
Di sinilah akhirnya Gavino berada. Di pantai V Lounge Beach, yang diberitahukan sistem. Jika dia harus ke sini. Untuk mengetahui keberadaan Bos, yang berada di belakang George selama ini.
Gavino mengenakan celana jins panjang, dengan kaos pendek. Yang dilengkapi dengan jaket kulit, yang biasa dia kenakan. Dengan sepatu boot di bawah lutut.
Dia juga mengenalkan topi dan kacamata hitam. Untuk melengkapi penyamarannya kali ini. Meskipun sebenarnya, penampilan ini bukan penyamaran tanah lima sudah biasa temen jadi pakaiannya sehari-hari.
Gavino berjalan menyusuri pantai setelah dia memarkirkan sepeda motornya.
Dia mencoba mencari letak atau lokasi keberadaan villa, yang tadi dia lihat di sistem. Sebab, di sini banyak sekali bangunan villa. Baik yang lama maupun bangunan yang baru.
Tapi baru separuh jalan kasino melihat sosok seseorang yang dia kenal, sedang berjalan menuju pulau suatu arah.
"Itu, itu seperti Kapten?"
Gavino melihat sosok Sang Kapten, yang biasa dia ajak bekerjasama. Di saat dia sedang menangani masalah kejahatan.
"Apa Kapten juga sedang melakukan tugasnya di sini?"
Pemikiran Gavino, langsung tertuju pada pekerjaan dan tugas Kapten, sebagai seorang abdi negara.
Bisa saja, sang Kapten sedang bertugas di tempat ini. Untuk menangani suatu kasus.
Tapi Gavino tidak langsung menegur sang Kapten. Dia justru mengikutinya dari jauh, untuk mengetahui, apa yang sebanyak dilakukan oleh laki-laki tersebut.
Dari kejauhan, ternyata sang Kapten sedang bertemu dengan seseorang, kemudian mereka bersama-sama menuju ke sebuah villa, yang ada di daerah pantai ini juga.
"Siapa orang tersebut? Dari penampilannya dia seperti orang yang..."
"Apa sebenernya yang dilakukan oleh Kapten di sini?"
Berbagai macam pertanyaan dan praduga, ada di otaknya Gavino saat ini.
Apalagi saat ini, sang Kapten tidak mengenakan pakaian seragamnya, sebagai abdi negara. Tapi menggunakan pakaian biasa, sama seperti dirinya juga. Sebagai warga sipil pada umumnya.
Gavino masih memperhatikan bagaimana sang Kapten yang berjalan di belakang orang tadi, menuju ke sebuah bangunan villa. Yang pada akhirnya, mengingatkan Gavino pada villa yang dilihatnya di layar sistem.
"Apa mungkin..."
Gavino langsung bersembunyi pada saat ada salah satu penjaga, yang ada di villa tersebut, melihat keberadaannya.
Dia segera bersembunyi dan bertingkah seperti para pengunjung pantai pada umumnya. Yaitu melakukan Selfi, atau membidikkan kamera handphone-nya, pada pemandangan disekitar tempat ini.
Hal itu untuk mengecoh perhatian para pengawal tadi, supaya tidak mencurigai keberadaannya.
"Aku yakin, jika villa ini adalah bangunan yang tadi Aku lihat pada layar sistem. Apa Aku harus mengaktifkan sistem lagi, untuk memastikannya?"
Sekarang, Gavino duduk di sebuah bangku pantai, yang letaknya cukup tersembunyi. Tapi masih memberikan kebebasan padanya, untuk memperhatikan ke villa yang sedang dia curigai.
( Ding )
__ADS_1
( Selamat siang Good Father )
( Apakah Good Father butuh bantuan )
'Aku sudah menemukan villa yang sama, seperti villa yang tadi ditunjukkan oleh layar sistem. Tapi, apa hubungan antara sang Kapten dengan pemilik villa itu?'
( Ding )
( Good Father bisa bertanya sang Kapten )
( Bisa juga mencari tahu sendiri )
'Heh! Aku harus mencarinya sendiri? Jika Aku harus bertanya pada sang Kapten, apa yang harus Aku tanyakan? dia pasti akan curiga!'
( Ding )
( Segala sesuatu bisa terjadi )
( Good Father harus tetap berhati-hati )
'Aku ingin mencocokkan bangunan villa yang ada di sini, dengan bangunan villa yang tadi ada pada sistem.'
( Ding )
( Pencarian gambar dimulai )
1%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ding )
Layar sistem kembali menunjukkan bangunan villa, yang tadi pagi dilihat oleh Gavino.
Dan menurut penglihatan Gavino, semuanya persis. Sama seperti yang dilihatnya secara langsung kali ini.
"Hhh..."
Gavino membuang napas kasar, melihat kecocokan dari villa yang ada di layar sistem, dengan yang dia perhatian sekarang ini.
Jadi, sekarang dia berpikir bahwa, sang Kapten sedang melakukan penyidikan. Atau mungkin saja...
__ADS_1
"Apa Kapten terlibat di dalam keanggotaan mereka?"
Pikiran Gavino justru berprasangka buruk, karena kedatangan sang Kapten kapten juga disambut baik oleh pengawal tadi.
Tidak mungkin sang Kapten akan disambut sebaik tadi, jika pemilik dari villa tersebut, tidak mengenal sang Kapten dengan baik juga. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahui oleh Gavino dari sang Kapten selama ini.
*****
Sementara Gavino sedang melakukan pengintaian di luar villa, di dalam villa terjadi pembicaraan yang serius. Meskipun ada pada situasi yang santai.
"Kemarin, saat ada di kota, di gedung yang menjadi kantor pusat bisnis keluarga, Aku sudah membicarakan hal ini bersama jajaran pengurus dan pengawas yang menanggani proyek ini."
"Jika semuanya lancar, dua hari lagi akan ada barang yang ikut dalam perjalanan menuju ke Jerman, dan Inggris. Jadi, itu tugas kapten untuk memberikan keamanan."
"Siap Tuan. Anak buah Saya, bisa dipastikan akan ikut mengamankan. Yang penting, sejumlah uang yang Anda sebutkan tadi, sudah masuk ke dalam rekening kami, tepat waktu."
"Hahaha... senang bekerja sama dengan anda ya! Mudah dan cepat. Pasti, pasti! Jika perlu, pihak keuangan kami akan mengirimkannya sekarang. Aku bisa memerintahkan mereka untuk mentransfer nya sekarang juga."
"Tidak perlu. Anda harus mentransfernya dua jam sebelum tugas itu dilakukan."
Sang Kapten, memberikan penjelasan pada orang yang saat ini ada dihadapannya.
Orang ini adalah orang yang sudah bekerja sama dengannya cukup lama, dalam proses keamanan untuk barang-barang yang akan dibawa ke luar negeri, oleh perusahaan milik orang tersebut.
Jadi, dia dan beberapa orang anak buahnya, memberikan jasa keamanan, untuk kemudahan bisnis yang dilakukan oleh orang yang saat ini sedang berbicara dengannya.
Hal ini dapat dikatakan sebagai pekerja luar, atau sampingan, di luar tugas utamanya sebagai abdi negara.
Tapi tentunya, dia tetap memanfaatkan nama dan jabatan yang dia miliki. Untuk kemudahan tugas tersebut.
Dan itu mendatangkan banyak pundi-pundi uang, yang makan masuk ke rekening tabungannya. Sehingga beberapa anak buahnya, yang ikut bersama dengannya juga, memiliki kehidupan yang sangat layak untuk keluarga mereka.
Mereka semua pikir bahwa, pekerjaan ini sangat mudah. Dan tentunya menghasilkan uang yang besar dalam waktu yang cukup singkat.
Setelah selesai melakukan perundingan dan kesepakatan, tuan rumah menjamu sang Kapten dengan istimewa.
Ada banyak hidangan yang mewah, dan juga minuman anggur, atau wine yang langka. Karena tidak semua orang bisa membeli dan mengkonsumsi anggur tersebut.
Anggur atau Wine jenis Penfolds Granger Hermitage, diproduksi sekitar tahun 1950. Berasal dari Australia, dan menjadi salah satu anggur merah termahal di dunia.
Anggur merah yang bernama Penfolds Grange Hermitage ini, dilelang pada tahun 2004 seharga 38.420 dollar AS, untuk satu botolnya. Jika dinilai ke dalam mata uang Indonesia, sekitar Rp 534 juta perbotol.
Tentu saja, sang Kapten sangat senang. Bisa ikut menikmati makanan dan mewah ini.
Apalagi, setiap dia datang ke sini, Bos tersebut selalu menjamunya dengan minuman yang selalu berbeda-beda. Tapi tetap istimewa dan pastinya sangat mahal.
Itulah keistimewaan yang diperoleh dalam kerja sama Bos ini.
Hal yang tidak mungkin bisa dia dapatkan, seandainya hanya sekedar bekerja pada negara ini saja, atau bertemu dengan para pejabat negara.
__ADS_1
Itulah sebabnya, sang Kapten harus bisa merahasiakan semua ini dari pihak manapun. Apalagi, dia juga tidak mungkin melepaskan karirnya di dunia militer. Yang sudah memberinya banyak kemudahan dalam kerja sama ini juga.