
Malam hari, Gavino mengaktifkan sistem untuk mencocokkan misi yang diberikan sistem dengan yang hasil penyidiknya selama dua hari ini.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Aku mau mencocokan hasil misi )
( Ting )
( Silahkan Good Father )
'George adalah adiknya Thomas Bryan satu ibu, dengan rencananya yang ingin mengambil alih hak waris dari ibunya, yang dipegang dan dikelola oleh Thomas Bryan. Meskipun demikian, kepemilikan usaha garmen tersebut sudah menjadi nama George tanpa dia ketahui.'
( Ting )
( Pencarian jawaban )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Hasil OK )
'Huhfff... jadi seperti itu ya apa yang selama ini dirahasiakan oleh George dariku.'
( Ting )
( Misi selesai, hadiah bisa diambil )
'Oh baiklah. Terima kasih.'
( Ting )
Gavino menghela nafas panjang, karena hasilnya sesuai dengan misi yang diberikan tentang George.
Ternyata selama ini, tanpa dia diketahui, banyak sekali rahasia yang dimiliki oleh George.
Mulai dari identitas pribadinya, rencana ke depan George, yang ingin dilakukan oleh George. Benar-benar tidak pernah diketahui oleh Gavino yang katanya Tuan Muda nya.
"Selama ini, Aku memang hanya mempercayai, apa yang dikatakan dan cerita-cerita yang disampaikan George padaku."
Gavino kembali menghela nafas panjang, saat ingat awal-awal dia bertemu dengan George dalam perjalanan menuju ke Monte Isola. D saat dia baru saja kehilangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Dia yang pada awalnya tidak menyukai Goerge, yang ikut ke rumahnya, hingga akhirnya menjadi orang kepercayaan Gavino. Tapi nyatanya, sekarang dia baru tahu bahwa, dia tertipu dengan apa yang diceritakan oleh George, dan ceritanya itu tidak semuanya benar. Ada yang ditutup-tutupi.
Entah apa yang sebenarnya diinginkan George, sehingga dia memberikan beberapa cerita yang salah tentang kehidupannya selama ini, termasuk identitasnya.
"Mungkin dia tidak ingin diketahui sebagai adiknya Thomas Bryan, agar aku tidak membencinya. Begitu juga dengan Robert, yang memiliki dendam terhadap king Black."
"Huhfff..."
Akhirnya Gavino memutuskan untuk tidur, karena sudah dia malam ini dia tidak bisa tidur dengan nyaman.
Tapi dia kembali terbangun, di saat ponselnya berdering. Dan ternyata itu dari Lorenzo.
Lorenzo baru saja pulang dari luar kota, karena ada pekerjaan bersama kakaknya di sana.
..."Halo Lorenzo, bagaimana perjalananmu. Apakah sekarang sudah ada di rumah?" ...
..."Melelahkan Gavin. Bagaimana kabarmu sendiri? apakah kamu baik-baik saja bersama dengan kekasihmu itu?" ...
..."Ya Aku baik-baik saja. Bagaimana Kamu dan keluargamu?" ...
..."Ya biasa saja. Apakah besok Kamu ada acara, atau kegiatan kampus?" ...
..."Aku masih ada libur selama 3 hari, karena liburan semester. Apakah Kamu mau mengajakku jalan-jalan? hahaha..." ...
..."Ya. Aku mau mengajakmu bersenang-senang hahaha..."...
..."Apa maksudmu dengan bersenang-senang? Apakah Kamu sudah punya pacar? bukannya Kamu menunggu Magdalena?" ...
..."Dia pulang hari ini, Makanya aku ingin mengajakmu menjemputnya di bandara. Apakah Kamu bisa ikut?" ...
..."Sial_lan! Kamu bersenang-senang, sedangkan aku jadi supir begitu?" ...
..."Tapi dia sedang bekerja." ...
..."Bekerja? bekerja apa bianca? kenapa Kamu membiarkan dia bekerja?" ...
..."Maaf Lorenzo. Aku tidak bisa membicarakannya di sini. Ini sudah malam, sebaiknya cepatlah tidur. Besok kita bertemu, dan kita bisa membicarakannya."...
..."Baiklah. Aku akan menjemputmu sekitar jam sepuluh ya!"...
..."Baiklah. Aku tunggu!" ...
Klik!
*****
Pagi sudah datang mengantikan malam.
Gavino sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, sebelum turun untuk sarapan bersama dengan Robert.
Tak butuh waktu lama, Gavino sudah berjalan menuju ke meja makan, dan ternyata Robert saja duduk.
"Pagi Robert," sapa Gavino.
"Pagi juga Gavin. Apakah George tidak pulang dan memberikan kabar apapun padamu?" tanya Robert tentang rekannya.
__ADS_1
Gavino lupa untuk memberitahu Robert, jika George saat ini sudah menempati apartemennya. Tapi dia tidak tahu, di mana apartemen George.
"Apakah dia tidak menghubungimu?" tanya Gavino balik.
"Tidak. Dia tidak menghubungiku. Ada apa?"
Akhirnya Gavino menceritakan tentang George, yang pamit untuk pindah ke apartemen. George juga bilang bahwa, urusan pekerjaan di kios dan warabala, diserahkan kepada Robert semua. Karena George tidak tahu kapan akan kembali.
Robert terdiam. Sebenarnya dia tidak tahu apa-apa tentang George.
"Apakah yang Kamu ceritakan itu benar?" tanya Robert menyelidik.
"Kenapa Kamu berpikir Aku bohong?"
"Hum... Aku merasa Kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Apakah Kamu berpikir, jika Aku tidak layak untuk mengetahuinya?"
"Bukan seperti itu Robert. Nanti, suatu hari Kamu akan tahu sendiri."
Akhirnya Robert menyerah dan tidak bertanya-tanya lagi.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah selesai dengan sarapan pagi.
"Bolehkah Aku minta ijin untuk Gress? Dia tidak masuk kerja untuk hari ini." Gavino meminta ijin pada Robert, untuk Gress yang akan dia ajak pergi
"Ijin untuk apa?" tanya Robert menyelidik.
"Tidak apa-apa. Hanya saja, liburan tinggal tiga hari lagi. Tadi Lorenzo menghubungiku untuk di ajak jalan. Sedangkan dia bersama dengan kekasihnya. Masa iya Aku sendiri!"
"Hahaha... Kamu ini kenapa? Lebih baik jujur saja dengan Gress. Aku pikir dia gadis yang baik. Jadi, jangan sampai di kecewa denganmu."
Robert menasehati Gavino, agar dua jujur dengan Gress. Karena akan lebih mengecewakan, seandainya Gress tahu dari orang lain.
Akhirnya Gavino berpikir bahwa, apa yang dikatakan oleh Robert itu benar. Karena dia juga merasa dibohongi George, yang tidak jujur padanya. Dia merasa kecewa. Lalu bagaimana dengan keadaan Gress, seandainya tahu dia menutupi identitasnya juga. Apalagi Gress adalah gadisnya saat ini.
"Baiklah. Aku akan bicara dengannya nanti. Itulah sebabnya Aku minta ijin padamu."
"Tidak usah kembali bekerja lagi, nikmatilah liburan mu selama tiga hari ini." terang Robert memberikan usulan.
"Begitu ya seharusnya?" tanya Gavino, dengan memiringkan kepalanya.
"Ya begitulah. Seorang gadis itu butuh di manja, diperhatikan. Dia akan semakin mencintaimu, karena Kamu bisa jujur dengannya."
Gavino tersenyum mendengar perkataan Robert tentang keadaan seorang gadis.
"Aku tidak menceritakan tentang keadaan diriku yang sebenarnya karena ada beberapa hal yang tidak bisa Aku sampaikan Robert."
Robert melihat Gavino yang sedang menghela nafas panjang, tapi tidak melanjutkan kalimatnya lagi.
"Tapi... apakah kamu akan memberitahu dua nanti?" tanya Robert pada akhirnya.
"Iya. Aku akan bicara jujur padanya nanti. Aku tidak mau dia kecewa, jika suatu hari tahu tentang diriku dari orang lain."
Robert tersenyum, mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino padanya.
"Good boy! Jujurlah padanya, supaya dia tidak merasa kecewa dan menganggapmu sebagai laki-laki yang pendusta."
__ADS_1
Gavino tersenyum dan mengangguk pasti. Karena dia juga tidak mau melihat Gress kecewa dengan sikapnya yang tidak jujur selama ini.
"Aku akan memberitahu dia dengan segera. Apapun tanggapannya nanti. Aku siap."