
"Itu lihat!"
Lorenzo menunjuk ke arah tiang listrik, yang ada sakral lampunya.
Tapi menurut Lorenzo, itu bukan saklar lampu biasanya. Itu adalah tapi kamera cctv, dengan bentuk yang lain.
"Emhhh... coba Aku cek."
Akhirnya Gavino melangkah menuju ke tiang listrik yang ditunjuk oleh Lorenzo, karena dia juga penasaran dengan bentuk cctv, yang ada di tempat seperti ini.
Karena bisa dipastikan jika, bentuk cctv ataupun alat pemantau di daerah seperti ini, tidak sama seperti pada umumnya yang ada di pasaran.
Dan benar saja, di saat Gavino mendekat, ada sebuah tembakan otomatis, yang melesat ke arah dirinya. Itu tandanya, bawah alat cctv ini bukan hanya sekedar rekaman video, tapi juga alat pelacak. Seandainya ada orang asing, yang terlihat ataupun masuk ke wilayah terlarang seperti markas ini.
Sekarang, Gavino merasa sangat yakin bahwa, ini bukan hanya sekedar sebuah markas militer ataupun tempat pelatihan biasa. Tapi ada sesuatu yang menjadi aktivitas di dalam sana. Namun entah apa itu, Gavino belum bisa memastikannya.
"Gavin! Kamu tidak apa-apa?" tanya Lorenzo yang merasa khawatir dengan tembakan otomatis yang tadi mengenai Gavino.
"Tidak apa-apa. Itu tadi meleset kok. Tapi bisa dipastikan bahwa, alat itu juga merupakan radar otomatis, untuk aktivitas di dalam sana. Jika ada orang luar atau penyusup yang ada di luar. Jadi kita tetap berhati-hati. Karena yang berada di dalam sana, sudah mengetahui kedatangan kita."
"Apa sebaiknya kita pulang saja?" tanya Lorenzo ragu, untuk meneruskan kegiatan mereka kali ini.
"Tidak. Kita sudah terpantau sebagai penyusup. Kita tidak bisa mudah keluar dari tempat ini. Jadi, lebih baik kita lanjutkan saja."
Meskipun Lorenzo ingin pulang, tapi dia tetap merasa yakin jika, temannya itu punya banyak rencana untuk pekerjaan mereka kali ini. Jadi dia hanya ikut saja. Apa yang akan dilakukan oleh Gavino.
Tapi apa yang dipikirkan oleh Lorenzo memang bener. Sebab, Gavino sudah menghubungi anak buahnya, untuk segera menyusulnya. Mereka di minta untuk mengikuti radar yang dipancarkan oleh sepeda motornya. Meskipun dia juga tidak tahu jika, musuh bisa saja ikut mendeteksi radar tersebut.
Dengan hati-hati, Gavino melambaikan tangan ke arah cctv yang berbentuk sakral lampu tersebut. Tapi dia juga dengan segera memutuskan, atau merusak kamera cctv tersebut. Sehingga orang yang memantau cctv tidak bisa melacak keberadaan dirinya.
Sekarang, dia kembali mencari kamera cctv yang lainnya. Sebab dia yakin bahwa, tidak hanya ada satu cctv di tempat seperti ini.
Dan memang benar, ada tujuh kamera cctv yang terpasang di segala arah dengan bentuk yang berbeda-beda. Sehingga akan sulit untuk dideteksi, jika tidak sangat teliti.
__ADS_1
Akhirnya semua kamera cctv di gerbang masuk sudah bisa di tangani oleh Gavino.
Sekarang, dia mencari jalan, supaya bisa masuk ke dalam sana tanpa bisa diketahui ataupun terkena jebakan. Yang pastinya, di beberapa tempat, ada banyak terpasang jebakan, tanpa diketahui oleh siapapun di mana letaknya
"Hati-hati Lorenzo. Ikuti saja langkahku, jangan ke mana-mana. Karena sepertinya, banyak terpasang ranjau di tempat ini."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino, Lorenzo membelalakkan matanya.
Dia kaget saat tahu, jika dia bisa salah langkah, maka nyawanya sendiri akan melayang. Karena ranjau akan meledak tanpa bisa dikendalikan.
"Sebenarnya, markas apa ini?" tanya Lorenzo tidak percaya, dengan apa yang baru saja dia lihat dan dengar tadi.
"Aku juga tidak tahu. Yang penting, kita harus tetap berhati-hati."
Lorenzo mengangguk mengiyakan perkataan Gavino, karena dia memang tidak boleh asal melangkah di tempat seperti ini.
Tiba-tiba, suara sirene terdengar.
Guing... guing... guing...
Mereka berdua, tidak bisa bersembunyi di sembarang tempat juga di tempat ini. Karena takutnya, tempat persembunyian tersebut justru merupakan gudang ranjau atau apapun itu, yang merugikan mereka.
"Bagaimana ini Gavin?" tanya Lorenzo dengan wajah cemas.
"Ikuti Aku!"
*****
Di lapas, tempat Verdi menjalani tahanan.
Pihak lapas, segera memproses laporan yang dilakukan oleh sang Kapten, yang memberikan informasi jika ada tahanan yang menjadikan seseorang sebagai pemeran pengganti. Untuk seseorang yang sedang menjalani tahanan di lapas ini.
Pihak lapas, menyelidiki kebenaran tentang laporan tersebut, dengan memanggil tahanan bernama Verdi.
__ADS_1
Mendapatkan panggilan untuk penyidikan, sesuatu yang tidak pernah disangka-sangka, tentu saja membuat orang yang bernama Verdi merasa takut. Seandainya apa yang dia sembunyikan selama ini ketahuan.
"Bagaimana jika Aku sampai ketahuan, bahwa sebenarnya Aku bukankah Verdi yang asli. Lalu apa yang harus Aku katakan?"
Tapi tentu saja dia tidak kehilangan akal, dengan memberikan beberapa bukti bahwa dia adalah Verdi yang asli. Baik secara fisik, maupun identitas diri dan keluarganya, dan beberapa bukti yang membenarkan bahwa dia adalah Verdi yang sebenarnya.
"Bagaimana caranya pihak lapas tidak percaya dengan penghuninya sendiri? Padahal Saya tidak pernah ijin untuk keluar lapas sedetik pun. Bahkan Saya selalu ada di sini, dengan pengamanan dan pengawalan yang ketat."
Sebenarnya, pihak lapas sendiri sedikit ragu dengan bukti-bukti yang ada. Tapi tentu saja, pihak penyidik tidak kehilangan akal, dengan memberikan bukti bukti tersebut kepada Verdi yang ada di lapas, dengan ancaman juga bahwa, dia bisa dikenai pasal yang berlapis. Jika tidak mau kerjasama.
Verdi pengganti, bisa di tuduh sebagai pelindung dari pihak kejahatan, memberikan jalan pada pihak kejahatan, dan mendukung pihak kejahatan untuk melakukan hal yang lebih jahat lagi.
Tapi tentunya, Verdi pengganti tidak mudah untuk menyerah begitu saja.
Dia sudah terlatih untuk berbohong dan memanipulasi keadaan sehingga dia bisa bebas dari tekanan para penyidik.
Tapi dia dilepaskan bukan tanpa alasan.
Pihak penyidik lapas, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut meskipun tanpa diketahui oleh Verdi sendiri.
Mereka tidak mau jika Verdi mengetahuinya, sehingga bisa menghilangkan bukti-bukti yang akan mereka temukan nanti.
Verdi yang ada di dalam lapas tidak akan bisa bergerak dengan bebas. Karena setiap pergerakan yang dilakukannya, akan selalu dipantau oleh orang-orang yang tidak dia ketahui jika, mereka adalah penyidik yang terus memantaunya.
*****
Di kantornya, sang Kapten juga menemukan keberadaan markas Verdi, yang ternyata sebuah bangunan yang diduga digunakan untuk sebuah penelitian terkait obat-obatan.
Tapi tentu saja bukan obat-obatan yang berguna untuk medis atau kesehatan masyarakat. Melainkan obat-obatan yang di gunakan oleh pihak-pihak tertentu, untuk kepentingan mereka sendiri.
"Jadi, apa yang sedang mereka rencanakan?"
Sang Kapten memutuskan untuk menghubungi Gavino. Untuk menceritakan tentang apa yang dia ketahui terkait dengan Verdi dan markasnya.
__ADS_1
Sayangnya, handphone milik Gavino tidak bisa dihubungi oleh sang Kapten.