Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
1


__ADS_3

Akhirnya, king Black memutuskan untuk datang menemui Gavino sekarang. Yaitu di bengkel mobilnya Lorenzo, untuk menemui bos mobil yang sudah mengacaukan bengkelnya Lorenzo, dengan meminjam tangan ketiga preman.


King Black ingin tahu, siapa orang tersebut. Karena dia mengenal semua Bos yang ada di kota Roma ini. Jadi jika Bos bengkel mobil tersebut mengatakan tidak kenal dengan king Black, dia adalah lawannya king Black sendiri.


Akhirnya tak lama kemudian, king Black sudah sampai di bengkel mobilnya Lorenzo.


Dia langsung dijemput oleh Lorenzo di depan bengkel, agar tidak banyak pertanyaan yang datang dari Joe maupun Rei.


Setibanya di ruang penyekapan. Gudang bagian belakang bengkel. "Siapa dia, yang bilang bahwa tidak kenal Aku, king Black?" tanya king Black dengan menatap tajam.


Bos bengkel tersebut, akhirnya menundukkan wajahnya. Dia berharap bahwa, king Black tidak akan marah dengannya. Bahkan jika bisa, membantunya juga keluar dari sini. Supaya terhindar dari ancaman hukuman yang diberikan oleh Gavino maupun Lorenzo.


Tapi king Black yang sudah merasa tersinggung dan marah, tentu saja tidak mau menolong orang tersebut. Dia justru meminta kepada Gavino sendiri, bahwa dia yang akan menghukum orang tersebut di tempat ini, sekarang juga.


Mendengar permintaan dari king Black, tentu saja Gavino maupun Lorenzo mempersilahkan dengan senang hati. Karena dengan begitu, mereka tidak akan mengotori tangan mereka sendiri. Dengan hukuman yang diberikan untuk Bos tersebut.


Tapi Gavino memberikan syarat, untuk bisa mengakuisisi bengkel mobil milik Bos tersebut terlebih dahulu.


Dengan begitu, Gavino akan memiliki tiga cabang bengkel mobil. Termasuk punya Lorenzo ini.


Jadi nantinya, kedua teman Lorenzo itu bisa memegang satu persatu dari bengkel mobil yang mereka Akuisisi nantinya.


Joe dan Rei boleh memilih bengkel mobil yang akan mereka pegang sendiri, sama seperti Lorenzo. Terserah mereka mau mengelola yang mana, nanti bisa dibicarakan setelah selesai semuanya.


Akhirnya, hal itu disetujui oleh king Black sendiri. Tapi tentu saja, Bos bengkel tersebut menolaknya.


Dia tidak mau menyerahkan bengkel mobil miliknya, karena dia juga tidak mau dihukum.


Tapi dia juga tidak punya jalan lain, karena dengan aturan yang berlaku di antara para Bos dengan ketua Mafia, membuatnya harus merasakan perhitungan dari king Black.


Bos tersebut tidak pernah menyangka bahwa, dua pemuda yang ada di hadapannya ini, dan dia remehkan, adalah orang-orang terdekat dari king Black. Terutama Gavino sendiri.


"Maafkan Aku king Black. Sebenarnya, aku tidak ingin mengakui mu, karena Aku tidak ingin menjatuhkan nama baikmu."


Bos pemilik bengkel tersebut, mencoba untuk membela diri. Agar tidak disalahkan dan diampuni oleh king Black.


Tapi dia salah.


Dia telah membangunkan singa yang baru saja tidur, sehingga dia tidak akan mendapatkan pengampunan sama sekali. Termasuk membebaskan dirinya dari hukuman yang akan segera dia nikmati.


Gavino dan Lorenzo keluar dari ruangan tersebut, setelah mendapatkan tanda tangan dari Bos tersebut.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian, terdengar suara jeritan dari Bos pemilik mobil. Karena dihabisi oleh king Black sendiri.


King Black keluar dengan tangan yang masih berlumuran darah. Setelahnya, dia mencuci tangannya di wastafel, tak jauh dari gudang tersebut. Dia berjalan ke depan, dan memerintahkan orang-orangnya, yang tadi berada di luar bengkel. Untuk membereskan mayat yang ada dalam ruangan tadi.


Selama ini, jika ada eksekusi musuh-musuhnya maupun musuh Gavino, Tuan Muda nya itu, tidak akan melakukannya sendiri. Tapi orang-orangnya yang akan melakukannya, termasuk king Black sendiri.


"Terima kasih Tuan Besar. Anda sudah melakukan tugas dengan baik. Maaf, jika saya mengganggu waktu Anda."


"Anda tidak perlu sungkan Tuan Muda. Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban saya. Sekarang, apakah Anda mau kembali ke kampus, atau langsung pulang ke rumah?" tanya king Black pada Gavino.


"Saya mau langsung ke kampus."


"Apakah perlu Saya antar?" tanya king Black lagi, menawarkan diri. Sebab, selain Tuan Muda nya, Gavino adalah kekasih dari anaknya, yaitu Gress.


"Tidak perlu Tuan Besar. Terima kasih."


Akhirnya, king Black pamit. Dia masih ada banyak urusan, yang harus diselesaikan. Termasuk perusahaan garmen milik keluarga ibunya, yang sekarang ini sudah menjadi miliknya George.


Tapi karena George sudah diminta untuk berdiam diri di rumah, dan tidak melakukan aktivitas untuk beberapa waktu yang sudah ditentukan. Karena dia ada dalam masa tahanan mereka.


Itulah sebabnya, George tidak bisa mendekati Gavino maupun king Black sendiri, karena sudah menjadi peraturan dan konsekuensi yang harus dia terima. Dari apa yang sudah dia lakukan.


*****


Dia ingin mengecek keberadaan para pengawal bayangan, yang sudah ditugaskan untuk menjaga Bianca di rumah Dante.


Setibanya di sana, ternyata memang sudah ada lima orang yang berjaga dengan masing-masing menjadi security dua orang, tukang kebun dan koki, tukang bersih-bersih.


Sedangkan para pekerja di rumah Dante sebelumnya, sedang diliburkan sementara waktu. Dengan digaji penuh, sama seperti biasanya.


Dante sedang tidak ada di di rumah. Sehingga. Gavino langsung menuju ke kamar tamu, di mana Bianca berada.


Tok tok tok!


Gavino mengetuk pintu kamar tamu, dimana didalamnya ada Bianca. Tapi dia tidak mau menyebutkan nama Bianca, supaya membukakan pintu kamarnya sendiri.


Tok tok tok!


sekali lagi Gavino mengetuk pintu kamar tersebut, sehingga membuat Bianca merasa penasaran dengan orang yang mengetuk pintu kamarnya. Karena sepupunya sedang tidak ada di rumah, sedangkan para pelayan sudah diberitahu untuk tidak mengganggunya yang sedang beristirahat.


Dia bahkan tidak tahu jika, para pekerja di rumah ini sudah diminta untuk libur.

__ADS_1


"Siapa sih? gang..."


Bianca tidak melanjutkan kalimatnya, karena melihat keberadaan Gavino yang ada di depan pintu kamarnya.


"Vin, maaf! Aku pikir tadi salah satu maid di rumah ini. Ternyata Kamu. Kenapa tidak memberi kabar?" tanya Bianca, yang terkejut dengan kedatangan Gavino, yang tidak memberikan kabar terlebih dahulu.


"Apakah sebuah kejutan harus memberikan kabar terlebih dahulu?" tanya Gavino, yang tentu saja dijawab dengan gelengan kepala oleh Bianca.


Dengan segera, Bianca memeluk Gavino, cowok yang sudah memberikan perhatian dan kenyamanan untuknya. Apalagi Gavino juga sudah membantu dirinya, bebas dari kekasihnya, Alano.


Bianca menarik tangan Gavino, setelah melepaskan pelukannya.


Mereka berdua, masuk ke dalam kamar.


Cup!


"Apa Kamu bahagia Bi?" tanya Gavino, sambil mengecup bibir Bianca singkat.


Bianca membalas kecupan Gavino, dengan sebuah ciuman yang panjang.


Setelah itu, Bianca berkata untuk menjawab pertanyaan Gavino tadi, "tentu saja Aku bahagia Vin. Aku, Aku merasa nyaman ada bersamamu. Terima kasih ya Vin, untuk semua yang sudah Kamu lakukan padaku saat ini."


Gavino kembali mengecup bibir Bianca, tapi kali ini lebih panjang dan menuntut.


Tentu saja, perlakuan manis Gavino ini dibalas dengan senang hati oleh Bianca.


Dia mengimbangi permainan bibir dan lidah Gavino dengan bersemangat, hingga keduanya lupa diri, hingga melakukan apa-apa yang kemarin sudah mereka lakukan.


*****


Di kampus.


Gress yang tidak tahu jika sudah ada pengawal bayangan untuk menjaga keamanannya, keluar dari ke kampus dan mencari supir yang sudah menunggunya.


Supir ini juga yang sudah mengantar dan menunggunya kemarin, pada saat Gavino tidak bisa masuk kelas.


Tapi ternyata, hari ini Gavino juga tidak bisa masuk. Sama seperti kemarin.


Gress merasa khawatir dengan keadaan kekasihnya itu. Sebab, sedari tadi handphonenya juga diam dan tidak ada kabar dari Gavino.


Tapi dia tidak mau menghubungi Gavino terlebih dahulu, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan yang dilakukan oleh Gavino di luar sana.

__ADS_1


Gress tidak mau terlalu mengekang dan ingin tahu semua kegiatan Gavino. Sebab dia juga tahu bahwa, Gavino punya kehidupan sendiri selain dirinya.


__ADS_2