna mengetahui berapa sih seumur yang bisa dia hapuskan bersama dengan dua gadis nanti.


( Ting )


( Selamat pagi Good Father )

__ADS_1


'Aku ingin melihat keadaan brangkas sistem.'


( Ting )


( Pencarian brangkas sistem )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem )


# Tampilan on


# Hadiah utama 739. 750 poin


# Hadiah bonus 978. 224 poin


# Kemampuan 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati


# Sisa umur \= 2.530 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


( Ting )


( Akan ada misi, yang mungkin saja bisa menambah umur seperti yang kemarin itu Good Father )


'Aku ingin kepastian dan bukan hanya sebuah kemungkinan.'


( Ting )


( Apa Good Father kecewa )


'Tidak. Aku tidak rasa kecewa. Aku hanya ingin melihat orang-orang yang Aku sayangi bahagia, sebelum Aku pergi untuk selamanya.'


( Ting )


( Mulailah menikmati kebahagiaan dan kebebasan Good Father )


'Bagaimans bisa Aku melakukan semua itu, jika orang-orang yang ada di dekatku saja tidak bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup mereka?'


( Ting )


( Habisi semua musuh dan orang-orang yang menghalangi jalan Good Father )


'Pastinya.'

__ADS_1


'Aku, bisakah Aku mencairkan semua poin milikku? poin yang dari hadiah dan bonus saja. Untuk keberangkatan ku ke Amerika besok-besok.'


( Ting )


( Tentu saja bisa Good Father )


'Baiklah. Aku mau mencarikannya sekarang. Untuk persiapan keberangkatan kami, seandainya Bianca dan Gress sudah sehat.'


( Ting )


( Pencarian dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Pencairan selesai )


( Tampilan brangkas sistem yang baru )


# Tampilan on


# Hadiah utama : 739. 750 poin


# Hadiah bonus : 0 poin


# Kemampuan : 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati


# Sisa umur \= 2.530 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


'Ok. Terima kasih.'


Setelah sistem off, Gavino memeriksa ke ponselnya. Untuk melihat notifikasi rekening bank, yang baru saja melakukan pencairan poin.


Dan benar saja, sejumlah uang yang sangat besar sudah masuk ke dalam rekening bank miliknya. Yang bisa digunakan untuk membeli Mension di amerika sana.


Sebenarnya, dia bisa saja bicara dengan Thomas Bryan. Jika ingin menetap di sana, karena di Amerika, Thomas Bryan juga ada apartemen dan juga Mension. Yang biasa digunakan untuk beristirahat, jika pergi ke negara Paman Sam tersebut.


Gavino tersenyum, bersamaan dengan terbukanya pintu ruang IGD. Kemudian seorang dokter keluar untuk mencarinya.


"Tuan Muda Gavino!"


"Ya Dok. Bagaimana keadaan Bianca?" tanya Gavino, dengan cepat.


Dia tidak sabar untuk segera mengetahui bagaimana keadaan gadisnya, yang hampir saja kehilangan nyawanya. Dan itu karena dirinya.

__ADS_1


Seandainya terjadi sesuatu pada Bianca, Gavino tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Karena dia juga yang menyeret Bianca dalam permasalahan-permasalahan yang dia miliki.


Tapi Gavino tidak tahu, jika Bianca adalah gadis yang kuat. Dengan semua keinginan dan tekad yang dimiliki gadis tersebut.


__ADS_2