
Dari pembicaraan Dante, Cardi dan Madalena, Gavino bisa menarik kesimpulan bahwa. Ini semua masih berkaitan dengan Alano. Karena dialah yang menyusun sebuah rencana itu
Teman sekolahnya yang sudah pindah. Karena kasus yang terjadi dengannya beberapa waktu yang lalu.
"Kalau benar apa yang mereka bicarakan, Aku akan mencari Piere. Agar bisa menghentikan kegiatan mereka semua. Itu semua adalah hal yang sia-sia belaka. Tidak ada untungnya, jika hanya ingin dianggap sebagai salah satu orang yang kuat."
Gavino bergumam seorang diri, yang membuat Bianca dan Lorenzo saling pandang tanpa bicara apa-apa.
Dari isyarat mata Bianca, Lorenzo tahu, jika Bianca memintanya untuk bertanya pada Gavino. Tentang apa yang sedang dipikirkan.
"Gavin. Kamu bicara apa tadi?"
Akhirnya Lorenzo bertanya juga, karena dia juga merasa penasaran. Bukan hanya Bianca saja yang ingin tahu.
"Tidak apa-apa. Ayok, kita harus segera mencari buku di perpustakaan. Jangan sampai, buku itu sudah habis di ambil yang lainnya."
Lorenzo hanya bisa mengangkat kedua bahunya pada Bianca. Dia menyerah, karena tidak bisa melakukan apa-apa. Agar Gavino mau memberitahu pada mereka. Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan saat ini.
Setelah selesai mengajak mereka untuk berjalan dengan cepat, Gavino juga sudah lebih dulu berjalan menuju ke arah perpustakaan. Sehingga membuat temannya yang lain merasa heran.
"Eh, kenapa mesti cepat-cepat sih!" gerutu Madalena, karena temannya yang lain ikut-ikutan berjalan cepat menuju ke perpustakaan sekolah.
Tapi tentu saja, semua keluhan yang keluar dari mulut Madalena tidak dihiraukan oleh mereka semua. Sebab, hal itu sudah menjadi kebiasaan seorang Madalena. Jika selalu mengomentari atau mengeluhkan sesuatu.
Untungnya, Madalena adalah tipe orang tidak suka membicarakan hal pribadinya. Sehingga apapun yang terjadi pada keluarganya, termasuk dua sendiri, tidak ada yang mengetahuinya.
Hanya Gavino, dan Bianca yang tahu soal permasalahan papanya Madalena.
Sedangkan untuk ketiga orang kepercayaan keluarga Madalena, hanya Gavino saja yang mengetahuinya. Tidak untuk temannya yang lain.
Sekarang, mereka semua sudah ada di dalam ruangan perpustakaan sekolah.
Mereka semua, langsung mencari keberadaan buku-buku yang mereka butuhkan. Tanpa banyak bicara lagi. Karena waktu untuk beristirahat akan segera berakhir.
"Bi, udah dapat belum?" tanya Gavino, yang melihat Bianca masih melihat rak satu rak buku ke rak buku yang lainnya.
"Bel nih Vin. Kamu udah dapat ya?"
Bianca balik bertanya, dengan melihat keberadaan Gavino. Yang saat ini sedang memegang buku yang dia inginkan.
Gavino hanya mengangguk, kemudian mencoba ikut mencari keberadaan buku. Yang diinginkan oleh Bianca.
'Sistem informasi aktif.'
( Ting )
( Sistem informasi diaktifkan )
__ADS_1
( proses pencarian dilakukan )
1%
15%
30%
45%
60%
70%
80%
90%
100%
( Ting )
( Informasi didapatkan )
Gavino melihat keberadaan buku yang dicari Bianca, ada di rak depannya Bianca sendiri. Hanya saja, tidak disadari oleh Bianca. Karena dia mencarinya dengan tergesa-gesa.
Dia mengerahkan tenaga dalamnya, untuk mengarahkan pandangan Bianca, pada buku tersebut. Dan tak lama kemudian, Bianca berseru dengan senang tapi juga malu.
"Ya ampun... ternyata ada di sini. Hiks... kenapa Aku tidak melihatnya tadi," cicit Bianca, yang merasa malu pada diri sendiri.
Gavino hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis.
Dia sengaja tidak langsung mengambil buku itu, karena tidak mau melihat Bianca yang akan bertambah malu. Karena merasa tidak bisa melihat buku, yang jelas-jelas ada di depan matanya tadi.
"Sudah ketemu kan? yuk balik!"
Gavino mengajak Bianca untuk balik ke dalam kelas lagi. Karena tadi, dua juga sudah mengerahkan tenaganya. Untuk teman-temannya yang lain, agar bisa lebih mudah menemukan buku yang dicari.
"Gavin, udah ketemu. Ayok balik ke kelas!"
Lorenzo mengajak Gavino. Dan dia sudah ada di depan pintu keluar.
Sekarang, mereka semua berjalan bersama menuju ke arah kelas mereka lagi.
"Gavin. Jam terakhir nanti, kita ada pelatihan di laboratorium. Kamu udah bawa baju khusus?" tanya Cardi mengingatkan.
"Udah kok," jawab Gavino pendek.
__ADS_1
Tapi yang sebenarnya adalah, dia lupa membawa baju tersebut. Bersama dengan tas bawaannya tadi. Tapi memang sudah ada di dalam mobil.
Gavino tinggal mengambil baju yang dia butuhkan di dalam mobil nantinya.
Semua kebutuhan yang dia perlukan, sudah ada yang menyiapkan di rumah. Tapi Gavino memang tidak mau ada supir, untuk mengantar dirinya ke sekolah.
Dia tidak mau terlalu banyak perubahan yang mencolok. Karena saat ini, dia sudah banyak dibicarakan oleh orang-orang. Atas perubahan yang begitu besar, pada kehidupan dirinya yang dulu dan sekarang.
Tapi pihak yayasan sekolah, tidak mempermasalahkan soal perubahan yang terjadi pada kehidupan Gavino. Karena Gavino sudah membawa seorang pengacara kepada pihak yayasan, yang mengatakan bahwa, semua perubahan yang terjadi pada Gavino dan keluarganya karena warisan dari sang Kakek. Yang dulunya tidak diketahui oleh mereka sendiri.
Ibarat kata, keluarga Gavino adalah keluarga yang baru kembali setelah hilang keberadaannya dari keluarga besar mereka.
Dan untungnya, pihak yayasan memaklumi kondisi ini.
Dengan demikian, Gavino juga menyerahkan kembali semua beasiswa dan fasilitas yang dia terima dari pihak yayasan sekolah.
Bahkan dia juga menjadi salah satu penyandang dana di yayasan sekolahnya saat ini. Tanpa diketahui oleh siapapun. Karena itu atas permintaan dari Gavino sendiri.
*****
Di saat jam terakhir, kelas sepi. Karena semua pergi ke ruangan laboratorium.
Tapi ada seseorang yang baru saja masuk ke dalam kelas, dengan cara mengendap-endap. Takut jika aksinya diketahui oleh orang lain.
Orang tersebut langsung menuju ke tempat duduknya Gavino.
"Untung tidak ada yang melihatnya."
Sekarang, orang itu membuka tas miliknya Gavino. Kemudian menaruh beberapa plastik yang sudah dia bawa sedari tadi, tapi dia sembunyi di dalam saku celananya.
Dengan hati-hati, orang itu menyimpan plastik-plastik yang dia bawa. Di beberapa tempat, di dalam tas Gavino.
Entah apa isi dari plastik tersebut, karena setelah itu, orang yang tadi langsung meninggalkan kelas. Dengan senyuman miring yang jelas begitu misterius.
'Rasain Kamu Gavino. Mungkin dengan begini, Kamu tidak akan lagi bisa sombong.' batin orang tersebut, dengan mempercepat langkahnya.
Dia tentunya tidak mau ketahuan oleh orang lain, jika sudah melakukan sesuatu di kelas Gavino.
Dan beberapa saat kemudian, anak-anak sudah kembali ke dalam kelas. Mereka tampak ramai seperti biasanya, jika selesai melakukan tugas praktikum di laboratorium.
"Tadi cairannya itu kebanyakan ya Bi?" tanya Dante, yang kebetulan ada di dekatnya Bianca. Pada saat berada di ruangan laboratorium.
Dante merasa gagal, dengan uji coba yang dia lakukan.
"Kamu sih, asal nuang itu cairan. Harusnya pakai gelas ukur juga kayak Aku."
"Hehehe..."
__ADS_1
Dante hanya terkekeh, menyadari kesalahannya sendiri.