
Mendapatkan pertanyaan yang sama seperti yang tadi, Gavino merasa jengah juga, sehingga dia kembali menjawabnya juga.
"Apakah Kamu tuli king Black? Aku adalah Gavino. Gavino Giordano Junior. Jadi, ingatlah itu selamanya!" suara Gavino ditekan setiap kata-kata yang dia ucapkan. Agar king bisa mendengarnya dengan jelas.
"Maksudku, apa tujuanmu, atau siapa yang mengirim mu? Aku tidak mengenalmu dan Kamu pasti tidak mengenalku juga anak muda," ujar king Black memberikan alasan, kenapa dia bertanya lagi.
Gavino tersenyum sinis, melihat ke arah Thomas Bryan alias king Black. Yang sudah tidak berdaya di atas tempat tidur.
"Kamu pikir Aku tidak mengenalmu? lalu, ngapain Aku cari Kamu? ngapain Aku berbuat seperti ini? Kamu pikir, apa kesalahan terbesarmu? yang sudah Kamu lakukan di masa lalu?"
"Jika Kamu lupa, apa Aku perlu mengingatkan kembali semua dosa yang telah Kamu lakukan?"
"Tapi sepertinya terlalu banyak kesalahan yang sudah Kamu perbuat. Dan Aku ingin menghentikan dosa-dosa yang Kamu lakukan, agar tidak bertambah banyak. Karena Aku adalah malaikat maut yang akan membawamu ke neraka."
Gavino bicara panjang lebar, memberikan penjelasan kepada king Black yang melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino, king Black langsung berkata dengan nada mengancam.
"Jangan macam-macam Kamu! Aku bisa pastikan jika Kamu akan dihabisi oleh dengan anak buahku yang ada di luar sana, ingat itu!"
"Hahaha... sebelum anak buah mu menyentuhku, Kamu yang akan mati lebih dulu. Atau... Kamu mau Aku membunuhmu secara perlahan-lahan, sama seperti yang Kamu lakukan saat menyiksa orang-orang, dengan dalih kepuasan mu yang gila!"
"Kamu harus tahu king Black, orang-orang yang telah Kamu siksa selama ini, pasti akan merasa senang dan berterima kasih padaku, jika melihat keadaan ini."
"Sekarang, pilihlah jalan kematian yang Kamu inginkan." Gavino melanjutkan perkataannya, dengan memberikan pilihan kepada king Black, tentang keadaan yang diinginkannya.
King Black yang mulai sadar sepenuhnya dari pengaruh obat, juga tersenyum sinis. Auranya dingin sama seperti biasanya. Dia juga melihat dengan tatapan tajam penuh kebencian, mencoba untuk menakuti Gavino.
"Aku pikir kita bisa bekerjasama Gavino. Kita bisa menaklukkan dunia, dan Aku akan memberikan Kamu apa saja yang Kamu inginkan," tawar king Black, yang kembali memberikan sebuah penawaran.
"Hahaha... gak perlu menunggu lama lagi king Black, Aku pasti akan membuatmu mati. Kemudian menjadi pewaris tunggal, dari kerajaan bisnis dan mafia yang sudah Kamu bangun dari hasil berkhianat pada seseorang."
"Tunggu-tunggu. Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya king Black yang penasaran dengan pernyataan terakhir Gavino.
Gavino hanya tersenyum miring, kemudian mendapatkan sebuah ide.
"Baiklah. Aku tidak akan membunuhmu sekarang. Aku akan memanfaatkan dirimu, sebagaimana engkau terbiasa memanfaatkan orang-orang juga."
Gavino justru mengatakan apa yang saat ini terlintas dipikirannya, dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh king Black padanya tadi.
Sedangkan king Black bingung dengan maksud perkataan Gavino yang terakhir ini.
Bug!
__ADS_1
Gavino memukul bagian belakang leher king Black, agar tidak sadarkan diri, sehingga dengan cepatnya dia mengaktifkan sistem yang dia miliki, untuk mempengaruhi king Black. Supaya sistem mencuci otaknya, ingatannya dan segala hal yang dia pikirkan.
Dia ingin king Black berada di bawah kendalinya, selama yang dia inginkan.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Aku mau sistem membersihkan memory otak dan pikirannya king Black. Begitu juga dengan hatinya yang mempunyai pikiran jahat. Biarkan dia ada di bawah kendaliku.'
( Ting )
( Maksud Good Father pencucian otak )
'Ya. Pokoknya dia harus mau mengikuti apa yang Aku katakan.'
( Ting )
( Pencucian yang diinginkan dilakukan )
1%
10%
30%
40%
50%...
Dan seterusnya hingga selesai menjadi 100%.
Tak lama kemudian, king Black menatap Gavino dengan tatapan mata yang redup. Tidak lagi tajam seperti tadi.
Sepertinya pengaruh sistem sudah mulai menaklukkan king Black, sehingga bisa diperintah oleh Gavino. Sesuai dengan apa yang dia inginkan.
"Lekas bersihkan dirimu! setelah itu kita keluar." perintah Gavino untuk pertama kalinya, setelah tali yang mengikat kedua tangan dan kaki king Black dia lepas.
King Black menganggukkan kepalanya, mengikuti perintah Gavino. Seakan-akan king Black melupakan siapa dirinya.
Bahkan king Black juga tidak melawan ataupun membentak Gavino seperti tadi.
Dia benar-benar patuh, dengan apa yang dikatakan oleh Gavino. Dengan pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan tersebut. Kemudian mencuci muka dan tangannya di wastafel. Setelahnya, mengobati pergelangan tangan dan kakinya dengan seleb yang ada di rak obat-obatan.
__ADS_1
Setelah itu, king Black juga berganti pakaian dengan pakaian. Karena pakaiannya yang tadi sudah tidak layak untuk dikenakan.
Lemari pakaian yang ada di pojok ruangan, menyediakan berbagai macam jenis pakaian yang akan dikenakan oleh king Black, begitu selesai melepaskan hasratnya yang melenceng. Karena biasanya, pakaian sebelumnya pasti terkena darah maupun obat yang diberikan pada orang-orang yang bisa siksa dan eksekusi selama ini.
Sekarang, mereka berdua keluar dari dalam kamar, dengan utuh tanpa cela. Tentu saja anak buahnya bingung sendiri. Karena biasanya, mereka langsung menerima korban yang sudah kritis. Dengan tenaga medis yang sudah siap berada di tempatnya juga.
Kini mereka tampak terlihat khawatir, tapi juga heran dengan apa yang dilakukan oleh Tuan besarnya itu. Sehingga dengan sigap, anak buahnya mendekat untuk bertanya.
Tapi sebelum mereka membuka mulutnya untuk bertanya, king Black sudah memberikan perintahnya.
"Aku akan pergi jalan-jalan. Kalian tidak perlu ikut. Ada anak muda ini, sehingga Aku tidak perlu pengawalan kalian semua. Beristirahatlah kalian semua!"
Meskipun sebenarnya mereka semua heran dengan kelakuan Tuan besarnya, tapi mereka tetap patuh. Tidak ada yang membantah dan melawan. Mereka juga tidak melakukan apapun untuk menyelidiki, apa yang sebenarnya terjadi dengan Tuan besarnya itu.
Tapi sebelum benar-benar pergi, king Black kembali memberikan perintah kepada anak buahnya. "Sebelum kalian semua beristirahat, bereskan semua kamar yang tadi."
Anak buahnya tentu saja paham dengan maksud perkataan king Black, karena itu artinya, mereka diminta untuk membersihkan kamar para wanita yang tadi dieksekusi oleh king Black.
Entah bagaimana nasib kata gadis panggilan yang bersama dengan king Black tadi.
Gavino berjalan bersama king Black menuju ke lift khusus, dengan posisi Gavino yang ada di depan, sedangkan king Black ada di belakang. Sama seperti seorang bodyguard yang mengawal tuannya.
Ting!
Pintu lift terbuka. Gavino berjalan menuju ke arah kamar yang dia tempati bersama dengan George. Dengan posisi yang sama seperti tadi, di mana king Black yang berada di belakangnya.
Ting tong... ting tong...
Clek!
Pintu kamar dibuka dengan tergesa-gesa. George menarik tangan Gavino dengan cepat.
"Heh! ngapain Kamu ajak dia ke sini? Kenapa tidak aktifkan alat komunikasi kita?" tanya George cepat.
Dia merasa khawatir dengan keadaan Gavino, yang datang ke kamar ini bersama dengan king Black.
"Maaf George. Aku lupa menyalakan alat komunikasi kita, karena Aku terlalu bersemangat untuk membuatnya tidak sadarkan diri."
George terbelalak mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino padanya.
"Aku tidak salah denger kan?" tanya George lagi, dengan mata menyipit.
"Kamu bisa lihat king Black ada di depan pintu tadi.Buka saja, dia masih ada di sana."
__ADS_1