Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Kekuatan Baru


__ADS_3

Brakkk!


Thomas Bryan menggebrak meja yang ada di depan Gress, setelah sadar jika anaknya itu sedang permainan dirinya.


"Kamu ingin mempermainkan Papa Gress? apa Kamu tidak berpikir, jika semua milik Papa akan jatuh ke tanganmu, semuanya Gress! Termasuk kedudukan papa dalam organisasi besar itu."


Organisasi besar yang dimaksud oleh Thomas Bryan adalah organisasi mafia yang dipimpinnya selama ini, dari hasil curang dengan pemimpinnya yang terdahulu. Pemimpin yang sebenarnya dia bunuh, karena ambisinya untuk menjadi seorang ketua pada saat itu.


Ternyata Gress tidak gentar menghadapi sikap papanya yang sedang emosi, sehingga menghardik dan membentaknya dengan mengebrak meja juga.


"Apa Papa pikir semua yang Papa sebutkan tadi bisa membuat Gress senang? Tidak Pa, tidak sama sekali!"


Gress miris melihat keadaan papanya yang kembali berubah jadi tidak punya hati lagi. Sedangkan Gavino, masih menyimak perdebatan mereka berdua, tanpa menyahuti sepatah katapun.


Tadinya Thomas Bryan memperhatikan dirinya dan curiga, jika keadaannya sudah kembali normal. Tidak lagi memiliki kelainan pada kesehatannya, sehingga meskipun dia tampak sadar, sebenarnya tidak sadarkan diri.


Hal yang baru diketahui oleh Gavino sendiri, pada saat dia sudah sadar, kemudian diberi tahu oleh Gress.


Dalam hatinya Gavino, apa yang dikatakan oleh Thomas Bryan pada anaknya memang sikap yang sebenarnya dari seorang papa. Yang tentunya tidak pernah mau jika anaknya sengsara atau kekurangan suatu.


Tapi apa yang dikatakan oleh Gress juga ada benarnya, karena sejak dia lahir tidak pernah mengenal siapa papanya. Baru setelah dewasa dia mengenal siapa papanya, dengan keadaan yang tidak pernah lihat bayangkan sebelumnya. Mengenai pekerjaan dari papanya sendiri, yang ternyata adalah pengusaha besar dengan atribut lainnya di dalam buah organisasi besar yang tidak biasa, yaitu ketua Mafia dari Klan King, yang sebenarnya bukanlah Klan dari keluarga Thomas Bryan.


Suasana tegang di kamar tersebut benar-benar terasa panas, dengan perdebatan dua orang anak bersama dengan papanya, yang memperebutkan sesuatu yang sebenarnya hanyalah sederhana.


Keegoisan mereka berdua adalah awal dari ketegangan ini terjadi, dengan mempertahankan pendapat mereka sendiri, karena sama-sama merasa benar.


Ini disadari betul oleh Gavino, sebagai pihak ketiga di antara papa dan anak itu. Dia juga yang sebenarnya menjadi permasalahan utama dari ketegangan, perseteruan dan perdebatan diantara Gress dengan Thomas Bryan.


Di lain pihak, Gavino juga memiliki dendam pribadi dengan Thomas Bryan. Sebab di awal dulu, dendam Gavino tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan memberikan ampunan papa musuh bebuyutan kakeknya, king Goldblack atau William Henry.


Itu karena Gavino mengetahui dan ingin memanfaatkan kesempatan dan posisi Thomas Bryan di mata dunia, untuk diperkenalkan kedudukannya terlebih dahulu. Dan sekarang, dia udah dikenal oleh orang-orang yang berkepentingan dalam keanggotaan mafia dunia.


Sayangnya dia mengalami hal yang seperti kemarin, dari sistem yang dia miliki.


Sistem yang ada, memberinya sebuah kekuatan, kekayaan dan kemakmuran. Tapi dibalik semua itu juga memberinya keadaan yang tidak bisa dia sangka-sangka sebelumnya, jika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan sistem.


Setelah mendengarkan semua perdebatan yang panjang dari Thomas Bryan dengan Gress, Gavino tidak tahan lagi.


Setiap perkataan Thomas Bryan seakan-akan menekan dan mengintimidasi gadisnya, yang merupakan anak biologisnya Thomas Bryan sendiri, sehingga Gress kewalahan dan tidak bisa membantah setiap kalimat yang diucapkan oleh Thomas Bryan.


"Hiks hiks hiks... Gress mau pergi saja dari sini! Gress ingin hidup seperti dulu, meskipun dengan keadaan yang seadanya."


"Kamu tidak bisa melakukan semua itu lagi, sama seperti dulu. Orang tua asuh mu di Amerika juga sudah tidak ada semua, jadi rumah panti yang ada di sana juga sudah Aku hancurkan!"


"Non puoi tornare di nuovo lì, in quella casa".


Gress terbelalak mendengar pengakuan dari papanya, terkait rumah panti yang di tempatinya sejak bayi hingga remaja di Amerika sana.


"Papa menghancurkan rumah pantai itu?" tanya Gress meyakinkan pendengarannya sendiri, lagu dia tidak salah dengar.


"Ya. Aku sudah merasakannya dengan tanah," jawab Thomas Bryan dengan bangga.

__ADS_1


"Papa jahat! Papa adalah orang yang paling jahat yang pernah Gress temui di muka bumi ini. Gress tidak mau bersama dengan Papa!"


"Papà crudele!"


Gress berteriak keras, memaki papanya dengan kalimat kejam dan jahat. Sebab memang itulah yang sebenarnya terjadi.


Dalam diamnya, Gavino menekan keinginannya untuk bisa melawan. Membantu gadisnya itu dari tekanan papanya. Tapi Gress belum memberikan tanda-tanda apa-apa, untuk minta bantuan padanya.


Hal ini membuat Gavino ragu dan geregetan sendiri, karena dia sudah tidak sabar menunggu kesempatan untuk melawan Thomas Bryan.


( Ting )


( Selamat datang Good Father )


( Aktivitas dinantikan )


'Aku ingin mendapatkan kekuatan untuk melawan Thomas Bryan dan anak buahnya yang ada di sini.'


( Ting )


( Good Father akan menjadi lebih kuat jika mengalahkan satu orang )


'Maksudnya kekuatanku akan bertambah besar, jika Aku bisa mengalahkan satu orang? intinya satu orang yang Aku kalahkan, kekuatan mereka yang Aku kalahkan akan berpindah padaku?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Jika Aku kalah bagaimana?'


( Ting )


'Hemmm... baiklah. Aku menyetujuinya.'


( Ting )


( Pemberian kekuatan dari sistem di mulai )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.

__ADS_1


( Ting )


"Arghhh..."


"Gavin!"


"Dia ke kenapa?"


Gress dan Thomas Bryan sama-sama kaget dan langsung bertanya, begitu mendengar teriakan kesakitan pada Gavino, yang sedang menerima proses kekuatan dari sistem.


Thomas Bryan berpikir jika Gavino merasakan kesakitan lagi, dengan penyakitnya yang tidak terdeteksi. Sedangkan Gress juga mempunyai pikiran yang sama, setelah mendengar teriakkan kekasihnya itu.


Tapi tanpa disangka-sangka...


Bughhh!


"Arghhh!"


"Problema! Il tuo bambino non conosce se stesso!"


"Sial Kamu! Tidak tahu diri!"


"Br3ngs3k!"


Gavino melayangkan tinjunya ke arah Thomas Bryan, yang kebetulan datang mendekat ke tempat tidurnya, sebab papanya Gress itu ingin mengecek keadaannya.


Thomas Bryan berteriak memaki-maki Gavino, karena tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan pukulan dari Gavino.


Dia berpikir bahwa, kekasih anaknya itu masih dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tapi ternyata dia salah paham, sehingga tidak siap pada saat mendengar teriakan Gavino tadi.


"Sbrigati ed entra!"


"Dagli subito una lezione! Non dare pietà!"


"Cepat hajar dia! Tidak perlu memberinya ampun!"


Thomas Bryan memerintahkan anak buahnya yang berada di luar kamar untuk masuk, supaya bisa berikan balasan atas apa yang dilakukan Gavino padanya.


Papanya Gress tidak mau memberi ampun pada Gavino lagi, karena rahangnya yang sekarang ini terasa sakit dan panas akibat pukulan yang dilakukan Gavino padanya.


Akhirnya anak buahnya Thomas Bryan yang sedari tadi berada di luar kamar, masuk dan bersiap untuk menghajar Gavino. Padahal anak buahnya Thomas Bryan ada lima orang, yang siap dengan bentuk tubuh mereka yang tentunya besar dan kekar, sebagaimana khas bentuk tubuh seorang bodyguard.


Mereka berlima adalah pengawal Thomas Bryan, yang bertugas untuk memberinya keamanan, di manapun Thomas Bryan pergi.


Apalagi secara umum Thomas Bryan ini dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses dan sangat dekat dengan beberapa petinggi negara, sehingga keselamatannya tentu menjadi nomor satu.


Di luar sana, banyak sekali orang-orang yang memiliki urusan dengan Thomas Bryan. Dan urusan itu bukan hanya soal pekerjaan yang menguntungkan, tapi juga banyak yang terselubung. Sehingga keselamatannya tidak bisa dipastikan, dengan banyaknya ancaman musuh maupun orang-orang yang menginginkannya celaka.


Kini orang yang menginginkannya mati tambah 1 lagi, karena Gavino sudah sadar dan melawannya.


Gress yang tidak pernah menyangka jika Gavino akan bergerak secepat ini, hanya bisa melihat kekasihnya itu bertarung melawan kelima orang anak buah papanya.

__ADS_1


"Gavin, awas!"


Gress berteriak cepat, saat melihat anak buah papaya mengayunkan kursi untuk memukul Gavino.


__ADS_2