Prajurit SMA

Prajurit SMA
Ulat ajaib


__ADS_3

“Brengsek kalian! Kenapa kalian memaksaku berdandan dan memakai pakaian perempuan?!”


Seluruh anggota Tim Ke-12 – kecuali Nio – berkumpul bersama Pembunuh Senyap di halaman Istana Awan, menunggu helikopter penjemput tiba. Mereka akan bertugas mengejar dan melenyapkan mata-mata Aliansi sebelum keluar wilayah Arevelk.


Namun, ada masalah yang membuat ‘Crossdresser’ tampak menahan ekspresi malu, dan ditutupi dengan ekspresi kesal yang tampak sangat jelas. Ardi memandang semua perempuan Tim Ke-12 dengan tatapan penuh dendam setelah membuatnya hampir mendapatkan pelecehan sek*sual.


“Jangan marah-marah, dong. Ntar cantiknya ilang…”


Perkataan Yogi terdengar seperti godaan, dan penuh risiko jika Ardi tidak mampu menahan amarahnya.


Sejumlah pria melirik Ardi seperti perempuan asli, meski dia memiliki ciri-ciri menonjol yang tak dimiliki kaum hawa. Suara Ardi memang tidak berat seperti pria kebanyakan, dan mendekati suara lembut khas perempuan, namun sedikit tegas.


“Nona, apa kau memiliki acara setelah ini?” sekarang giliran ‘Tukang Martabak’ yang menggoda Ardi.


“Diem lu, Tukang Martabak!” gertakan Ardi justru dibalas dengan tawa oleh Yandi.


Ardi mungkin terlalu cantik untuk seorang pria asli. Dia tidak menyukai peran sebagai ‘banci’ yang diberikan Nio, namun dia harus melakukannya demi Presiden. Dia terpecah antara pria lembut, dan gadis tegas yang galak namun memiliki senjata biologis yang tak dimiliki perempuan. Lagipula, semua pria Tim Ke-12 setuju jika Ardi lebih cantik dari gadis-gadis rekan mereka.


“Hei, hei, apa yang kalian lakukan pada gadis menawan ini. Sungguh tidak baik mentertawakan kesempurnaannya.”


“Hah?! Brengsek! Apa yang kau katakan tadi?!”


Di antara Tim Ke-12 dan Pembunuh Senyap, muncul seorang pemuda berpakaian militer berkata lembut seperti itu. Dia Demihuman bertelinga kelinci, dengan membawa simbol negara calon anggota baru Persekutuan di dada kirinya.


Dia tampak sejajar dengan pria-pria TNI, sekitar 175 centimeter, sehingga sedikit lebih pendek daripada prajurit Rusia dan Korea Utara di sini. Meski lebih pendek dari pelayan ‘perempuan’ yang dia kagumi, sekitar 182 centimeter, pria itu dengan percaya dirinya tersenyum ramah di depannya.


“Tolong beritahu saya namamu, gadis menawan.”


Semua anggota Tim Ke-12 dan Pembunuh Senyap menahan tawa, hingga hampir ingin meledak.


“Kepercayaan dirimu patut dipuji, Tuan!”


Setelah Edera mengatakan hal itu dengan wajah menahan tawa, pria Demihuman itu menanggapinya dengan senyuman dan berkata, “Terimakasih.”


Meski begitu, rekan-rekan Ardi tetap merasa cemas terhadap Ardi. Jika dia termakan rayuan pria Demihuman kelinci tersebut, mereka sepakat akan melemparkan Ardi dari daratan melayang ini, dan akan mengatakan “Dia tidak sengaja tersandung, dan terjun begitu saja ke darat” jika ditanyai penyebab kematian Ardi.


“Kau pasti berpikir aku akan menerima rayuanmu! Lebih baik kau melihat diriku lebih dalam sebelum mengatakan hal itu dengan wajah percaya dirimu!”


“Kamu terlalu kaku, gadis menawan. Kecantikan milikmu tidak ada yang dapat menghalanginya.”


“Perkataanmu sama seperti dirimu, sama-sama tidak warasnya!”


Dalam hal itu, pria manapun akan kesal atau patah hati setelah mendengar perkataan semacam itu. Namun, pria Demihuman kelinci tersebut tetap tersenyum, wajahnya menunjukkan rasa yakin yang berlebihan hingga membuat Ardi ingin muntah pada muka pria di depannya.


Seperti yang diketahui, bahkan pria-pria TNI mengharapkan Ardi adalah perempuan sejati, dan tidak memiliki ulat ajaib yang dilengkapi dua telur berisi kehidupan. Namun, orang berwajah menawan memiliki fungsi di pertempuran, khususnya untuk melakukan serangan kejutan.


Nio sengaja memerintahkan para gadis Tim Ke-12 untuk merias wajah Ardi, namun malah berhasil menutupi kemaskulinan-nya. Meski di dunia ini terdapat sihir yang mampu merubah jenis kelamin seseorang atau mengubah target tidak seperti jenis kelamin aslinya, namun itu termasuk ke dalam sihir terlarang dan sangat jarang penyihir yang mampu menggunakannya.


Namun, karena jenis orang seperti Ardi, banyak pihak yang melarang pria berpakaian perempuan karena mampu mengakibatkan efek gangguan mental. Tetapi, Ardi memiliki rencana untuk melepaskan diri dari rayuan gila pria di depannya, yang telah menganggapnya seperti perempuan sejati.


“Jika kamu ingin melakukan hal romantis bersamaku, jangan di tempat terbuka seperti ini,” ucap Ardi dengan suara seperti perempuan tulen, membuat rekan-rekannya terpesona.


“Hah, sepertinya aku bisa mencintaimu kalau terus begini,” ucap Hassan dengan nada bercanda, namun membuat semua orang menjauhinya.


“Pria yang mentertawakan kesempurnaan seorang gadis tidak pantas berbicara seperti itu,” ucap pria Demihuman sambil tersenyum, dan tangan kanan memegang telapak tangan kiri Ardi.


Jantung Ardi berdetak keras saat pria itu mulai menggenggam tangannya dengan lembut, dia bahkan mengeluarkan keringat dingin. Ardi yakin, jika dia tetap menghadapi situasi ini dalam waktu lama, dia mungkin akan menjadi kaum yang memiliki simbol pelangi, namun dia memilih mati daripada menjadi bagian kumpulan orang tidak waras dan tidak menghargai takdir tuhan yang telah menetapkan perempuan dan laki-laki berpasangan.


“Lakukan sesukamu, tapi jangan menyesal setelah melihatnya,” Ardi mengatakannya dengan wajah menahan muntah.


Ketika Ardi mengatakan itu, pria Demihuman kelinci tersebut mengangguk setuju, dan semakin gembira.


Semua orang menatap Ardi yang membawa pria Demihuman kelinci itu ke suatu sudut di Istana Awan, berharap kewarasan pria itu terjaga setelah melihat fakta kelam yang dimiliki Ardi. Ekspresi pria itu tetap menunjukkan tatapan senang, membuat perut Ardi bergejolak.


Mereka berdua berhenti pada salah satu sisi taman yang terhalangi banyak tumbuhan lebat. Tatapan pria Demihuman dimulai dari wajah pelayan perempuan di depannya, dan berhenti pada bagian bawah perut. Namun sebelum itu, pelayan tersebut memegangi kedua pipinya, membuatnya semakin terpesona.


“Aku benar-benar laki-laki, tahu.”


“Hentikan omong kosongmu, nona.”


Ardi berhenti untuk berpikir sejenak, tampaknya pria Demihuman di depannya tidak mau menerima fakta yang ia ucapkan. Kemudian, dia menemukan sebuah cara.


Ardi melepas rok panjang yang ia kenakan, sehingga terlihat celana kolor untuk membuatnya tetap nyaman. Yang dia lakukan berhasil membuat pria Demihuman di depannya melebarkan kedua matanya, karena terkejut karena ‘melakukannya’ terlebih dahulu.


Kemudian, jati diri Ardi yang sebenarnya baru terbongkar setelah kolor yang dikenakannya diturunkan, dan memperlihatkan ulat ajaib yang bergelantungan.


Pria Demihuman kelinci itu mengarahkan pandangannya ke arah bawah perut Ardi, namun yang terlihat hanyalah pemandangan mengerikan. Dia sama sekali tidak mengharapkan hal itu terjadi padanya, membuatnya tidak bisa bergerak karena terpesona oleh ulat ajaib milik pelayan perempuan di depannya.


Dia jatuh ke tanah dengan kedua mata mengeluarkan darah, namun membuat Ardi puas.


**


Sebagai wadah bagi negara-negara yang menentang keinginan Aliansi untuk berperang melawan Dunia Lain, Persekutuan tidak menetapkan aturan khusus bagi anggota-anggota yang berminat berjuang bersama. Namun, para perwakilan lima negara anggota Persekutuan khawatir tentang berapa banyak calon anggota baru membawa utusannya.


Negara calon anggota baru tersebut mengirimkan banyak perwakilan, hadiah, dan tawaran bantuan uang tunai berjumlah besar. Sekarang, baik Tanah Suci (tempat benteng Pasukan Perdamaian), ibukota Arevelk dan Yekirnovo didatangi utusan dari negara yang ingin berjuang bersama Persekutuan menghadapi musuh.

__ADS_1


Meski Sigiz tidak membatasi jumlah orang yang ingin masuk ke istana-nya, namun banyaknya manusia mengharuskan pihak Arevelk memberlakukan izin khusus yang membatasi orang-orang memasuki Kota Iztok. Situasinya begitu merepotkan, hingga ribuan prajurit angkatan darat dan angkatan udara Persekutuan diterjunkan untuk mengatur pertemuan penting tersebut.


Tetapi, karena perwakilan yang datang berasal dari sebuah negara kecil, tidak banyak orang Arevelk yang tahu tentang negara tersebut. Namun, orang-orang dari Benua Debule menarik perhatian seluruh orang-orang Dunia Lain.


Barisan prajurit berkepala hewan – yang disebut Beastman oleh orang-orang Dunia Lain menjadi pusat perhatian.


“Mereka membuktikan kita benar-benar bertugas di dunia fantasi.”


“Kukira para Beastman cuma ada di komik dan novel fantasi.”


“Bagaimana bisa ada manusia berkepala hewan di sini? Apa ada mutasi genetik di sini? Atau ada bencana nuklir fantasi?”


“Ini emang dunia fantasi, go*blok! Lu pikir kita ada di mana hah? Isekai yang ada di novel-novel ringan Jepang?”


“Yah, sebenarnya aku mengharapkan latar dunia fantasi yang damai tentram seperti di anime isekai.”


“Kebanyakan nonton anime nih orang.”


Prajurit kontingen Indonesia, Korea Utara, dan Rusia bercakap-cakap seperti itu satu sama lain. sebagian memasang ekspresi kagum dan berencana berfoto bersama, namun tak sedikit yang merasa takut dengan tampang buas prajurit-prajurit manusia bertubuh binatang itu. Tinggi prajurit Beastman rata-rata 175 centimeter, sehingga belum mampu membuat prajurit Indonesia yang rata-rata sedikit lebih pendek gentar.


Seluruh perwakilan, termasuk Presiden Suroso berjalan ke ruang pertemuan setelah berbincang-bincang bersama bangsawan Arevelk dan Yekirnovo di aula besar Istana Awan. Dia dikawal Nio, karena memiliki kemampuan bahasa sangat baik, pintar berbicara, dan akan digunakan Suroso untuk menjawab jika terdapat beberapa pertanyaan yang membingungkan. Selain Nio, sepuluh Paspampres mengikuti Suroso di segala sisi.


Sekarang, di tengah pertempuran bayangan yang dilakukan unit ‘Tim Ke-12’ dan ‘Pembunuh Senyap’, pertemuan para perwakilan negara-negara anggota Persekutuan untuk membahas bergabungnya sebuah negara dimulai, dengan harapan menghasilkan kesepakatan yang diinginkan semua pihak.


**


Di dalam sejarah, ada beberapa adegan yang sengaja didramatisasi oleh sejarawan-sejarawan pada masa selanjutnya. Ada beberapa hal yang membuat kondisi tersebut terjadi.


Salah satunya, sebuah sejarah merupakan kejadian yang menjadi titik balik suatu era, dan termasuk peristiwa istimewa yang kemungkinan terjadinya hampir mustahil. Fenomena Gerbang merupakan peristiwa yang membuat hal mustahil itu terjadi sekarang.


Saat ini, Nio berdiri di belakang Suroso, menatap datar ke arah seluruh perwakilan negara-negara anggota Persekutuan beserta pengawalnya. Di sisi lain, dia merasakan kegelisahan setelah tahu jika perwakilan Kerajaan Arevelk adalah mantan raja sekaligus ayah Sigiz, Hin.


Nio, yang dikatakan telah mendapatkan gelar ‘Prajurit Langit’, memiliki potensi untuk menjadi penerus takhta untuk memerintah Kerajaan Arevelk. Hin belum pernah melihat prajurit biasa berpotensi yang mampu membuat seorang Pahlawan Amarah terluka, namun Nio lebih memilih melanjutkan karirnya sebagai prajurit korps remaja di Indonesia.


Selain Hin yang didampingi Sigiz dan seorang ksatria lainnya, ada empat utusan lain yang mewakili Rusia, Korea Utara, Kerajaan Yekirnovo, dan satu negara calon anggota Persekutuan.


Komandan kontingen Federasi Rusia untuk Pasukan Perdamaian, Letnan Jenderal Oleg Bogdashha.


Republik Korea Utara diwakili oleh utusan dari kontingen mereka di Pasukan Perdamaian, Mayor Jenderal Lee Chul-mo.


Ratu Kerajaan Yekirnovo, Sheyn, menjadi perwakilan untuk negaranya sendiri, satu-satunya perwakilan perempuan untuk pertemuan ini, karena Sigiz digantikan oleh ayahnya.


Negara para Demihuman dan monster berakal, memiliki hutan suci dan Labirin terbesar di dunia ini, ialah Kerajaan Hayvan dan Benua Debule. Negara itu bertetangga dengan negara anggota Aliansi, Kekaisaran Duiwel.


Kerajaan Hayvan termasuk negara kecil, jika dibandingkan dengan wilayah di Indonesia maka setara dengan Provinsi DI Yogyakarta. Hayvan menyatakan diri sebagai negara pelindung bagi ras yang tertindas, seperti monster dan Demihuman sejak 600 tahun lalu. Negara tersebut memiliki pemasukan utama berupa tenaga kerja, mereka terkenal memiliki suku dengan kemampuan bertarung senyap sangat baik sehingga sejumlah negara tertarik menggunakan jasa mereka.


Namun, semua berubah sejak Aliansi terbentuk, dan membuat perang semakin panjang dan mematikan. Banyak anggota pada sejumlah suku di Kerajaan Hayvan yang diculik dan dipaksa berjuang dalam perang bersama Aliansi. Intimidasi bersenjata yang dilakukan Kekaisaran Duiwel menambah masalah keamanan negara, memaksa sejumlah suku melawan meski berakhir kalah.


Sekarang adalah saat yang tepat untuk sang pemimpin Kerajaan Hayvan mengatakan tujuannya ingin bergabung bersama Persekutuan untuk menghadapi dominasi Aliansi di Benua Andzrev.


Hayvan memiliki kekuatan sekitar 40.000 prajurit, sangat kecil jika dibandingkan dengan negara muda Yekirnovo yang memiliki 280.000 prajurit dari berbagai angkatan.


Sebagian besar prajurit memiliki spesialisasi pertempuran gerilya dan serangan cepat yang senyap, dan terdapat sebuah divisi kavaleri berat dan Beastman buas. Terdapat satu skuadron Wyvern yang tidak lengkap, karena hanya memiliki 8 prajurit penunggang Wyvern, jauh lebih sedikit dari Yekirnovo yang memiliki 100 pasukan penunggang Wyvern dan Arevelk dengan 1.000 penunggang Wyvern.


Alasan Hayvan memiliki kekuatan militer begitu lemah karena penyerangan yang dilakukan Kekaisaran Duiwel, dengan tujuan menginginkan tenaga tempur.


Meskipun negara tersebut memiliki suku manusia biasa, namun jumlah populasinya tidak sebesar suku-suku monster dan Demihuman lainnya. Meski begitu, suku dengan kekuatan terbesar bisa menunjuk orang terkuat untuk menjadi raja, tetapi untuk melindungi hak-hak ras lain, komandan pasukan darat, udara, laut, dan pasukan khusus dipilih dari suku dengan populasi kecil.


Karena keempat perwakilan sudah sangat mengenali Suroso, hanya perwakilan Kerajaan Hayvan yang belum mengetahui identitas perwakilan Indonesia. Tatapannya menunjukkan rasa penasaran sangat besar, khususnya tentang busana aneh yang dikenakan Suroso.


“Saya Surya Roso Asmoro, pemimpin negara asal Pasukan Hijau bernama Republik Indonesia. ini pertama kalinya kita bertemu secara tatap muka seperti ini sejak terbentuknya Persekutuan.”


“Anda…” setelah mendengar perkenalan dari Suroso, raja Kerajaan Hayvan saat ini, Lobo tampak ingin mengatakan sesuatu.


“Ada sesuatu?” tanya Suroso, membuat Nio harus mewaspadai setiap ancaman berukuran nano.


“Saya mendengar nama negara Anda dari surat yang dikirimkan Ratu Sigiz. Negara Anda sangat besar dan kaya, serta memiliki angkatan yang sangat kuat dan tangguh.”


“Tuan Lobo, saya ingin Anda tidak memuji negara kami terlalu tinggi. Ada banyak negara kuat di dunia asal kami, bahkan negara Rusia dan Korea Utara jauh lebih kuat dari Indonesia.”


Oleg lalu menanggapi, seolah tidak menyetujui pernyataan Suroso, “Mohon maaf Pak, tanpa mengurangi rasa hormat saya sebagai perwakilan Federasi Rusia, hubungan kedua negara kita yang sempat mesra dan renggang menciptakan situasi ini. tidak banyak negara yang berani berurusan dengan kita karena kerjasama yang terbentuk sejak lama dan dirawat dengan baik oleh generasi selanjutnya.”


“Korea Utara juga merasa seperti itu, walau kami di sini hanya untuk membantu dalam jangka waktu sangat terbatas,” Chul-mo menyambung.


“Maaf, tapi itu kenyataannya,” kata Oleg, seolah-olah menyesali keputusan negaranya mengenai peran kedua kontingen di Pasukan Perdamaian di dunia ini.


Korea Utara dan Rusia sama-sama memberikan jangka waktu terhadap angkatan bersenjata mereka di dunia ini sejak penyerangan Aliansi yang membuat beberapa prajurit mereka tewas dalam pertempuran. Waktu yang tersisa di dunia ini bagi kedua kontingen adalah setengah tahun, sehingga perintah semua pasukan di sini adalah menyelesaikan tugas secepat mungkin hingga jadwal penarikan tiba.


Pada hari penarikan, dengan terpaksa mereka harus meninggalkan Indonesia berjuang sendirian di dunia ini, menghadapi musuh yang tak terduga bernama Aliansi.


Sayangnya, percakapan ketiga perwakilan dari dunia lain membuat sebagian orang di ruangan ini menatap mereka dengan ekspresi heran. Namun, ketiga perwakilan dari dunia lain masih melanjutkan percakapan mereka, dengan pengawasan dari pengawal masing-masing.


“Senang bertemu dengan Anda, Yang Mulia Lobo,” ucap Oleg dan Chul-mo bersamaan menggunakan bahasa dunia ini, setelah mereka menyadari telah membuat raja Kerajaan Hayvan kebingungan dengan bahasa yang mereka gunakan.


Perkataan mereka seharusnya menjadi penutup perdebatan tidak penting tersebut.

__ADS_1


“Pria Demihuman bertelinga Serigala itu namanya Lobo, ya?” gumam Nio di dalam hati.


Dia memiliki tatapan tajam seperti serigala, tubuh berotot yang berfungsi menonjolkan kejantanannya, dan rambut abu-abu seperti bulu serigala yang berkilau, umurnya mungkin sekitar 40 tahun-an. Meskipun dia sering melihat ilustrasi tentang makhluk fantasi, tetap saja Nio terpesona oleh hal di depannya.


Prajurit Beastman berkepala singa di belakang Lobo menambah kekaguman Nio, surai di kepalanya membuat prajurit Hayvan tersebut mendapatkan rasa kagum dari Nio. Dia memiliki tampilan prajurit berpengalaman.


“Nio, apa yang harus aku katakan –“ ucapan Suroso berhenti setelah mendengar Lobo mengatakan tujuannya terlebih dahulu.


“Saya ingin…” Lobo mengeluarkan suaranya, namun terhenti di tengah jalan setelah semua orang di ruang pertemuan kedap suara menatapnya. Intinya, manusia ras serigala itu mengalami demam panggung, diperparah oleh tatapan ‘Prajurit Langit’ yang ternyata bawahan ‘biasa’ pemimpin sebuah negara bernama Indonesia.


“Saya akan mengatakan tujuan kami ingin bergabung pada Persekutuan,” akhirnya Lobo berhasil menangani kegugupannya. Tatapan satu mata Nio, ditambah prajurit dunia lain tersebut yang dikatakan telah membuat babak belur seorang Pahlawan membuat Lobo resah karena tidak membawa banyak pasukan pengawal ke Kerajaan Arevelk.


“Saya berterimakasih dengan sungguh-sungguh setelah surat permintaan yang saya kirimkan ditanggapi sangat baik oleh Persekutuan. Anda semua menjawab permintaan kami sesuai dengan harapan, bahkan tanpa memerlukan waktu sangat lama. Walaupun Kerajaan Hayvan hanya negara kecil yang dapat diinvasi dalam waktu lima menit oleh pasukan dunia lain, namun balasan yang saya terima sungguh tak terduga.”


“Ijinkan saya berbicara, Tuan Lobo. Kami menerima Kerajaan Hayvan sebagai anggota Persekutuan karena negara Anda telah memenuhi sebagian syarat, selain merdeka, memiliki angkatan bersenjata resmi, sumber ekonomi yang jelas, dan mendapatkan persetujuan dari negara anggota Persekutuan. Kami memang tidak memberlakukan syarat khusus terhadap calon anggota Persekutuan, karena tujuan kami sejak awal memang saling membantu, khususnya perjuangan dalam perang ini. Semua negara Persekutuan memang harus bekerja sama menemukan jalan keluar untuk masalah yang dimulai Aliansi, mereka telah memaksa kita untuk terus melawan. Saya pribadi sebagai pemimpin sebuah negara tidak bisa mengabaikan bantuan sekecil apapun, bahkan setelah mendengar Kerajaan Hayvan telah lama ditindas oleh salah satu negara Aliansi.”


Suroso berbicara, seperti yang diharapkan dari seorang pria muda yang telah memasuki tahun-tahun akhir masa jabatannya sebagai presiden. Matanya dengan tenang menatap Lobo – yang memiliki mata lebih tajam darinya – sepertinya berhasil membuat kata-katanya menembus hati raja Kerajaan Hayvan tersebut.


“Jika kalian tidak memiliki niat untuk mengkhianati Persekutuan setelah tujuan kita tercapai, tentu saja kami tidak akan melakukan invasi.”


“Jika itu terjadi, mungkin waktu yang dibutuhkan untuk invasi tidak mencapai 5 menit.”


Chul-mo dan Oleg berkata dengan nada serius, dan ditanggapi dengan wajah gugup oleh Lobo dan pengawalnya setelah Nio menerjemahkannya untuk mereka.


“Jika Anda mengirimkan sebagian kekuatan dan dana untuk menghadapi Aliansi, maka kami akan segera mempersiapkan semuanya, termasuk kontingen dan bantuan dalam berbagai bentuk. Sisa pasukan akan ditugaskan untuk menjaga Kerajaan Hayvan, ditambah pasukan dari kami. Sesuai dengan isi perjanjian, Indonesia akan melakukan eksplorasi terhadap kerajaan kalian, tentu saja dengan bantuan sekutu mereka sebelum masa penarikan tiba.”


Lobo menyela pembicaraan Sheyn, “Jadi, Negara Rusia dan Korea Utara tidak di dunia ini dalam waktu lama?”


Perkataan Lobo seperti seorang teman yang mendapatkan kabar kepindahan sahabat masa kecilnya ke tempat jauh, memungkinkan mereka tidak akan bertemu kembali dalam waktu lama.


“Tuan Lobo, negara kami tidak menyukai perang ini. setelah penyerangan Aliansi beberapa saat lalu, kami kehilangan puluhan prajurit, untuk senjata yang hancur kami bisa melupakannya. Nilai nyawa prajurit tidak ada yang menyamainya,” ucap Oleg


“Kami tahu apa yang kami lakukan di dunia menakjubkan ini. Namun, itulah yang terjadi,” lanjut Chul-mo.


“Saya pribadi sangat berterimakasih mendapatkan pujian jika angkatan bersenjata Kerajaan Arevelk adalah yang terkuat di Benua Andzrev. Namun, sebagian kecil pasukan hijau dari Indonesia mampu menguasai negeri ini selama satu minggu, jika mereka menerjunkan kekuatan penuh mungkin hanya perlu beberapa jam saja,” Hin tampaknya berusaha untuk rendah hati, namun Suroso malah menegurnya dan membuat Letnan Jenderal Oleg dan Mayor Jenderal Chul-mo tertawa setelah Nio menerjemahkan perkataan Hin untuk mereka.


Lobo masih merasa tidak percaya dengan pemandangan damai di tengah peperangan ini. Semua perwakilan tampak bersahabat dan ramah yang dilengkapi sikap rendah hati yang terjaga, tanpa adanya saling melebih-lebihkan negeri asal masing-masing meski itu merupakan hal yang wajar.


“Persekutuan adalah tempat yang didirikan untuk mencegah Aliansi melakukan semua rencana mereka dengan bebas. Kita menghargai semua ras, berusaha menghindari dan menghapus semua jenis penindasan. Namun, di masa perang yang penuh ketidakstabilan seperti sekarang memaksa kita menerima tantangan Aliansi tanpa henti, tidak tahu kapan mereka akan berhenti berperang dan bersedia melakukan dialog secara tatap muka.”


Sheyn berbicara tentang situasi sekitar Persekutuan yang semakin mengkhawatirkan, sehingga pertemuan seperti ini dianggap membuang-buang waktu bertempur untuk menghadapi Aliansi.


“Saya tidak mempermasalahkan Negara Korea Utara dan Rusia yang dalam waktu dekat akan menarik angkatan bersenjatanya dari dunia ini. Pertanyaan terbesar saya, apakah saya bisa mempercayai Indonesia yang memiliki kekuatan terbesar di Persekutuan setelah Rusia dan Korea Utara kembali ke asalnya? Dengan kekuatan sebesar itu, pasti Anda memiliki rencana melakukan eksplorasi paksa terhadap negara-negara anggota Persekutuan lain, kan?”


“Jika itu terjadi, kami sudah melakukannya sejak Indonesia menginjakkan kaki di dunia ini untuk pertama kalinya!” Nio tanpa sadar menjawab pertanyaan Lobo, namun dirinya sadar jika dia juga memiliki peran di sini.


Di mata Nio, Lobo hanya berusaha lebih santai untuk menghilangkan kegugupan yang menguasai dirinya, namun pertanyaan semacam itu tidak bisa diabaikan. Sementara itu, Beastman berkepala singa yang menjadi pengawal Lobo memandangnya dengan tatapan tajam sebagai bentuk intimidasi, namun dia segera menghilangkannya setelah Nio membalasnya dengan memelototinya.


Suroso kemudian berbicara, “Saya hanya manusia biasa, semua orang di Indonesia adalah manusia biasa. Saya tidak bisa menjamin bahwa Indonesia tida akan melakukan eksplorasi secara paksa ke setiap sudut dunia ini. Namun, perang membuat kami harus fokus ke masalah utama. Saya tidak punya niat melakukan apapun yang membuat rakyat sedih dan menyesal telah memilih saya sebagai pemimpin.”


Kemampuan berbicara Suroso memotong inti permasalahan yang membuat Nio terkesan. Lobo tidak akan mengatakan keraguannya lagi.


Lobo mengangguk, dan kemudian dia bertanya mengenai pengawal yang berdiri di belakang Suroso.


‘Maafkan jika pertanyaan ini kurang sopan. Mengapa pengawal Anda menutup sebagian wajahnya dengan perban?”


Nio tidak terkejut jika ada seseorang yang bertanya seperti itu, bahkan saat ini hampir semua orang di ruang pertemuan memusatkan pandangan pada dirinya. Dia tidak gugup, bahkan di bawah tekanan tatapan yang merasakan sesuatu dari orang-orang.


“Karena saya agak lengah saat bertugas, hanya itu,” Nio menjawabnya dengan tenang.


Namun, Sigiz dan Hin malah yang memasang wajah dengan ekspresi pahit. Pemberontak yang hampir membahayakan Persekutuan adalah yang membuat terluka seperti itu.


Sigiz dan Hin akan diam saja jika Nio berencana mengungkapkan semua isi hatinya. Apa yang dikatakan Nio bukanlah kelalalian biasa, dia belum tahu semua karakteristik sebenarnya dari Wyvern tempur. Untuk Nio yang masih bisa bertahan hidup dan tidak memiliki dendam sama sekali adalah keajaiban yang harus dirayakan, namun Hin dan Sigiz merasa tidak pantas mengikutinya.


Luka di wajah Nio yang ditutupi untuk saat ini membuat Sheyn sangat penasaran seberapa parah cedera yang diderita Nio, yang mungkin akan menjadi cacat seumur hidup. Sheyn melihat Nio sangat biasa dengan hal yang menimpanya, walau dia sama sekali tidak tahu yang sebenarnya dirasakan Nio. Namun, apapun hal yang menimpa Nio, Sheyn akan berusaha terus mendukung hingga takdir baik memihak padanya.


Seharusnya mungkin bagi Sheyn dan Nio hidup bersama, jika gadis itu menggunakan otoritasnya sebagai ratu. Namun, ketika dia memikirkan cara tercepat untuk mendapatkan Nio itu, Sheyn memilih melupakannya dan memutuskan bersaing dengan adil bersama semua gadis yang mencintai satu pria yang sama.


“Mendengar itu membuatku tidak nyaman. Pada saat ini, aku akan mengatakan jika Tuan Nio Candranala adalah ‘orang yang diramalkan’.”


Hevaz memasuki ruang pertemuan tanpa ijin, namun tidak melalui pintu utama yang dijaga puluhan Paspampres dan personel bersenjata lengkap dari seluruh kontingen anggota Persekutuan. Dia masuk melalui jendela atas, sayap hitamnya menutupi sebagian cahaya yang masuk.


“Siapa dia?” Lobo terkejut dengan seorang gadis yang berhasil memasuki ruang pertemuan dengan santai.


Seluruh pengawal terlihat siap bertempur, namun Hevaz sama sekali tidak takut. Gadis itu berjalan ke arah Nio setelah mendarat, tanpa mempedulikan pistol sejumlah prajurit kontingen Rusia dan Korea Utara yang tidak mengenalnya mengarah ke kepalanya.


“Aku Utusan Dewi Kematian dan Dewa Perang, sekaligus pelayan pribadi Pahlawan Harapan yang diramalkan, Prajurit Langit yang bisa menjadi penerus pemerintahan Kerajaan Arevelk, dan perwira biasa dari Pasukan Hijau.”


Lobo dan pengawalnya berusaha mempercayai semua perkataan Hevaz. Mereka terlalu sibuk mengembalikan akal sehat setelah Utusan dua Dewata terkuat telah turun ke dunia ini, melayani seorang pemuda cacat yang tampak sangat lemah.


“Sayang sekali, tapi itu faktanya. Kalian tidak perlu memasang wajah terkejut yang aneh seperti itu,” kata Hin, yang tentu saja tidak dimengerti oleh Lobo dan pengawalnya kecuali mendapatkan terjemahan dari Nio.


Lobo dan pengawalnya, serta seluruh orang di ruangan ini kecuali Hin dan Sigiz tampak bingung dan tidak dapat memahami apa perkataan Hevaz. Itu adalah hal yang membuat mereka bertanya-tanya, tapi mereka tak akan mendapatkan jawabannya kecuali Nio menerjemahkan kata-kata Hevaz. Dan…


Sheyn tampak tak bergerak, dan wajahnya tampak menunjukkan ekspresi semua emosi yang bersatu menjadi satu.

__ADS_1


__ADS_2