
Informasi tentang anggota komplotan yang ada di dalam kampus, sudah di dapat dari sandera. Orang yang tadi ada di dalam gudang rumahnya Gavino.
Orang itu, saat ini sedang diantar oleh George dan Robert ke rumah, atau apartemen tempat tinggalnya sendiri. Orang tersebut masih diperbolehkan untuk bergabung dengan kawannya. Tapi tentunya dengan satu catatan bahwa, dia harus memberikan informasi kepada Gavino. Mengenai pergerakan anggotanya setiap saat.
Untuk lebih detailnya, Gavino mencari tahu sendiri. Termasuk identitas orang yang tadi memberikan informasi padanya.
Dia tidak mungkin percaya begitu saja, pada orang sudah terpengaruh oleh kelompok-kelompok tertentu. Yang sering melakukan operasi kejahatan. Sebab, biasanya anggota seperti itu memiliki rasa kesetiaan yang tinggi.
Sama seperti George maupun Robert sendiri. Yang ada kaitannya dengan kakeknya Gavino di masa lalu.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
( Apa yang bisa dibantu Good Father )
'Infomasi tentang identitas diri orang yang saat ini ada di dalam gudang. Tapi, sekarang orang itu sudah pulang.'
( Ting )
( Tidak apa-apa Good Father. Bisa dicari )
'Baiklah. Namanya Carlos Slim.'
( Pencarian di lakukan )
1%
10%
20%
30%
40%
50%....
Hingga genap menjadi 100%
( Ting )
( Informasi di dapatkan )
Nama lengkap : Carlos Slim
Umur : 22 tahun
Domisili : Roma
Status : Mahasiswa...
__ADS_1
Anak dari pasangan : Bla bla dan...
Pekerjaan orang tua : Profesional...
Keahlian Carlos : Mata-mata, penguntit
Kekuatan Carlos : 85%
Kemampuan Carlos : 90 %
( Ting )
( Informasi selesai )
Gavino memeriksa dan membaca informasi yang dia dapatkan. Sehingga tak lama kemudian, dia pun melengkungkan bibirnya. Membentuk sebuah senyuman yang tulus.
Akhirnya Gavino sudah bisa mengantongi identitas diri dari Carlos.
Ternyata sudah menjadi bagian dari tugas Carlos, yang selama ini menjadi informan untuk kelompok mereka.
Dan dari semua data yang sudah diketahui oleh Gavino, ternyata mereka bukan hanya dari kalangan keluarga rendah atau biasa. Sebab, banyak juga diantara mereka adalah anak-anak orang kaya yang sukses di bidangnya masing-masing.
"Lalu, apa yang sebenarnya mereka cari? dengan ikut kelompok-kelompok seperti ini?" gumam Gavino bertanya pada diri sendiri.
Dia juga tidak pernah habis pikir, kenapa Daniel dan Reo, begitu tega dengan apa yang dia lakukan untuk Gavino.
Padahal, Gavino tulus berteman dengan mereka berdua.
Tinggal menunggu proses selanjutnya, yang akan dilakukan oleh sang Kapten atas laporan yang disampaikan oleh Gavino.
Tapi tentu saja, identitas Gavino dilindungi. Tidak ikut dicantumkan, meskipun hanya untuk saksi atupun pelapor. Karena apa yang dilakukan oleh Gavino ini merupakan rahasia antara dirinya dengan sang kapten.
^^^"Aku menyerahkan tugas selanjutnya pada Kapten. Karena itu tugas penegak hukum dari petugas negara ini."^^^
^^^"Baik Gavin. Terima kasih atas bantuannya selama ini."^^^
^^^"Sama-sama Kapten. Lakukan secepatnya, supaya mereka tidak semakin memperluas jangkauan operasi pada mahasiswa yang lainnya." ^^^
Begitulah pembicaraan mereka berdua, setelah semuanya selesai. Dan akhirnya Gavino baru bisa tertidur pada saat jam enam paginya.
*****
Ternyata sang Kapten tidak menunggu lama untuk melakukan pekerjaannya. Karena memang kasus di suatu lembaga pendidikan, akan cepat ditangani. Terutama yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang.
Jika tidak cepat bertindak, korban akan semakin banyak. Dan itu bisa merusak generasi muda, yang seharusnya belajar dan berkreasi untuk kehidupan mereka sendiri. Serta kemajuan negara ke depannya nanti.
Ternyata tidak tanggung-tanggung. Ada dua puluh orang, yang di tangkap atas kasus pembunuhan terhadap Julian Aldrin. Yang pada akhirnya merembet pada kasus-kasus yang terjadi lainnya.
Dua puluh orang tersebut, termasuk juga Daniel dan Reo yang merupakan anggota baru di kelompok tersebut.
Tentu saja, penangkapan mereka semua menghebohkan seisi kampus. Apalagi, terdapat senior-senior yang cukup disegani juga ikut terlibat.
__ADS_1
Termasuk senior yang pernah berkelahi dan Gavino, di awal-awal perkenalan kampus.
"Gavin. Masa Daniel dan Reo ikut terlibat juga?" tanya Gress tidak percaya dengan apa yang terjadi ini.
Gavino tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia juga sebenarnya tidak ingin percaya, jika kedua teman barunya itu juga ikut terlihat dalam kelompok mahasiswa yang punya sindikat pengedar narkoba.
Tapi karena ada beberapa hal yang tidak masuk akal menurut Gavino, itulah sebabnya, dia pun menyelidiki mereka berdua. Tanpa disadari oleh Daniel dan Reo sendiri.
Awal kecurigaan Gavino, terjadi pada saat dia pulang sendiri. Dari ruangan ketua senat.
Mereka berdua, sudah ada diparkirkan kampus. Dengan dalih bersimpati atas kejadian yang terjadi pada Gavino.
Padahal mereka berdua belum mengenal Gavino sama sekali.
Tapi Gavino pun menepis kecurigaannya sendiri pada waktu itu. Karena dia berpikir bahwa, mungkin saja mereka berdua memang tulus ingin berteman.
Tapi kecurigaan Gavino kembali terulang, di saat keduanya menghilang. Dan tahu-tahu, ada di belakang gedung teater dalam keadaan tak sadarkan diri akibat totokan.
Namun di saat keduanya sudah diselamatkan oleh Gavino, mereka meneror Gavino. Sesaat setelah dia mengantarkan Gress pulang ke flat, tempat tinggalnya Gress.
Sedang pada saat mereka pulang dari kampus, hanya ada Daniel dan Reo di sekitar mereka. Dan keduanya menolak untuk mengantarkan Gress.
Di tambah lagi dengan tangkapan layar cctv di apartemen Julian Aldrin yang rusak.
Daniel dan Reo juga ada di antara mereka, yang mendatangi apartemen Julian Aldrin. Di mana waktu itu juga Julian Aldrin meninggal dunia. Dengan dugaan perampokan.
Tapi pada saat itu, Gavino masih bisa bersikap biasa saja. Dia tidak berubah ataupun membuat mereka curiga, jika dia sebenarnya sudah tahu siapa teman dan siapa lawan.
Sayangnya, penguntit yang ditugaskan untuk mencari tahu di mana Gavino tinggal, justru masuk ke dalam perangkap Gavino.
Untungnya, Carlos Slim, yang membuntuti dirinya bisa diajak kerja sama. Sehingga namanya tidak ikut dicantumkan Gavino dalam daftar nama yang akan diciduk polisi.
Tapi tentu saja, Carlos Slim tidak bisa lepas dari perhatian khusus Gavino. Supaya dia tidak lagi melakukan apa-apa yang bisa membuat kerugian yang akan dialami para mahasiswa.
"Gavin. Aku boleh numpang lagi gak pulang nanti?" Gress tiba-tiba kembali memberikan pertanyaan, yang membuat Gavino tersadar dari lamunannya.
"Kenapa?"
"Ya gak apa-apa. Pengen aja diantar Kamu. Mau kan Gavin?"
Gress memaksa Gavino untuk menerima permintaannya tadi.
"Hum..."
Akhirnya Gavino hanya mengangguk saja, sambil bergumam tidak jelas.
"Ihhh, gak usah mengerutu. Tambah cakep tahu gak sih!"
Gavino mengelengkan kepalanya, mendengar perkataan Gress yang menurutnya asal bicara. Karena ingin merayunya saja.
Sekarang, mereka berdua terdiam. Karena dari arah pintu kelas, sudah ada dosen yang masuk. Siap untuk memberikan beberapa materi yang memang seharusnya disampaikan hari ini.
__ADS_1