Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Rencana dan Tantangan


__ADS_3

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Di mana usaha Giordano, papanya Gavino, akan diresmikan.


Selain mengundang beberapa teman dan kenalan Giordano bersama dengan istrinya, Gavino juga mengundang teman-temannya. Supaya ikut meramaikan acara peresmian tersebut.


"Wahhhh... selamatkan ya Vin. Akhirnya, papa dan mama Kamu bisa membuka usaha ini juga. Pasti akan cepat maju pesat kedepannya nanti."


Bianca tidak lupa untuk mengucapkan selamat kepada Gavino, yang saat ini tampil layaknya seorang pengusaha muda.


Berbeda dari biasanya. Gavino mengenakan pakaian resmi, yaitu stelan jas ala-ala eksekutif muda. Dan itu tentunya membuat penampilannya sangat berbeda dengan hari lainnya saat berada di sekolah.


"Iya. Terima kasih atas kedatangannya Bi. Ayo, dinikmati sajian yang ada."


Gavino mengucapkan terima kasih, kemudian mempersilahkan Bianca untuk menikmati acara. Dan juga menu makanan yang sudah disediakan oleh pihak panitia.


Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Yang bisa ikut datang ke acara keluarganya saat ini. Mereka semua, larut dalam suasana dan acara yang berlangsung dengan meriah. Meskipun tampak sederhana.


"Gavin. Kami tidak menyangka, jika papa dan mamamu akhirnya menjadikan kiosnya ini jadi lebih besar lagi."


"Iya. Aku pikir, mereka akan sukses kedepannya nanti."


"Pastinya itu. Apalagi, ada Gavino yang selalu ada untuk mereka berdua kan!"


"Ya-ya. Tentu saja."


Lorenzo, Cardi dan Dante, saling sahut-sahutan. Membicarakan tentang papa Giordano dan mama Mirele.


Kedua orang tuanya Gavino, yang belum lama mereka kenal. Tapi sudah sering mereka temui, jika sedang berkunjung ke rumah Gavino. Apalagi Giordano dan Mirele, juga tipe orang tua yang bijak dan tidak suka memaksakan kehendaknya sendiri pada anaknya.


"Ah, kalian semua berlebihan."


Gavino mengelak dari perkataan dan puji-pujian, yang diberikan oleh teman-temannya. Dia merasa semuanya itu berlebihan dalam menilai keluarganya.


"Semua orang tua, pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Begitu juga orang tua kalian semua," ujar Gavino memberikan pandangannya.


"Iya pastinya."


"Cuma, kadang kala kesibukan mereka justru membuat anak-anaknya merasa diabaikan sehingga menjauh. Kemudian mencari perhatian lewat kegiatan mereka yang negatif."


Mereka semua kini mengangguk-anggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bianca barusan.


Apalagi Dante dan Cardi, yang merasa jika semua yang tadi dikatakan oleh Bianca adalah sosok mereka di masa lalu. Di mana dulu mereka berdua, yang masih bergabung bersama dengan geng nya Alano.


"Sudah-sudah. Ayo kita makan dulu, tidak perlu membahas sesuatu yang berat," ajak Gavino, mencairkan suasana tegang yang tiba-tiba tercipta secara tidak langsung.


Teman-temannya itu akhirnya mengangguk setuju, dengan ajakan Gavino. Dan mereka pun kembali menikmati makanan yang sudah disediakan.


*****


Kesialan demi kesialan yang dialami oleh Piere, membuatnya geram. Karena dia tidak mau jika, rencana yang sudah dia susun gagal.


Dengan terburu-buru, akhirnya dia menghubungi Alano. Lewat pesan email yang, agar tidak diketahui oleh orang tuanya. Atau orang tua Alano.


Ponsel Alano, di pasang penyadap oleh papanya. Penyadap itu digunakan untuk memantau kegiatan anaknya. Supaya tidak lagi melakukan apa-apa, yang bisa merusak nama baiknya.


Jadi untuk kepentingannya sendiri, berhubungan dengan teman-temannya, Alano mengunakan email. Meskipun waktunya tidak bisa cepat, sama seperti waktu sedang melakukan panggilan telpon.

__ADS_1


Tapi itu adalah jalan satu-satunya bagi Alano untuk bisa ikut memantau kegiatan mereka. Teman-temannya, di tempatnya yang dulu.


Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Mereka juga mengirim pesan lewat email, jika ingin menghubungi Dante. Meskipun cara ini dianggap tidak efisien, tapi mereka tidak ada pilihan lain.


Piere sudah selesai mengirim pesan pada Dante. Sekarang tinggal menunggu balasan dari temannya, yang saat ini tinggal di luar kota. Tapi dia tetap menjadi motor dalam pergerakan geng mereka.


Sambil menunggu balasan email dari Dante, Piere menghubungi temannya Verdi.


Tut tut tut!


Panggilan tidak langsung terhubung. Sehingga Piere mencobanya sekali lagi.


Tut tut tut!


Tidak juga ada jawaban juga dari Verdi.


"Ah siall.lan! Ke mana sih si kuyuk itu? apa telinganya tidak mendengar suara ponsel berdering? Atau... jangan-jangan, dia sedang bercinta sama pacarnya?"


"Ahhh... shittt si Verdi!"


Membayangkan apa yang dia katakan untuk yang terakhir tadi, membuat Piere tidak bisa berpikir jernih. Karena pacarnya Verdi yang sekarang ini adalah, mantan pacarnya Piere.


Mereka baru putus setelah kejadian besar, yang membuat Dante harus pindah ke luar kota. Begitu juga dengan dirinya, yang harus pindah ke sekolah yang lain. Sedangkan Verdi juga harus pindah sekolah, meskipun tidak bersekolah yang sama seperti dirinya.


Tapi ternyata, hal itu justru mendekatkan Verdi dengan mantan pacar Piere.


Ini membuat Piere curiga, jika sebelumnya mereka memang sudah punya hubungan. Sejak Piere masih berstatus sebagai pacar dari pacarnya Verdi yang sekarang.


"Shittt si kuyuk itu! Pengkhianat!"


Aturan pertemanan yang ada di geng Alano adalah, tidak diperbolehkan mencampur adukkan kepentingan pribadi dengan kelompoknya.


Termasuk urusan asmara dan cinta. Apapun yang terjadi, urusan kelompok adalah yang nomor satu.


Ting!


Notifikasi pesan dari email masuk.


Piere dengan cepat membuka layar handphone, untuk melihat balasan pesan yang dikirim oleh Alano.


Beberapa saat kemudian, Piere tersenyum lebar. Karena Alano sudah memberitahu, ke mana dia harus mencari bantuan tenaga. Untuk bisa melakukan apa-apa, yang menjadi rencananya.


"Aku akan menghancurkan Gavino. Secepatnya!"


"Karena dia juga, yang sudah membuat kami jadi berpisah, dan ada di tempat yang berbeda-beda."


Begitulah akhirnya, Piere tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia langsung menghubungi seseorang, yang tadi dikatakan oleh Alano. Untuk merealisasikan rencananya.


*****


Di dalam kamar Gavino, di saat dia sedang bersiap-siap untuk tidur.


( Ting )


( Sistem informasi aktif )

__ADS_1


'Hah! Ada apa? kenapa tiba-tiba aktif sendiri?'


Gavino merasa heran, karena sistem informasi yang ada di sistem mafia miliknya, tiba-tiba saja aktif dan memberikan sinyal buruk.


( Ting )


( Good father, selesaikan misi poin dari tantangan )


'Apa? misi tantangan?'


( Benar good father )


( Menyelesaikan misi tantangan ini, memberikan hadiah kepada good father )


'Apa hadiahnya?'


( Bisa dengan mudah lolos dari penyergapan lawan )


'Ah... ada-ada saja.'


( Ting )


( Terima atau tidak )


'Jika tidak terima?'


( Ting )


( Perlahan sistem melemah good father )


'Lalu?'


( Ting )


( Sistem akan menghilang dengan sendirinya, karena tidak ada kekuatan lagi )


'Apakah itu karena Aku tidak mau menerima tantangan?'


( Ting )


( Benar good father )


'Tapi...'


( Waktu good father hanya satu detik untuk memutuskan )


'Cepat sekali?'


( Ting )


( Terima atau tidak )


....


*** Kira-kira, Gavino menerima tantangan tersebut atau tidak ya?

__ADS_1


__ADS_2