Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Berhasil Kembali


__ADS_3

Apa yang dirasakan dan dilakukan oleh Gress ini diperhatikan oleh papanya, memalui kamera pemantau yang tidak disadari oleh Gress sendiri.


Thomas Bryan sebenarnya ingin menjauhkan anaknya itu dari pengaruh Gavino, dengan cara tidak memberikan kesempatan pada Gress untuk bisa bertemu dan melakukan komunikasi satu sama lain.


Bahkan Thomas Bryan mempunyai rencana untuk membawa anaknya untuk pergi dari kota Roma ini, agar Gress bisa cepat melupakan kekasihnya yang tidak dia sukai.


Tok tok tok!


Thomas Bryan mengetuk pintu kamar anaknya. Dia ingin memberitahukan rencananya itu, agar Gress bisa bersikap sekarang. Dia sudah menghubungi pihak kapten pilot private jet, agar berita bersiap untuk penerbangan dalam waktu beberapa jam setelah ini.


Tok tok tok!


Pintu kamar Gress kembali di ketuk-ketuk Thomas Bryan, berusaha supaya anaknya itu membukakan pintu untuknya.


Sebelum Thomas Bryan kembali mengetuk pintu, dari dalam Gress sudah membuka pintu kamarnya.


Clek!


"Hai Cara. Come ti senti? Emhhh... papà vuole portarti in vacanza ora. Sei pronto per il nostro viaggio?"


"Apakah Kamu siap jika kita mengadakan perjalanan untuk liburan ke luar negeri sekarang?" tanya Thomas Bryan, mencoba untuk membujuk anaknya.


Kening Gress berkerut, dia heran mendapati tawaran dan pertanyaan tiba-tiba dari papanya, yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya, sebab sebelum ini mereka berdua memang tidak pernah bicarakan soal liburan. Apalagi liburan ke luar negeri, karena pada saat dia membicarakan untuk niatannya pulang ke Amerika, papanya justru memberitahu jika rumah asuhnya yang di sana telah diratakan dengan tanah.


Melihat bagaimana reaksi anaknya yang tertegun dan tidak langsung menjawab tawarannya, membuat Thomas Bryan angkat bicara lagi. "Kita pergi keliling dunia, terserah Kamu mau kemana saja! Papa siap dan akan selalu menemanimu."


Gress bertambah heran dengan sikap apanya yang tiba-tiba sangat baik padanya. "Apa ini semacam sogokan, supaya aku tidak protes dan marah padanya?" batin Gress bertanya-tanya, tentang perubahan sikap papanya kali ini.


Gress tentu merasa tidak yakin dengan ajakan tersebut, sebab dia tahu bagaimana sikap papanya selama ini, sejak dia hidup bersama dengan papanya satu rumah. Meskipun papanya itu sangat menyayanginya, tapi untuk menghabiskan waktu sepanjang hari itu tidak mungkin, sebab ada begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan papanya selama ini, baik itu dari kantor perusahaan maupun keanggotaan mafia yang dipimpinnya.


Dulu, sebelum dia mengenal siapa Thomas Bryan, Gress bisa dengan bebas menentukan keinginannya tanpa harus banyak berfikir tentang hati yang lain, yang dekat dengannya. Apalagi yang ternyata memiliki hubungan darah, sama seperti papanya ini. Hal yang tidak pernah dia sangka-sangka dan duga sama sekali, jika dia masih memiliki orang tua kandung, meskipun itu hanya seorang papa.


Tapi mimpi yang selama ini diinginkannya, nyatanya tidak sama seperti saat dia hidup bersama dengan papanya. Harta yang melimpah milik papanya, memang bisa digunakan untuk memanjakannya. Tapi nyatanya Gress tidak pernah memanfaatkan semua itu. Dia hanya menggunakan keuangan sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus menghambur-hamburkan harta papanya, meskipun Gress juga yakin jika papanya tidak akan marah dengan keuangan yang dia keluarkan.


"Tesoro come stai, Sei d'accordo? il capitano pilota del jet privato è pronto a portarci ovunque!"


"Bagaimana Sayang? Kamu setuju kan? Kapten pilot private jet, sudah siap mengantar perjalanan kita kemana saja yang Kamu inginkan!" Terang Thomas Bryan, meyakinkan anaknya yang tampak melamun.


"Hhh... tapi Gress tidak ingin pergi ke mana-mana," ujar Gress memberikan jawaban yang benar, sesuai dengan hatinya sendiri.


Jawaban ini membuat Thomas Bryan tersenyum tipis, karena kemungkinan besar dia sudah menduga, jika jawaban anaknya akan seperti itu. Jadi dia terlalu kecewa meskipun tetap saja dia merasa kecewa.

__ADS_1


"Maaf Pa. Gress mau beristirahat," pamit Gress, berharap supaya papanya itu mengerti kemudian meninggalkan kamarnya, sehingga dia bisa beristirahat dengan tenang.


"Baiklah. Papa akan pergi sekarang, tapi Papa berharap Kamu bisa mengubah keputusanmu itu dalam jangka waktu yang dekat, agar kita bisa pergi berlibur ke luar negeri secepatnya juga." Thomas Bryan masih berusaha untuk mengubah keputusan anaknya.


Gress sendiri hanya tersenyum tipis, tanpa mengganggukan kepalanya atau memberikan jawaban yang pasti.


Setelah bepergian papanya, Gress menuju ke tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya, berusaha untuk bisa secepatnya memejamkan mata. Tapi pada kenyataannya, matanya justru terus terjaga dan tidak mau terpejam. Pikirannya sendiri sudah ke mana-mana, memikirkan tentang keadaan Gavino yang tidak diketahui.


"Huhfff..."


*****


Di rumah sakit.


Gavino sudah selesai memberikan transfusi darah pada Dante. Semua tim medis yang merasa khawatir dengan keadaannya, bisa bernafas lega, karena ternyata Gavino baik-baik saja. Semua tampak normal dan tidak terjadi kelainan apapun mengkhawatirkan, baik itu dari pendonor maupun penerima donor darah.


Sebelum Gavino diajak bicara, dia dibiarkan terlebih dahulu untuk beristirahat, makan dan minum susu untuk memulihkan tenaganya.


Meskipun sebenarnya Gavino tidak memerlukan semua itu, tapi dia mengikuti saja, supaya tidak ada yang bertanya atau curiga dengan keadaan dirinya yang berbeda dari orang lain.


Tiba-tiba...


( Ting )


# Tampilan on


# Hadiah utama : 739. 000 poin


# Hadiah bonus cek : 15 poin


# Kemampuan :


# Keahlian Khusus : Kekuatan bertambah sesuai jumlah lawan yang kalah


# Sisa umur \= 2.397 hari


# Tidak ada aktivitas yang berlangsung.


( Ting )


( Ini adalah tampilan brangkas sistem yang terakhir setelah dikurangi 100 hari umur sesuai kebutuhan yang Good Father lakukan )

__ADS_1


'Ya. Terima kasih atas semua bantuannya."


( Ting )


( Sama-sama Good Father )


( Masih ada yang dibutuhkan )


'Aku sebenarnya butuh ponselku. Tapi ponsel tersebut ada pada Thomas Bryan atau king Black. Aku ingin menghubungi gress.'


( Ting )


( Di sini ada Bianca menunggu Good Father )


'Bianca di sini? Jadi Paman Robert juga sudah datang?'


( Ting )


( Benar good Father )


'Baiklah. Sepertinya Aku belum membutuhkan sesuatu.'


( Ting )


Akhirnya sistem pergi setelah selesai dengan urusannya bersama dengan Gavino, sedangkan Gavino sendiri memberikan isyarat kepada perawat yang menjaganya, memberi tahu bahwa dia sudah baik-baik saja.


"Sus. Saya sudah baik-baik saja, bagaimana keadaan teman saya yang tadi?" tanya Gavino, mengingat keadaan Dante yang belum diketahui.


"Tubuh pasien bisa menerima donor darah dari Tuan dengan baik, Sehingga kemungkinan besar di masih bisa selamat."


Mendengar jawaban tersebut, Gavino senyum lega. Dia bisa memanfaatkan kelebihan sistem untuk membantunya dalam keadaan yang seperti ini. Hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh kecanggihan teknologi manusia biasa.


"Semoga saja sistem terbaru ini bisa dimanfaatkan dan digunakan sebaik mungkin, serta tempat pada waktunya." Gavino berharap di depan nanti, dia bisa menggunakan sistem itu dengan lebih baik lagi. Tidak seperti sebelum-sebelumnya.


"Bolehkah Saya keluar sekarang?"


"Posso partire ora? La mia ragazza è venuta a trovarmi. Saya boleh keluar sekarang? ada kekasihku yang datang untuk menjenguk."


Perawat tersebut justru tersenyum, tapi pada akhirnya dia menganggukkan kepala, kemudian membantu Gavino upaya bisa berjalan dengan baik keluar dari ruangan observasi.


Dante masih belum sadarkan diri, akibat pengaruh obat yang diberikan padanya

__ADS_1


Sebelum Gavino benar-benar keluar dari ruangan tersebut, dia menoleh sebentar, memastikan jika Dante baik-baik saja, karena dia akan segera keluar untuk menemui Bianca.


__ADS_2