
25 Desember 2321, pukul 09.43 WIB/ tahun 1914 Kerajaan Arevelk, pagi hari.
**
Ragh adalah anggota bangsawan fraksi militer, dan cucu dari salah satu pendiri Kekaisaran. Namun, sejak beberapa raja wilayah bawahan mengumumkan akan mendirikan negara baru dengan Sheyn sebagai ratu, dia melepaskan seluruh atribut yang berhubungan dengan Kekaisaran Luan dan meninggalkan nama kaluarganya. Sebagai panglima, kemampuannya dalam membuat strategi perang dan politik adalah yang terhebat di kalangan bangsawan.
Dulunya, sebelum dia bergabung dengan negara baru tanpa nama ini, Ragh menjadi anggota bangsawan fraksi militer. Dengan kata lain, dia adalah pihak yang memberi gagasan bahwa, “Karena Kekaisaran dalam bahaya, kita harus menyusun kembali kekuatan, dan menyusun kembali legiun di bawah Kaisar. Kita akan mengusir orang-orang barbar yang menguasai Gerbang dengan kekuatan militer!”
Pria ini telah memutuskan untuk melayani negara baru ini, dan siap melawan negeri yang membuat namanya menjadi besar dan terkenal di seluruh Benua Andzrev. Sheyn beruntung memiliki panglima yang bisa berpikir jernih, setelah Kekaisaran mengalami kekalahan terus menerus sejak kedatangan pasukan hijau, serta Ragh adalah prajurit yang setia.
Bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran menginginkan perdamaian dengan cara apapun, tetapi jumlah mereka kini tinggal sedikit. Sebagian bangsawan fraksi militer membayar pembunuh bayaran untuk menghabisi mereka satu per satu. Itu membuat bangsawan fraksi perdamaian yang tersisa ‘mengungsi’ ke negeri baru yang dipimpin Sheyn.
Negara baru yang belum memiliki nama resmi ini, merupakan sekutu potensial bagi Indonesia, dengan perantara duta besar yang dikirmkan ke dunia lain dan Pasukan Ekspedisi. Salah satu duta besar yang dikirimkan Kementerian Luar Negeri Indonesia, telah dikirimkan ke istana negara ini.
**
Duta besar Indonesia untuk ‘negara baru’, pria berusia 34 tahun ini bernama Radit. Dia masih menunggu beberapa menit sebelum Sheyn muncul, dia sudah sarapan dengan menu khas wilayah ini, yang lebih mirip dengan bubur dan bakso daging hewan ternak dunia ini.
Istana, atau lebih tepatnya rumah milik Sheyn terdapat banyak pelayan, yang setengahnya berasal dari ras Demihuman. Para pelayan memastikan jika duta besar merasa nyaman dengan cara apapun. Radit mengenakan pakaian rapi, bukan dengan pakaian khas setempat.
Tugas Radit adalah membangun hubungan dengan orang-orang di sini, dan mempelajari bahasa setempat. Pelajaran bahasa lokal yang diberikan Nio, justru membuat pria ini tidak paham dan sedikit kebingungan. Menurutnya, Nio lebih pantas menjadi penghubung Indonesia dengan dunia lain karena kemampuan berbahasa asingnya.
Tapi, pemuda itu ternyata memilih untuk tidur siang di barak daripada berkeliling dunia ini untuk membangun hubungan baik. Tidak ada orang yang bisa menentang pilihan Nio, bahkan Sucipto hanya membiarkan Nio dan memberikannya sedikit kelonggaran saat bertugas.
“Selamat pagi, Yang Mulia.”
“Selamat pagi, Tuan Radit. Anda datang sepagi ini.”
Radit kemudian memuji Sheyn dengan beberapa kata yang indah, itu salah satu bagian dari strategi diplomasi. Trik ini biasanya digunakan sebelum memulai negosiasi dengan perwakilan perempuan, dan itu berhasil digunakan pada perempuan yang ia temui.
Radit menjelaskan beberapa tujuannya dikirimkan ke negara muda ini, termasuk keinginannya untuk bertemu salah satu orang terpenting negara ini. Lalu, setelah beberapa bahan pertimbangan, Sheyn memilih Ragh.
**
“Panglima Ragh, saya akan memperkenalkan duta besar dari negeri bernama Indonesia, Yang Mulia Radit.”
Sheyn tanpa diduga meningkatkan status Radit dengan menyebutnya dengan ‘Yang Mulia’. Tapi, Sheyn juga menyebutkan kata tersebut saat Nio dan perwakilan Pasukan Ekspedisi mengunjungi negara baru ini.
Kedua pria itu berjabat tangan dan berkata, “Senang bertemu dengan anda.”
Dengan wajah penasaran, Ragh bertanya pada Radit, “Maafkan aku, sebenarnya aku belum terlalu tahu mengenai negeri asal pasukan hijau dan anda. Bolehkan aku tahu seperti apa Indonesia itu?”
Dulunya, sebelum Kekaisaran kehilangan beberapa wilayahnya, negara itu merupakan wilayah yang kuat. Awalnya ada lusinan wilayah bawahan dan suku-suku yang membentuk negara ini. Tapi, Kekaisaran Luan kini tak jauh berbeda kekuatannya dengan negara berkembang, atau mungkin sedikit lebih buruk.
Sebagai orang dunia lain, Ragh bisa dimaklumi jika pria ini tak tahu mengenai negeri Indonesia.
“Bagaimana aku mengatakannya, ya…, Indonesia adalah negara yang indah, dan makanannya enak-enak. Rakyat kami sangat banyak, tapi itulah masalahnya.”
Ketika mendengar jawaban yang diberikan Radit, Ragh tertawa pelan bersama Sheyn. Menurut mereka, rakyat yang besar adalah standar untuk mengukur kekuatan negara tersebut. Tapi, Radit mengatakan jika jumlah rakyat yang besar adalah masalah, yang tentu saja membuat kedua orang tersebut merasa heran.
“Ya, karena negara kami terdiri dari sangat banyak pulau, itu merupakan sumber resiko persatuan negeri kami.”
“Oh, negara kepulauan ya?”
__ADS_1
Negara kepulaian, itu artinya negara itu memiliki kekuatan maritim yang besar untuk melindungi wilayah laut yang lebih dominan daripada wilayah darat. Di dunia ini, hanya Kerajaan Arevelk dan beberapa negara di benua lainnya yang memiliki kekuatan laut kuat.
Ragh, saat dia masih menjadi panglima Kekaisaran, dia mengira jika negeri asal pasukan hijau adalah tanah yang terpencil dan primitif. Tapi, sebagian orang tidak akan percaya dengan kata-kata sebelum melihat kebenarannya.
“Saya membawa beberapa hadiah dari negara saya, mohon diterima.”
Setelah Radit menjetikan jarinya, beberapa prajurit Pasukan Ekspedisi yang bertugas mengawal Radit, masuk ke dalam ruang jamuan sambil membawa beberapa kotak kayu yang berisi hadiah.
Seketika, wajah tegang Ragh dan Sheyn berubah dan menunjukkan senyum hangat.
Kerajinan tangan asli Indonesia yang beragam, dan memiliki keunikan masing-masing, merupakan kebudayaan Indonesia yang menonjol.
Ukiran relief rumit asal Jepara yang terbuat dari kayu kualitas terbaik, membuat pengrajin yang dipesan mendapatkan keuntungan besar. Kain batik, maupun pakaian yang dibuat dari kain batik, serta kerajinan tenun dari wilayah penghasil kerajinan tersebut. Wayang kulit kerbau dengan tangkai terbuat dari tanduk kerbau, dan diukir dengan tangan, membuat wayang dengan tokoh Rama dan Shinta ini terlihat premium.
Kerajinan perak dari beberapa daerah pusat kerajinan ini, dan produk keramik adalah hadiah yang didatangkan khusus bagi pendiri negara baru ini.
Itu semua adalah produk seni Indonesia yang langka, dan berguna. Dan, jangan lupakan ada beberapa senjata tradisional yang dibawa, salah satunya keris berkelok ini.
Karena Ragh adalah seorang bangsawan dengan selera seni yang baik, maka dia memahami kemampuan pengrajin yang membuat kerajinan yang dia lihat di depannya. Dia tertegun dengan sebuah kemeja dengan motif batik, dan sebuah sarung tenun.
Ragh sendiri terpesona oleh lekukan indah dari keris. Meskipun dia dikenal sebagai prajurit yang ahli dalam menggunakan senjata, tapi dia lebih tertarik pada keindahan dan kualitas senjata itu terlebih dahulu.
Ragh menambahkan Indonesia ke daftar negara yang paling ia segani, dan paling ia ingin lihat secara langsung. Sikapnya sekarang menunjukkan penikmat seni dan budaya yang besar.
**
Raja-raja wilayah bawahan negara baru ini mulai menerima keberadaan Indonesia, penyebabnya adalah Gerbang yang berdiri di salah satu wilayah ini. Mereka berkumpul untuk menjadi saksi bersekutunya negara baru ini dengan Indonesia, tapi langkah ini belumlah diresmikan.
Politisi manapun pasti akan lebih mudah dirayu jika terdapat unsur-unsur yang mereka sukai. Para bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran yang mencari perlindungan di negara ini, memohon agar diijinkan bertemu duta besar.
Para informan mendapatkan kabar jika Kaisar Bogat dan bangsawan fraksi militer, pergi keluar negeri dan menuju benua lain untuk mendapatkan bantuan sebagai persiapan perang yang akan datang.
Pasukan Ekspedisi belum terpikirkan untuk mengirimkan kapal-kapal perang AL ke dunia lain, lagipula mereka belum berkerja sama dengan negara sekutu dalam hal pertahanan maritim. Lalu, membongkar dan merakit kapal membutuhkan biaya besar, meski AL memiliki tenaga yang memadai untuk hal ini.
Untuk berkeliling dunia ini, tidaklah cukup jika hanya mengandalkan pesawat militer dan pesawat tanpa awak. Paling tidak, jika mendapatkan ijin dari Kementerian Pertahanan, Pasukan Ekspedisi ingin mengirimkan kapal cepat rudal dan kapal landing platfrom dock untuk mengangkut helikopter.
Tapi, hal itu baru sebatas rencana, karena tidak ada yang tahu berapa lama Gerbang akan bertahan, kemudian tertutup. Jika Gerbang tiba-tiba tertutup, lalu masih banyak peralatan yang tertinggal di dunia lain, maka itu akan menjadi kerugian bagi TNI. Peralatan yang digunakan sebagian besar adalah senjata tua, jadi tidak terlalu membuat kerugian yang besar. Tapi kalau yang tertinggal adalah kapal perang, akan menjadi cerita yang berbeda jika hal itu terjadi.
Kini, tempat tinggal sementara para pengungsi telah banyak berubah beberapa bulan belakangan ini.
Karena pendirian ‘sekolah bahasa Indonesia’ bagi yang berminat telah selesai, ada ratusan orang yang tertarik dengan fasilitas ini. Pembangunan ini didasari atas cerita Sigiz dan kedua bawahannya mengenai budaya Indonesia. Itu menyebabkan banyak bangsawan dan kalangan lainnya ingin sekali pergi ke Indonesia dan belajar di sana.
Namun, karena tidak ada dari mereka yang bisa berbicara bahasa Indonesia, tidak mungkin mereka pergi ke Indonesia tanpa kemampuan ini. Paling tidak mereka harus bisa bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia, sehingga dengan bantuan Kerajaan Arevelk dan Indonesia, maka berdirilah sekolah bahasa dan lembaga pendidikan lainnya di kamp pengungsi.
Karena Gerbang termasuk ke dalam wilayah negara baru, maka ada beberapa kesatria Barisan para Mawar mencari ilmu disini, tentu saja mereka disini atas perintah Sheyn.
Dengan cara ini, pihak Indonesia tidak perlu memerlukan tenaga yang ahli dalam berbahasa dunia lain.
Sekolah ini juga merupakan rumah bagi penyihir dan orang bijak yang ingin menjadi penerjemah resmi. Gerombolan anak-anak dan remaja pengungsi juga ingin belajar bahasa Indonesia bersama. Ini jauh lebih baik daripada mengirimkan mereka ke Indonesia secara langsung.
Selain itu, para tentara Pasukan Ekspedisi secara sukarela menjadi pengajar. Beberapa dari mereka juga perlu belajar bahasa dunia ini, tentu saja tidak ada paksaan dalam hal ini. Beberapa anggota perwakilan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri menjadi pelajar di sekolah ini.
Tinggal di luar negeri ternyata memberikan takanan perwakilan Kerajaan Arevelk di sekolah ini, anggota Barisan para Mawar juga perempuan. Terkurung di ruang yang kecil membuat mereka stres. Karena itu, menyediakan fasilitas yang cukup adalah tugas penting. Selain itu, para orang-orang pemerintahan juga tidak bisa tinggal di barak yang selalu berisik dengan para tentara yang sedang berlatih atau apalah.
__ADS_1
Karena itu, pemerintah membuat keputusan “Daripada membuat bangunan semi permanen yang kecil, kami akan mengirimkan anggaran untuk membuat bangunan permanen yang lebih besar. Anggaran sudah termasuk dana untuk pengembangan misi Pasukan Ekspedisi.”
Selain menggali sumur dan membangun penyimpanan air, TNI harus membuat saluran air yang baik dan membangun fasilitas pemurnian air. Untuk sumber daya pemurnian air, panel tenaga surya dipasang. Melalui pembangunan ini, kehidupan di kamp pengungsian perlahan-lahan menyerupai kehidupan sebuah desa di Indonesia.
Produk-produk Indonesia mulai didatangkan ke dunia ini, yang berarti membuka lapangan pekerjaan bagi para pengungsi. Tidak praktis jika untuk membeli persediaan harus ke kota yang jauh. Maka, didirikanlah ‘minimarket’ yang berisi produk buatan negara asal pasukan hijau.
Pengungsi juga bisa menjual apapun di minimarket ini, termasuk kerajinan senjata. Persenjataan bisa menjadi souvenir yang bagus bagi prajurit Pasukan Ekspedisi yang mendapatkan jatah cuti.
Tentu saja, untuk menjalankan minimarket ini diserahkan kepada para pengungsi remaja.
Ternyata, pendirian minimarket mengundang raja-raja wilayah bawahan negara baru, dan para bangsawannya. Karena perbatasan negara baru dengan Kerajaan Arevelk telah dibuka, maka akses bagi bangsawan Kerajaan menjadi mudah. Hampir seluruh produk yang dijual di minimarket adalah barang asing, yang tentu saja sangat menarik bagi orang-orang benua ini.
Para bangsawan yang belajar bahasa juga mengunjungi minimarket. Prajurit Pasukan Ekspedisi lebih tertarik dengan senjata yang dijual, serta souvenir lokal.
Tetapi, jika penjualan meningkat, tidak ada cukup orang untuk membantu dalam kegiatan impor penjualan produk.
Di dunia lain, pekerjaan didapatkan melalui koneksi. Karena tidak ada pusat tenaga kerja, oleh karena itu, yang dapat mereka lakukan hanyalah menyampaikan kabar kepada orang-orang bahwa bantuan diperlukan.
Tetapi, yang menjadi masalah adalah, tenaga kerja sebagian besar berasal dari kalangan perempuan yang dulunya bekerja menjadi pelayan bangsawan. Itu membuat kemunculan ‘siklus setan’, dimana keberadaan pekerja perempuan membuat prajurit pria yang lajang menjadi tertarik kepada mereka.
Sisik dari bangkai wyvern dan naga yang terbunuh di perang sebelumnya, menjadikan stok sisik kadal terbang meningkat secara drastis. Para pedagang dari seluruh penjuru Kerajaan dan negara baru mengunjungi Tanah Suci, dan tertarik dengan sisik kadal-kadal terbang tersebut.
Para pedagang mulai tertarik dengan produk yang didatangkan dari Indonesia. Misalnya Kertas, bolpoin, kain, para pedagang berebut untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Jika persediaan barang mulai menipis, dan permintaan semakin banyak, maka lelang adalah pilihan terakhir. Anehnya, ada seorang bangsawan Kerajaan yang dengan mudahnya menukar 100 koin emas murni dengan 1 rim kertas HVS biasa.
Nio, yang bertanggung jawab atas keamanan para pengungsi, telah mendapatkan tugas tambahan yang membuat gajinya meningkat 200 ribu rupiah. Pemuda ini menghela napas saat mengisi daftar pesanan barang yang diberikan pekerja minimarket. Kemudian, dia akan mengirimkannya perusahaan grosir. Setelah proses pembelian selesai, mereka akan mengimpor barang, dan setelah barang impor masuk, mereka akan menjualnya, kemudian siklus ini akan berulang tanpa henti.
Saat melakukan pekerjaan tambahan ini, Nio menyadari jika kegiatan ekonomi telah tumbuh secara pesat.
Dimana ada untung, di situ ada pedagang. Tapi, kehadiran mereka yang terlalu banyak membuat resah. Dan tentu saja, ada jenis pedagang licik dalam sejarah ekonomi. Untuk menjaga mereka, Regu penjelajah dipaksa bekerja secara bergiliran.
Ada satu masalah lagi sebenarnya, tapi masalah ini tidak menjadi masalah bagi Pasukan Ekspedisi. Yakni kebutuhan akan alkohol, atau bir. Karena hukum di Indonesia yang membatasi peredaran alkohol, tapi tidak mungkin juga mereka mendatangkan alkohol murni untuk diminum orang-orang benua ini.
**
Ada sekitar 20.000 pasukan Kerajaan Hrabro yang hendak menyerbu benteng Pasukan Ekspedisi. Namun, saat mendengar suara artileri latihan meledak, komandan mereka memerintahkan untuk kembali ke rumah masing-masing daripada terkena ledakan besar tersebut.
Mari lupakan penyergapan yang gagal itu, dan mari beralih ke kantin baru yang telah dibangun. Seharusnya ini adalah kantin bagi prajurit, tetapi ukurannya yang besar membuatnya lebih mirip kedai minum.
“Bos Nio, meja khusus untukmu sudah siap!”
Yang berbicara tadi adalah pria besar, jauh lebih besar dan tinggi dari Nio yang memiliki tinggi badan 178,8 centimeter. Dia dulunya tentara Kekaisaran, dan memutuskan membelot agar hidupnya tenang dan tidak perlu berhadapan dengan brutalnya pasukan hijau.
Dia sebelumnya pernah menantang Nio berkelahi, hanya karena kebetulan berpapasan dengan Nio yang sedang kencing di bawah pohon. Tapi, setelah tidak sengaja melihat ukuran anunya yang tidak masuk akal, maka pria itu kehilangan percaya dirinya dan menganggap Nio sebagai bos nya.
“Baiklah, terimakasih!”
Meja khusus adalah tempat yang digunakan oleh perwira Pasukan Ekspedisi, bangsawan, perwakilan pemerintah dan kesatria yang dikirim Sheyn. Tapi, karena Nio mendapatkan tempat khusus di hati para pengungsi, dia diijinkan menggunakan meja khusus ini.
Saat dia baru beberapa detik meletakkan bokongnya di kursi, puluhan gadis berpakaian zirah besi mendekatinya. Mereka menghujani Nio dengan ratusan pertanyaan mengenai hubungannya dengan perempuan dan hal semacam itu.
Regu penjelajah 1 merupakan bagian pasukan yang akan dikirimkan ke istana negara baru. Mereka akan memantau keadaan duta besar di sana, dan menghadiri peresmian nama negara baru.
**
__ADS_1
Funfact#4: 27 cm x 6 cm, dan masih bisa lebih besar lagi....