
Ruangan gelap yang tadinya hanya ada lima orang tawanan, kini tambah satu lagi, dengan kedatangan George.
Tentu saja George langsung terkejut, saat melihatku kelima orang tersebut. Tapi dia berusaha tetap tenang, dan pura-pura tidak mengenal mereka berlima.
Dia juga pura-pura tidak tahu, apa yang terjadi pada mereka berlima di ruangan ini.
"Apa Aku akan diminta untuk melatih mereka?" tanya George pura-pura tidak tahu, apa yang sebenarnya akan menjadi pada dirinya sendiri.
"Cihhh! dasar tidak tahu malu," umpat king Black, pada adiknya yang sok polos.
"Lalu, apa maksudnya Aku di bawa ke sini?" tanya George lagi, masih berusaha untuk tidak merasa gentar.
Dia harus bisa menguasai situasi, dalam keadaan apapun. Sebab, dia juga tidak ingin, apa yang sudah dilakukannya terbongkar dengan cepat.
Meskipun dia sendiri tidak merasa yakin juga, jika kelimanya tidak ada yang mengaku. Bisa dipastikan bahwa, salah satu dari orang-orang yang dia bayar ini, sudah mengaku sebagai suruhannya.
"Kenapa Kamu bodoh sekali George!" bentak king Black Desan kesal. Menghadapi sikap adiknya itu.
"Hahaha... Aku bodoh? tentu saja Aku bodoh. Bukannya Aku tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah Kamu jadikan tahanan?" George tertawa mengejek kakaknya, king Black, yang saat ini berada di belakangnya.
Bugh!
Anak buahnya king Black, tidak terima karena Tuan Besarnya dikatakai bodoh oleh George.
"Awww... Sialll!"
George mengumpat kesal, karena dia tidak siap, di saat dipukul oleh anak buahnya king Black. Sehingga membuat dirinya oleng ke samping kakaknya.
Sayangnya, king Black menghindar, dan membiarkan tubuh adiknya itu terjatuh ke lantai.
Gavino yang masih memperhatikan mereka semua dari tempatnya berdiri, di depan pintu, hanya tersenyum tipis.
Dia tidak mendekat atau menegur George.
Dengan cepat, tanpa diketahui oleh siapapun Gavino justru mengaktifkan sistem mafia miliknya. Untuk mengetahui, siapa yang berada di balik keberanian keberanian George.
Gavino berpikir bahwa, sebenarnya George memiliki orang yang lebih berpengaruh, yang mendukungnya dari belakang.
Sama seperti halnya dengan king Black sendiri, sebab, orang yang ada di belakang king Black adalah dirinya sendiri. Tapi Gavino sendiri, hanya sekedar memberikan perintah atau tugas, yang tidak banyak merugikan kepentingan umum.
Dia justru memberikan arahan, supaya kelompok mafia nya ini bisa menjadikan sesuatu yang belum bermanfaat menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya.
Meskipun semua kegiatan mereka, tidak bertujuan yang sama. Seperti para relawan, yang bekerja untuk kepentingan sosial.
Apalagi, king Black dan anak buahnya masih melakukan transaksi atau kegiatan mereka di pasar gelap.
Tapi Gavino tidak mau ikut campur, untuk kegiatan mereka itu. Karena kegiatan mereka memang sudah ada, sebelum dia masuk ke dalam kelompok king Black sendiri.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
( Ada yang bisa sistem bantu )
'Aku ingin tahu, sebenarnya George bekerja untuk siapa?'
( Ting )
( Good Father mencurigai seseorang )
'Aku tidak tahu. Tapi Aku berpikir bahwa, apa yang dilakukan ini ada yang menyetirnya. Ada yang mengendalikan George, sehingga dia membelot ke arah melawan.'
( Ting )
( Sistem akan mencarinya Good Father )
( Pencarian informasi dilakukan )
1%
10%
__ADS_1
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
Waktu yang digunakan untuk mencari informasi terkait siapa yang ada di balik semua yang dilakukan oleh George, membutuhkan waktu beberapa detik.
Mungkin karena dia tidak bisa dikenali oleh orang lain, jadi sistem juga sebutkan waktu untuk mencarinya.
( Ting )
Di layar sistem, tampak siluet tubuh seorang laki-laki dewasa. Yang lebih muda dari usia George sendiri.
Tapi Gavino tidak mengenali wajah dari orang tersebut. Tapi dia seperti mengenali ciri-ciri tertentu, yang ada pada tubuh orang itu.
"Tuan Muda."
Salah satu dari anak buahnya, menegur Gavino, supaya maju dan mendekat ke tempat George berada.
Akhirnya Gavino hanya bisa mengangguk dan mengikuti arahan dari anak buahnya itu. Dia akan segera memutuskan untuk mengambil tindakan tegas terhadap George.
Semua anak buahnya, mundur beberapa langkah, sambil menundukkan kepalanya hormat. Untuk memberikan jalan pada Gavino, yang sedari tadi hanya diam saja mengamati.
"Hahaha..."
George justru tertawa terbahak-bahak, melihat kedatangan Gavino dari arah sampingnya.
Dia meremehkan anak muda, yang pernah menjadi Tuan Muda nya juga.
"Ternyata Kamu Gavin. Hahaha..."
Suara tawa George kembali membahana ke seluruh ruangan. Membuat ke lima orang yang sudah ada dalam keadaan lemas, karena sudah mendapatkan penyiksaan dari anak buahnya king Black.
"Kenapa Paman George?"
"Apakah Tuan Besar dari Paman George sudah tidak melindungi Paman lagi?" tanya Gavino, melanjutkan pertanyaannya yang tadi.
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino, sangat terkejut. Dia tidak pernah menyangka jika ada vino mengetahui rahasia dirinya yang sebenarnya.
Bugh!
Tanpa mengatakan apapun George justru memukul Gavino, dengan tiba-tiba.
Tentu saja perbuatan George ini, membuat semua orang, termasuk king Black sendiri, maju untuk menghajar George balik.
Mereka semua tidak terima, karena Tuan Mudanya, susah di serang di markasnya sendiri. Dan itu juga dilakukan tanpa persiapan.
Tapi Gavino meminta pada semua orang, untuk di menjauh dan membiarkan George melampiaskan semua amarahnya.
"Apa Paman mau kita berduel dulu?"
Akhirnya, Gavino siap melayani tantangan George. Yang pingin mencobanya, dari segi bela diri.
Tentu saja Gavino mau melayani tantangan tersebut. Dia tidak takut sedikitpun, meskipun George jauh lebih berpengalaman dibandingkan dengan dirinya.
Sekarang, keduanya sama-sama sudah siap untuk melakukan adu kekuatan. Dengan ditonton oleh semua anak buahnya, bersama dengan kelima orang suruhan George.
George menyatukan kedua tangannya sambil memberikan gerakan-gerakan untuk pemanasan. Bahkan, jari-jari tangan George sampai terdengar kemelut, saat ditekuk.
Gavino hanya diam dengan tenang, memperhatikan bagaimana cara George yang sedang mempersiapkan diri.
Hingga akhirnya...
Bugh!
Tak!
__ADS_1
Srakkk!
Bugh!
"Hiat!
Clek!
Srekkk!
"Arghhh..."
Tinju dan tendangan keras, lakukan oleh mereka berdua secara silih berganti. Bahkan, tulang kering George juga sudah terkenal tendangan kaki Gavino. Sehingga dia menahan rasa sakit.
Pertempuran mereka berdua murni tanpa bantuan dari siapapun. Sebab Gavino melarang anak buahnya, dan juga king Black. Untuk tidak ikut melakukan pergerakan apapun, yang bisa mengakibatkan terjadinya kecurangan dalam perkelahiannya kali ini.
Hingga pada akhirnya, Gavino melihat layar sistem yang tiba-tiba muncul. Dan memberitahu kelemahan George padanya.
( Ting )
( Kelemahan bagian tubuh George terdeteksi )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Hasil didapatkan )
Ternyata, George tidak memiliki titik lemah pada bagian intinya tubuhnya, tapi ada pada dada bagian kiri. Agak ke bawah.
Meskipun Gavino sudah mengetahui titik lemah dari seorang George, tapi dia tidak langsung menyerang bagian dada kiri tersebut. Sebab Gavino tidak mau membuat George kalah dengan cepat.
Dia ingin membuat George merasakan rasa sakit terlebih dahulu. Agar dia tahu, bagaimana perasaan orang-orang yang dulu dia siksa tanpa ampun.
George makin kewalahan dan emosi, menghadapi serangan-serangan Gavino yang gesit dan tidak terduga.
Ini membuatnya kehilangan ketenangan dalam perkelahiannya. Sehingga dia tidak lagi bisa berkonsentrasi pada gerakannya sendiri.
Pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh George, sering meleset dan tidak tepat pada sasaran. Sebab, Gavino bisa mengelak dari semua serangan yang dilakukan oleh George dengan begitu mudahnya.
Hingga pada akhirnya...
Dugh!
"Awww!"
Semua orang yang melihat kejadian tersebut, menantikan bagaimana Gavino bisa menyalahkan George. Di mana saat itu, Gavino melakukan tendangan, dengan keadaan seperti terbang, dan satu kakinya mendarat di dada sebelah kirinya George.
Begh!
Gavino mendarat sempurna, di tempatnya tadi berdiri.
Brukkk!
Dan tubuh George, ambruk setelah berteriak keras karena merasakan rasa sakit. Pada bagian dada kirinya, yang terkena tendangan kaki Gavino barusan.
Dia tidak bisa berdiri lagi dengan mudah. Bahkan, tak lama kemudian, dia terbatuk-batuk dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
King Black melihat keadaan adiknya itu dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan. Meskipun wajahnya tampak datar dan tanpa ekspresi.
__ADS_1