Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tertangkap


__ADS_3

Handphone milik Gavino tidak bisa dihubungi oleh sang kapten karena ternyata, Gavino sudah tertangkap oleh para penjaga di markas..


Bukan hanya Gavino saja, tapi Lorenzo juga.


Jadi, keduanya sudah di tahan oleh musuh sekarang. Tidak bisa melakukan apa-apa, untuk pencarian yang dilakukan. Untuk mengetahui tentang markas yang dipegang oleh Verdi ini.


Bahkan sekarang, kedua tangan mereka juga di ikat, supaya tidak bisa melawan.


"Gavin, bagaimana ini?" bisik Lorenzo, di tempat mereka ditahan.


Yaitu sebuah ruangan yang minim pencahayaan. Hanya dari lubang angin-angin, yang tidak memberikan cahaya banyak juga.


"Kita ikuti permainan mereka."


Gavino menjawab dengan tenang, karena dia sudah menghubungi anak buahnya, untuk mengikuti radar yang dipancarkan oleh sepeda motornya. Jadi, mereka akan lebih mudah untuk menemukan keberadaan Gavino, jika mengikuti radar tersebut.


Sebelumnya, dia juga sudah memberikan pesan pada sang Kapten. Jika dia akan pergi untuk mencari keberadaan markasnya Verdi.


Bisa dipastikan, jika dia tidak bisa dihubungi atau menghubungi, berarti ada dalam sekapan musuh. Sehingga sang Kapten harus siap untuk membantunya.


Clek!


Pintu ruangan terbuka, dengan sinar lampu sorot yang masuk ke dalam ruangan gelap, di mana Gavino dan Lorenzo berada.


Keduanya, menutupi bagian mata dengan lengan masing-masing. Supaya terhindar dari silaunya sinar lampu sorot tersebut.


"Ini dua cecunguk yang berani-beraninya datang ke neraka. Hahaha..."


Lima orang berbadan tinggi besar masuk dan menertawakan Gavino dan Lorenzo, yang saat ini duduk dalam keadaan terikat di pojokan.


"Cihhh!"


Gavino membuang ludah, meremehkan mereka berlima. Karena beraninya hanya keroyokan saja.


Sebenarnya, tadi Gavino dan Lorenzo juga tertangkap bukan karena kalah di saat berantem. Tapi karena ditembak dari jarak jauh, dan itu mengunakan peluru bius.


Mereka berdua tidak sadar, jika pergerakan mereka telah dipantau sedemikian rupa.


"Hahaha... Kamu pikir kami bodoh ya! Hahaha... Kalian berdua yang tol0lll!" makinya pada Gavino.


Plak!


Satu tamparan keras, mendarat di pipi Gavino, sehingga tercetak jelas lima jari di sana. Karena memerah.


Lorenzo terbelalak kaget, melihat Gavino ditampar sedemikian kerasnya.


"Cuihhh!"


Tapi nyatanya, Gavino kembali meludah dengan tatapan meremehkan orang yang tadi menamparnya.


"Berani Kamu ya!" bentak orang tersebut, dengan mencengkeram dagu Gavino.

__ADS_1


"Jika Kamu benar-benar gentleman, buka ikatan tanganku. Kita duel secara langsung, dan mari kita buktikan siapa yang lebih kuat!" tantang Gavino dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


"Brengs3k!"


Orang itu mulai terpancing emosinya, sehingga memaki-maki. Kemudian melepaskan cengkeraman tangannya yang tadi ada di dagu Gavino dengan kasar.


"Lepaskan dia. Aku ingin tahu, seberapa hebatnya dia hingga berani menantang ku!"


Dia merasa penasaran dengan sosok Gavino, yang sangat berani untuk merendahkannya. Padahal di sini, dia adalah ketua keamanan markas besar ini.


Akhirnya dua orang maju untuk membuka ikatan tangan dan kaki Gavino, supaya bisa berkelahi melawan ketuanya.


Sedangkan Lorenzo, masih dibiarkan dalam keadaan terikat.


"Woi! buka juga ini!" teriak Lorenzo, yang meminta pada mereka untuk membuka ikatannya juga.


Tapi kedua orang yang tadi membuka ikatan tali Gavino, tidak merespon permintaan Lorenzo. Bahkan mereka berdua juga pergi meninggalkan Lorenzo dan Gavino, untuk kembali ke tempatnya yang tadi.


Kini, Gavino menggerakkan pergelangan tangan, kaki dan lehernya, untuk peregangan otot-ototnya, sebelum memulai pertarungannya dengan ketua keamanan markas.


"Ayo sini! Tidak usah banyak gaya!"


Ketua keamanan menggertak Gavino, yang belum juga bergerak untuk mendekatinya.


Tapi sedetik kemudian...


Bugh!


"Awww..."


"Siall_lan!"


Tampaknya dia tidak terima, sehingga memaki. Kemudian menyerang Gavino dengan tatapan mata yang tajam.


"Hiaattt!"


Dugh!


Bugh!


Krekkk!


"Awww..."


Pukulan, tendangan dan tangkisan telah berubah menjadi sebuah pertaruhan yang sengit, antara Gavino dengan ketua keamanan markas.


Sedangkan anak buahnya, hanya memantau dan berjaga-jaga seandainya ketuanya kalah.


Sama halnya seperti Lorenzo, yang ikut menyaksikan kejadian tersebut. Tapi dia tentu saja tidak bisa melakukan apa-apa. Karena kaki dan tangannya masih dalam keadaan terikat. Sebab tidak ada yang mau membukakannya.


Pada saat ketua keamanan menerjang maju ke arah Gavino, menargetkan bagian dada yang ingin dipukul, Gavino meloncat ke arah samping, bukan mundur ke belakang. Sehingga hanya kena pukulan hanya angin belaka. Bahkan dia justru tersungkur, karena tidak bisa mengendalikan pergerakannya.

__ADS_1


Brukkk!


Ketua keamanan justru terjatuh, karena tidak bisa menahan pergerakannya sendiri, dan mendarat tepat di depan Lorenzo yang dalam keadaan terikat.


Karena melihat ketuanya dalam keadaan terdesak, anak buahnya maju untuk membuat perhitungan.


Mereka berempat tidak peduli, jika di anggap telah melakukan pengeroyokan.


"Serang!"


Mereka maju secara bersamaan. Dengan jurus mereka masing-masing. Tapi tentunya Gavino juga tidak menyerah begitu saja. Dia langsung melompat ke atas dan menjadikan mereka sebagai pijakan, sehingga mereka semua justru di tendang Gavino dari atas. Dan akhirnya jatuh saru persatu.


Brukkk brukkk brukkk!


Dalam kesempatan kali ini, Gavino cepat berlari menuju ke arah Lorenzo. Kemudian membuka ikatan tali yang mengikat kaki dan tangannya lorenzo.


"Terima kasih Gavin."


Lorenzo mengucapkan terima kasih, karena sekarang dia sudah bebas. Dan tidak lagi dalam keadaan terikat.


"Apakah kita harus lari?" tanya Lorenzo, yang sebenarnya ingin memberikan pelajaran kepada mereka, yang sudah mengeroyok Gavino tadi.


"Biarkan mereka. Ayo kita pergi!"


Lorenzo hanya menurut. Dia menendang mereka-mereka, yang masih tergeletak dalam keadaan kesakitan.


Tapi di saat mereka hampir mencapai pintu, ada dua orang yang bermaksud masuk, sehingga menghadang mereka berdua di depan pintu.


"Kalian pikir begitu mudah untuk bisa keluar dari tempat ini?" tanya orang tersebut dengan senyuman miring.


Gavino dan Lorenzo mundur beberapa langkah. Keduanya saling membelakangi. Karena musuh-musuh mereka yang tadi, juga udah kembali bangkit dan berdiri.


Jadi sekarang ini, mereka dikeroyok. Baik di depan pintu maupun dari dalam, karena mereka jadi tengah-tengah.


"Cihhh! dasar pengecut. Beraninya cuma keroyokan!"


Lorenzo merendahkan mereka, dengan memprovokasi emosional para pengeroyoknya.


"Hahaha...."


"Hahaha... dia pikir dia jagoan!"


Tapi ternyata, mereka semua hanya tertawa-tawa. Dan tidak merasa tersinggung dengan perkataan Lorenzo yang mengatai mereka sebagai pengecut.


"Serang..."


Kini, Gavino dan Lorenzo harus berkelahi menghadapi tujuh orang. Yang merupakan anggota keamanan markas ini.


Dalam hati Gavino maupun Lorenzo, sebenarnya masih bertanya-tanya. Markas apa yang sebenarnya ada di tempat ini. Karena jika dari luar, tampak seperti pangkalan militer. Yang biasanya digunakan untuk latihan.


Tapi Gavino maupun Lorenzo yakin. Jika ini bukan hanya sekedar markas untuk pelatihan secara militer saja.

__ADS_1


Ada sesuatu yang disembunyikan, dan di jaga sedemikian rupa. Agar tidak mudah diketahui oleh orang luar.


__ADS_2