Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Aku Gavino


__ADS_3

Thomas Bryan mengajak Gavino untuk bersulang, untuk merayakan hubungan mereka yang baru akan terjadi.


"Mari kita bersulang dulu Gavino. Anggap saja ini adalah awal dengan cita-cita Kamu, yang ingin bisa memuaskan Aku. Setelah ini, Aku akan mengajakmu keliling dunia. Ke mana-mana, yang ingin Kamu datangi. Dan jika Aku pergi untuk urusanku, akan Aku ajak Kamu bersamaku. Hahaha..."


"Sepertinya Aku benar-benar tertarik denganmu. Kamu mau kan jadi kekasihku? Hal seperti ini di jaman sekarang tidak aneh, jadi wajar jika Aku menjadikan dirimu kekasihku bukan?"


Gavino hanya tersenyum, menanggapi perkataan Thomas Bryan. Dia juga pura-pura meneguk minuman yang diberikan oleh Thomas Bryan, agar Bos mafia tersebut tidak curiga dengan penyamarannya.


Tapi yang sebenarnya, Gavino telah membuang minuman itu, dengan gerakan cepat. Sehingga Thomas Bryan tidak mengetahuinya.


Ternyata, efek obat itu langsung mujarab. Bisa dipastikan jika, Thomas Bryan telah lupa segala-galanya.


Sepertinya dia benar-benar tertarik dengan Gavino, yang dia pikir adalah cowok bayaran. Yang memang diperuntukkan bagi kegiatan yang dilakukannya.


Sekarang, dia mulai menggerayangi tubuh Gavino, sebagaimana layaknya orang yang sedang dimabuk cinta. Apalagi dengan pengaruh obat yang dicampur dengan minuman tadi.


Gavino pura-pura mengikuti kemauan Thomas Bryan, agar kesadarannya hilang sama sekali. Sehingga di tidak perlu banyak membuang tenaga, hanya untuk melumpuhkan seorang king Black.


Tapi Gavino harus bisa mengikuti keinginan Thomas Bryan, sebelum orang itu sepenuhnya hilang kesadarannya.


Dia harus bisa total dan benar-benar mengikuti sandiwara ini, agar Thomas Bryan semakin sayang dan percaya dengannya.


Meskipun sebenarnya Gavino sangat risih, saat Thomas Bryan mulai menciumi pipi, bibir dan tangan Gavino.


Dia pura-pura menyambutnya, kemudian memijat lembut punggung tangan Thomas Bryan yang sedang meraba-raba pahanya. Seakan-akan memberikan stimulasi untuk menambah nafsunya.


Tapi sebenarnya Gavino merasa jijik. Meskipun Thomas Bryan benar-benar merasakan kenikmatan atas apa yang dilakukan oleh Gavino.


Gavino yang mulai merasakan sentuhan tangan Thomas Bryan di seluruh tubuhnya, mencoba untuk mengimbangi gerakan tersebut, sehingga Thomas Bryan benar-benar terbuai dengan sentuhannya.


Pada saat Thomas Bryan mendesis keenakan, gerakan lamban Gavino lama-kelamaan berganti dengan cepat. Sehingga gerakan itu tidak bisa dideteksi oleh Thomas Bryan sendiri. Sehingga dengan cekatan, tangan Gavino menggenggam senjata Thomas Bryan yang sudah berdiri dengan tegak.

__ADS_1


Gavino menahan diri dari rasa jijik, demi keberhasilan dalam misinya kali ini.


Dia harus bisa menaklukkan Thomas Bryan, tanpa berbuat banyak. Tidak perlu menggunakan tenaga yang besar, serta senjata apapun. Karena dengan keadaan seperti ini, dia bisa menakutkan king Black dengan cara yang paling cepat.


Thomas Bryan mengaduh dengan suara yang keras. Tapi tentunya para pengawalnya diluar sana tidak mendengarkan suaranya yang kesakitan. Mereka pasti salah mengartikan suara tersebut, yang terdengar seakan-akan Bos nya itu terbuai karena merasa puas.


Apalagi efek samping dari obat yang tadi di campur dalam minuman, membuat pemakainya tidak merasakan rasa sakit. Sebab obat tadi adalah hasil dari penelitian yang dilakukan orang-orang king Black.


Orang yang sudah mengkonsumsi obat tersebut, tidak perlu merasakan rasa sakit. Orang tidak akan merasakan apapun, yang dilakukannya sekarang, kecuali kenikmatan.


Jadi, yang dilakukan oleh Gavino ini juga tidak dirasakan oleh Thomas Bryan. Meskipun senjata dan tubuhnya sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Sebab sudah diikat Gavino, di ranjang besi yang biasa digunakan untuk menyiksa orang-orang yang bercinta dengannya, demi memuaskan hasratnya yang melenceng.


Sekarang, Thomas Bryan sudah tidak berdaya. Dia terkapar lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Yang bisa membuat penasaran dengan kegiatan Gavino.


Tapi nyatanya Gavino tidak langsung membunuhnya, meskipun kesempatan untuk itu ada banyak. Dia hanya pura-pura membawanya ke tempat tidur yang ada disebelahnya, tempat tidur yang lebih baik daripada ranjang besi tersebut. Kemudian memintanya untuk membuka mata.


Sebenarnya Gavino ingin melakukan apa-apa, yang biasa dilakukan Thomas Bryan pada laki-laki yang biasanya bercinta dengannya.


Dan Gavino, sudah memegang kendali. Sebagaimana biasa Thomas Bryan melakukannya pada orang-orang.


Tapi tak lama kemudian, kesadaran Thomas Bryan mulai kembali. Pengaruh obat tersebut mulai pudar. Dia merasakan kesakitan pada pergelangan tangan dan kakinya, kemudian terbelalak kaget saat sadar, bahwa tangan dan kakinya dalam keadaan terikat.


"Siapa Kamu sebenarnya? apa yang Kamu lakukan!" teriak Thomas Bryan marah.


Dia bertanya dengan mata melotot, seakan-akan bola matanya keluar dari tempatnya berada.


Thomas Bryan sangat murka, karena telah dipermainkan oleh seorang pemuda yang baru dia kenal. Pemuda yang dia anggap lemah dan tidak ada gunanya ini ternyata telah memberikan fakta lain, yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


"Aku adalah Gavino. Bukanlah kita tadi sudah berkenalan," jawab Gavino memberitahu dan mengingatkan pada gembong mafia tersebut.


"Bukan itu maksudku. Siapa Kamu, dan siapa yang telah mengirim mu ke sini? katakan yang sebenarnya, dan apa tujuanmu membuat aku seperti ini?"

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh Thomas Bryan pada Gavino. Pemuda yang telah membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi sekarang, karena dalam keadaan terikat kaki dan tangannya.


"Tidak ada. Aku hanya membuatmu ada pada posisi orang-orang, yang sering Kamu siksa seperti ini. Bahkan Kamu melakukannya lebih sadis lagi kan?" cecar Gavino dengan sorot mata yang tajam.


"Bukankah ini suatu kenikmatan dan kepuasan yang Kamu lakukan, setiap kali Kamu bertindak pada laki-laki muda yang Kamu inginkan. Bahkan para wanita yang selalu bersamamu pun tidak pernah selamat. Ke mana mereka selama ini? apa yang terjadi dengan mereka? apa yang kamu lakukan pada mereka semua? Kamu melakukannya, dan itu membuatmu puas bukan!"


"Dengan melukai mereka, menghabisi nyawa mereka, apa itu caramu mencari kepuasan? apa Kamu sudah tidak pernah bisa merasakan kebahagiaan?"


"Dasar manusia tak berguna, sampah! Semua yang Kamu lakukan adalah menghancurkan mental masyarakat. Kamu benar-benar sampah! Kamu tahu tidak king Black?"


Thomas Bryan tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Gavino. Seorang pemuda yang baru dia kenal beberapa jam yang lalu, dan sudah berani mengatakan hal yang tidak-tidak terhadap dirinya.


Bahkan pemuda itu juga mengenalnya sebagai king Black.


"Lepaskan Aku, dan Aku akan memberikan apapun yang Kamu inginkan. Aku juga pastikan bahwa Aku dan anak buahku tidak akan ada yang menyakitimu. Pergilah! Aku tetap akan mentransfer uang ke rekening mu dalam jumlah yang banyak. Tapi lepaskan ini dulu. Lepaskan ikatan ini!"


Thomas Bryan meminta Gavino untuk mengikuti kemauannya, dengan iming-iming uang dalam jumlah yang besar.


"Tidak semudah itu king Black," jawab Gavino datar dan aura dinginnya keluar.


"Kau... Kamu memanggil Aku dengan king Black? siapa sebenarnya Kamu? bagaimana Kamu tahu Aku adalah king Black?"


Ternyata Thomas Bryan baru sadar sesadar_nya, jika Gavino juga tahu siapa sebenarnya dia .


"Kamu salah. Aku bukan king Black. Aku adalah Thomas Bryan, pengusaha serta sponsor dalam fashion show tadi."


Gavino tersenyum sinis, mendengar sanggahan yang dilakukan oleh king Black.


"Kamu pikir Aku tidak tahu apa-apa? Sayang sekali king Black. Semua jejak mu Aku tahu. Dari awal hingga akhir. Jadi Aku pastikan bahwa, kehidupanmu akan berakhir di tanganku saat ini juga! atau Kamu mau Aku ajak bermain-main dulu?"


Gavino sengaja menjeda kalimatnya, untuk melihat reaksi dari wajah king Black.

__ADS_1


"Di luar sana, Kamu adalah pemimpin para gembong mafia, yang seharusnya bukan Kamu," ujar Gavino mengatakan semuanya, yang membuat king Black semakin penasaran dengan pemuda di hadapannya saat ini.


__ADS_2